PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Utusan pagoda 9


Pagi hari udara sejuk menerpa kota bulan suci yang mana di sana terdapat istana gerbang naga.


Para utusan dari klan Luyang yang membawa seorang Alkemis bersama 2 orang pengawal yang merupakan seorang kultivator dengan tingkat kultivasi Qi saint bintang 2 puncak tiba di kota bulan suci.


Para penjaga yang ada di depan gerbang langsung menahan dua buah kereta kuda yang di tempati oleh rombongan dari pagoda 9, yang ingin masuk kedalam kota bulan suci.


"Berhenti!! tunjukan tanda pengenal kalian," ucap pemimpin perajurit penjaga gerbang.


Salah satu anggota klan luyang yang pergi ke pagoda 9 untuk membawa Alkemis yang akan mengobati ketua Lu Sian Hong, langsung menunjukkan tanda pengenalnya.


"Kami adalah anggota klan luyang yang di tugaskan untuk membawa Alkemis yang akan mengobati ketua klan, kuharap anda tak mempersulit kami," ucap anggota klan luyang.


Pemimpin penjaga saling menatap dengan penjaga yang lainnya, dan tak lama kemudian pemimpin penjaga tertawa terbahak bahak yang di ikuti oleh semua anak buahnya.


"Apa aku tak salah dengar? jika kalian merupakan anggota klan luyang maka tahananlah yang akan kalian tuju, Prajurit tahan mereka semua!!" perintah pemimpin penjaga.


Para prajurit langsung menahan 7 orang anggota klan luyang yang berada di luar kereta.


Saat para prajurit penjaga ingin menaiki kereta maka dari dalam kereta berhembus angin kejut yang yang tiba tiba menghempaskan para prajurit penjaga.


Dari dalam kereta turun 2 orang laki laki setengah tua dengan tubuh kekar dan berotot, langsung memberikan tatapan yang sangat menindas kepada pemimpin prajurit penjaga.


"Apa ini balasan dari kalian para prajurit istana gerbang naga? Kami sudah jauh jauh datang dari kekaisaran giok hanya untuk memberikan bantuan medis kepada ketua klan Luyang, tapi apa balasan kalian setelah sampai ke kota bulan suci!?, kami dianggap seperti orang yang tak dibutuhkan dan bukan seperti tamu istana," ucap Cen Yun yang merupakan anggota pelindung pagoda 9.


"Jika begini cara penyambutan kalian terhadap kami, tentunya kami tak akan repot repot untuk pergi dari kekaisaran giok kesini," timpal Siga Soga yang juga merupakan salah seorang pelindung pagoda 9.


"Kalian datang jauh jauh kesini itu merupakan kesalahan dan kebodohan kalian, bukan kesalahan istana gerbang naga, jika kalian mau tau, klan Luyang telah lama hilang dari kota bulan suci, jadi tak ada gunanya kalian kesana lebih baik kalian semua pulang ke kaisaran giok.


Mendengar pemimpin penjaga gerbang berkata bodoh serta mengusir utusan dari pagoda 9, membuat kedua pelindung utusan pagoda 9 geram dan naik pitam.


Angin kencang seketika berhembus keras, sebelum kedua kultivator dari pagoda 9 menyerang pemimpin penjaga gerbang, sebuah suara merdu dari dalam kereta kuda menahannya.


"Tahan paman!" ucap suara wanita dari dalam kereta


Seorang wanita muda nan cantik turun dari atas kereta, rambut panjang yang dihiasi sedikit pernak pernik hiasan permata di atas kepala membuat pancaran ke anggunan nya semakin jelas terlihat.


Pemimpin penjaga yang melihat wanita itu sampai terkesima karna kecantikannya.


"Kalau begitu, dapatkah aku bertemu dengan raja kalian?" tanya wanita itu.


"Saya disini," ucap seorang pemuda yang langsung turun dari atas kudanya.


Para prajurit yang melihat raja mereka berada di situ, langsung membungkukkan badan memberi hormat.


"Namaku Lin wahai, aku merupakan raja di istana gerbang naga," ucap Lin Wahai.


Wanita itu langsung memberi kan penghormatan kepada raja Lin Wahai. "Maaf karena hamba tak mengetahui jika raja kota berada disini," ucap sang wanita.


