
Hari semakin siang, matahari telah berada di atas kepala yang membuat panasnya pun semakin menyengat, hal itu tak menyurutkan pertempuran yang terjadi antara 2 belah pihak.
Putri Bilqis terus menggempur anak buah dari Qing ruo, yang membuat hampir setengah anak buah dari Qing ruo telah tewas di tangannya.
Mayat berserakan di sana-sini dengan tubuh yang tak terbentuk lagi, rata-rata kematian anak buah Qing ruo terbunuh oleh tebasan pedang yang sangat tajam, yang dimiliki oleh Putri Bilqis.
Sementara itu Yan Lan yang bertarung dengan Qing ruo semakin memanas, Qing ruo tak sungkan-sungkan lagi menggunakan teknik andalannya yaitu tehnik phoenix angin.
Dengan binatang roh buatannya itu, Qing ruo menyerang boneka kayu yang kini telah menjadi banyak.
Dengan menapakkan telapak tangannya ke tanah maka seluruh boneka kayu yang tercipta tersegel dan tak bisa bergerak, kesempatan itu membuat binatang roh Phoenix angin melepaskan tembakan angin dari dalam mulutnya, maka seluruh boneka kayu yang tercipta berubah menjadi serpihan-serpihan kecil yang sangat halus, dan lenyap terkena tiupan angin dari kibasan sayap pheonix yang menimbulkan angin seperti badai.
Tak hanya itu, kembali binatang roh Phoenix angin menembakkan bola angin dari mulutnya ke arah Yan Lan berada, hingga membuat Yan Lan harus menggunakan teknik inti api surgawi dalam menghadapi serangan tersebut.
"Mati kau...!!" teriak Qing ruo
Bola angin besar yang dipenuhi kilatan-kilatan petir di dalamnya, langsung meluncur deras ke arah Yan Lan.
Melihat datangnya serangan dahsyat yang sangat mematikan ke arahnya, Yan Lan segera menghantamkan tinjunya yang telah dipenuhi dengan inti api surgawi ke arah bola angin raksasa yang menuju kearahnya.
"Duar...!!"
"Bom..!! Bom..!!
Ledakan besar menggelegar di udara, yang menciptakan gelombang kejut yang sangat dahsyat, pohon-pohon radius 200 meter tumbang, seluruh anak buah Qing ruo tewas seketika dengan tubuh yang tak terbentuk lagi.
Dengan menggunakan tubuh Dewi teratai, Putri Bilqis mencoba menahan serangan gelombang kejut itu. Tubuh Putri Bilqis kini terkurung di dalam sebuah bunga teratai, yang melindungi dirinya dari gelombang kejut yang terbentuk dari benturan dua energi yang sangat kuat.
Walaupun terlindungi dari perisai bunga teratai yang menyelimuti tubuhnya, Putri Bilqis tetap terdorong menjauh dari tempatnya semua, yang membuat perisai teratai pelindung yang melindungi dirinya retak dan hancur seketika.
Putri Bilqis menahan rasa sakit di dadanya dan berusaha untuk mengatur pernapasannya kembali, dengan melakukan kultivasi penyembuhan diri di tempat itu.
Sementara itu di tempat terjadinya pertarungan antara Qing ruo dan Yan Lan, terlihat Qing ruo terseret beberapa meter ke belakang, dengan tubuh yang terluka dalam.
Darah segar menetes dari sela-sela bibirnya, yang memperlihatkan jika Qing ruo sudah dalam keterpurukannya, luka dalam yang dideritanya membuat hampir setengah energinya terkuras.
"Aku harus segera meninggalkan tempat ini, kekuatan anak muda yang kuhadapi ini sungguh sangat luar biasa, kekuatan Qi alam tingkat puncak yang kumiliki tak ada apa-apanya di mata pemuda itu," batin Qing ruo sambil menatap tajam ke arah Yan Lan yang tak sedikitpun bergeming dari tempatnya berdiri.
Qing ruo melemparkan beberapa buah bola sebesar kelereng, maka terciptalah asap tebal yang sangat beracun dan langsung menyebar di udara pandangan mata, melihat hal itu, membuat Yan Lan tak melakukan pengejaran kepada Qing ruo, dan lebih memilih untuk melindungi Putri Bilqis dari racun asap yang telah menyebar ke mana-mana.
Yan Lan membuat gelembung yang menutupi Putri Bilqis dan dirinya dari asap beracun yang telah menyebar di udara, hingga asap beracun itu tak bisa menembus gelembung pelindung yang diciptakan oleh Yan Lan.
