PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Mengobati


Dengan berubahnya pedang bercahaya merah terang menjadi biru, Yan Lan merasakan kekuatan yang sangat kuat mengalir keseluruh tubuhnya, ada rasa tenang dan rileks yang menghinggapi pikiran Yan Lan saat itu.


Setelah dapat menguasai dirinya, Yan Lan langsung melangkahkan kakinya kearah tetua Li Wang yang masih memegangi dadanya.


"Tetua Li, apa yang sebenarnya terjadi?, mengapa anda bisa terhempas begitu keras? tanya Yan Lan.


"Aku akan menceritakan sebuah kisah tuan muda," jawab tetua Li Wang.


Tetua Li Wang menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, diapun mulai bercerita.


"Pedang yang berada dalam genggamanmu merupakan pedang kesayangan tetua Wong ji Ang, pedang itu akan memancarkan cahaya biru yang sangat teduh jika pemilik pedang tidak mengaliri Qi murninya kedalam pedang samudra biru".


"Jika pemilik pedang yang mempunyai garis keturunan keluarga Wong mengalirkan energi Qi murninya kedalam pedang, maka pedang samudra biru akan bereaksi dan mengeluarkan cahaya merah terang. Dalam radius 10 meter dari pedang itu siapapun dan apapun bentuk rohnya, baik berupa manusia maupun binatang buas dia akan terkena efek kekuatan pedang samudra biru, begitu pun dengan apa yang tuan muda lihat padaku tadi," ucap tetua Li Wang.


"Maksud tetua, apakah tetua sekarang ini berupa roh?" tanya Yan Lan.


"Benar tuan muda, aku berupa roh. Dengan tehnik boneka yang ku pelajari dari guruku Wong ji Ang, aku dan kakak seperguruan ku bisa hidup sampai sekarang," jawab tetua Li Wang.


"Apakah roh pengguna tehnik boneka itu bisa mati seperti pada umumnya manusia?" tanya Yan Lan kembali.


"Pengguna tehnik boneka juga bisa mati pada saat rohnya terluka, hanya saja roh pengguna tehnik boneka bisa hidup selamanya asalkan ada wadah yang cocok dengannya, atau dengan kata lain pengguna tehnik boneka akan selalu berpindah pindah tubuh jika tubuh yang di diaminya telah rusak atau hancur, rohnya akan terus mencari tubuh baru yang telah mati untuk dapat hidup kembali, dengan kata lain pengguna tehnik boneka juga akan merasa lapar, haus atau apapun itu seperti layaknya seorang manusia," jawab tetua Li Wang menjelaskan.


Yan Lan mengangguk anggukkan kepalanya, dan mengerti dengan semua penjelasan dari tetua Li Wang.


Dan pada akhirnya Yan Lan dan tetua Li Wang memutuskan untuk menyusun rencana, agar dapat mencari tau dalang dari semua musibah yang telah terjadi di dalam kota bulan suci.


Di tempat lain di dalam istana kerajaan, tampak seorang cantik sedang menunggu seseorang, dia adalah selir Lin yu yang sedang menantikan kedatangan putranya.


Tak lama berselang, pangeran Lin Wahai datang menghadap selir Lin yu.


"Apakah ibu memanggil saya?" ucap sang pangeran.


"Benar putraku, sepertinya saat ini kita harus lebih hati hati dalam bertindak, jangan sampai kehadiran pemuda yang bernama Yan Lan akan mengacaukan semua rencana kita dalam merebut kekuasaan kota ini dari putra mahkota," jawab selir Lin yu.


"Ibu tak usah khwatir, selama raja kota masih terluka akibat seranganku, semua petinggi istana dapat ku pengaruhi untuk mendukungku menjadi raja kota yang baru, akan tetapi masih ada satu duri yang selalu menghalangi rencana kita, dia adalah tetua Li Wang dan saudara seperguruannya Yang long. Saat ini tingkat kultivasiku belum dapat menandingi mereka berdua," ucap Lin Wahai.


Selir Lin yu datang menghampiri putranya.


"Putraku aku ingin kita segera membangkitkan ayahmu dengan tehnik iblis yang ada pada dirimu, hanya dia yang bisa menandingi kekuatan tetua Li Wang dan saudaranya," ucap selir Lin yu.


