
Setelah mengetahui jika nama dari wanita yang mirip dengan Zhao Quin adalah An lung, Yan Lan langsung berinisiatif untuk mencari An lung, tapi terlebih dahulu dia harus menyamar sebagai salah satu anggota Alkemis di istana Giok.
Yan Lan menyelinap di dalam ruangan ganti baju para anggota alkemis di tempat itu, dengan tujuan agar dia bisa mendapatkan seragam baju Alkemis.
Yan Lan memakai beberapa atribut penyamaran yang dikeluarkannya dari cincin ruang yang dimilikinya, sehingga dia terlihat berbeda dari wajah aslinya.
Setelah mendapatkan apa yang dicarinya, Yan Lan segera mendatangi senior dari anggota Alkemis, dan memperkenalkan diri sebagai salah satu anggota baru rekrutan dari pemimpin Alkemis yang bernama An lung.
Yan Lan menggenggam tinju dan sedikit membungkukkan badan, sambil memberi hormat ke pada beberapa senior yang berada di dalam ruangan pemurnian pil, dan memperkenalkan diri sebagai Xioyan.
"Xioyan memberi hormat senior," ucap Yan Lan.
Para senior Alkemis yang ada di ruangan pemurnian pil saling berpandangan satu dengan yang lainnya, mereka yang rata rata berusia sekitar 40 tahun, terheran heran melihat seorang anak muda yang berani memasuki ruangan pemurnian pil, tanpa seijin mereka semua.
"Siapa kamu!! apa kau tak tau peraturan disini??" tanya salah seorang senior Alkemis.
"Tunggu!! aku tak pernah melihat wajahmu sebelumnya, siapa yang menyuruhmu kemari!!" bentak yang lainnya.
"Aku adalah Alkemis muda yang di rekrut langsung nona An lung dari pagoda 9, sebelumnya nona An lung menyuruhku untuk datang ke tempat ini untuk menemui para senior semua," jawab Yan Lan.
"Sejak kapan ada perekrutan langsung dan kami semua tak mengetahuinya sama sekali, apakah kau telah berbohong!!?" gertak salah satu senior Alkemis yang lainnya.
"Saya tidak berbohong!!" ucap Yan Lan tegas.
Sebelumnya para senior tak percaya jika ada rekrutan baru dari pemimpin mereka, akan tetapi dengan ketenangan yang diperlihatkan Yan Lan, membuat para senior Alkemis menjadi bimbang.
"Jika kau memang merupakan salah seorang rekrutan dari nona An lung, berarti ada sesuatu dari dirimu yang disukai oleh nona An lung, tentu yang disukainya itu adalah bagaimana caramu meracik obat dan membuat pil obat," ucap salah seorang senior dalam bidang Alkemis.
"Aku memang bisa meracik obat dan membuat pil obat dengan kualitas terbaik," jawab Yan Lan sedikit menyombongkan diri.
"Wow..!! jika memang kau dapat melakukannya maka kami semua akan percaya jika kau memang merupakan rekrutan langsung dari nona An lung," timpal salah satu senior Alkemis.
"Aku ingin kau membuat pil penyembuh luka!! apakah kau bisa menerima tantangan dari kami!?" ucap yang lainnya.
Yan Lan terdiam, bagi Yan Lan untuk membuat pil penyembuh luka itu bukanlah hal yang sulit, akan tetapi Yan lan berpikir kembali bagaimana caranya dapat mengetahui keberadaan dari An lung.
Yan Lan masih berpikir, tiba-tiba saja datang suara yang begitu meremehkannya.
"Bagaimana..!!, kau menyerah??" tanya senior Alkemis itu kembali.
Yan Lan hanya tersenyum, kemudian berjalan ke arah depan di mana terdapat tungku pemurnian pil berada.
Dengan cekatan tangan Yan Lan memilih bahan-bahan yang berada di atas meja, kemudian mulai melakukan pemurnian pil.
Api surgawi yang keluar dari tangan Yan lan di tekan sedemikian rupa, hingga tak menimbulkan panas yang tak terlalu tinggi, semua itu di lakukan oleh Yan Lan agar pemurnian pil dapat berjalan dengan baik.
Tak berselang beberapa lama, Yan Lan mulai membuka tutup tungku, maka dari dalam tungku keluar aroma pil yang begitu sangat menyengat.
Para senior Alkemis seketika terdiam, karena mereka semua mencium aroma pil penyembuh luka dari dalam tungku.
"Saudaraku sepertinya anak muda ini memang merupakan rekrutan langsung dari nona An lung, karena pil penyembuh luka yang dibuatnya begitu sangat mudah di peroleh, terbukti dari aroma khas pil yang keluar dari dalam tungku, itu sudah menunjukkan keberhasilan anak muda ini dalam membuat pil penyembuh luka," ucap salah satu senior Alkemis.
