PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pedang samudra biru


Sore hari yang kelam bagi manusia iblis, semua manusia iblis yang sengaja menghabisi Yan Lan dan pangeran ke 3 telah musnah tanpa tersisa.


Tetua Li Wang datang menghampiri Yan Lan, dan dengan sopan dia mengajak Yan Lan untuk masuk kedalam sebuah ruangan di dalam klan Luyang, untuk membicarakan hal penting padanya.


Di dalam sebuah ruangan, Yan Lan duduk berhadapan langsung dengan tetua Li Wang


"Perkenalkan namaku Li Wang, kebetulan aku merupakan guru sekaligus orang yang di percaya oleh raja kota dalam menjaga putra mahkota," ucap tetua Li Wang memperkenalkan diri.


Dengan menggenggam tinju sambil memberi hormat, Yan Lan berkata "Namaku Yan Lan tetua, suatu kehormatan bisa berkenalan dengan anda," ucap Yan Lan.


"Pemuda yang sopan, tapi mengapa pangeran ke 3 memberikan penilaian lain terhadapnya?" batin tetua Li Wang.


"Silahkan Lan er, aku ingin membicarakan sesuatu hal padamu, akan tetapi ini mungkin sedikit menyangkut tentang pribadimu," ucap tetua Li Wang.


"Silahkan tetua Li Wang bertanya, mungkin aku bisa menjawab pertanyaan dari tetua," jawab Yan Lan.


Tetua Li Wang menyandarkan dirinya di sandaran kursi kemudian menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.


"Saat kau menyembuhkan manusia boneka ciptaan ku, aku melihat kau menggunakan tehnik jari matahari bukannya begitu Yan Lan?" tanya tetua Li Wang.


Yan Lan tersentak kaget dengan apa yang baru saja dikatakan oleh tetua Li Wang, tak disangka sangka oleh Yan Lan jika tehnik yang dipakainya untuk mengobati manusia boneka, dapat di kenali oleh tetua Li Wang yang baru saja di kenalnya.


"Benar tetua, yang aku gunakan untuk mengobati manusia boneka merupakan tehnik akupuntur jari matahari," jawab Yan Lan.


Kembali terlihat tetua Li Wang menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.


"Ada hubungan apa kau dengan tetua Wong ji Ang?" tanya tetua Li Wang kembali.


Mendengar nama leluhurnya di sebut membuat Yan Lan semakin kaget dan bertanya tanya siapakah sebenarnya tetua Li Wang ini.


"Tetua Wong ji Ang adalah leluhurku, garis darahnya ada pada diriku," jawab Yan Lan.


Kini giliran tetua Li Wang yang terperanjat kaget dengan jawaban Yan lan, tak di sangka sangka olehnya jika pemuda yang ada di hadapannya ini, merupakan garis keturunan dari gurunya.


Tetua Li Wang terdiam mendengar jawaban dari Yan Lan, ada rasa rindu yang sangat mendalam kepada guru besarnya Wong ji Ang.


Melihat tetua Li Wang terdiam, Yan Lan langsung mengeluarkan pedang berkarat pemberian lelaki tua misterius yang di kenalnya sebagai seorang pandai besi dari dalam cincin ruangnya, dan memberikan pedang itu kepada tetua Li Wang.


"Tetua seorang lelaki tua menitipkan pedang ini padamu," ucap Yan Lan.


Mata tetua Li Wang terbelalak melihat pedang berkarat yang berada dalam genggaman tangan Yan Lan.


"Pedang ini...!!" ucap tetua Li Wang yang tak meneruskan perkataannya sambil melihat ke arah Yan Lan.


"Ternyata anak muda ini benar benar merupakan garis keturunan dari tetua Wong ji Ang, yang mana kakak seperguruan ku Yang long telah mengakui keberadaannya, aku akan menguji anak muda ini sekali lagi," batin tetua Li Wang.


"Lan er jika memang kau merupakan garis keturunan dari tetua Wong ji Ang, kau pasti telah mendapatkan tehnik api surgawi dari leluhur tetua Wong Xue," ucap tetua Li Wang.


