
Pernikahan yang diadakan hari itu begitu sangat kacau, dengan perginya Yan Ling ke pelukan Yan Lan.
Putra mahkota tak terima karena acara yang diadakan besar-besaran olehnya, dirusak dengan kedatangan Yan Lan di pernikahan itu.
"Cepat tangkap mereka dan jebloskan ke dalam penjara!!" teriak putra mahkota.
Semua prajurit langsung menyerang ke arah Yan Lan, ketua klan Glasier dan Lian ren.
Yan Lan yang merasa Jika dia harus melakukan pembelaan untuk cinta dan janjinya dahulu kepada Yan ling, dengan segera mengeluarkan aura surgawi dari dalam tubuhnya, alhasil semua prajurit yang menyerangnya tak bisa bergerak, dan sulit untuk bernafas.
"Kau berani menentang istana Giok Yan Lan...!!, baik jika itu maumu, kalian semua yang ada di sini aku perintahkan untuk menangkap Yan Lan dan jika dia melawan, bunuh saja.
Seketika seluruh orang yang berada di dalam ruangan itu segera menyerang Yan Lan, ketua Yan lou dan Lian ren pun tak luput dari serangan itu.
Tamu undangan yang berada dalam ruangan itu, yang rata-rata mempunyai tingkat kultivasi yang sangat tinggi, dengan mudah dapat meringkus ketua Yan Lou dan Lian ren.
"Lan er cepat bawa Yan Ling pergi dari sini, jangan biarkan dia menikah dengan Moge, aku ingin kau lah yang menikah dengannya!!" teriak Lian ren
Yan Lan segera menghancurkan dinding ruangan itu, dan segera melesat membawa Yan ling keluar dari ruangan itu, ke tempat yang lebih terbuka.
"Ling er maafkan aku, aku tak akan membiarkanmu menikah dengan moge karena aku sudah berjanji padamu setelah kedatanganku ke istana kekaisaran kembali, aku akan menikahi mu," ucap Yan Lan.
"Terimakasih kak Yan Lan, aku sangat bahagia mendengarnya walaupun aku harus mati bersamamu di sini," ucap Yan Ling.
Yan Lan segera mengeluarkan pedang pembunuh iblis dari dalam cincin ruangnya, begitupun dengan Yan Ling yang segera mengeluarkan pedangnya dari dalam kotak penyimpanan nya.
Akhirnya pertempuran pun terjadi, Yan Lan di serang oleh ratusan prajurit dan para kultivator tingkat tinggi, yang tadinya berada di dalam ruangan pernikahan.
Pertempuran yang berat sebelah membuat Yan Lan dan Yan Ling mulai tersudut, menahan setiap gempuran bertubi tubi yang datang kearah mereka berdua.
Melihat kondisi Yan lan yang semakin tersudut, Moci secara diam diam keluar dari dalam alam batin Yan Lan.
Di sisi lain Kaisar Giok terdiam melihat para prajuritnya dan para kultivator yang menjadi tamu undangan, terus menggempur Yan Lan, sang kaisar Giok tak bisa menghentikan pertempuran itu di karenakan posisi sang putra mahkota benar adanya, dan Yan Lan dalam posisi yang salah, biar bagaimanapun juga sang kaisar Giok tak membenarkan sikap yang mengganggu pernikahan putra tetua Mogi an dan putri Yan Lou.
Pertarungan terus berlanjut tanpa ada yang bisa melerai nya, karena posisi kaisar terdahulu saat ini tengah berada pada suatu tempat untuk melakukan meditasi, hal yang sama pun di lakukan oleh tetua Wong ji Ang dan ketua Hyo jin saat ini, mereka juga tengah melakukan meditasi di suatu tempat yang sepi.
Makin lama keadaan semakin tak menguntungkan bagi Yan Lan, dimana para prajurit istana semakin bertambah banyak dan tak ada habisnya, ribuan prajurit kini tengah memojokkan Yan Lan, belum lagi dengan para prajurit pemanah yang siap melepaskan anak panah mereka.
Yan lan saat ini seperti seorang buronan kerajaan nomor 1 yang sangat diburu, sehingga putra mahkota harus mengerahkan seluruh armada tempur nya untuk menghadapi Yan Lan.
Di tengah-tengah keterpurukannya, tiba-tiba saja portal yang sangat besar terbuka, seekor naga emas mengudara dan seekor raja burung surgawi mengikutinya dari belakang.
Tak berapa lama berselang muncul seekor leopard surgawi, bersama seekor singa es raksasa, yang diatas punggungnya berdiri seorang pemuda gagah yang tak lain adalah Biyao.
Tak lama berselang, ribuan prajurit pedang dan tombak, serta prajurit pemanah kembali keluar dari dalam portal dan langsung membuat formasi tempur.
"Berani sekali kalian menindas Raja kami, jika kalian memang ingin berperang maka kami semua akan meladeni kalian," teriak Biyao dari atas punggung Tigris.
Moci yang sudah berubah bentuk menjadi musang ekor sembilan raksasa, langsung menembakkan api inti neraka dari mulutnya ke
orang orang yang menyerang Yan Lan, api besar itu seketika terpecah menjadi sebesar genggaman tinju orang dewasa, dan langsung mengarah kepada para penyerang yang mencoba menghabisi Yan Lan.
Semua yang terkena api inti neraka seketika berubah menjadi abu, hal itu membuat keterkejutan putra mahkota melihat apa yang telah terjadi di depan matanya.
"Dari mana datangnya prajurit sebesar ini, dan mengapa Yan Lan di anggap raja oleh mereka?, dan mengapa semua binatang surgawi yang melegenda memihak Yan Lan" bisik putra mahkota sambil terheran heran dengan keadaan yang ada.
Melihat prajurit istana kerajaan banyak yang mati oleh keganasan musang ekor 9, membuat sang kaisar turun tangan dan berhadapan langsung dengan Biyao.
"Hentikan pertempuran ini, jika tidak pasti akan banyak korban yang berjatuhan di kedua belah pihak, aku kaisar Giok memerintahkan kepada kalian semua untuk menghentikan pertempuran ini!!" teriak kaisar Giok.
"Aku tak perduli jika kau seorang kaisar atau rakyat biasa, Jika ada yang mencoba untuk menyakiti raja kami, maka kami semua akan menghancurkan apa pun itu, walaupun itu adalah istana Giok," jawab Biyao dingin.
Kaisar Giok segera menahan egonya, diapun meminta maaf kepada Yan Lan atas semua masalah yang telah terjadi, hal ini di lakukan sang kaisar karena melihat ada 4 binatang roh surgawi, beserta 1 orang yang berada di atas punggung singa es raksasa yang tidak di ketahui tingkat kultivasinya, di tambah lagi dengan musang ekor 9 yang sudah menunjukkan tingkat kekuatannya, jika istana Giok akan bertempur dengan mereka semua, bisa saja istana megah yang di pimpinnya akan tinggal nama.
"Aku akan memaafkanmu kaisar, asalkan kau melepaskan ketua Yan Lou dan istrinya dan tak menuntut lagi pernikahan antara Yan Ling dan Moge, dan satu lagi permintaanku, aku ingin seluruh anggota klan Glasier dan penduduk kota kristal es, untuk ikut be samaku," ucap Yan Lan.
"Baik aku akan menyetujui permintaan itu, asalkan kau menarik mundur seluruh pasukan mu ini," teriak sang kaisar.
"Kita sepakat!!" ucap Yan Lan.