PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Kemarahan Biyao


Yan Lan yang berada di dalam kamar merasa kesal dengan keterangan yang di berikan oleh Biyao, tak disangka sangka perubahan sikap Yan Ling kepada dirinya selama ini merupakan kerjaan orang yang tak suka akan kedekatannya dengan Yan Ling.


"Ini merupakan hal bodoh yang pernah ku alami, percuma aku mempunyai tehnik mata langit tapi tak ku gunakan untuk melihat keadaan Yan Ling yang terkena tehnik cacing kebencian," batin Yan Lan.


Yan Lan mengepalkan tinjunya menahan amarah yang mendalam, biar bagaimana pun Yan Ling adalah teman masa kecil yang selalu membelanya dari bulian para murid klan Glasier sewaktu dirinya masih berstatus sebagai murid disana, dan Yan Ling jugalah yang memberi cinta pertama yang tak bisa begitu saja di lupakan oleh Yan Lan.


"Maafkan aku Ling er, aku telah berprasangka buruk padamu," batin Yan Lan.


*****


Didalam kamar Yan Ling menatap ke setiap sudut ruangan, Yan ling merasakan sesuatu yang aneh di kamar itu hingga dia memilih untuk terjaga dan tak tidur sedikit pun.


"Tak kusangka kepekaan wanita ini sangat luar biasa, sangat pantas untuk bersanding dengan tuan mudaku," batin Biyao.


Biyao menggerakkan beberapa jarinya untuk membuat segel di dalam ruangan itu.


"Segel kurungan ruang " ucap biyao.


Biyao yang terkenal dengan tehnik segelnya, langsung mengurung ruangan itu agar seberapapun kerasnya pertarungan di dalam ruangan, tak akan kedengaran hingga keluar ruangan itu.


"Keluar kau..!! jangan terus bersembunyi pengecut!!" bentak Yan Ling.


Asap hitam seketika menebal dan membentuk tubuh seorang pemuda.


"Bagus akhirnya kau keluar juga," ucap Yan Ling.


Yan ling dengan cepat menyerang Biyao dengan menggunakan tangan kosong, Yan Ling menyerang Biyao mengunakan tehnik Naga es yang telah sangat sempurna di kuasainya, dimana tehnik itu mempunyai 5 tingkatan yang berbeda beda dalam menggunakannya.


Seluruh ruangan seketika membeku menjadi es, udara dingin menyeruak keluar membuat Biyao merasakan sesuatu yang sangat berbeda di tubuhnya.


"Aku tak menyangka wanita ini mempunyai kekuatan yang membuatku harus mengeluarkan tenaga ekstra," batin Biyao.


Pertarungan terus berlanjut, tehnik naga es yang di keluarkan oleh Yan ling berhasil membuat biyao kesulitan.


"Untung wanita ini masih di tingkat Qi saint, jika dia sudah berada di tingkat Qi alam, belum tentu aku akan dapat mengalahkannya dengan mudah," batin Biyao.


"Segel alam kehidupan," ucap biyao sambil menapakkan tangan kanannya ke lantai ruangan.


Seketika tumbuhan merambat keluar dari dalam tanah dan menyerang Yan Ling.


Yan Ling seketika mengeluarkan pedang naga es semesta yang di keluarkan dari dalam kotak penyimpanannya.


Pedang itu dengan sangat cepat menebas kesegala arah, memburu setiap datangnya tumbuhan merambat yang bergerak kearahnya.


"Bunga kegelapan," ucap biyao kembali.


Dari batang batang tumbuhan merambat yang menyerang Yan Ling, bermunculan bunga bunga kecil berwarna hitam.


Bunga bunga itu menebarkan aroma yang khas dengan keharuman yang memabukkan.


Perlahan lahan Yan Ling mulai masuk kedalam ilusi, pergerakannya pun mulai tak terkontrol lagi, tehnik yang di keluarkan oleh Biyao benar benar telah membuat Yan Ling tak berdaya.


Dengan pedang yang masih berada di dalam genggamannya, Yan Ling kembali menyerang tumbuhan merambat yang kini telah penuh dengan bunga berwarna hitam pekat.


Karena tak bisa menguasai dirinya akhirnya Yan ling pun ambruk ketanah.


Biyao menghampiri tubuh Yan Ling.


"Maafkan aku nona muda, ini semua kulakukan demi kebaikanmu," ucap biyao.


Biyao mengangkat tubuh Yan Ling keatas pembaringan.


Biyao segera meletakkan jari telunjuknya ke kening Yan Ling, dan seketika itu pula biyao menghilang.


