PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Gorga


Alam reruntuhan sama halnya dengan alam dunia, ada siang dan ada malam, pepohonan dan binatang pun banyak terdapat di sana, hanya saja jarang terdapat manusia disana.


"Qilin, coba kau deteksi keberadaan 2 orang yang ikut bersamaku ketempat ini," ucap Yan Lan.


Qilin segera mendeteksi keberadaan dua orang anak manusia yang ikut bersama Yan Lan, dengan memejamkan kedua matanya diapun berkata.


"Celaka tuan muda, mereka berada dalam kekuasaan ular raksasa berkepala 7 yang merupakan peliharaan para iblis, yang juga berada di tempat ini selama ribuan tahun karena peperangan yang terjadi antara Dewa dan iblis, membuat lobang hitam yang dapat menyedot apa saja dan berakhir di alam reruntuhan ini, Ular itu bukan tandingan mereka berdua jika kita terlambat maka pengikut tuan muda itu akan binasa," ucap Qilin.


"Aku tak ingin mereka binasa, bawa aku menuju kesana," jawab Yan Lan.


Qilin menganggukkan kepalanya, dan merubah dirinya menjadi singa bersayap.


Yan Lan dengan segera meloncat kearah punggung singa bersayap, dan tak lama kemudian singa bersayap itupun mengudara, dan melesat cepat kearah selatan.


Sementara itu, kepanikan melanda para perajurit yang berada di depan pintu gerbang menuju kedalam alam reruntuhan, dari tiga batu yang menunjukkan ketiga kultivator yang masuk kedalam alam reruntuhan, ada dua batu yang mulai redup.


"Saudara Fenglin, dua batu ini mulai meredup, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya seorang pemimpin prajurit.


"Sepertinya mereka bertiga dalam masalah, semoga saja masalah itu dapat terselesaikan, jika sampai batu ini hilang cahayanya maka kita harus melapor pada yang mulia raja," jawab salah seorang pemimpin prajurit yang bernama Fenglin.


*****


Cencen dan Qing ruo yang melarikan diri untuk menghindari pertarungan antara Yan Lan dan singa bersayap, akhirnya sampai ke sarang ular raksasa berkepala 7, dan tanpa disadari oleh mereka berdua ular berkepala 7 sudah menghadang di depan mereka.


"Cencen waspadalah, ular ini sepertinya bukan ular sembarangan, tingkat kultivasinya sudah sangat tinggi, dan tentunya sangat beracun," ucap Qing ruo.


"Kau benar Qing ruo, kita harus waspada, jika perlu kita harus meninggalkan tempat ini," jawab Cencen.


Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu. Belum sempat mereka berdua beranjak pergi meninggalkan tempat itu, sebuah serangan berupa semburan racun telah menyerang kearah mereka, yang membuat Cencen dan Qing ruo melompat dan bersalto di udara untuk menghindari serangan itu.


Belum sempat mereka berdua hilang rasa keterkejutan karena serangan semburan racun yang sangat mendadak, kali ini tanpa di duga duga ular berkepala tujuh telah berada di samping mereka dan mengibaskan ekor beracun nya pada Cencen.


Cencen tak dapat menghindari serangan itu, diapun hanya pasrah dengan keadaan yang ada. Qing ruo yang lebih siap dengan serangan ular itu, langsung menghantamkan tinjunya ke arah ekor sang ular..


Boom...!!


Ledakan terjadi akibat benturan kedua serangan, yang mengakibatkan terjadinya gelombang kejut yang membuat Qing ruo dan Cencen terhempas kebelakang.


"Bagaimana keadaanmu Qing ruo?, trimakasih kau telah menolongku," ucap Cencen.


"Kau tak usah berterimakasih padaku, belum tentu kita bisa selamat dari serangan ular raksasa itu berikutnya," jawab Qing ruo.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang, sementara ular raksasa itu bukanlah tandingan kita," ucap Cencen.


"Aku akan mengalihkan perhatian ular itu, dan ku minta padamu agar secepatnya pergi dari tempat ini, sebelum kita berdua mati di sini," ucap Qing ruo.


"Maksudmu kau ingin mengorbankan hidupmu untuk menyelamatkan ku? tidak Qing ruo, aku melihat tuan muda tak pernah meninggalkan orang orang terdekatnya di saat kesulitan, kita berjuang bersama walaupun kita nantinya akan binasa," jawab Cencen.


"Baik kita berjuang bersama!!" ucap Qing ruo.


Mereka bangkit dengan semangat penuh, dan menyerang ular raksasa berkepala 7 dengan liar, akan tetapi setiap serangan yang mereka berdua lancarkan, tak bisa berbuat banyak karena adanya perbedaan tingkat kultivasi.


Ilusi itu membuat mereka berdua berhalusinasi dan menganggap satu dengan yang lainnya adalah musuh, yang harus segera di musnahkan.


