
Yan Lan mengendap endap diatas sebuah bangunan istana, dia terus mencari keberadaan penjara intan, tapi tak juga menemukan apa yang di carinya.
"Aku rasa penjara intan berada di bawah tanah, aku harus mencari bangunan tertinggi, agar aku dapat mengetahui keberadaan penjara intan," batin Yan Lan.
Yan Lan akhirnya menemukan bangunan tertinggi di istana itu, setibanya di atap bangunan tertinggi istana, Yan Lan segera mengeluarkan tehnik mata langit yang di milikinya, dan entah mengapa Yan Lan tak bisa menembus di mana keberadaan penjara intan.
"Aku rasa penjara intan tidak berada di kekaisaran, mata langitku telah menyelusuri tempat ini dan tak menemui apa yang ku cari. Sebentar lagi pagi tiba, kurasa sudah cukup untuk hari ini, yang penting aku sudah mengetahui jika penjara intan tak berada di ke kaisaran, aku akan menemui kedua prajurit penjaga itu kembali nanti malam," batin Yan Lan.
Yan Lan segera kembali ke balai pengobatan istana, untuk menuju ke kamarnya.
Pagi harinya Yan Lan kembali melakukan rutinitas dengan membantu balai pengobatan dalam membuat pil obat, kali ini pemimpin baru telah diangkat menggantikan An lung yang hilang, dia merupakan wanita cantik yang berasal dari keluarga ke kaisaran.
Yan Lan terkejut melihat siapa wanita yang menjadi pemimpin baru dari seluruh Alkemis di kerajaan, dia adalah putri Xing Xia Lin adik kandung kaisar Giok muda.
Karena mendengar dari beberapa Alkemis senior jika ada seorang pemuda jenius di kerajaan yang mampu meracik obat dengan sempurna, putri Xing Xia Lin langsung memanggil Yan Lan secara pribadi di ruangannya.
Di ruangan pemimpin Alkemis ke kaisaran...
"Aku dengar kau mampu meracik obat dengan sempurna, apakah kau mampu meracik obat untuk membersihkan kotoran di tubuh dan memuluskan kulit seorang wanita??" tanya putri Xing Xia Lin.
"Aku tak bisa bilang mampu, karena aku belum pernah mencobanya," ucap Yan lan sambil menggenggam tinju memberi hormat.
"Aku ingin kau membuatkannya untukku," perintah putri Xing Xia Lin.
"Aku tak layak membuatnya ketua, masih banyak para senior Alkemis yang mampu membuatnya, jika ketua menyuruhku, itu akan membuat rasa iri di dalam ruang lingkup Alkemis, yang bisa saja membuat kinerja kerja para senior yang berada disini menurun," jawab Yan Lan.
Terlihat putri Xing Xia Lin menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, "Baiklah jika kau tak mampu membuatnya, aku akan menyuruh para senior Alkemis untuk membuatkannya untukku," ucap sang putri kembali.
Selepas keluar dari ruangan pemimpin Alkemis ke kaisaran, Yan Lan heran dengan sifat putri Xing Xia Lin yang tak memaksakan kehendak, dan terlihat lebih dewasa.
Malam pun tiba sesuai dengan rencana awal, Yan Lan kembali menemu dua orang prajurit yang semalam ditemuinya.
"Saudaraku semua bagaimana kabar kalian?" tanya Yan Lan.
"Kau lihat sendiri keadaan kami, tubuh kami terasa segar dan bugar semua itu akibat kami berdua meminum pil pemulih stamina yang kau berikan," jawab salah seorang prajurit.
Kedua orang prajurit itu merasa senang dengan pil pemberian dari Yan Lan, kedua prajurit itu pun mengucapkan terima kasih.
"Saudaraku aku merasa sepi juga telah kehilangan pemimpin ku yang suka sekali memerintah itu, tapi jujur saja kecantikannya membuatku semangat untuk bekerja, Jika boleh tahu penjara Intan itu apa? apakah disana dipenuhi dengan Intan yang memiliki nilai jual yang tinggi?" tanya Yan Lan menyelidik.
"Kau benar sedara Xioyan, kecantikan pemimpin Alkemis itu memang sulit dicari tandingannya, tapi sayang dia menolak cinta sang kaisar hingga harus di jebloskan ke dalam penjara Intan, dipenjara Intan tak ada Intan yang seperti kau khayalkan saudara Xioyan, setahuku di sana semua besi terbuat dari intan yang telah tersegel dengan kekuatan para leluhur kaisar Giok terdahulu dan artefak pelindung, hingga sangat sulit bagi Kultivator dengan kemampuan yang tinggi untuk menghancurkannya, letak penjara Intan itu hanya diketahui oleh keluarga kaisar saja," jawab salah seorang perajurit.
"Berarti kalian belum pernah ke sana?" tanya Yan Lan.
"Benar saudara Xioyan, kami berdua hanya membawanya sampai ke depan portal, yang mana portal itu menuju ke tempat dimana penjara Intan berada," jawab perajurit itu kembali.
"Biarkan saja dia meringkuk di sana, oh ya saudara semua, aku harus kembali ke balai pengobatan, karena masih banyak hal yang harus kulakukan di sana lain waktu kita berjumpa kembali," ucap Yan Lan dan berlalu pergi.
Di dalam kamar Yan Lan memikirkan kembali informasi yang telah didapatkan dari kedua prajurit yang ditemuinya.
"Jika memang penjara Intan hanya keluarga ke kaisaran yang mengetahui letaknya, tak ada pilihan lain bagiku untuk menyelamatkan An lung, aku harus bisa mendekati putri Xing Xia Lin karena hanya itu salah satu cara untuk mengetahui letak penjara Intan," bisik Yan Lan.
Dengan berbagai pertimbangan akhirnya Yan Lan memutuskan untuk mendekati putri Xing Xia Lin, Yan Lan kemudian merebahkan tubuhnya di atas pembaringan dan akhirnya dia pun tertidur lelap.
Pagi-pagi sekali Yan Lan bangun lalu membersihkan dirinya dan segera menuju ke balai pengobatan istana. Di sana dia melihat
kesibukan para senior Alkemis yang berusaha membuat salah satu racikan obat.
Para senior alkemis terlihat kebingungan dan panik, karena belum dapat membuat satu racikan pun, beberapa racikan yang dibuatnya oleh mereka selalu gagal.
"Saudara Ving bagaimana cara kita untuk membuat racikan obat seperti yang ketua Xing Xia Lin minta, semua cara telah kita lakukan tapi semua cara itu selalu menemukan kegagalan, andai nona An lung ada disini, kita tak akan mungkin kebingungan seperti ini," ucap salah seorang senior alkemis.
"Kau benar saudara Feng, apa yang diminta oleh ketua Xing Xia Lin racikannya tak ada di buku besar racikan obat di ke kaisaran, kalau sudah begitu kita harus meraciknya sendiri dan ternyata itu sangat sulit, biar bagaimanapun kita harus tetap berusaha untuk meracik obat pembersih kotoran dan pemulus kulit seorang wanita, jika tidak Ketua akan kecewa pada kita dan semua itu tak boleh terjadi," ucap Ving.
Mereka berdua akhirnya membuat kembali racikan baru dan kesibukan pun terjadi kembali.
Yan Lan yang bukanlah seorang senior Alkemis, hanya membantu membawakan beberapa tumbuhan roh, dan semua kebutuhan yang diperlukan oleh para senior dalam pembuatan racikan obat, Yan Lan tetap melakukan apa yang diperintahkan oleh para seniornya walaupun yang mereka lakukan itu salah.