
Yan Lan yang memejamkan matanya, di kejutkan oleh sebuah tangan yang mengelus lembut rambutnya, diapun perlahan membuka matanya.
"Guru!!" ucap Yan Lan.
"Yan er apa yang telah terjadi padamu," ucap Jiang Chen lembut.
Yan Lan segera menceritakan semua yang telah terjadi pada dirinya, mendengar cerita dari muridnya, Jiang Chen pun menahan amarah yang mendalam dengan semua yang telah di lakukan klan Zhao pada muridnya ini.
"Yan er, guru bisa memulihkan Dantian dan merindianmu yang rusak akan tetapi guru tak bisa mengembalikan kekuatan dan tehnik kultivasi yang ada padamu dulu, kecuali kau sendiri yang memulihkan nya degan terus melatih kultivasimu kembali secara perlahan lahan," ucap Jiang Chen.
"Pergilah kau di kekaisaran giok di mana pagoda sembilan berada, ikutlah dalam pemilihan murid terpilih disana, bermeditasi lah di dalam pagoda itu agar mempercepat kau mendapatkan kekuatan mu kembali, dan ingat Yan er!! mata langit yang ada padamu dulu, semua itu bisa kau bangkitkan kembali asalkan kau tekun pada latihan kultivasi mu," sambung Jiang Chen kembali.
"Baik guru!!" ucap Yan Lan.
Jiang Chen segera memasukkan pil Yin dan Yang kedalam mulut Yan Lan, dan memberikan energi murni roh ketubuh Yan Lan.
"Yan er guru pergi dulu, roh ku sudah tak bisa menemanimu di sini," ucap Jiang Chen yang menghilang dari hadapan Yan Lan, pergi kembali ke dalam hutan mistik di mana lembah roh tunggal berada.
Yan Lan menatap kearah menghilangnya sang guru, dan berucap," Terimakasih guru".
Yan Lan segera melakukan kultivasi untuk menyerap pil Yin dan Yang yang di berikan oleh gurunya yang kini berada di dalam tubuhnya.
"Akhirnya Merindian dan dantian ku telah pulih kembali akan tetapi ranah tingkat kultivasiku baru berada pada tingkat Qi emas bintang 1. Walaupun tingkat kultivasiku sekarang ini masih di tingkat Qi emas bintang 1, tapi aku yakin suatu hari nanti semua kekuatan dan tingkat kultivasiku akan pulih seperti sedia kala," batin Yan Lan.
"Tapi mengapa semua tehnik yang kumiliki sekarang adalah tehnik dari klan Glasier?, tak mungkin aku menggunakannya saat bertarung kelak, karena orang orang dari klan Glasier pasti akan mempertanyakannya padaku, dari mana aku bisa mendapatkan tehnik Klannya itu," batin Yan Lan kembali.
"Aku harus mencari tehnik lain yang dapat ku pergunakan sebelum aku mendapatkan semua tehnik yang sementara hilang dariku itu," bisik Yan Lan.
Yan Lan memejamkan matanya dan membuka kitab kuno yang ada di dalam alam pikirannya.
"Mengapa kitab ini kosong? tak ada satu tulisan pun di dalamnya, ini sangat aneh!, apakah karena mata langit yang ada padaku tak bisa ku aktifkan lagi? " tanya Yan Lan.
Yan Lan membuka matanya dan menarik napas dalam dalam sekedar mengisi rongga rongga kosong di dalam dadanya, dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan. "Aku harus giat melatih kultivasiku untuk dapat mengaktifkan mata langitku," sambung Yan Lan.
Yan Lan segera mengeluarkan semua isi dari cincin ruang nya. Kini matanya tertuju pada pada kitab kuno naga es dan pedang es semesta yang berada di hadapannya.
"Aku tak bisa mempelajari kitab kuno itu, karena kedua benda itu merupakan pusaka turun temurun yang diajarkan istri dari leluhurku Wong Fey kepada muridnya, di mana murid generasi terakhir pemilik tehnik naga es itu adalah istri dari paman Yan Lao, ibu dari Yan Lou dan Yan Ling.
"Aku akan memberikan kedua pusaka itu pada pada bibi kalau aku bertemu dengan nya kelak," batin Yan Lan.
Yan Lan akhirnya menemukan dua buah artefak Yan berbentuk golok kecil dengan panjang 25 cm, dengan sisi kiri yang sangat tajam dan sisi kanan golok belati itu bergerigi.
"Aku kan mempelajari kitab kuno tehnik golok belati terbang ini," batin Yan Lan.
Pandangan mata Yan Lan tertuju pada pedang berwarna emas dengan gagang berwarna putih,
Yan Lan mengambil pedang itu dan tersenyum.
"Terimakasih paman Tigris, kau telah mengikat kekuatan naga emas surgawi kedalam pedang pemecah salju dan menggabungkan kekuatan dirimu sendiri di dalamnya kemudian menyegelnya," batin Yan Lan kembali.