Akibatnya Cencen dan Qing ruo kini bertarung habis habisan, hingga mereka berdua sama sama terluka oleh tebasan pedang masing masing.


Disaat genting itu, singa bersayap dan Yan Lan datang ke area pertarungan, singa bersayap langsung mengibaskan sayapnya hingga membuat kabut beracun yang menyelubungi area pertarungan Cencen dan Qing ruo pun menghilang.


Cencen dan Qing ruo tersadar, dan mereka berdua pun jatuh ke tanah dengan darah yang bercucuran akibat luka-luka yang dideritanya.


Yan Lan segera menuju kearah kedua pengikutnya berada, dan segera melakukan totokan di bagian-bagian tertentu dari tubuh Cencen dan Qing ruo, untuk sekedar menghentikan pendarahan yang semakin banyak bercucuran.


"Cepat kalian telan pil ini, dan segeralah melakukan meditasi untuk penyerapan pil itu, aku akan membantu kalian," perintah Yan Lan.


Kedua pengikut Yan Lan menganggukan kepalanya, dan langsung menelan pil pemberian darinya. Setelah itu Cencen dan Qing ruo duduk bersila bersampingan dan mulai melakukan meditasi penyerapan pil.


Yan Lan segera duduk di belakang mereka berdua, dan mengarahkan Kedua telapak tangannya masing-masing ke tubuh kedua pengikutnya, dan mulai melakukan penyaluran energi murni ke tubuh mereka berdua.


Sementara itu di tempat lain Qilin tengah berhadapan dengan ular raksasa berkepala 7 yang dahulunya merupakan peliharaan bangsa iblis, yang jatuh di alam runtuhan saat pertempuran antara Dewa dan iblis terjadi beribu ribu tahun yang lalu.


"Gorga Akhirnya kita bertemu lagi, apakah kau masih ingat saat dahulu aku membakar tubuhmu? hingga kau hampir mati!!?" tanya Qilin.


"Ha..ha..ha..!! aku tidak lupa dan tak akan pernah lupa apa yang telah kau perbuat padaku, saat itu kekuatanku masih dibawa mu, tapi sekarang selama beribu-ribu tahun aku berada disini, aku telah banyak menyerap inti jiwa-jiwa dari senjata perang yang banyak berjatuhan di sini, dan saat ini aku akan membalaskan semua rasa sakit atas semua kekalahan ku di waktu itu," jawab Gorga.


"Bagus jika kau sekarang mempunyai kemampuan, aku tak akan segan-segan untuk menghabisi," ucap Qilin.


"Buktikanlah!!" tantang Gorga dan langsung menyerang Qilin dengan semburan beracun yang dimilikinya.


Qilin segera menghindar ke udara untuk menghindari semburan beracun dari Gorga, sambil mengepakkan kedua sayapnya, maka bola-bola meteor yang ribuan banyaknya langsung menghujam ke arah ular raksasa berkepala 7 yang ada di bawahnya.


Melihat hal itu ular raksasa berkepala 7 membagi tubuhnya menjadi 7 bagian, dan secara bersamaan menggunakan kekuatan segel pelindung untuk menghindari bola api meteor yang dilesakkan oleh singa bersayap.


Dentuman berkali-kali mewarnai udara disekitar tempat itu, saat bola-bola api meteor menabrak dinding pelindung yang dibuat oleh ular raksasa.


Sang ular raksasa tak tinggal diam, 7 ular kembali menjadi satu dan menyemburkan lahar


beracun dari mulutnya, yang membuat apapun yang berada di tempat itu meleleh karena terkena lahar beracun yang dimuntahkan oleh ular raksasa berkepala 7.


Qilin terus menghindari serangan-serangan mematikan yang dikeluarkan oleh Gorga, sengaja dia melakukan hal itu agar menjauhkan ular raksasa berkepala 7 itu dari Yan Lan dan 2 orang pengikutnya yang tengah melakukan penyembuhan.


Qilin terus mengejek gorba hingga dia merasa berang dan setelah merasa jauh dari keberadaan Yan Lan, kini giliran Qilin yang memberikan serangan balik yang membuat Gorba kalangkabut dibuatnya.


Qilin menembakkan bola api yang sangat panas berkali kali, hingga membuat Gorba terdesak hebat.


Dan pada akhirnya bola api yang di tembakkan oleh Qilin berbenturan dengan lahar beracun yang di muntah kan oleh Gorba, hingga membuat mereka terhempas kebelakang.


bersambung.


Masih ada pekerjaan yang tak dapat di tinggalkan, membuat author hanya bisa menulis 1 episode selama seminggu kedepan, semua ini agar author dapat fokus sesat dengan pekerjaan author, mohon di maklumi, terimakasih.