
Tak sampai di situ, Kaisar langit kembali berkata.
"Dewi Zhao Quin majulah kehadapan ku," ucapnya.
Mendengar perintah Kaisar langit, Dewi Zhao Quin melangkahkan kakinya menuju ke hadapan Kaisar langit.
"Aku telah mendengar jika Dewi Zhao Quin telah berhasil menyembuhkan para raja binatang buas, yang menguasai hutan para binatang buas, untuk itu aku menganugerahkannya sebagai perwira tinggi istana langit sebagai Dewi penyembuh 9 kelopak teratai," ucap Kaisar langit.
"Terimakasih yang mulia atas kepercayaan yang kau berikan padaku yang mulia" ucap Dewi Zhao Quin dengan membungkukkan badan memberi hormat.
Setelah itu, kaisar langit kembali berkata. "Bagi putri Limudza, untuk hari ini dan seterusnya aku akan menganugrahkan mu sebagai seorang Dewi, dan juga sebagai perwira tinggi istana langit, tugasmu adalah sebagai penghubung antara istana langit dengan hutan binatang buas, semua ini untuk dapat membuat ke 5 Raja binatang buas menjadi sekutu istana langit, dan mulai detik ini kau akan menjadi Dewi ular 7 warna," ucapnya.
"Terimakasih yang mulia, aku akan mengemban tugas itu dengan sebaik baiknya," ucap Dewi Limudza sambil menggenggam tinju memberi hormat.
Dan untuk putri Bilqis, aku pun akan menganugerahkan mu sebagai Dewi perang karena kau mempunyai tubuh bunga teratai, yang merupakan simbol dari leluhurmu para Dewa dan Dewi sebelumnya.
"Trimakasih atas gelar Dewi yang di berikan kepada hamba," ucap Dewi Bilqis sambil menggenggam tinju memberi hormat.
Dan yang terakhir aku akan memberikan putri Qian Qin anugrah sebagai peri bulan, yang sama kedudukannya dengan para Dewi di nirwana, yang juga akan menjadi perwira tinggi langit dalam mendampingi jendral Yan Lan di setiap tugasnya," ucap kaisar langit.
"Trimakasih yang mulia," ucap Dewi Qian Qin sambil memberi hormat.
Setelah pertemuan yang membahas tentang rencana iblis yang akan menyerang nirwana satu tahun dari sekarang telah selesai, Yan Lan dan ke empat wanitanya berangkat menuju ke paviliun danau giok.
Betapa terkejutnya Yan Lan saat melihat paviliun giok yang begitu megah dan mewah, berdiri kokoh diatas danau yang sangat jernih airnya, dasar danau begitu sangat terlihat jelas dari atas bangunan paviliun yang lantai bangunannya terbentuk dari kristal yang tembus pandang.
Ke empat Dewi begitu sangat senang akan tempat tinggal baru mereka. Melihat ke empat wanitanya begitu ceria membuat Yan Lan pun merasa senang, tapi semua itu berubah saat Yan Lan mengingat kembali ratu Yan Ling dan putri Xing Xia Lin yang berada di dunia, Yan Lan begitu bersalah karena telah meninggalkan mereka semua dalam waktu yang cukup lama.
"Aku pasti akan menemui kalian kembali," batin Yan Lan.
Lamunan Yan Lan seketika buyar saat Kaisar langit bersama Dewa suci dan Dewa agung datang ke paviliun danau giok.
Melihat mereka datang, Yan Lan dan ke empat teman wanitanya segera menggenggam tinju memberi hormat.
"Ada apa gerangan yang membuat kaisar langit, Dewa agung dan Dewa suci datang kemari," ucap Yan Lan.
"Jendral, paviliun danau giok merupakan tempat suci, yang hanya bisa ditempati bagi pasangan yang sudah menikah, kau tau maksudku bukan?" ucap Dewa suci.
Yan Lan terdiam sesaat, dia tau betul diantara keempat wanita yang ada bersamanya, hanya Dewi Qian Qin lah yang telah di nikahi dengan di saksikan orang tuanya, sementara yang lainya belum.
"Kami datang ke sini ingin menikahkan kau secara resmi, yang akan di saksikan oleh orang tua dari para Dewi ini," ucap Dewa agung.
