PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pertarungan 1


Senja semakin beranjak malam, suhu udara semakin dingin menusuk tulang di sekitar klan tebing angin berada.


Keadaan ini membuat seorang pemuda yang bernama Reng gold, semakin buas mencabik cabik pakaian yang di kenakan oleh Yasmin Liu.


Melihat tubuh mulus dan kecantikan yang terawat baik, membuat akal pikiran Reng gold tak terkontrol lagi.


Dengan tawa terbahak bahak Reng gold berhasil melepaskan seluruh pakaian yang di kenakan oleh Yasmin Liu, hingga tak tersisa sehelai benang pun yang melekat di tubuhnya.


Yasmin Liu yang melihat tubuhnya tanpa busana di hadapan lelaki kekar yang ingin merenggut mahkotanya, hanya bisa pasrah dan menangis lirih.


Dengan meneteskan air mata, Yasmin Liu berjanji setelah kejadian yang akan menimpanya hari ini, dia akan membuat perhitungan dengan membunuh pemuda kekar itu di suatu saat nanti.


Kini terlihat Reng gold mulai melepaskan pakaiannya sendiri, hal itu membuat Yasmin Liu merasa takut dan ngeri mengingat akan terjadi sesuatu yang akan menimpa dirinya sebentar lagi.


Terbayang wajah kekasih yang sangat di cintainya, yang membuat Yasmin merasa bersalah salah dengan keadaan yang ada.


"Maaf kan aku kakak Wildar," batin Yasmin Liu sambil berderai air mata.


Sebelum Reng Gold melakukan aksinya, tiba tiba sebuah tendangan keras telak mengenai dadanya, yang membuat Reng Gold harus tersungkur di sudut kamarnya.


Serangan yang tiba tiba itu membuat Reng gold meringis kesakitan.


"Bersembunyi lah nona, dan jangan keluar dari persembunyianmu sebelum aku datang, ini semua demi keselamatanmu nona," ucap lelaki tampan yang baru saja datang.


Tiba tiba saja totokan yang ada pada tubuh Yasmin Liu terlepas, segera ia meraih kain untuk membungkus tubuhnya dan berlari mencari tempat persembunyian di dalam ruangan kamar itu.


Kini Biyao berhadapan langsung dengan Reng gold. Dengan kemarahan yang memuncak karena Biyao telah mengganggu kesenangannya, Reng gold langsung menyerang Biyao dengan ganas.


Semua serangan yang di lepaskan oleh Reng gold, dapat di hindari dengan mudah oleh Biyao.


Seketika Biyao teringat pesan dari Yan Lan untuk membawa Reng Gold menuju ke dalam Alam tanpa nama yang merupakan tempat kediamannya dulu, yang bertujuan untuk menghindari keributan di dalam ruangan itu karena sebuah pertarungan.


Dengan membuka segel biyao berhasil membawa Reng gold ke dalam alam tanpa nama miliknya.


"Di mana ini, mengapa kamarku berubah menjadi hamparan pasir, sepertinya aku tengah terjebak ke dalam alam ilusi" batin Reng gold dalam hati.


Reng Gold segera mengeluarkan Pedang roh angin dari dalam kotak penyimpanannya, dan mulai mengedarkan pandangannya mengelilingi hamparan pasir yang menyelimuti tempat itu.


Reng gold mencari orang yang sedari tadi bertarung dengannya, yang telah membawa dirinya ketempat antah berantah seperti ini.


Alhasil Reng gold berhasil menemukan seorang pemuda dengan rambut panjang dan memakai jubah hitam, dengan diam membelakangi dirinya.


"Akhirnya aku menemukanmu!!, berani sekali kau mencampuri urusanku, dan membawaku ketempat ini!!" teriak Reng gold.


"Kau tak perlu mengetahui hal itu, yang harus kau ketahui jika hari ini adalah hari terakhir bagimu untuk hidup," ucap Biyao.


Mendengar perkataan Biyao membuat Reng Gold meradang, diapun kembali menyerang Biyao tapi kali ini Reng Gold menyerangnya dengan menggunakan tehnik roh.


Perubahan suhu tiba tiba saja terjadi, hamparan pasir yang di tempati oleh Biyao berdiri kini telah berubah menjadi pusaran angin. Pusaran angin itu menyedot tubuh Biyao dengan kuat kedalamnya, akan tetapi pusaran angin itu seperti tak berarti apa apa bagi biyao.


"Ha...ha..ha .., sehebat apapun kemampuanmu kau tak akan mampu untuk mengalahkanku di alam tempatku berada ini," ucap biyao.


