
Pagi hari di kota ke kaisaran Giok, aktivitas penduduk kota berjalan seperti biasanya, para penduduk lalu lalang mengerjakan pekerjaan mereka, baik para petani, pedagang, tempat hiburan dan masih banyak lagi aktivitas lainnya. Sekolah-sekolah beladiri yang ada di ke kaisaran pun tetap berjalan seperti biasanya tanpa terganggu oleh berita tentang keberadaan iblis di luar k kaisaran Giok.
Berbeda halnya di dalam kekaisaran Giok, kesibukan terlihat nyata terutama di bagian dapur istana, hal ini terjadi karena kaisar Giok dan putra mahkota akan mengadakan sebuah perjamuan makan, Guna membahas tentang masa depan kota ke kaisaran dan istana Giok kedepannya.
Semua pembahasan di dalam perjamuan makan itu, semuanya tertuju pada pembahasan tentang para iblis yang berada di luar ke kaisaran Giok.
Kaisar Giok dan putra mahkota sengaja mengumpulkan seluruh klan yang masih tersisa, para petinggi seluruh sekolah beladiri di kekaisaran, Sekte 1000 pedang dan seluruh kultivator yang berada di dalam kekaisaran Giok, serta perwakilan dari pagoda 9 dan perwakilan dari menara tata agar ikut dalam perjamuan besar itu.
*D**i dalam ruangan perjamuan makan*....
"Aku kaisar Giok, sengaja mengumpulkan kalian semua di sini, untuk membahas tentang langkah langkah dalam menghancurkan para iblis yang berada di luar kekaisaran Giok," ucap sang kaisar.
"Aku ingin mencari usulan dari kalian semua, siapa tahu ada dari kalian yang mempunyai pendapat, bagaimana cara terbaik dalam menghancurkan para iblis yang berada di luar istana Giok," ucap kaisar Giok kembali.
Tetua Mogi an berdiri dari tempat duduknya.
"Hamba adalah tetua Mogi an dari klan Glasier, hamba berpendapat jika ada baiknya kita yang terlebih dahulu menyerang para iblis diluar sana, dari pada para iblis yang duluan menyerang kita, aku rasa dengan kekuatan gabungan dari semua unsur yang berada di ke kaisaran Giok, kita pasti bisa menghancurkan mereka semua," ucap tetua Mogi an sambil menggenggam tinjunya memberi hormat.
Terlihat kaisar giok mengangguk-anggukkan kepalanya, dia merasa senang dengan pendapat yang diberikan oleh tetua Mogi an.
"Kita tak bisa serta merta dalam menyerang para iblis itu yang mulia, kita harus memikirkan segala kemungkinan yang ada, kita tidak tahu jika para iblis itu mempunyai kekuatan yang lebih besar dari pada kekuatan di kekaisaran Giok, untuk itu kita harus memikirkan ini semua sebelum kita melakukan penyerangan, paling tidak kita menyelidiki kekuatan yang di miliki para iblis, sebelum kita melakukan penyerangan kesana yang mulia," ucap Yan Lan yang tiba tiba saja berdiri dan mengungkapkan pendapat.
Semua orang yang berada di dalam ruangan itu menatap kearah anak muda yang baru saja memberikan pendapatnya, apa yang telah dikatakan oleh pemuda itu sangat masuk akal mengingat, saat ini kekuatan para iblis begitu itu sangat kuat karena bisa menghancurkan beberapa klan yang berada di luar ke kaisaran Giok dengan mudahnya.
"Aku rasa semua yang dikatakan Yan Lan benar adanya, lebih baik kita menyelidiki semua ini terlebih dahulu sebelum kita mengambil keputusan," ucap ketua Hyo jin dari pagoda 9.
Kaisar Giok mempertimbangkan semua pendapat, terutama pendapat yang di usulkan oleh Yan Lan, di mana pendapat itu sangat di benarkan oleh ketua pagoda 9.
Mogi an menatap Yan Lan dengan tatapan tak bersahabat, mengingat sewaktu di klan Glasier Yan Lan selalu menentangnya, dan kali ini Yan Lan kembali menentang pendapatnya di perjamuan makan besar yang sedang berlangsung.
Ketua Mogi an menatap ke arah putra mahkota Xing Ying, ketua Mogi an melihat keanehan pada tatapan mata putra mahkota kekaisaran Giok kepada Yan Lan.
"Sepertinya sang putra mahkota tak suka dengan Yan Lan, ini sangat bagus..!! aku akan mengambil hati putra mahkota agar dapat menyingkirkan Yan Lan dari kota ini.
Setelah semua pembahasan dan saran-saran dari seluruh orang-orang yang berada di perjamuan makan itu selesai, putra mahkota segera meninggalkan ruangan itu.
Yan Lan secara tak sengaja berpapasan dengan seorang wanita yang betul-betul sangat dikenalnya, dia adalah Zhao Quin.