"Apakah aku boleh mengetahui nama anda?" tanya raja kota.


"Namaku Zhao Quin, aku merupakan seorang Alkemis dari pagoda 9" jawab Zhao Quin.


"Saya sebagai raja kota sangat senang sekali dengan kunjungan anda kesini, ada baiknya kita membicarakan ini semua di istana," ucap raja kota.


Raja kota Lin Wahai begitu sangat terpesona dengan paras cantik serta tubuh indah Zhao Quin, membuatnya menghilangkan rasa sombong serta angkuhnya dengan mendatangi langsung wanita itu.


"Wanita ini sungguh sangat cantik dan berkarisma, cocok sebagi calon permaisuri ku, aku akan berusaha untuk memenangkan hatinya," batin raja kota Lin Wahai.


Rombongan dari pagoda 9 akhirnya menuju ke istana gerbang naga, namun di halaman istana tetua Li Wang mencegat mereka.


Tetua Li Wang membungkukkan badan memberikan penghormatan kepada raja kota Lin Wahai.


"Saya utusan raja kota terdahulu ingin membawa utusan dari pagoda 9 agar dapat menyembuhkan yang mulia raja kota terdahulu," ucap tetua Li Wang dingin.


Raja kota Lin Wahai merasa sangat jengkel dengan perkataan tetua Li Wang, amarahnya hanya bisa di tahan di dalam dada karena ada seorang wanita cantik bersamanya.


"Tetua Li Wang," ucap ke tujuh anggota klan luyang yang masih tersisa sambil menggenggam tinju memberi hormat.


"Nona Zhao Quin beliau adalah penasehat klan Luyang dan juga orang kepercayaan raja kota terdahulu, lebih baik kita ikut bersamanya," ucap salah satu anggota klan luyang.


Zhao Quin turun dari kereta dan langsung memberikan hormat kepada tetua Li Wang, melihat hal itu tetua Li Wang langsung menganggukkan kepalanya.


Zhao Quin berjalan menghampiri raja kota Lin Wahai dan berkata, "Yang mulia raja kota, aku akan mengikuti paman Li Wang untuk melihat keadaan raja kota terdahulu".


Raja kota Lin Wahai tak bisa berbuat banyak, dia tak mungkin menunjukkan sikap kasar kepada tetua Li Wang di hadapan Zhao Quin.


"Tentu saja nona Zhao Quin, silahkan anda mengikuti paman Li Wang tapi bolehkah aku mengundang anda secara pribadi untuk hadir dalam perjamuan makan malam nanti?" tanya raja kota Lin Wahai.


"Tentu saja boleh," ucap Zhao Quin sambil tersenyum kearah raja kota Lin Wahai.


Raja kota Lin Wahai memandangi kepergian Zhao Quin dari jauh, hingga hilang di antara bangunan istana.


"Aku pasti akan memilikimu suatu hari nanti nona Zhao Quin," ucap raja kota sambil menghirup udara dan merasakan sisa sisa keharuman yang keluar dari tubuh Zhao Quin.


Di tempat raja kota terdahulu...


Zhao Quin langsung melihat kondisi raja kota yang terbaring di atas pembaringan, tetua Li Wang sengaja membiarkan Zhao Quin untuk memeriksa keadaan raja kota terdahulu dengan meninggalkan ruangan itu.


Di depan kamar raja kota terdahulu ke tujuh anggota sekte datang menghampiri tetua Li Wang.


"Tetua Li Wang apa yang telah terjadi dengan klan Luyang?" tanya salah satu anggota klan luyang yang menjadi utusan yang pergi menjemput Alkemis di pagoda 9.


"Terus bagaimana keadaan ketua Lu Sian Hong dan tetua Lu Sian Lang, apakah mereka baik baik saja?" timpal yang lainnya.


Tetua Li Wang menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.


"Klan Luyang telah musnah karena diserang oleh manusia iblis yang tidak di ketahui keberadaannya, ketua klan dan wakilnya sampai saat ini tidak di ketahui di mana rimbanya, begitu pun dengan putra mahkota yang ikut bersamanya," jawab tetua Li Wang.


Tak lama Zhao Quin keluar dari dalam ruangan raja kota terdahulu.


"Tetua bolehkah aku berbicara 4 mata dengan anda?" tanya Zhao Quin.


