PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Jendral iblis vs jendral langit 2


Yan Lan segera membentuk segel kegelapan, maka keluarlah ribuan tengkorak putih dari dalam segel yang terbentuk, dan seketika itu para prajurit tengkorak putih menyebar untuk menghalau serangan dari ribuan replika tubuh jendral iblis Dyroth, hingga tak ada satupun serangan dari sang jendral iblis yang berhasil mengenai sasarannya.


Malah sebaliknya, replika tubuh jendral iblis Dyroth satu persatu mulai meledak, karena tertabrak oleh prajurit tengkorak putih yang sengaja menabrakkan dirinya, agar dapat meledak bersama replika tubuh jendral iblis Dyroth.


Tiba tiba saja ledakan keras terjadi di belakang Yan Lan, hingga membuat Yan Lan terdorong beberapa meter ke depan.


Yan Lan melihat adanya beberapa kelopak bunga teratai yang pecah di udara. "Zhao Quin..!!" bisik Yan Lan.


Yan Lan menyaksikan tubuh Zhao Quin terhempas dengan keras ke tanah, yang membuat Yan Lan segera melesat cepat untuk menggapainya.


Flash back


Zhao Quin yang tiba tiba merasa khwatir terhadap Yan Lan, langsung menemui Dewa suci dan memohon padanya agar dirinya dapat ikut dalam rombongan prajurit terbang istana langit, dalam rangka penyerangan alam bawah untuk membawa pulang Dewa seiryu yang membelot kembali ke nirwana hidup atau mati.


"Perjalanan kesana sangatlah berbahaya, apalagi berhubungan langsung dengan alam bawah tempat para iblis berada, aku tak bisa menjamin keselamatanmu jika kau ikut ke sana," ucap Dewa suci.


"Dewa..., aku telah melakukan banyak kesalahan kepada kak Yan Lan, hari ini hati kecilku berkata jika kak Yan Lan akan dalam bahaya, karena 9 kelopak teratai begitu bergetar hebat di tubuhku jika aku menyebut nama kak Yan Lan di hatiku, aku mohon padamu Dewa, ijin kan aku untuk ikut dalam perajurit terbang istana langit," ucap Dewi Zhao Quin.


Terlihat Dewa suci mengeluarkan sebuah bunga teratai berwarna putih, dan memberikannya kepada Dewi Zhao Quin.


"Bawa ini bersamamu, tunjukan jika ada perwira ataupun para prajurit istana terbang langit yang mempersulit mu, setelah melihat bunga teratai putih ini maka kau akan diperbolehkan untuk ikut dalam rombongan mereka," ucap Dewa suci.


"Terimakasih atas kemurahan hatimu Dewa," ucap Dewi Zhao Quin sambil menggenggam tinju memberi hormat.


Dewa suci menganggukkan kepalanya pelan sambil berkata dalam hati," hanya ini yang dapat kuberikan agar kau dapat kembali di sisi Yan Lan," ucapnya.


Zhao Quin menuju ketempat para perajurit terbang langit yang akan pergi bersama Yan Lan menuju ke alam bawah, salah seorang perwira tinggi yang melihat keberadaan seorang wanita disana langsung menghampirinya.


"Mengapa kau berada di sini?" tanya perwira tinggi itu.


"Aku ingin ikut bersama kalian menuju ke alam bawah," ucap Dewi Zhao Quin.


"Wanita tak diperbolehkan ikut bertempur jadi aku minta untukmu Dewi, segeralah meninggalkan tempat ini!!" ucap perwira tinggi itu.


Zhao Quin segera mengeluarkan teratai putih pemberian Dewa suci, agar mempermudahnya untuk ikut dalam rombongan prajurit terbang istana langit.


"Ternyata Dewa suci ada di belakangnya, tapi mengapa Dewa suci memperbolehkan seorang Dewi untuk ikut dalam peperangan yang akan terjadi di alam bawah? ada yang tak beres dengan ini semua, aku yakin Dewi ini telah mencuri bunga teratai putih dari dewa suci, aku tidak boleh membiarkan ini semua," ucap perwira tinggi itu.


Tiba-tiba perwira tinggi itu berteriak, "Tangkap Dewi ini, dan jangan biarkan dia ikut dalam rombongan kita!!" ucapnya.


Beberapa prajurit langit langsung menangkap Dewi Zhao Quin, hingga keramaian pun terjadi di tempat itu.


