PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Alam reruntuhan


Pagi hari matahari belum muncul di ufuk timur, terlihat 4 bayangan hitam melesat menembus lebatnya hutan.


"Kita berhenti di sini..!!" ucap salah seorang dari ke empat bayangan itu, dia adalah raja Zheng long.


"Mengapa kita berhenti di tempat ini yang mulia, bukannya di depan sana adalah jurang yang terjal," ucap Cencen sambil memperhatikan batu batu padas yang di bawah sana.


"Di depan sana adalah tujuan kita, aku akan membuka Alam reruntuhan di sana, ayo ikuti aku," ucap raja Zheng long.


Raja Zheng long berjalan di depan, dan di ikuti oleh mereka bertiga di belakangnya.


Setibanya di tempat tujuan, Raja Zheng long melakukan gerakan gerakan dengan kedua tangannya, maka keluarlah tumbuhan kristal penumbuh roh dari dalam tubuh raja Zheng long, dengan perlahan lahan naik keatas dan mengambang di udara.


Tak lama kemudian, tumbuhan kristal penumbuh roh mengeluarkan cahaya biru langit yang menyilaukan mata. Setelah cahaya yang menyilaukan mata itu redup, maka tampaklah di hadapan mereka sebuah portal yang merupakan pintu masuk kedalam alam Reruntuhan.


"Apakah kalian berdua benar benar ingin mengikutiku sampai kedalam?" tanya Yan Lan pada kedua pengikutnya.


"Tuan muda, kami berdua ingin ikut kemanapun tuan muda pergi, untuk masalah yang akan terjadi di kemudian hari, tuan muda tak usah risaukan itu, karena kami berdua telah memilih jalan kami sendiri yaitu mengikuti tuan muda," jawab Qing ruo.


"Baik jika keinginan kalian sudah bulat seperti itu, kita akan berangkat bersama sama," ucap Yan Lan.


Ketiganya kemudian berpamitan kepada raja Zheng long, untuk memulai pencarian bunga teratai nirwana yang berada di alam reruntuhan.


Tak lupa Yan Lan memberikan permata Ruby yang di titipkan oleh dewa suci kepada raja Zheng long, yang membuat raja Zheng long terkejut dan membelalakkan matanya.


Raja Zheng long segera mencerna keadaan yang ada, dan berusaha tenang di hadapan Yan Lan.


"Ternyata pemuda ini ada hubungannya dengan Dewa suci dan istana langit, dari permata ruby pusaka langit ini jelas terlihat, jika Yan Lan merupakan seorang jenderal tertinggi di istana langit, pantas saja kekuatannya begitu sangat luar biasa dan untungnya saat itu dia tak menghancurkan istana kerajaan cahaya nirwana," batin raja Zheng long sambil menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar cara pelayanan.


"Pergilah Yan er, semoga kalian bisa menemukannya bunga teratai nirwana itu, dan ini aku kembalikan permata ruby kepadamu, karena permata ruby ini begitu sangat berharga dan dapat menolongmu di masa depan," ucap raja Zheng long.


Setelah menerima permata ruby nya kembali, Yan Lan dan kedua pengikutnya masuk ke dalam portal yang telah terbuka.


Selepas kepergian Yan Lan, para petinggi dan pasukan berkuda kerajaan cahaya nirwana datang ketempat raja Zheng long berada.


"Yang mulia!!" ucap lima orang petinggi dan langsung memberi hormat kepada raja Zheng long.


"Aku ingin kalian berlima dan para prajurit berkemah di tempat ini, untuk menunggu kedatangan Yan Lan, dan ingat!! jangan sekali kali kalian mencoba masuk ke dalam alam reruntuhan, sekali kalian masuk kedalam maka selamanya kalian tak akan bisa keluar, karena hanya orang yang memiliki kekuatan ranah tingkat surgawi lah yang bisa membawa seseorang masuk dan keluar dari dalam sana," ucap raja Zheng long.


"Baik yang mulia, kami akan mematuhi semua perintah yang mulia raja Zheng long," ucap salah satu perwira yang mewakili yang lainnya.


"Ini adalah batu permata untuk mengetahui mereka bertiga yang ada di alam reruntuhan, jika batu ini tetap menyala maka mereka yang ada di dalam sana masih hidup, jika nyalanya redup maka mereka semua telah mati," ucap raja Zheng long sambil memberikan batu itu kepada salah satu petinggi istana kerajaan.


