
Yan Lan mendekati Yun er dan mendorong kursi rodanya perlahan menyusuri taman, yang di penuhi dengan aneka bunga yang bermekaran di sana sini.
"Yun er maaf kan aku karena baru bisa menjengukmu," ucap Yan Lan.
Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Yun er, dia hanya diam membisu.
"Kau marah padaku Yun er?
"Kakak Yan Lan aku kira kau sudah melupakan ku," jawab Yun er.
"Hai...,Aku tak akan mungkin melupakanmu, karena aku selalu mengingatmu maka aku nekat kesini menemuimu," ucap Yan Lan.
Yun er terdiam, berbagai macam hal yang kini berkecamuk di dalam pikirannya saat ini.
"Kakak Yan Lan aku sekarang tak seperti wanita yang kau kenal setahun yang lalu, merindian dan dantianku telah rusak sehingga aku tak bisa melakukan kultivasi, sekarang ini aku hanyalah beban bagi menara tahta," ucap Yun er sabil menundukkan kepalanya kembali.
"Jangan khwatirkan itu, aku pasti dapat menyembuhkanmu," ucap Yan Lan.
"Ada rasa bahagia di dalam sanubari Yun er mendengar Yan Lan yang selalu mengingatnya, akan tetapi Yun er kembali murung mendengar perkataan Yan Lan yang ingin menyembuhkan dirinya, sementara para Alkemis dari pagoda 9 saja tak bisa berbuat banyak padanya.
Yan Lan memahami betul mengapa wanita cantik yang ada di hadapannya ini begitu murung, dengan perlahan Yan Lan melangkah kehadapan Yun er, tangan kanan Yan Lan segera menggapai dagu Yun er dan mengangkatnya sedikit hingga tak ada pilihan bagi Yun er untuk tidak menatap ke arah Yan Lan.
Sesaat kemudian mata mereka saling beradu yang membuat benih benih cinta diantara mereka berdua kembali tumbuh.
"Yun er jika aku berkata ingin menyembuhkanmu, berarti aku bersungguh sungguh ingin menyembuhkanmu," ucap Yan Lan kembalikan.
Entah siapa yang memulai, terlihat Yun er perlahan memejamkan matanya dan bibirnya yang indah sedikit terbuka, membuat Yan Lan memberanikan diri untuk menciumnya. Sesaat kemudian ciuman mereka semakin dalam dan hangat hingga Yun er kesulitan untuk bernapas dan menghentikan ciuman itu.
"Maafkan aku Yun er," ucap Yan Lan sambil mengatur napasnya yang memburu.
Yun er tersipu malu karena ini merupakan pengalaman pertamanya berciuman dengan seorang pemuda.
"Tak apa kak Yan Lan karena aku juga menginginkannya," ucap Yun er.
"Adakah tempat untuk memulai terapi penyembuhan mu Yun er?" tanya Yan Lan.
"Ada kak Yan Lan, bangunan itu adalah kediamanku," jawab Yun er sambil menunjuk kearah bangunan kecil dan terkesan mewah.
"Bagus..!!, kita kesana!" ucap Yan Lan.
Yan Lan segera mendorong kursi roda menuju ke arah bangunan yang di tunjuk oleh Yun er barusan.
"Bangunan sebesar ini kau sendiri yang menempati?" tanya Yan Lan.
Tidak kak Yan Lan, ada 2 pengawal pribadiku di rumah ini, dan beberapa pelayan yang khusus untuk membantuku dan mereka semua adalah wanita," jawab Yun er.
"Apakah kau bisa menghadirkan mereka semua disini, karna ada yang ingin ku sampaikan pada mereka semua" ucap Yan Lan.
Yun er pun memanggil semua yang ada di dalam kediamannya tanpa terkecuali.
"Hari ini aku akan mencoba untuk menyembuhkan nona muda kalian, dan kuharap kalian tak mengganggu proses pengobatan dan mendukung proses itu agar nona muda kalian bisa berjalan kembali, jika ada yang mencari nona muda kalian walaupun itu ketua menara tahta, aku ingin kalian menahannya dan mengatakan jika Yan Lan sedang mengobati nona muda," ucap Yan Lan.
"Untuk proses pengobatan ini memakan waktu selama 3 hari, dan selama 3 hari itu aku akan bersama nona muda kalian di dalam kamarnya," sambung Yan Lan kembali.
Setelah mengatakan apa yang ingin di sampaikan nya pada para penjaga dan pelayan di kediaman Yun er, Yan Lan segera meminta Yun er untuk menunjukkan kamarnya.
Di dalam kamar Yan Lan sejenak memeriksa urat nadi Yun er.
"Ternyata Lautan Qi di dalam dantian Yun er sudah hancur dan tak bisa di perbaiki lagi, jika Yun er ingin berkultivasi kembali, dia harus membangun ulang dantiannya dengan yang baru, untung saja dia telah memiliki struktur pondasi tulang bulan dingin yang bisa membantunya dalam membentuk Dantian yang baru," batin Yan Lan.
"Yun er aku tak ingin ada pertanyaan dan lakukanlah arahanku," ucap Yan Lan.
"Sekarang lepaskan pakaianmu dan tengkurap lah di atas tempat tidur ini," ucap Yan Lan kembali.
Walaupun ragu dengan perintah Yan Lan, Yun er tetap melepaskan pakaian yang menutupi tubuhnya satu persatu.
"Kakak Yan Lan aku lakukan ini karena aku sangat mencintaimu, jika kau tak bertanggung jawab padaku maka di masa depan aku akan membunuhmu," batin Yun er.
Yun er pun tengkurap di atas pembaringan, dia tiba tiba merasakan takut yang teramat sangat.
"Apakah hari ini kak Yan Lan akan merenggut mahkotaku? jika itu benar benar terjadi, maka aku..., aku....," batin Yun er yang tak bisa melanjutkan hayalannya, dia pun meremas pembaringan sambil menutup kedua matanya.
"Kau tak usah berpikiran macam macam, aku murni untuk menyembuhkanmu," ucap Yan Lan.
Perkataan Yan Lan yang tiba tiba membuat Yun er tersipu malu karena salah memprediksi keadaan yang ada.
"Yun er tahan lah sedikit, aku akan menggunakan tehnik jari matahari untuk menyedot keluar darah beku di sekitar merindianmu," ucap Yan Lan.
Yan Lan melepaskan 12 jarum emas ke belakang tubuh, paha dan kaki Yun er dimana terdapat titik titik penyumbatan di dalam Merindian yang di miliki Yun er.
"Akch..!" teriakan tertahan yang keluar dari mulut Yun er saat jarum jarum itu menembus kulitnya.
"Tehnik jari matahari," ucap Yan Lan.
Semua jarum yang melekat di tubuh Yun er mengeluarkan cahaya ke emasan, hingga membuat Yun er bergetar hebat.
Setelah sehari semalam melakukan tehnik jari matahari akhirnya ada secercah harapan dimana Yun er dapat berjalan kembali.
"Berhasil..," batin Yan Lan.
Ada kepuasan dihatinya dapat menyembuhkan kelumpuhan yang di alami oleh Yun er.
"Tinggal membuat Yun er membangun dantiannya yang telah rusak agar membuatnya dapat berkultivasi kembali," batin Yan Lan.