"Sepertinya kau benar saudaraku, aku merasakan seperti apa yang kau rasa, dan aku yakin jika anak muda ini telah berhasil dalam membuat pil penyembuh luka.
Perbincangan mereka semua selesai setelah melihat apa yang ada di genggam tangan Yan Lan, di mana di sebuah wadah di dalam genggaman Yan Lan terdapat 10 buah pil penyembuh luka dengan tingkat kemurnian sempurna.
"Aku baru kali ini melihat pil penyembuh luka level 7, ternyata anak muda ini memang seorang jenius dalam memurnikan pil, pantas saja dia di rekrut langsung oleh nona An lung," ucap sang senior Alkemis.
Kau betul saudaraku ini benar-benar sempurna, aku saja yang telah lama berkecimpung di dunia Alkemis, tak akan bisa membuat pil penyembuh luka yang sempurna ini, apalagi dengan waktu yang sangat singkat," ucap yang lainnya.
Akhirnya setelah melakukan pemurnian pil yang mencengangkan para senior Alkemis, membuat Yan Lan menjadi bahan pembicaraan hangat di sekitar ruang lingkup Alkemis istana Giok, para senior begitu menaruh hormat kepada Yan Lan karena kemampuannya yang luar biasa.
Melihat dirinya sekarang dapat di terima di ruang lingkup Alkemis, hal itu memberikan angin segar bagi Yan untuk mencari An lung di sekitar istana tanpa harus di curigai oleh para prajurit penjaga.
Yan Lan menyisir istana, akan tetapi keberadaan An lung tak juga di temukan.
"Di manakah dia? sepertinya ada yang tak beres," batin Yan Lan.
Yan Lan berusaha menemui beberapa perajurit istana, untuk mengetahui keberadaan An lung.
Dua orang prajurit yang berjaga di sekitar taman di dekat kediaman kaisar, menatap tajam kearah Yan Lan.
"Apa yang kau cari di sini!!?" tanya salah seorang prajurit.
Yan lan pura-pura menengok ke arah kanan dan ke kiri, dan mendekati kedua prajurit itu.
"Saudara prajurit, namaku Xioyan, aku kemari ingin memberikan pil pemulih stamina kepada kalian berdua, kebetulan stok di ruang pengobatan berlebih," ucap Yan Lan.
"Ambillah..," ucap Yan Lan kembali.
Kedua prajurit saling berpandangan, dan menatap curiga kepada Yan Lan.
"Apa yang kau inginkan dari kami berdua," tanya perajurit penjaga kembali.
"Ha..ha..ha..kau terlalu curiga saudara, santai lah, pil ini biasanya di simpan oleh ketua An lung sendiri, beberapa hari ini dia tak ada di balai pengobatan dan itu membuatku dapat bersantai dan terbebas dari perintahnya yang begitu sangat menjengkelkan, tak ada salahnya aku berbagi kepada saudara berdua karena pil ini memang untuk menjaga stamina, jika kalian tak mau biar kuberikan pada yang lain," ucap Yan Lan sambil berlalu pergi.
"Tunggu..!! kami mau pil itu!!" ucap salah seorang prajurit.
Yan Lan kembali berbalik dan memberikan pil pemulih stamina kepada ke dua orang prajurit itu.
"Saudara pil ini masih banyak di balai pengobatan, jika kalian mau, besok aku akan membawakan untuk kalian berdua, selama pemimpin kami tak ada, aku bebas untuk mengambilkannya untuk kalian berdua, kalian perlu pil apa?, aku akan membawakannya, hitung hitung berbagi rejeki pada saudara berdua," ucap Yan Lan.
Kedua prajurit tersenyum dan mulai memasang wajah bersahabat untuk Yan Lan.
"Saudara Xioyan, kami mau pil penyembuh luka", ucap salah satu prajurit.
"Aku pasti akan membawakannya untuk kalian berdua, akan tetapi jika pemimpin kami telah kembali, tentunya aku tak bisa membawa pil itu kesini," jawab Yan Lan.
Salah seorang perajurit mendekati Yan Lan dan membisikkan sesuatu.
"Nona An lung telah di tahan di penjara Intan oleh kaisar, kami berdua yang membawanya kesana," ucap salah seorang prajurit.
"Bagus!!, ini berita bagus!! akhirnya sang penindas di tahan, aku akan membawakan pil itu besok malam kesini," ucap Yan Lan.
Kalau begitu aku permisi dulu, dan ini aku masih ada dua pil lagi untuk kalian.
"Terimakasih saudara Xioyan ucap kedua prajurit bersamaan.