Melihat sang Putri tengah melakukan kultivasi pemulihan diri, Yan Lan berinisiatif untuk membantunya agar mempercepat sang Putri pulih, Yan Lan segera duduk bersila di belakang Putri Bilqis yang sedang duduk bersila melakukan kultivasi, dan kemudian meletakkan kedua telapak tangannya ke belakang tubuh sang putri sambil mengalirkan energi murninya, maka energi di dalam tubuh sang putri yang sempat kacau kembali menjadi normal seperti sedia kala, dan rasa sesak serta sakit yang dirasakan di dadanya, perlahan-lahan memudar dan hilang tanpa bekas.
Putri Bilqis perlahan membuka matanya, dan masih merasakan energi murni yang masuk ke dalam tubuhnya.
Yan Lan segera menarik kembali kedua tangannya dari tubuh Putri Balqis, dan mengatur kembali energi yang dikeluarkan nya hingga kembali menjadi normal.
Yan Lan segera berdiri dari duduk sila nya, dan menghancurkan gelembung pelindung yang telah di ciptakan nya, karena melihat asap beracun yang dikeluarkan oleh lelaki paruh baya telah pudar dan hilang tanpa bekas.
"Kak Yan Lan dimana lelaki paruh baya itu?" tanya putri Bilqis yang masih dendam kepada laki-laki paruh baya, yang ingin melecehkannya.
"Laki-laki paruh baya itu telah berhasil meloloskan diri, akan tetapi dia tak akan pergi jauh karena tubuhnya mengalami luka dalam yang sangat parah, Jika dia tidak cepat mengobati luka dalamnya itu maka kematian yang akan terjadi kepadanya," ucap Yan Lan.
"Bagai mana keadaanmu sekarang?" ucap Yan Lan balik bertanya.
"Keadaanku baik-baik saja kak Yan Lan, luka dalam yang ku derita sudah pulih dan tubuhku telah sehat seperti sedia kala," jawab putri Bilqis.
"Jika begitu ayo kita lanjutkan perjalanan kita, kita harus sampai di di kota awan sebelum malam tiba, semua itu untuk menghindari kecurigaan para penjaga gerbang kota," ucap Yan Lan kembali.
"Baik kak Yan Lan," ucap Putri Bilqis singkat.
Sepanjang perjalanan menuju gerbang kota awan, mereka berdua tak mendapatkan halangan yang berarti, dan pada akhirnya mereka berdua pun sampai ke depan gerbang kota awan yang dijaga ketat oleh para penjaga.
"Kak Yan Lan, bagaimana kita masuk ke dalam kota sementara gerbang itu begitu dijaga ketat oleh para penjaga?" tanya Putri Bilqis.
"Semua permasalahan para prajurit dapat kita selesaikan dengan ini," ucap Yan Lan sambil memperlihatkan dua kantong koin emas di dalam genggamannya.
Putri Bilqis mengerti dengan maksud Yan Lan yang memperlihatkan 2 kantong koin emas ke padanya, dia pun tersenyum dengan kecerdasan yang dimiliki oleh pemuda yang sekarang bersamanya.
"Ayo kita kesana!!" ucap Yan Lan yang duluan melangkah kan kakinya ke arah gerbang.
Putri Bilqis tanpa ragu mengikuti Yan Lan dari belakang.
"Berhenti...!! tunjukkan lencana pengenal kalian berdua," ucap salah seorang penjaga gerbang.
"Maaf tuan, kami berdua adalah seorang pencari obat obatan herbal di dalam hutan sana, karena kami berdua dikejar oleh serigala hutan yang kelaparan, membuat tas yang terdapat lencana pengenal dan obat-obatan yang telah kami cari jatuh dan menghilang di dalam hutan, untung saja kami berdua masih bisa dapat kembali pulang ke kota awan," ucap Yan Lan.
Sang penjaga memperhatikan kan baju yang digunakan oleh kedua yang ada dihadapannya, yang terlihat kucel dan dipenuhi dengan sobekan-sobekan kecil.
"Mengapa kau menggunakan pakaian laki-laki!!?" tanya seorang penjaga gerbang yang lainnya.
"Maaf tuan, baju yang kupakai telah sobek dan rusak, sehingga saya memakai baju suami untuk menutupi tubuh saya," ucap Putri Bilqis dengan sedikit memperlihatkan suaranya yang bergetar ketakutan, agar sandiwaranya dapat berjalan dengan mulus.
"Kami tetap tak mengijinkan kalian masuk ke dalam kota awan, sampai kalian berdua memperlihatkan lencana pengenal yang kalian berdua miliki," ucap salah seorang penjaga.
"Tuan, rumah kami di dalam kota, dan kami pun dari lahir telah berdiam di dalam kota awan, dapatkah tuan-tuan prajurit penjaga dapat membantu kami agar bisa masuk ke dalam kota?" ucap Yan Lan sambil memperlihatkan dua kantong koin emas di dalam genggamannya.
"Bawa mereka berdua menemuiku!!" terdengar sebuah suara yang tiba-tiba, yang membuat seluruh prajurit penjaga mengiyakan keinginan suara tersebut.