Tubuh biyao tiba tiba saja menghilang dan kini berubah menjadi 10 bagian.


"Ternyata orang ini juga pengguna tehnik roh, ini akan menjadi sulit bagiku untuk mengalahkannya," batin Reng gold.


"Badai angin hitam!!" teriak Reng gold


Seketika angin kencang dan 5 pusaran angin meluluhlantakkan tempat itu, akan tetapi biyao yang telah membagi tubuhnya menjadi 10 bayangan, tak juga dapat di taklukan oleh Reng gold.


"Siapakah orang ini, mengapa kemampuannya bisa sehebat ini," batin Reng gold yang mulai merasa gelisah.


Menyadari jika pemuda yang ada di hadapannya itu ingin menyerangnya dengan tehnik roh, segera Reng Gold mengerahkan seluruh kemampuannya.


Semua pusaran angin bergabung menjadi satu, yang membuat sesosok monster yang terbuat dari angin.


Biyao hanya tersenyum melihat apa yang di lakukan oleh Reng gold.


"Segel hantu kegelapan", ucap biyao.


Seketika sebuah tabung menyelimuti tubuh biyao dari atas kebawah, maka keluarlah ribuan perajurit hantu yang terus melesat cepat kearah monster angin yang di buat oleh Reng gold.


Prajurit hantu itu menabrakkan dirinya ke arah monster angin itu hingga menimbulkan ledakan ledakan yang memekakkan telinga.


"Kurang ajar!! kau memang membuatku murka!! Hujan Angin meteor," teriak Reng gold.


Monster yang di buat oleh Reng gold memuntahkan bulatan bulatan angin sebesar genggaman tangan.


Bulatan angin yang ribuan banyaknya itu, menyapu bersih seluruh prajurit hantu yang keluar dari dalam segel yang di buat oleh biyao hingga habis tak tersisa.


"Ha...ha..ha...".


Terlihat Reng gold tertawa penuh kemenangan melihat serangan nya berhasil menyapu bersih prajurit hantu itu.


"Saatnya kau mati!!" teriak Reng gold.


Sebelum Reng gold kembali menyerang biyao, tiba tiba saja tubuh Reng gold telah tersegel oleh sebuah kekuatan besar yang mengurungnya dalam bentuk tabung.


Ternyata Biyao telah melepaskan segel kegelapan secara diam diam ke arah Reng Gold.


"Apa ini..!!" teriak Reng gold panik.


Kini Reng gold berada dalam sebuah tabung yang di setiap dindingnya tertuliskan huruf aksara.


"Kurang ajar..!! Qi di tubuhku terserap oleh dinding segel ini," batin Reng gold.


Reng gold berusaha melepaskan diri dari segel kegelapan yang membelenggunya, dengan mengayunkan pedang roh angin kearah dinding segel itu, akan tetapi usahanya itu sia sia saja karena segel yang membentuk tabung tak dapat juga di hancurkan olehnya.


"Celaka..!!, semakin aku mengerahkan Qi ditubuhku, semakin kuat dinding segel ini menyerapnya," batin Reng gold.


Kembali kepanikan melanda Reng gold karena dinding segel kegelapan yang mengurung dirinya perlahan lahan mulai mengecil.


Harapannya kini tinggal monster angin yang ada di luar segel, dengan menggunakan sisa sisa Qi yang berada di tubuhnya, Reng gold mengarahkan monster angin itu kearahnya, yang bertujuan agar monster angin itu bisa menghancurkan dinding segel.


Harapan Reng gold kini pupus karena monster angin yang mengarah ke arahnya perlahan lahan hancur dan sirna, akibat ledakan ribuan perajurit hantu yang menabrakkan dirinya kearah monster angin tersebut.


"Lepaskan aku," teriak Reng gold.


"Kau akan membayar ini semua," ucapnya kembali.


Tak lama kemudian, terdengar teriakan tertahan dari mulut Reng gold seiring hilangnya nyawa dari tubuhnya.


Biyao menatap tubuh kaku Reng gold dengan dingin, dan kembali pada ruangan tempat Yasmin berada.


"Nona ikutlah denganku, tuan mudaku akan membawamu keluar dari sini," ucap Biyao.


Mendengar perkataan pemuda yang menyelamatkannya, Yasmin segera keluar dari penyembunyian nya.


Dan seketika itu Biyao langsung melesat cepat membawa tubuh Yasmin yang hanya berselimutkan kain apa adanya, menuju ke arah Yan Lan berada.