PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Meloloskan diri.


Yan Lan yang membawa Zhao Quin pergi, akhirnya menemukan sebuah kuil kuno yang kosong.


"Moci...!! berjaga lah di depan, aku akan mencoba mengeluarkan Racun es yang bersarang di tubuh Zhao Quin," ucap Yan lan.


Yan Lan meletakkan Zhao Quin di tanah dan mulai menyalurkan energi surgawinya ke tubuh zhao Quin.


Tubuh Zhao Quin bergetar hebat, dan sesekali terdengar rintihan kesakitan dari mulutnya.


"Sedikit lagi aku akan dapat mengeluarkan racun es ini," bisik Yan Lan.


Tak lama kemudian, tiba tiba saja Zhao Quin memuntahkan darah segar yang berwarna biru kehitaman dari mulutnya, dan Zhao Quin pun tak sadarkan diri.


"Akhirnya semua racun dapat keluar dari tubuhnya," bisik Yan Lan.


Yan Lan segera memasukkan sebuah pil kedalam mulut Zhao Quin, dan dengan penuh kasih sayang Yan Lan membersihkan darah segar yang melekat di bibirnya.


"Aku tau kau sangat menderita karena ku, dan aku berjanji akan memperjuangkan cintaku kepadamu," bisik Yan Lan.


*****


Setelah kepergian Yan Lan, seluruh pasukan jendral Yong ge terus menyisir kota, dan melakukan pengejaran, kali ini kaisar Giok muda yang memimpin pasukan itu.


Kaisar muda Giok benar benar tersulut amarahnya karena perlakuan Yan Lan pada Girgolo yang saat ini terluka parah, apa lagi yan Lan juga telah melakukan pelecehan pada adik tercinta nya, hal itu yang membuat kaisar Giok tak dapat menahan emosinya untuk segera membunuh Yan Lan.


Seluruh jendral dan petinggi istana juga ikut dalam pencarian itu, hingga seorang mata mata datang menghadap sang kaisar Giok.


Sang mata-mata menggenggam tinju memberi hormat. "Lapor yang mulia, buronan yang kita cari berada di kuil kosong di sudut desa terpencil, kami telah menelitinya dari jauh, iya tengah mengobati seorang wanita yang terkena racun," ucap sang mata mata.


"Bagus!!, kau telah menjalankan tugas dengan baik, maka aku akan memberikan hadiah besar pada mu," ucap kaisar Giok.


"Jendral Yong ge...!!, cepat kepung desa itu, jangan sampai Yan Lan kembali lolos!!" perintah sang kaisar.


Seluruh pasukan inti dengan berbagai macam persenjataan lengkap, langsung diarahkan menuju desa terpencil yang terdapat kuil kosong disana.


Yan Lan yang masih menunggu Zhao Quin yang tak sadarkan diri, merasakan jika tanah yang dipijaknya bergetar, dia pun bangkit berdiri dan pergi ke arah depan kuil. Di dia mendapati moci yang menuju ke arahnya, yang ngabari jika pasukan besar tengah mengurung desa dari berbagai arah baik daratan maupun udara.


Yan Lan terdiam setelah mendengar perkataan Moci, dia berpikir keras dan mencerna keadaan yang ada.


"Sekuat apapun kekuatan yang kupunya, belum tentu aku dapat mengalahkan pasukan besar kerajaan kekaisaran giok, apalagi ditambah Zhao Quin yang masih dalam kondisi pemulihan diri, ini sangat berbahaya baginya, kali ini aku harus mencari solusi yang tepat agar bisa keluar dari situasi rumit ini," batin Yan Lan.


Yan Lan teringat akan Jatayu, hanya dia yang dapat mengeluarkannya dari sini karena jatayu mempunyai teknik terbang yang sangat luar biasa sebagai seorang raja segala burung.


"Aku harus menghadirkan Jatayu, jika tidak keselamatan Zhao Quin akan menjadi taruhannya," bisik Yan Lan.


Dengan menggunakan ikatan darah, Yan Lan memanggil Jatayu agar dapat hadir di ke kaisaran Giok.


Mendengar perintah Yan Lan, moci tiba tiba saja berubah menjalin seekor burung walet dengan bulu yang sangat mengkilap, dia menunggu perintah Yan Lan kembalikan.


Melihat moci yang telah menjadi seekor burung walet, Yan Lang segera melesat ke arah Zhao Quin dan pergi bersamanya ke atas punggung walet jelmaan Moci.


"Moci bawakan kami keluar dari sini!!" perintah Yan Lan.


Walet terbang melesat ke atas, menjauh dari desa. Tak di sangka oleh Yan Lan, armada terbang ke kaisaran Giok juga berada di atas udara dan langsung menyerang Yan Lan dengan ribuan anak panah.


Yan Lan memukulkan tinjunya kedepan dan gelombang angin kejut langsung menyapu bersih, seluruh anak panah yang mengarah kepadanya.


Ribuan elang raksasa yang di punggungnya terdapat para prajurit pemanah ke kaisaran Giok, terus memburu dan mengepung Yan Lan, hingga membuat Yan Lan tersudut.


"Moci bawa aku keatas, ke arah pelindung istana Giok!! teriak Yan Lan.


Walet hitam itu terus melesat ke atas mengikuti perintah Yan lan, dan pada akhirnya sarang walet meningkatkan tubuhnya kearah pelindungmu kota ke kaisaran Giok.


Tak tunggu lama, Yan Lan dengan cepat mengayunkan pedang pembunuh iblis ke arah pelindung kota kekaisaran Giok.


"Prak..kk..!!!


Pelindung itu terkoyak besar hingga Yan Lan dapat keluar dari kota ke kaisaran Giok.


Elang raksasa terus melakukan pengejaran, hingga pengajarannya terhenti karena ribuan burung Phoenix yang di komandoi oleh Jatayu, melakukan serangan kepada para elang raksasa yang mengejar Yan Lan.


Ribuan burung Phoenix menembakkan api dari mulutnya, yang membuat burung elang raksasa satu persatu berjatuhan dari udara.


"Hentikan pengejaran, dan kembali ke dalam kotak ke kaisaran!!" ucap komandan udara kekaisaran Giok.


Seluruh armada burung elang raksasa kembali menuju ke kaisaran Giok, dan sang komandan menghadap sang kaisar Giok untuk melaporkan apa yang telah terjadi.


"Bodoh..!! mengapa kau biarkan Yan lan lolos!!" ucap sang kaisar.


"Ampun yang mulia, telah banyak korban di pihak kita karena armada tempur udara istana Phoenix berada pada posisi yang menguntungkan bagi mereka untuk menyerang kita, jika di teruskan armada udara kita akan terbantai habis!!" jawab sang komandan.


"Aku tak ingin kegagalan, aku ingin kau kembali mencari Yan lan di udara, jika tidak nyawamu yang akan menjadi taruhannya!!" ucap sang kaisar Giok sambil meremas tinjunya.


"Baik yang mulia!!" ucap sang komandan dan bergegas pergi meninggalkan tempat itu.


Yan Lan yang sudah sangat jauh meninggalkan kota kekaisaran Giok, menyuruh Jatayu untuk kembali ke istana Phoenix, dan dia sendiri akan pergi untuk menyelesaikan semua masalahnya dengan Zhao Quin.


Yan Lan akhirnya mendarat di sebuah hutan yang sangat lebat, setelah itu Moci kembali masuk ke alam batin Yan Lan.