PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pertarungan 2


Di arena pertempuran.


Yan Lan merasakan ada yang ganjil dalam tingkat kultivasi Gio liang, di mana saat ini Gio liang mampu untuk memulihkan kondisi tubuhnya yang terluka secara instan, dan juga dapat memperoleh tingkat kultivasi Qi alam dengan sangat tiba tiba.


Hal ini membuat Yan Lan bertanya tanya dalam hati, akan tetapi tak juga Yan Lan menemukan jawaban yang pasti dari pertanyaannya itu.


"Aku tak bisa menganggap remeh Gio liang, karena yang ku hadapi sekarang adalah seorang kultivator dengan kultivasi Qi alam," batin Yan Lan.


"Apapun yang terjadi nanti aku harus memenangkan pertarungan ini, karena ini cara satu satunya bagiku untuk dapat menuju sekte Naga di atas awan," batin Yan Lan kembali.


Tiba tiba Gio liang mengangkat kedua tangannya dan berteriak sekuat tenaga "Niat pedang Phoenix".


Entah dari mana asalnya, kini ribuan pedang api seketika bermuculan membungkus tubuh Gio liang seperti sarang yang di penuhi oleh lebah.


"Kekuatan ini sangat luar biasa, aku seperti terlahir kembali tanpa adanya bekas luka di tubuhku," batin Gio liang.


"Kali ini aku akan membuatmu menderita dan aku akan menikmatinya hingga kau mati secara perlahan lahan Yan Lan," batin Gio liang dengan senyum merekah di sudut bibirnya.


Di sisi lain Yan Lan menyadari jika pemuda yang ada di depannya adalah ancaman yang sewaktu waktu bisa merenggut nyawanya, tak ada pilihan lain baginya yaitu segera menggunakan tehnik mata langit yang sudah sangat sempurna di kuasainya.


"Ternyata pedang pedang api itu terbentuk dari energi Qi yang ada di dalam tubuh Gio liang," batin Yan Lan.


"Ini waktunya aku menguji kekuatan mata langit yang ada padaku," batin Yan Lan.


Di podium utama...


Terlihat ketua Hyo jin tersenyum melihat Yan Lan yang gagah berdiri di atas arena pertarungan.


"Tak kusangka kau juga memiliki tehnik mata langit Lan er, ini merupakan musibah bagi Gio liang yang ingin bertarung sampai mati dengan," bisik ketua Hyo jin sambil mengelus elus jenggot putihnya.


Di podium yang lain, para praktisi beladiri 12 klan yang telah mempunyai kultivasi Qi saint, dapat melihat dengan jelas tehnik mata langit yang di keluarkan oleh Yan Lan.


"Aku tak menyangka jika tehnik dari leluhur klan glasier terdahulu, dapat di miliki oleh Yan Lan," batin ketua Huang Lang.


Sementara itu ketua Ming Chi Sun seakan tak percaya dengan apa yang baru saja di lihatnya, senyum yang tadinya menghiasi sudut bibirnya kini berubah menjadi ketegangan yang nyata.


"Mengapa tehnik itu ada pada Yan Lan? ini akan menjadi pertarungan yang berat bagi muridku," batin ketua Ming Chi Sun.


"Aku akan mencoba sekuat apa kekuatan Qi alam yang kau miliki," bisik Yan Lan.


'Amukan roh abadi" teriak Yan Lan sambil meloncat ke udara dan menebaskan pedangnya kedepan.


Naga emas dan singa es seketika keluar menerjang ke arah Gio liang.


Melihat serangan dari Yan Lan, ribuan pedang api yang mengelilingi tubuh Gio liang segera menyambutnya.


"Duar...!!"


Kembali ledakan energi mengumandang di udara yang menyebabkan gelombang kejut yang besar.


Yan Lan terseret sejauh 20 meter, sementara Gio liang tak bergeming pada tempatnya.


"Tak kusangka ternyata ranah Qi alam sangatlah kuat," bisik Yan Lan sambil menyeka darah segar yang keluar dari sudut bibirnya.


"Ha...ha...ha .., tunjukkan padaku semua kemampuanmu Yan Lan!" hardik Gio liang.


Mendengar perkataan Gio liang, Yan Lan kembali berdiri.


Yan Lan merasakan tangan kanannya mati rasa akibat benturan keras itu.


Melihat Yan Lan telah berdiri kembali, membuat Gio liang berinisiatif untuk menyerangnya kembali.


Cambuk api Phoenix di pecut kan kearah depan, maka gelombang kejut langsung tertuju kearah Yan Lan.


Yan Lan menangkis serangan cepat yang di lancarkan oleh Gio liang dengan pedang roh abadi, namun sayang perbedaan tingkat kultivasi membuat Yan Lan harus terseret kembali kebelakang dengan pedang roh abadi yang terlepas dari genggaman tangannya.


Gio liang tak memberi kesempatan bagi Yan Lan untuk berdiri, diapun menyerang Yan lan kembali.


Ribuan pedang energi di lepaskan oleh Gio liang kini menghujani tubuh Yan Lan yang masih dalam keadaan terpuruk.


Zleep..zleep ...zleep....


Debu tebal berterbangan saat pedang energi yang di lepaskan oleh Gio liang menghantam tempat di mana Yan Lan berada.


"Mampus kau," teriak Gio liang dengan tawa kemenangannya.


"Lan er...!!" teriak ketua Hyo jin.


"Kak Yan Lan...!!" teriak Yan Ling.


"Yan Lan...!!" teriak Huang Jin.


Kepanikan melanda podium yang ditempati oleh para anggota pagoda 9 melihat pedang energi yang menghujam diman tempat Yan Lan berada.


Tampak Yan Ling meratapi Yan Lan yang dalam penglihatannya telah tertembus oleh pedang energi dari Gio liang.


Di podium yang lain ketua Ming Chi Sun merasa bangga pada muridnya karena berhasil membunuh Yan Lan. Tampak senyum terpancar dari wajahnya yang telah menua.


"Gui er pergi dan buatlah acara besar besaran di klan Ming atas keberhasilan liang er memenangkan pertarungan ini, dan katakan pada putrimu yang terkurung dalam penjara klan, jika pemuda yang telah membuat hatinya berpaling dari Gio liang telah meregang nyawa," ucap ketua Ming Chi Sun.


"Tapi ayah kekalahan Yan Lan belum nyata, debu masih tebal menyelimuti arena pertarungan, tunggulah sampai benar benar melihat Yan Lan telah meregang nyawa," jawab Ming Gui.


"Apa yang kau ragukan lagi..!! apakah kau tak melihat bagaimana pedang energi yang dilepaskan Liang er menghujam ketubuh Yan Lan? tehnik pedang energi yang di gunakan oleh liang er itu belum pernah sekalipun meleset dari sasaran sewaktu aku menggunakannya dulu," ucap ketua Ming Chi Sun.


Walaupun berat hati, ketua Ming Gui tetap pergi melaksanakan perintah ayahnya itu.


Tak lama kemudian debu yang menebal perlahan lahan menghilang, Gio liang terperanjat dengan apa yang dilihatnya dimana Yan Lan tak terlihat berada di tempatnya berada.


"Kau mencariku Gio liang?" tanya Yan Lan yang tiba tiba saja muncul dari sisi kanan Gio liang.