Di suatu tempat di dalam menara tahta, Daegon yang merupakan pasukan elit di menara tahta sedang melakukan meditasi, perlahan lahan dia membuka matanya karena merasakan ada aura tingkat Qi alam yang berada di sekitar tempatnya bermeditasi.


"Siapa orang ini?, kekuatannya begitu sangat mengerikan!!, apa yang sebenarnya terjadi sehingga dia mendatangiku kemari, aku rasa selama ini aku tak pernah menyinggungnya," batin Daegon.


Daegon berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Biyao.


Belum sempat Daegon mendekati Biyao, sebuah segel telah mengurung tubuhnya hingga Daegon tak berkutik di dalamnya.


"Mengapa anda menyerangku, sementara aku tak pernah menyinggung anda!!" teriak Daegon.


"Apakah kau ingat cacing kebencian yang telah kau tanamkan ketubuh seorang wanita? perbuatanmu itu telah membuat hati tuan mudaku terluka, dan aku tak akan membiarkan manusia yang telah menyakiti kekasih tuan mudaku tetap hidup," ucap Biyao.


Merasa tertekan dengan tehnik segel yang mengurung dirinya, Daegon segera merubah bentuk tubuhnya menjadi asap hitam dan berusaha keluar dari dalam segel yang di buat oleh Biyao.


"Walaupun kau berusaha keras untuk melepaskan diri, hal itu hanya sia sia kau lakukan, karna penguna tehnik roh tak akan bisa lepas dari segel yang kubuat itu," batin Biyao.


Daegon terus berusaha mencari celah dari kelemahan segel yang mengurung nya, akan tetapi celah itu tak sedikit pun terlihat.


"Bagaimana aku dapat melepaskan diri dari sini, sementara segel ini terus mengecil seolah olah akan menelanku hidup hidup," batin Daegon.


Daegon segera kembali ke wujud aslinya, dengan menyalurkan seluruh kekuatan yang dimiliki kedalam genggaman tangan kanannya, Daegon menghantamkan tinjunya itu Kedinding segel yang mengurung dirinya.


Tak hayal lagi, ledakan keras pun terjadi yang membuat Daegon harus terhempas keras menghantam dinding segel yang berada di belakangnya dan akhirnya jatuh kelantai ruangan.


Seketika harapan Daegon untuk Keluar dari dalam segel menjadi sirna.


Tak lama berselang.


"Ackh...hh" teriakan menyayat hati keluar dari dalam mulut Daegon, seiring dengan rohnya yang telah terlepas dari tubuhnya.


Terlihat Biyao tersenyum puas dengan kematian orang yang telah menyakiti tuan mudanya. Tak lama kemudian Biyao pun menghilang.


Pagi hari Yan Ling tersadar dari tidurnya, betapa terkejutnya Yan Ling melihat pemandangan di kamar itu yang hancur berantakan, dan disudut ruangan Yan Ling mendapati seorang pemuda yang menatap tajam ke arahnya.


"Sejak kapan pemuda itu berada disini? dan mengapa ruangan ini berantakan seperti telah terjadi pertarungan yang hebat," batin Yan Ling.


Biyao melangkah ke arah Yan Ling yang telah duduk diatas pembaringannya dengan kedua tangan menyilang menutupi tubuhnya.


"Jangan takut nona muda, aku merupakan sahabat dari tuan muda Yan Lan," ucap Biyao.


Biyao pun menceritakan semua yang terjadi padanya dan juga perasaan hancur yang di alami Yan Lan dengan sikap Yan ling selama ini kepada Yan Lan.


Yan Ling menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.


"Biyao dapatkah kau membawaku menemui kak Yan Lan," ucap Yan Ling.


"Bisa nona muda, silahkan nona muda ikuti aku," jawab biyao.


Biyao segera merubah dirinya menjadi asap putih yang tersamarkan, dan berjalan disamping Yan Ling agar tak terlihat oleh para anggota sekte yang banyak berkeliaran di tempat itu.


Sementara itu kehebohan terjadi di menara tahta, yang mana salah satu dari pasukan elit pelindung menara tahta, yang mempunyai kemampuan diatas rata rata para kultivator yang berada di sana, telah meregang nyawa tanpa di ketahui siapa pembunuhnya.


Ketua Yun Juaxin mengecam pembunuh itu, dan menyuruh seluruh anggota yang berada di menara tahta untuk mencarinya, akan tetapi sang pembunuh tak juga di temukan.


Akhirnya ketua Yun Juaxin menyuruh seluruh praktisi beladiri yang berada disana, untuk meningkatkan kewaspadaan dan penjagaan yang ketat di dalam areal menara tahta, agar tak terjadi lagi pembunuhan pembunuhan berikutnya.