"Tentu saja nona Zhao Quin, ucap tetua Li Wang.


"Paman Li Wang sebelumnya aku meminta kepada paman agar paman tidak memanggilku dengan kata nona, gelar itu sangatlah terhormat bagiku, aku ingin paman memanggilku cukup dengan nama saja," ucap Zhao Quin.


Tetua Li Wang tak menyangka jika wanita muda yang ada di hadapannya ini begitu sangat sopan dan rendah diri, tapi tetap memancarkan karisma dan kewibawaan di dalam dirinya.


"Wanita seperti inilah yang cocok untuk mendampingi putra mahkota dalam memimpin istana gerbang naga, aku akan menjodohkan mereka berdua setelah semua keadaan di kota bulan suci kembali normal," batin tetua Li Wang.


"Baik lah, mulai saat ini paman akan memanggilmu Quin er," jawab tetua Li Wang.


Zhao Quin yang mendengarnya hanya bisa tersenyum manis.


"Paman setelah aku memeriksa keadaan raja kota, aku melihat ada aura jahat yang terus menekan jiwanya, ini merupakan suatu kutukan ilmu tertentu yang dapat membunuhnya secara perlahan, dan setelah aku melakukan pemeriksaan lebih teliti lagi, keadaan raja kota sekarang sangatlah parah, dia tak akan bertahan selama satu Minggu ke depan," ucap Zhao Quin.


"Paman siapakah raja kota Lin Wahai?" tanya Zhao Quin.


"Raja kota Lin Wahai merupakan putra pertama raja kota terdahulu dari selirnya yang bernama Lin yu, mengapa engkau menanyakan hal itu Quin er?" ucap tetua Li Wang balik bertanya.


"Saat aku pertama kali bertemu dengan raja kota Lin Wahai, ada aura yang sangat jahat yang menyelimuti tubuhnya yang mana aura yang sangat jahat itu sama persis dengan aura jahat yang menekan jiwa raja kota terdahulu," ucap Zhao Quin.


"Pasti dialah pelakunya!!" ucap Li Wang.


"Bagaimana bisa seseorang anak ingin membunuh ayahnya?" tanya Zhao Quin.


"Sebenarnya ayah sesungguhnya raja kota Lin Wahai adalah *Die**gar*, selir lin yu yang merupakan selir kesayangan raja kota ternyata telah lama menjalin asmara dengan Diegar dan tanpa sepengetahuan dari raja kota, Diegar sendiri merupakan seorang jendral besar yang mempunyai kemampuan yang sangat luar biasa kuat, tak di sangka sangka jendral dari istana gerbang naga yang begitu kuat dan di segani itu ternyata telah menjadi pengikut iblis, dan pada akhirnya aku sendiri yang telah menghabisi nyawanya," jawab Zhao Quin.


"Akhirnya Zhao Quin mengerti setelah mendengar cerita singkat dari tetua Li Wang.


Tak lama berselang, seorang pelayan wanita tiba tiba datang menghampiri tetua Li Wang.


"Tuan.., ada selir Lin yu yang ingin bertemu dengan anda," ucap sang pelayan.


"Selir Lin yu? sejak kapan dia mau menjenguk suaminya?" batin tetua Li Wang.


Tetua Li Wang akhirnya pergi menemui selir Lin yu, tapi sebelumnya tetua Li Wang menyuruh pelayan wanita untuk mengantarkan Zhao Quin ke kamarnya untuk beristirahat.


"Apakah anda ingin menemui yang mulia raja?" tanya Li Wang.


"Aku kemari bukan ingin menemuinya, aku kemari hanya ingin bertemu dengan wanita yang merupakan Alkemis hebat dari pagoda 9, dapatkah aku menemuinya Li Wang?" jawab selir Lin yu.


"Dia sedang beristirahat, dapatkah anda datang kembali lain waktu," ucap tetua Li Wang.


"Jika begitu aku akan datang kembali nanti malam," ucap selir Lin yu sambil berlalu pergi dari tempat itu.


Di tempat raja kota Lin Wahai...


"Bagai mana ibu, apakah kau telah bertemu dengan Zhao Quin?" tanya raja kota Lin Wahai.


"Aku belum berhasil menemuinya, sepertinya tetua Li Wang sengaja untuk menghalang halangi ku untuk bertemu dengannya," jawab selir Lin yu.