"Maksud anda Dewa agung?" tanya Yan Lan.
Kaisar langit segera membuka portal, maka dari dalam portal muncul ratu Lily orang tua dari Dewi Limudza.
Teriakan histeris seketika keluar dari dalam mulut Dewi Limudza melihat ibunda tercintanya, kini berada di hadapannya.
"Ibu..!! aku sangat merindukanmu," ucap putri Limudza dengan air mata bercucuran.
"Ibu maafkan aku karena telah pergi meninggalkanmu waktu itu," ucap Dewi Limudza.
"Aku sudah memaafkanmu putriku, yang penting sekarang aku telah melihatmu menjadi seorang Dewi dan keadaan mu pun baik baik saja," ucap ratu Lily.
"Aku telah tau semua dari Dewa suci, dia telah menceritakan semua tentang mu, Yan Lan dan semua wanita yang dekat dengannya. Putriku apakah kau sanggup hidup dengan pemuda yang mempunyai 3 istri?" tanya ratu lily.
"Ibu, aku sangat bahagia bersama kak Yan Lan dan ketiga saudara baruku yang notabene adalah istri kak Yan Lan, mereka sangat baik dan menganggapku sebagai adik kecil mereka yang harus di sayangi," jawab putri Limudza.
"Jika memang keputusanmu untuk menikah dengan Yan Lan, maka aku akan merestuinya," ucap ratu Lily.
Tak lama kemudian, Dewi Limudza menghamburkan dirinya kepelukan sang ibu.
*****
Tak ada bedanya dengan Dewi Limudza, dari dalam portal yang terbuka keluar raja Zheng long, ratu Shima dan putra mereka Zheng Bil Ang.
Rasa haru seketika berbaur menjadi satu ketika keluarga besar dari kerajaan cahaya nirwana datang ke paviliun danau giok, sesaat mereka semua saling melepas rindu, setelah puas mengobati rasa kangen kepada Dewi Bilqis, raja Zheng long datang menghampiri Yan Lan.
"Yan er atau jendral perang langit, hari ini aku menyerahkan putriku padamu, kedepannya kau lah yang bertanggung jawab padanya, ku titipkan dia, jaga dan sayangilah dia seperti aku menyayangi nya," ucap raja Zheng long sambil menepuk nepuk pundak Yan Lan.
"Jangan khwatir Ayah, kepercayaanmu padaku tak akan ku sia sia kan, aku akan menjaga putri anda," jawab Yan Lan.
"Yan er, aku ingin kau tak pembeda bedakan semua istrimu," ucap raja Zheng long kembali.
"Baik ayah," ucap Yan Lan sambil menggenggam tinju memberi hormat.
Tak lama kemudian angin kencang tiba tiba saja berhembus, tampak serang wanita cantik berjalan diatas permukaan air danau, menuju ke arah paviliun danau giok.
"Ibu..!!" teriak Dewi Zhao Quin yang melihat wanita cantik telah berada di paviliun danau giok.
Dewi Zhao Quin langsung menyongsong kehadiran ibunya dan memeluknya.
Dewi Hong Tien Xie menyambut pelukan hangat putrinya itu. "Bagaimana keadaanmu Quin er? tanya sang Dewi.
"Keadaanku baik dan sehat ibu," jawabnya.
"Aku akan bertemu dengan calon suamimu," ucap Dewi Hong Tien Xie.
"Ibu, aku tak ingin ibu merusak suasana di tempat ini," ucap Dewi Zhao Quin yang mengetahui secara pasti sifat dan karakter sang ibu.
Tak ada jawaban dari Dewi Hong Tien Xie, dia terus berjalan menuju kearah Yan Lan yang tengah bersama raja Zheng long.
Dewa agung yang melihat hal itu, langsung melangkah ke arah Dewi Hong Tien Xie, akan tetapi Dewa suci langsung menahannya.
"Biarkan saja Dewa agung, Dewi Hong Tien Xie tak akan mungkin akan merusak hari kebahagiaan putrinya.
Mendengar hal itu, Dewa agung pun menghentikan langkahnya. "Baik Dewa suci," ucapnya.