Qilin yang berada dekat dari tempat itu, sangat penasaran dengan keramaian yang ada, dia pun langsung menuju ke arah keramaian para prajurit, dan menyaksikan seorang Dewi yang sangat cantik tengah ditangkap oleh para prajurit istana langit.


"Tunggu...!!, perwira, apa yang telah terjadi mengapa Dewi ini sampai ditangkap," tanya Qilin.


"Tuan Qilin, Dewi ini mencoba untuk ikut dalam rombongan kita, dan kurasa teratai putih yang ada dalam genggaman nya itu didapatkan dari hasil mencuri di kuil suci tempat Dewa suci berada," ucap perwira tinggi langit.


Qilin melangkah ke arah Dewi Zhao Quin, dengan tatapan penuh selidik.


"Apa bener yang dikatakannya?" tanya Qilin.


"Aku tak pernah mencuri bunga teratai putih ini, Dewi suci lah yang memberikannya kepadaku agar aku dapat ikut dalam rombongan prajurit terbang istana langit menuju ke alan bawah," ucap Dewi Zhao Quin.


"Apa tujuanmu ikut kami ke alam bawah?" tanya Qilin kembali.


Zhao Quin terdiam, tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya, hal itu membuat perwira tinggi langit semakin yakin jika Dewi Zhao Quin adalah penyusup yang berkedok seorang Dewi, ataupun juga seorang mata-mata dari alam bawah untuk menghancurkan prajurit terbang langit dikala mereka semua lengah.


"Tuan Qilin, lebih baik Dewi ini kita jebloskan ke dalam penjara untuk sementara waktu, sampai para penyelidik mengetahui latar belakang Dewi ini, apakah bersalah atau tidak," ucap perwira tinggi langit.


Qilin mengangkat tangan kanannya, agar perwira tinggi langit itu diam.


"Siapa namamu?" tanya Qilin kembali.


"Zhao Quin," ucapnya singkat.


Mendengar pengakuan Dewi yang ada di depannya, membuat Qilin terdiam.


"Aku pernah mendengar cerita dari tuan muda, jika bunga teratai nirwana akan ditukar dengan tumbuhan kristal es penumbuh roh, untuk menyelamatkan seorang wanita yang pernah dekat di hatinya yang bernama Zhao Quin, yang mana wanita itu kini berada di kuil suci bersama Dewa suci.


Jangan jangan wanita yang bernama Zhao Quin itu adalah dewi yang berada dihadapanku ini, mengingat jika bunga teratai putih yang ada di genggamannya bukanlah bunga sembarangan, bunga itu merupakan sebuah mustika yang berguna untuk mengobati luka dalam secara instan, dan Dewa suci takkan mungkin melepaskan bunga teratai putih itu jika Dewa suci tak mengenal Dewi ini," batin Qilin.


"Apakah kau mengenal Yan Lan?" tanya Qilin tiba tiba yang membuat Dewi Zhao Quin sangat terkejut.


Perubahan wajah Dewi Zhao Quin yang tadinya tenang menjadi gelisah, dapat tertangkap jelaskan di mata Qilin.


"A..a..aku mengenalnya," ucap Dewi Zhao Quin terbata-bata.


Qilin tersenyum, yang membuat Dewi Zhao Quin bingung mengartikan senyuman di wajah pemuda yang mengintegrasi nya.


"Perwira biarkan Dewi ini ikut dalam rombongan prajurit kita, carikan dia tunggangan yang terbaik, dan aku tak ingin mendengar adanya perdebatan kembali," ucap Qilin sambil pergi menuju kearah jendral langit berada. Setelah itu Dewi Zhao Quin dapat ikut bersama prajurit terbang istana langit.


Di pertempuran yang terjadi antara jendral iblis Dyroth dan jendral langit Yan Lan, Zhao Quin melihat adanya kecurangan dengan salah satu jendral iblis yang melakukan serangan dari belakang terhadap Yan Lan.


Dengan menggunakan tehnik 9 kelopak bunga teratai Zhao Quin menghadang serangan kuat itu, yang membuat ledakan besar hingga Zhao Quin terpental jauh dan terhempas ke tanah.


Sementara Dewa Seiryu yang tak menyangka jika serangannya dapat di patahkan oleh orang lain, ikut terkena efek ledakan energi yang sangat kuat, hingga dia terhempas ke tanah dengan keras.


"Kekutan Dewi dari nirwana!" ucap Dewa seiryu yang mencoba bangkit berdiri sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.