"Dia lagi..!! dia lagi..!! semua rencanaku selalu di halang halangi oleh nya!!" ucap raja kota Lin Wahai sambil menggebrak meja hingga hancur berantakan.


"Tenangkan dirimu putraku, suatu hari nanti Zhao Quin pasti akan menjadi milikmu," ucap selir Lin yu menenangkan putranya.


"Bagaimana pun caranya Zhao Quin harus menelan ramuan yang ku buat itu ibu, karena dengan menelan Ramuan iblis hati dariku dia akan lupa dengan semua hal yang pernah dia alami, dan akan selalu mengingatku sebagai orang yang paling dia cintai," ucap raja kota Lin Wahai.


"Aku pasti mendukungmu putraku," ucap selir Lin yu.


Mereka berdua pun tertawa terbahak bahak.


Sementara itu di tempat nun jauh disana, yaitu di alam nirwana Yan Lan telah berhasil menguasai semua tehnik yang telah di berikan oleh Dewa suci, termasuk tehnik Hukum gravitasi yang maha dasyat.


Perubahan pada Yan Lan begitu besar, termasuk wajahnya yang kini memancarkan kharisma yang sangat kuat, ketampanannya pun sudah tak di ragukan lagi.


"Yan Lan ..!, telah tiga tahun kau berlatih bersamaku disini, saat ini aku percayakan ketentraman dunia ini padamu, ku harapkan kau akan menjadi seorang kultivator yang bisa mengalahkan raja iblis, sekarang keluarkanlah dua pedang pusaka yang ada padamu itu," ucap Dewa suci.


Mendengar perintah dari dewa suci, Yan Lan segera mengeluarkan pedang roh abadi dan pedang samudra biru dari dalam cincin penyimpanannya.


Kedua pedang itu kini melayang di hadapan dewa suci, tak lama kemudian pedang itu pun menjadi satu dengan memancarkan cahaya biru yang sangat teduh.


Dari dalam pedang roh abadi keluar 2 sosok roh yang begitu sangat di kenal Yan Lan, kedua roh itu adalah singa es Tigris dan naga emas Gon lang.


"Ini adalah hadiah dariku Yan Lan," ucap Dewa suci.


Tiba tiba kedua roh itu berubah menjadi sosok manusia muda nan tampan.


"Paman Tigris..!!" ucap Yan Lan sambil berlari kearah Tigris.


"Tuan muda sepertinya anda salah alamat, lihatlah diriku sekarang bukankah kita sekarang seumuran?" ucap Tigris.


"Walaupun kita seumuran kau tetaplah orang yang paling berjasa dalam perjalananku," ucap Yan Lan sambil memeluk Tigris.


"Tigris pun membalas pelukan Yan lan, mereka berdua saling melepas rindu. Tiba tiba suara mendehem dari Dewa suci mengagetkan mereka berdua.


Yan Lan segera mendatangi Dewa suci sambil menggenggam tinjunya memberi hormat, "Terimakasih atas hadiah yang kau berikan ke padaku Dewa," ucap Yan Lan.


"Aku akan memberikan satu hadiah lagi padamu sebelum kau meninggalkan nirwana," ucap dewa suci.


Dewa suci lantas meneteskan darahnya keatas permukaan pedang yang melayang di udara, tak lama kemudian pedang itu tiba tiba mengeluarkan cahaya putih yang sangat menyilaukan mata, dan pada akhirnya kembali bercahaya biru.


"Ini hadiah dariku, namai pedang itu dengan nama pedang pembunuh iblis," ucap Dewa suci.


Setelah berkata begitu, tiba tiba Yan Lan telah berada di suatu tempat yang sangat asing baginya.


"Tigris, Gon Lang apa kah kalian mengetahui tempat ini?" tanya Yan Lan.


Tigris dan Gon Lang saling berpandangan dan tak lama kemudian mereka berdua menggelengkan kepala.


"Kami tak mengetahui tempat ini tuan muda, akan tetapi aku merasakan ada aura kehidupan tak jauh dari tempat ini," jawab Gon Lang.


"Kalau begitu ayo kita kesana," ucap Yan Lan kembali.


Mereka bertiga pada akhirnya berjalan mengikuti arah langkah Gon Lang yang berada di depan.