"Quin er...!!" ucap Yan Lan serasa tak percaya dengan sosok wanita yang ada di hadapannya, karena yang dia ketahui selama ini Wanita itu telah mati masuk ke dalam jurang yang dalam.
"Maaf..., apakah aku mengenal anda?" tanya Zhao Quin yang pura-pura tak mengenali Yan Lan.
Yan Lan seketika ragu, karena selama ini Zhao Quin yang dia kenal, telah mati masuk ke dalam jurang, itupun saat Zhao Quin terjatuh, Yan lan berada di tempat itu.
Selepas kepergian Yan lan, terlihat Zhao Quin menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan, entah apa yang ada dalam pikiran Zhao Quin saat itu, yang jelas Zhao Quin lama menatap kepergian Yan Lan dari kejauhan hingga hilang dari pandangannya.
Zhao Quin pun meninggalkan tempat itu.
Tetua Mogi an menghadap putra mahkota kekaisaran Giok, kebetulan saat itu sang istri putra mahkota yang merupakan putri dari jendral Ming Tian ada juga berada di sana.
"Hamba Mogi an menghadap putra mahkota dan putri Ming Yue," ucap tetua Mogi an.
"Katakan apa yang ingin kau sampaikan padaku?" tanya putra mahkota.
"Yang mulia...!!, sewaktu di klan Glasier, Yan Lan selalu menjelek-jelekkan putra mahkota di depan anggota klan, dia beranggapan dirinya lah yang terhebat karena bisa mengalahkan yang mulia putra mahkota saat turnamen di kota kristal es, dan sampai saat dia begitu membanggakan hal itu," ucap tetua Mogi an sambil melirik kearah putra mahkota untuk mencari tau reaksi sang pangeran.
Senyum seketika mengembang di sudut bibir tetua Mogi an, melihat kemarahan yang meledak ledak dari mulut sang putra mahkota.
"Aku memang kalah waktu itu, akan tetapi aku tak kalah segalanya, aku seorang putra mahkota, calon raja penguasa benua permata hijau, sementara dia hanyalah penduduk biasa yang sedikit di beri kekuatan dan langsung menyombongkan diri padaku!?? kurang ajar!!" putra mahkota geram.
Putra mahkota menatap tajam kearah tetua Mogi an, dan tersenyum penuh kelicikan padanya.
"Bukankah kau tetua Mogi an yang merupakan wakil ketua klan Glasier?" tanya putra mahkota.
"Benar yang mulia," jawab tetua Mogi an.
"Bukan kah putramu moge telah di jodohkan dengan Yan Ling putri sang ketua klan Glasier?" tanya putra mahkota kembali.
"Benar yang mulia," ucap putra mahkota.
"Bagus...!!" ucap putra mahkota sambil bangkit dari duduknya dan bertepuk tangan.
"Aku menginginkan pernikahan mereka berlangsung 1 seminggu dari sekarang, semua acara akan ku lakukan secara besar-besaran, aku ingin kau mempersiapkan segalanya termasuk persetujuan Yan Ling dan kedua orang tuanya, dan untukmu Mogi an, setelah perang dengan iblis usai, aku akan memberimu hadiah besar dan menjadikanmu ketua di klan Glasier, asalkan kau menjadi abdiku yang dapat ku percaya," ucap putra mahkota kembali.
"Baik pangeran, aku akan abdi pangeran yang setia, untuk masalah Yan Ling dan kedua orang tuanya, yang mulia pangeran tak usah khawatir, Aku akan segera mengurusnya, jika begitu aku mohon diri pangeran," ucap tetua Mogi an.
Tetua Mogi an tersenyum penuh kemenangan, karena sudah berhasil mendekati putra mahkota ke kaisaran, apa lagi sekarang sang putra mahkota menganggapnya sebagai seorang kepercayaannya, itu memberikan peluang pada tetua Mogi an untuk menyingkirkan Yan Lan dari kota kekaisaran semakin besar.
Putra mahkota kembali duduk di sebelah istrinya.
"Mengapa kau menginginkan Yan Ling secepatnya menikah dengan putra dari tetua Mogi an sayang....??" tanya putri Ming Yue.
Putra mahkota memandang lekat lekat wajah istrinya.
"Yan Lan dan Yan Ling sedari kecil tumbuh bersama dan mereka berdua saling mencintai, jika Yan Ling menikah dengan orang lain pasti Yan Lan akan sakit hati dan hancur lebur perasaannya, dan tentunya hal itu bisa mempengaruhi mental Yan lan yang akan di tugaskan untuk menyelidiki istana iblis, hanya itu yang bisa ku perbuat untuk mengobati sedikit rasa sakit hati yang kurasakan pada Yan Lan, karena selama ini aku tak bisa berbuat apa apa padanya, ayah dan kakekku saat ini begitu sangat mengandalkannya di ujung tombak pasukan ke kaisaran Giok," jawab putra mahkota istana Giok pada istrinya.