"Bagai mana dengan raja kota?" tanya sang pangeran.


"Cukup sudah aku melayaninya, dalam waktu dekat ini aku akan segera mencari celah untuk menghabisi nyawanya!!, jika waktu itu dia memilihmu menjadi putra mahkota dan bukan pangeran ke 3, pasti semua kejadian ini tak akan terjadi kepada keluarga kerajaan," jawab selir Lin yu.


"Putraku, fokuslah dalam membangkitkan ayah kandungmu, biar ibu yang akan melenyapkan pemuda itu," jawab selir Lin yu.


*****


Yan Lan dan tetua Li Wang beserta wakil ketua klan menuju ke tempat di mana ketua Lu Sian Hong berada.


Di depan sebuah batu yang sangat besar, tetua Li Wang membuka segel yang menyelimuti batu besar itu, maka tampaklah dari luar sebuah pintu yang menuju kedalam batu besar itu.


"Tuan muda, di sanalah ketua klan Luyang berada," ucap tetua Li Wang sambil mempersilahkan Yan Lan masuk ke dalam sana.


Di atas tempat tidur yang terbuat dari kayu, tampak tubuh lelaki tua sedang terbaring lemah, dia tak dapat berkata kata dan mengerakkan anggota tubuhnya, hanya bola matanya yang melirik ke arah mereka bertiga.


"Tenang lah tetua, tuan muda Yan Lan akan segera mengobatimu," ucap wakil ketua klan Luyang.


"Tetua Li aku ingin kau melepaskan baju ketua klan, agar mempermudah bagiku dalam mengobati nya," ucap Yan Lan.


Mendengar perintah Yan Lan, tetua Li Wang langsung melucuti baju ketua Lu Sian Hong.


Yan Lan perlahan maju menghampiri ketua Lu Sian Hong, yang membuat tetua Li Wang dan wakil ketua klan mundur menjauh ke belakang.


Yan Lan segera mengeluarkan jarum jarum emasnya, dan mulai mengunakan tehnik akupuntur jari matahari dalam mengobati ketua klan Lu Sian Hong.


Jarum jarum itu terus menghujam tubuh sang ketua klan, di mana titik titik syarafnya kini telah di penuhi oleh jarum jarum emas yang sengaja di tancapkan oleh Yan Lan.


Tak lama kemudian semua jarum yang berada di tubuh ketua Lu Sian Hong, secara bersama sama mengeluarkan getaran dan gelombang kejut kecil, sehingga membuat ketua klan Lu Sian Hong berteriak kesakitan.


Wakil ketua klan dan Li Wang tersenyum penuh arti melihat perubahan yang telah terjadi, yang mana ketua klan luyang kini telah bisa mengeluarkan suara dari mulutnya.


Yan Lan terus menggunakan tehnik jari matahari dalam menyembuhkan ketua klan, akan tetapi kondisi ketua klan yang teramat lemah membuat Yan Lan menghentikan pengobatannya.


"Tetua Li, aku tak bisa melanjutkan pengobatan ini, tubuh ketua klan terlalu lemah, jika aku terus melakukan pengobatan padanya bisa saja terjadi hal buruk yang akan menimpanya. Aku telah memperbaiki Merindiannya, akan tetapi Dantian ketua Lu Sian Hong hanya 50% yang bisa ku perbaiki, setelah kondisi ketua klan membaik aku akan kembali melakukan penyembuhan padanya," ucap Yan Lan.


Wakil ketua klan Luyang datang menghampiri Yan Lan.


"Aku mewakili klan Luyang mengucapkan terimakasih karena tuan muda telah menyelamatkan kultivasi ketua Lu Sian Hong dari ke hancuran," ucap wakil ketua klan Luyang sambil membungkukkan badan memberi hormat.


"Tak usah sungkan begitu tetua, mudah mudahan setelah ketua Lu Sian Hong sadar, dia akan mengatakan siapa yang telah melukainya," ucap Yan Lan.


"Semoga saja tuan muda," timpal tetua Li Wang sambil menggenggam tinjunya menahan amarah.


Bersambung.