Yan Lan mengangkat tangannya kedepan, dan tiba tiba saja dari telapak tangan Yan Lan mengeluarkan api berwarna putih ke biru biruan, sehingga membuat tetua Liwang segera menggenggam tinjunya memberi hormat kepada Yan Lan.


"Mengapa anda seperti ini tetua," ucap Yan Lan sambil mengangkat tubuh tetua Li Wang yang membungkuk memberi hormat padanya.


"Maafkan saya yang terlalu lama mengetahui jika tuan muda merupakan garis keturunan guru saya Wong ji Ang," ucap Li Wang.


Sekarang Yan Lan mengetahui siapa sebenarnya tetua Li Wang yang berada di hadapannya itu.


"Jangan sungkan begitu tetua," ucap Yan Lan.


Tetua Li Wang menatap Yan Lan dalam dalam sambil berkata "Aku minta padamu tuan muda, agar tuan muda mau menyelamatkan kota bulan suci yang terancam hancur, aku dan kakak seperguruan ku yang telah memberikan tuan muda pedang ini, semakin lama semakin kesusahan untuk menghancurkan kekuatan manusia iblis yang ingin menguasai kota dan istana gerbang naga," ucap tetua Li Wang.


"Apakah ada orang dalam dari istana gerbang naga yang terlibat dalam masalah ini?" tanya Yan Lan.


"Dari hasil penyelidikan yang belum pasti, Selir Lin yu dan putranya Pangeran Lin wahai terlibat dalam masalah ini, untuk mendapatkan penyelidikan yang lebih pasti belum dapat aku lakukan pada saat ini, mengingat keselamatan putra mahkota yang lebih di utamakan," jawab tetua Li Wang.


"Mengapa tidak meminta bantuan saudara seperguruan mu?" tanya Yan Lan.


"Kami berdua telah membuat kesepakatan, yang mana tetua yang long bertugas untuk melindungi para penduduk desa desa yang banyak terdapat di luar kota bulan suci, sementara aku sendiri bertugas untuk melindungi istana gerbang naga dan kota bulan suci," jawab Li wang.


"Baiklah kalau begitu, aku akan membantumu untuk mencari tahu siapa dalang dari semua kejadian ini," ucap Yan Lan.


"Terimakasih tuan muda," jawab tetua Li Wang kembali.


"Tuan muda pedang ini merupakan pedang samudra biru yang merupakan pedang titipan dari tetua Wong ji Ang sebelum dia pergi dari kota ini, pedang ini merupakan pedang yang dapat menghancurkan roh dan penguna tehnik roh, yang mana pedang ini hanya dapat di gunakan oleh garis keturunan keluarga Wong," ucap Li Wang kembali.


"Maksud mu tetua Li?" tanya Yan Lan.


"Coba tuan muda mengalirkan energi murni tuan muda ke dalam pedang ini, maka tuan muda akan tau kekuatan pedang ini," sambung tetua Li Wang sambil memberikan pedang samudra biru kepada Yan Lan.


Yan Lan menerima pedang yang di berikan tetua Li Wang padanya dan kemudian menyalurkan Qi murninya kedalam pedang itu.


Tiba tiba pedang yang berada di tangan Yan Lan berubah mengeluarkan cahaya merah terang, semua karat yang berada di permukaan pedang seketika menghilang.


Sementara itu tetua Li Wang yang terkena efek pedang terlempar menabrak dinding dan ambruk ke lantai ruangan.


Yan Lan segera melepas pedang yang berada dalam genggamannya dan melesat cepat ke arah tetua Li Wang berada.


"Apa yang sedang terjadi padamu tetua?" tanya Yan Lan.


"Tuan muda cepat teteskan darah tuan muda ke permukaan pedang itu, agar tuan muda di akui oleh pedang itu sebagai pemilik barunya, nanti aku akan menjelaskan ini semua," ucap tetua Li Wang sambil memegangi dadanya.


Dengan segera Yan Lan mengambil pedang samudra biru dan meneteskan darahnya keatas permukaan pedang, seketika cahaya merah menyala berubah menjadi cahaya biru yang sangat teduh.


Bersambung.