"Pedang ini akan kuberi nama pedang roh abadi, agar kedua binatang roh legenda yang ada di dalam pedang pemecah salju akan tetap abadi untuk selamanya," teriak Yan Lan.
Hampir 2 tahun telah berlalu, Yan Lan telah menguasai tehnik belati terbang tingkat tinggi yang di dapatkan dari dalam cincin ruangnya, di mana secara tak sengaja kedua artefak dan kitab kuno itu ikut masuk kedalam cincin ruang Yan lan, pada saat Yan lan menyimpan semua harta berharga yang di milik oleh raja siluman serigala Zhi Garr di ruangan pribadinya.
Sedikit demi sedikit Yan Lan pun telah berhasil mempelajari kembali beberapa tehnik singa es yang sempat dikuasainya dahulu. Ranah tingkat kultivasi Yan Lan sekarang sudah berada pada Qi emas bintang 3.
Para penjaga kastil merasa terganggu dengan kehadiran Yan Lan di depan pintu gerbang kastil, Yan Lan seperti orang asing bagi mereka.
Karena terusik dengan segera para penjaga itu merubah diri mereka semua menjadi manusia serigala dan mengurung Yan Lan dari segala arah.
"Apakah kalian semua tak mengenali aku lagi?, inikah balasan dari kalian semua setelah aku membebaskan kalian dari raja serigala Zhi Garr," bentak Yan Lan.
"Tuan muda..!!" ucap salah satu penjaga yang kini mengenali Yan Lan.
Tubuhnya pun berubah kembali menjadi manusia dan memberikan hormat padanya.
Serigala muda yang lainnya saling berpandangan bingung harus berbuat apa, dan satu bentakan keras dari serigala tua yang memberikan hormat pada Yan Lan mengejutkan mereka.
"Apa yang kalian tunggu, ini adalah tuan muda Yan Lan yang patungnya berdiri tegak di depan kalian itu!!," katanya sambil menunjuk patung raksasa yang berdiri kokoh di halaman kastil.
Mengetahui yang ada di hadapannya adalah orang yang menjadi penyelamat bagi kaum serigala turunan, mereka pun semua bersujud dan meminta maaf atas ketidak tahuan mereka semua.
"Aku ingin bertemu dengan Rubby" ucap Yan Lan.
"Ratu sedang bermeditasi dan tak bisa di ganggu tuan muda!!," ucap salah satu manusia serigala muda.
"Kalau begitu ijin kan aku untuk menunggunya di kasti ini sampai dia selesai berkultivasi," jawab Yan Lan.
"Baik tuan muda," jawab manusia serigala itu kembali.
1 Minggu setelah kedatangannya ke kastil para serigala jadi jadian, ratu Rubby pun keluar dari tempat dimana dia berkultivasi.
Dia pun memanggil para petinggi kastil dan menanyakan kejadian apa yang terjadi pada saat dia melakukan kultivasi.
"Ratu..! tuan muda Yan Lan telah satu minggu berada di sini menunggu ratu selesai melakukan kultivasi," ucap salah satu petinggi kastil.
"Apa!!? tuan muda Yan Lan ada disini dan kalian tak memberitahuku hingga dia harus menungguku selama seminggu!!, kalian semua benar benar tak tau diri!!" hardik sang ratu murka.
"Bawa aku ketempatnya!!," sambung ratu Rubby kembali.
"Maafkan para serigala keturunan di kastil ini tuan muda, mereka tak memahami siapa tuan muda karena sebagian besar serigala keturunan yang mengenal tuan muda telah mati karena efek dari eksperimen raja Zhi Garr.
Yang ada saat ini adalah para serigala keturunan yang masih muda dan belum pernah mengenal tuan muda," ucap ratu Rubby menjelaskan.
"Itu tak masalah ratu, kedatanganku kemari hanya untuk meminta satu bantuan darimu," ucap Yan Lan.
"Kami semua akan berusaha semampu kami untuk membantumu tuan muda, katakanlah apa yang bisa kami bantu," jawab ratu Rubby.
Yan Lan pun menceritakan keinginannya untuk kembali ke salah satu klan di 12 klan yang ada.
"Itu soal mudah tuan muda, ikutlah denganku!!" ucap ratu Rubby yang di ikuti para petinggi kastil serigala jadi jadian.
Ratu Rubby membawa Yan Lan kesebuah pohon yang sangat besar.
Ini adalah portal menuju ke 12 klan yang ada di benua permata hijau, tuan muda tinggal bilang saja klan mana yang akan tuan muda tuju.
"Aku akan menuju ke kota es di mana klan Glasier berada," ucap Yan Lan.
"Baiklah tuan muda, Portal ini akan membawa anda kesana," jawab ratu Rubby.