PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Garis keturunan


Tubuh Yan Lan yang terkena pukulan tapak "Matahari senja" yang di lepaskan oleh ketua Hyo jin menjadi tak berdaya, mata Yan Lan menjadi sayu dan terasa gelap, dadanya sesak dan sulit untuk bernapas, tubuhnya pun serasa remuk dan sulit untuk di gerakkan.


Sebelum Yan Lan tak sadarkan diri dia sempat mengeluarkan lencana emas yang diberikan oleh gurunya Wong ji Ang, dan memegangnya erat erat di dalam genggaman tangannya.


Ketua Qi Guo berhasil memulihkan tubuhnya kembali dengan di bantu oleh hawa murni yang di berikan oleh ketua Hyo jin dan tetua Feng Yin.


"Aku rasa pemuda itu sudah tak bernyawa, ada baiknya kalian berdua segera menguburkan mayatnya agar jejaknya segera hilang, apa bila klan Glasier menanyakannya jawab saja jika Lan Yan telah pergi meninggalkan pagoda 9 karena merasa malu tak lulus ujian tes yang ke 2," ucap ketua Hyo jin.


"Baik ketua," ucap ketua Qi Guo dan tetua Feng Yin bersamaan.


Ketua Hyo jin pergi meninggalkan menara falan menuju ke kediamannya di guild alkemis.


Ketua Feng Yin segera memapah tubuh Yan Lan dan berjalan keluar dari ruangan itu, sementara ketua Qi Guo mengikutinya dari belakang.


"Apa yang berada di genggaman anak muda ini tetua Feng Yin!??" tanya ketua Qi Guo.


Ketua Feng Yin yang tak mengetahui jika Lan Yan memegang sesuatu beda, akhirnya menghentikan langkahnya.


Ketua Qi Guo mengambil benda yang berada di tangan Yan Lan.


"Lencana emas apa ini!?" batin ketua Qi Guo.


Ketua Qi Guo terbelalak melihat lencana emas yang bergambar pagoda 9 yang kini berada di genggaman tangannya, tubuhnya seketika bergetar hebat, setahu ketua Qi Guo pemilik lencana ini merupakan orang yang mempunyai garis keturunan langsung dari leluhur pertama pendiri pagoda 9.


Seingat ketua Qi Guo, ketua Hyo jin hanya memiliki lencana perak saja dan dirinya sendiri memiliki lencana perunggu.


"Celaka ini kesalahan besar, jika pemilik lencana emas ini tau kalau garis keturunannya mati akan menjadi bencana besar di dalam pagoda 9," batin ketua Qi Guo.


"Tetua Feng letakkan pemuda itu!!" perintah ketua Qi Guo.


Tetua Feng Yin segera meletakkan Yan Lan di lantai ruangan.


Dengan tangan bergetar ketua Qi Guo memeriksa keadaan Yan Lan.


"Syukurlah dia masih hidup," batin ketua Qi Guo.


Ketua Feng Yin yang melihat perubahan wajah ketua Qi Guo yang sangat mengkhwatirkan keadaan Yan lan, akhirnya menanyakannya.


"Ada apa tetua Qi!?? mengapa kau mengkhwatirkan pemuda ini!! lebih baik kita segera menghilangkan jejaknya dengan menguburkan mayatnya," ucap tetua Feng Yin.


"Kau tak usah banyak tanya dulu ketua Feng, cepat kau panggilkan ketua Hyo jin agar segera menuju ke balai pengobatan utama menara falan, dan katakan padanya jika aku menunggu di sana secepatnya," jawab ketua Qi Guo.


Ketua Qi Guo memapah tubuh Yan Lan memasuki ruangan balai pengobatan utama menara falan.


Yan Lan di baringkan pada altar yang bergambar Yin dan yang, di mana sekeliling tubuh Yan Lan telah bertabur berbagai macam batu inti roh.


"Bertahanlah Lan Yan, aku akan sekuat mungkin untuk menolongmu," batin ketua Qi Guo.


