
Di arena pertarungan, saling serang antara dua kubu semakin sengit, Yan lan menggunakan perubahan bentuk energi untuk membuat pedang es yang kini berada di genggaman tangan kanannya.
Dengan pedang itu, Yan Lan berhasil mengimbangi formasi pedang yang digunakan oleh para murid inti dari sekte pedang awan, dan merubah kedudukannya dari terpuruk menjadi di atas.
Dengan posisinya yang diatas angin, Yan Lan berhasil menekan ke tujuh lawan tarungnya hingga membuat mereka jatuh bangun, dalam menghadapi setiap serangan cepat yang di lancarkan oleh Yan Lan.
Teknik pedang jiwa yang digunakan oleh Yan Lan, berhasil memporak-porandakan pertahanan ke tujuh lawan tarungnya, hingga membuat formasi pedang mengambang di awan dapat hancur, seiring tendangan telak dari Yan Lan yang bersarang di tubuh salah satu murid sekte pedang awan.
Tubuh Yokang terhempas kebelakang, dan menghantam dinding pelindung yang di buat para tetua mistik gold, hingga tubuh Yokang diam dan tak berkutik lagi.
"Saudara Yo..!!" teriak ke enam saudara seperguruannya.
"Tampak Yokang tak dapat menahan kuatnya tendangan dari Yan Lan, hingga membuatnya tewas di tempat itu juga.
Melihat saudara seperguruan telah tewas, keenam lawan tarung Yan Lan yang masih hidup, menjadi berang dan kembali bersiap untuk menyerang Yan Lan.
"Gunakan formasi pedang membelah semesta!!" ucap Lion.
Ke enamnya mulai mengatur formasi dan melemparkan pedangnya ke udara, gabungan ke enam pedang itu membentuk sebuah pedang raksasa yang mengeluarkan cahaya kuning menyala, dengan memancarkan aura yang sangat menindas.
"Kali ini kau harus mati karena kau telah membunuh saudara seperguruan kami!!" teriak Lion yang langsung mengarahkan pedang raksasa itu ke arah Yan Lan berada.
"Kalian kira semudah itu untuk membunuhku!? aku akan tunjukkan kepada kalian semua bagaimana kekuatan besar itu!!" ucap Yan Lan.
Dari dalam telapak tangan Yan lan tiba tiba saja mengeluarkan api berwarna hitam yang sangat pekat, yang mempunyai kekuatan panas yang sangat dasyat, hingga membuat keenam murid sekte pedang awan mulai merasakan dampak panas dari api hitam yang dikeluarkan oleh Yan Lan, yang membuat mereka harus mengeluarkan tenaga ekstra dalam mengatasi tekanan aura panas tersebut.
Api hitam yang berada di telapak tangan Yan Lan, akhirnya dilepaskan oleh nya, untuk menyambut datangnya serangan pedang raksasa yang bercahaya kuning menyala, yang mengarah kepadanya.
"Duar...!!
Bertemunya kedua energi yang sangat dahsyat itu, mengakibatkan ledakan yang menggema keras di udara, hingga membuat pelindung yang menutupi area pertarungan pun retak.
Bias panas dari api inti neraka sampai terasa keluar arena pertarungan, melalui celah retakan yang terbentuk akibat benturan yang terjadi antara kedua energi yang maha dahsyat itu hingga membocorkan pelindung arena pertarungan.
Ke enam murid sekte pedang awan, terhempas jauh ke belakang dengan keadaan tubuh yang gosong dan pakaian yang dikenakannya sudah tak berbentuk lagi.
Sesaat ke enam murid sekte pedang awan, sedikit melakukan pergerakan di tanah tempat mereka terbaring, dan kemudian tewas seketika.
Yan Lan terdiam di tempatnya, karena merasakan adanya aura yang sangat kuat yang menyelimuti area pertarungan itu.
"Ternyata ada yang ingin ikut campur dalam pertarungan ku ini, baik jika itu mau mu, aku akan melayani mu bertarung hingga ada salah satu dari kita yang tewas," ucap Yan Lan.
Tiba-tiba saja mayat Yokang yang tadinya dinyatakan mati oleh para saudaranya, kini bangkit kembali dan melakukan perlawanan kepada Yan Lan.
Melihat hal itu para penonton jadi terheran-heran dengan apa yang telah terjadi, bagi mereka yang sangat awam dengan kejadian seperti itu, mengira jika Yokang yang tewas kini bangkit kembali dari kematiannya akibat kekuatan dari leluhur sekte pedang awan yang membantunya.
