
Kakak Yan Lou aku ingin menanyakan sesuatu hal padamu, semoga kakak Lou tak tersinggung dengan pertanyaanku ini karena pertanyaanku ini sangat bersifat pribadi," ucap Yan Lan.
Yan Lou mengernyitkan dahinya karena keseriusan Yan Lan dalam perkataannya, dan Yan Lou sangat penasaran dengan pertanyaan yang akan di ajukan oleh adiknya itu.
"Katakanlah Lan er, aku akan menjawab pertanyaanmu selagi aku bisa menjawabnya," ucap Yan Lou.
"Kakak Lou apakah kau mencintai Yun er?" tanya Yan Lan.
"Lan er sedari kecil aku bercita cita ingin menjadi seorang pemimpin besar yang sangat di hargai dan di hormati di benua permata hijau, sama halnya sepertimu yang bercita cita untuk menjadi seorang yang mampu memberikan ketentraman dan kedamaian di benua permata hijau.
Cita citaku itu hanya akan terwujud jika aku menjadi seorang ketua dari Pagoda 9, menara tahta atau menjadi seorang bangsawan dari kekaisaran giok.
Aku mendekati Yun er karena hanya dia yang bisa membuatku menjadi seorang ketua di menara tahta, mengingat dia adalah putri tertua dari ketua menara tahta.
Walaupun tak ada rasa cinta padanya, paling tidak ada secercah harapan untukku menjadi seorang ketua menara tahta jika aku menikahinya.
Tapi tenanglah Lan er, aku tak akan merebut Yun er darimu karna ku tahu begitu besarnya rasa cinta Yun er padamu," jawab Yan Lou.
"Terus apa tujuan kakak Lou selanjutnya?" tanya Yan Lan kembali.
"Mungkin aku akan kembali ke klan Glasier," jawab Yan Lou.
"Kakak Lou aku akan membantumu untuk menjadi salah satu petinggi di kekaisaran giok, mengingat kedekatan ketua Hyo jin dengan sang kaisar, aku akan meminta bantuannya untuk merekomendasikan mu menjadi salah satu perwira disana, karena aku yakin dengan kemampuan beladiri yang kau miliki sekarang ini pastinya dapat meyakinkan sang kaisar untuk menjadikanmu seorang perwira di kekaisaran giok," ucap Yan Lan.
"Terimakasih atas bantuan mu adik, ucap Yan Lou.
"Kakak Lou mungkin dalam waktu dekat ini aku akan pergi untuk kembali mengasah kekuatanku di suatu tempat, aku titip Yan Ling, aku harap kakak Lou terus memantau perkembangannya," ucap Yan Lan.
"Kau jangan khwatirkan itu adik, aku tetap akan mengawasi Ling er," jawab Yan Lou.
Tak lama ketua Yun Juaxin datang dan mengajak Yan Lan dan Yan Lou untuk sarapan pagi bersama di ruang utama menara tahta.
Selesai sarapan pagi ketua Yun Juaxin mengajak Yan Lan untuk berbincang bincang.
"Ketua Yun karena kondisi saya belum pulih seperti sediakala, saya mohon diri untuk kembali beristirahat," ucap Yan Lou.
Ketua Yun Juaxin menganggukkan kepala dan tersenyum kepada Yan Lou.
"Aku tau kondisimu telah pulih seperti sediakala Yan lou dan kau tak bisa membohongiku, tapi tak ada untungnya bagiku untuk terus bersamamu, kau malah akan membuat menara tahta malu dan di remehkan di masa depan jika kau terus berada disini, oleh karena itu aku akan membuang mu sebentar lagi," batin ketua Yun Juaxin.
"Ketua Yun dapatkah aku menemui Yun er sekarang, karena ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengannya," ucap Yan Lan.
"Ha..ha..ha.. tentu saja Lan er!!, sekarang ikut aku kita ke tempat Yun er," jawab ketua Yun Juaxin.
Yun Juaxin mengajak Yan Lan menuju sebuah bangunan megah, di mana di kiri dan kanan bangunan tersebut terdapat taman yang di penuhi berbagai macam bunga.
Di dekat sebuah batang pohon yang rindang, tampak seorang wanita cantik sedang duduk di atas sebuah kursi roda, wanita itu di temani oleh seorang remaja laki laki.
"Yun er coba kau lihat siapa yang ayah bawa untukmu," ucap ketua Yun Juaxin.
Yun er dan Yun jing Ying menatap kearah pemuda yang berjalan kearahnya.
"Kakak Yan Lan," batin Yun er.
Yun er memalingkan mukanya, tak berani menatap wajah pemuda yang datang bersama ayahnya itu, karena dia malu akan kondisi tubuhnya yang hanya bisa duduk di kursi roda.
"Jing er ikut ayah," ucap ketua Yun Juaxin kepada putranya.
Yun Jing Ying mengerti dengan maksud panggilan dari ayahnya itu.
"Baik ayah!!" jawab Yun Jing Ying.
Yun Jing Ying dan Yun Juaxin berjalan beriringan meninggalkan tempat itu.
Kondisi author belum sembuh total karena sakit, setelah minum obat pasti terasa ngantuk membuat author tak konsentrasi dalam menulis, akan tetapi sebisanya author tetap up per episodenya walau sedikit, maaf atas ketidak nyamanan nya🙏