"Tenanglah dulu kakak Hyo jin, bukan aku menolak untuk melaksanakan perintahmu, tapi lihatlah benda yang berada di tangan Yan Lan saat kami sedang membawanya pergi," jawab ketua Qi Guo.


Ketua Qi Guo terperanjat kaget melihat benda yang di berikan oleh ketua Qi Guo padanya.


"Adik mengapa kau baru memberitahuku sekarang!? pemuda ini harus segera di sembuhkan kalau tidak bencana besar akan menimpa pagoda 9," ucap ketua Hyo jin.


"Aku tak menyangka jika pemuda yang bernama Lan Yan ini merupakan garis keturunan leluhur pendiri pagoda 9 yang pertama," batin ketua Hyo jin.


"Pantas saja dia bersikukuh ingin menjadi ketua bayangan di dalam pagoda 9, jika dia memperlihatkan lencana emas yang ada padanya dan memintaku untuk melepas jabatan ketua pagoda 9, aku pasti tak akan mempermasalahkan nya karena memang itu adalah hak nya sebagai garis keturunan terakhir dari leluhur pagoda 9, sementara aku sendiri tak ada sedikitpun garis keturunan dari pendiri pagoda 9, aku hanya sebagai penjaga pagoda 9 selama garis keturunan itu belum ada," batin ketua Hyo jin kembali.


Ketua Hyo jin menarik napas dalam dalam dan menghembuskan keluar secara perlahan lahan.


"Ini adalah kesalahan besar," sambungnya.


Dua petinggi itu bahu membahu dalam menyembuhkan Yan Lan, semua batu roh tingkat tinggi yang merupakan koleksi dari menara 9 telah terserap habis kedalam tubuh Yan Lan, akan tetapi tanda tanda kehidupan pada diri Yan Lan belum juga ada perubahan.


Di hutan bambu kuning ketua Wong ji Ang tersentak dari meditasinya.


"Mengapa aku mendapat firasat yang kurang baik pada cucuku Yan Lan, apa yang telah terjadi padanya?" batin ketua Wong ji Ang.


Ketua Wong ji Ang kembali memejamkan matanya untuk melihat secara batin keadaan Yan Lan.


"Mengapa cucuku Yan Lan aura kehidupannya meredup, apakah yang tengah terjadi padanya sementara dia berada di sekitar area pagoda 9, kurang ajar!! aku tak akan membiarkan siapapun yang telah melukai garis keturunanku terluka akan hidup," batin leluhur Wong ji Ang menahan amarah.


Tubuh Wong ji Ang lenyap seketika dan tiba tiba berada di depan pagoda 9.


Para murid segera berkumpul dan mengurung lelaki paruh baya yang berada di depan halaman pagoda 9.


"Aku tak ada urusan dengan kalian semua..!!, cepat pergi dari hadapanku sebelum aku berubah pikiran," ucap ketua Wong ji Ang.


Tak ada tanggapan dari para murid pagoda 9, mereka tetap mengurung Wong ji Ang dari segala arah.


"Kalian benar benar mencari mati!! teriak Wong ji Ang.


Tiba tiba saja ada gelombang kejut yang keluar dari tubuh Wong ji Ang, yang membuat para murid melayang dan terhempas ketanah dengan tubuh terluka dalam yang cukup parah.


"Cepat katakan di mana cucuku Yan Lan berada!!," teriak Wong ji Ang dengan di sertai penyaluran tenaga dalam.


Suara Wong ji Ang menggema ke mana mana hingga terdengar di telinga ketua Hyo jin dan ketua Qi Guo.


"Kakak leluhur pagoda 9 sudah berada di sini, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya ketua Qi Guo.


Ketua Hyo jin tak dapat menjawab pertanyaan ketua Qi Guo, dia tak dapat mengetahui bagaimana murkanya leluhur pagoda 9 melihat garis keturunannya yang sedang terbaring tak berdaya, dalam hati ketua Hyo jin menyesali dan mengutuk dirinya sendiri.