Tubuh Yokang yang di masuki oleh Zidan, kini menyerang Yan Lan dengan sangat ganas dan bertubi-tubi, teknik roh yang digunakan olehnya
"Rantai jiwa penguasa kegelapan..!!" teriak Yokang.
Entah dari mana datangnya, ratusan rantai seketika langsung menyerang ke arah Yan Lan, dengan aura hitam yang sangat mematikan dari dalam rantai tersebut.
Yan Lan bersusah payah untuk menghindari setiap serangan cepat dari rantai tersebut, hingga salah satu rantai dapat melilit pergelangan kakinya, yang membuat beberapa rantai lainnya juga berhasil melilit tubuh Yan Lan, hingga menggumpal membentuk bola.
"Tamatlah riwayatmu anak muda!!" teriak Yokang dengan menggenggam tinjunya dan ...
"Meledak!!" teriak Yokang.
"Duar..Duar Duar !!"
Ledakan dahsyat kembali terjadi, tubuh Yan Lan yang terbungkus di dalam rantai, tiba-tiba saja mengeluarkan cahaya terang menyala, tampak Yan Lan keluar dari dalam kerumunan rantai yang kini telah menjadi serpihan serpihan kecil.
Terlihat golok pembunuh semesta kini berada di tangan Yan Lan, aura yang terpancar dari dalam golok membuat Zidan yang bersembunyi di dalam tubuh Yokang menjadi gelisah.
"Siapakah anak muda ini, mengapa kekuatan yang terpancar dari tubuhnya sekarang begitu sangat mengerikan, sampai sampai benturan energi terjadi saat aku mencoba mendekatinya," batin Zidan.
Aku harus secepatnya pergi dari sini, sebelum golok itu mengancam jiwaku,"bisik Zidan.
"Kau takkan bisa lari dariku, karena kau telah mencampuri urusanku maka kau harus bertanggung jawab akan hal itu, kau harus mati bersama mereka semua," teriak Yan Lan.
"Tehnik grafitasi!!''
Tiba tiba tubuh Zidan yang hendak keluar dari dalam tubuh Yokang, kini kembali tertarik masuk kedalam, tak lama kemudian tubuh Yokang terangkat ke udara dan kesempatan itu di pergunakan oleh Yan Lan untuk menebaskan pedangnya kearah kedepan.
Cahaya berbentuk bulan sabit, langsung mengarah pada tubuh Yokang, hingga membuat tubuh Yokang terbelah menjadi dua bagian.
Teriakan menyayat hati keluar dari mulut Zidan yang berada di dalam tubuh Yokang, sebelum tubuh Yokang yang terbelah menjadi dua, benar benar berubah menjadi debu.
Tebasan golok Yan Lan tak sampai disitu, tebasan itu terus menghantam dinding pelindung arena hingga membuat pelindung itu hancur seketika.
Hal itu membuat ketua sekte pedang awan ragu untuk menyerang Yan Lan yang berada di dalam arena, walaupun amarahnya telah memuncak karena melihat ke tujuh murid intinya di bantai oleh Yan Lan tanpa pandang bulu, sang ketua tetap berfikir dengan jernih untuk bergabung arung dengan anak muda yang berada jauh di hadapannya.
"Aku tak mungkin menyerangnya, karena pemuda itu memiliki kekuatan yang berada jauh di atasku," ucap ketua Qi Gulou yang melihat Yan lan mampu menghancurkan pelindung mistik gold yang belum tentu dia dapat menghancurkan nya.
Semua mata memandang kearah Yan Lan, karena kemenangannya yang telah berhasil membunuh seluruh murid inti dari sekte pedang awan, yang bertarung dengannya.
Cencen yang masih berada pada kerumunan penonton, dengan cepat mencerna keadaan yang ada, dia pun melesat naik kearena pertarungan dan menarik tangan Yan Lan untuk meninggalkan tempat itu.
Tarikan tangan Cencen tak dapat di tolak oleh Yan Lan, diapun mengikuti kemana Cencen membawanya.
Melihat Yan lan yang ingin pergi meninggalkan arena pertarungan, membuat putri Bilqis bergegas ingin mengejarnya, akan tetapi tangan kekar Erlang Mo berhasil menangkap tangannya dan menghentikan langkah putri Bilqis untuk mengejar Yan Lan.