Setelah tak ada lagi yang disampaikan ke para perwira tinggi nya, raja Zheng long dengan menaiki kuda kembali ke kerajaannya, sementara para petinggi kerajaan dan para prajurit yang ada tetap berada di tempat itu, untuk berjaga-jaga di depan pintu portal yang menuju ke dalam alam reruntuhan.


"Berhati hatilah kalian semua, aku merasakan ada binatang surgawi di sekitar tempat ini yang tengah mengintai kita, aku rasa binatang surgawi ini merupakan peliharaan seorang Dewa yang jatuh ke tempat ini, jangan menganggap remeh karena binatang surgawi merupakan binatang roh terkuat yang pernah ada," ucap Yan Lan.


Yan Lan teringat sahabatnya Leo dan Tigris yang juga merupakan binatang surgawi, yang dahulu sangat setia menemaninya, dan akhirnya harus mati di tangan para jendral iblis dalam membela kekaisaran Phoenix.


"Semoga kalian berdua tenang di alam sana sahatku," batin Yan Lan.


"Mengapa aku merasakan kekuatan binatang surgawi yang tengah bersembunyi ini begitu sangat kuat, melebihi kekuatan dari seluruh binatang surgawi yang pernah ku temui," batin Yan Lan.


"Kekuatannya hampir menyamai kekuatan tingkat surgawi yang kumiliki," batin Yan lan. Tiba tiba saja Yan Lan merasa sangat khwatir dengan kedua pengikutnya, biar bagaimanapun tanggung jawab keselamatan mereka berada di pundaknya.


"Kalian harus terus waspada!!" perintah Yan Lan .


Belum sempat Cencen dan Qing ruo menjawab perkataan Yan Lan, tiba-tiba saja sebuah gelombang kejut langsung menerpa mereka bertiga, yang membuat Yan Lan dengan refleks menghantamkan tinjunya kedepan.


Duar..!!


Kedua energi saling bertabrakan yang membuat Yan Lan terseret beberapa meter ke belakang.


Tampak di hadapan mereka seekor singa dengan bulu hitam mengkilat dan sebuah tanduk yang berputar seperti gasing menghiasi kepalanya, serta dua buah sayap di sisi kiri dan kanannya tengah berada di hadapan mereka bertiga.


Mata singa itu berwarna biru yang membuat siapapun yang melihatnya akan merasa terancam.


"Maaf, kami tak bermaksud untuk mengganggu peristirahatan anda, kami hanya lewat dan tak bermaksud untuk melakukan perbuatan semena-mena di wilayah kekuasaan anda ini," ucap Yan Lan.


Mendengar Yan Lan berbicara dengan binatang aneh yang berada di hadapannya, membuat Cencen dan Qing ruo saling berpandangan, mereka berdua sangat heran dengan apa yang dilakukan oleh Yan Lan, yang saat ini tengah berbicara dengan seekor binatang buas surgawi, yang belum tentu binatang itu bisa menjawab perkataannya.


Setahu mereka berdua, tak ada binatang di dunia ini yang mampu untuk berbicara kepada seorang manusia, namun Cencen dan Qing ruo tak mau memperdulikan apa yang dilakukan oleh tuan mudanya, dan membiarkan tuan mudanya untuk bertingkah aneh seperti itu.


Tiba tiba hembusan angin yang sangat panas keluar dari dalam mulut singa raksasa bersayap, yang membuat mereka bertiga segera mengalirkan energi murni keseluruh tubuh.


"Apa yang ingin kalian lakukan di alam reruntuhan ini? apa kalian masih belum puas bertarung denganku?" tanya singa raksasa.


Yan Lan mencoba mencerna keadaan yang ada, dengan berpikir jernih untuk menghadapi binatang surgawi yang ada di hadapannya.


"Anda salah..!, kami tak pernah ketempat ini sebelumnya, apalagi bertarung denganmu, dan kami bertiga tak ingin adanya pertarungan," jawab Yan Lan.


Tiba tiba udara sangat panas dan hampir mendidih di tempat itu, yang membuat Yan Lan segera berteriak kepada kedua pengikutnya. " Cepat tinggalkan tempat ini, dan telanlah pil yang akan ku berikan pada kalian, biar aku yang akan menghadapi binatang surgawi itu," teriak Yan Lan sambil melemparkan dua buah pil ke pada Qing ruo dan Cencen.


Qing ruo dan Cencen segera menangkap pil yang di lemparkan oleh Yan Lan, dan kemudian melesat pergi meninggalkan tempat itu.