PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Kisah


Seluruh tetua maupun anggota serta murid sekte pasir es, segera memberi hormat dengan menggenggam tinju dan membungkukkan badan kepada lelaki tua yang melayang di udara.


Sejenak suasana hening dengan kehadiran lelaki tua itu, hanya Yan Lan yang bersikap cuek dengan keadaan yang ada.


Tetua Yun Leng yang masih berdiri di atas udara menatap tajam ke arah Yan Lan, dia masih mengingat jelas siapa pemuda yang tengah membuat kerusuhan di dalam sektenya.


"Yan Lan kau kah itu...!!" tanya tetua Yun Leng.


"Ternyata kau masih mengingatku tetua...!!" jawab Yan Lan.


Tetua Yun Leng tau betul dengan kekuatan besar yang dimiliki oleh anak muda yang ada di hadapannya, sehingga dia haus berpikir dua kali untuk membuat masalah dengan Yan Lan, apa lagi tetua Yun Leng melihat jika tetua perisai pelindung sekte telah takluk di tangan Yan Lan menambah ke khwatiran nya jika sektenya harus berhadapan dengan Yan Lan.


Wakil ketua sekte perlahan turun dan menghampiri Yan Lan, tak ada pancaran amarah yang terlihat di matanya, hanya ada kehangatan yang terlihat.


"Akhirnya kau datang kemari Yan Lan, ini sebuah kehormatan bagiku..!!, ayo kita rayakan kedatanganmu ke sekteku," ucap wakil ketua sekte pasir es.


"Tentu tetua Yun Leng, aku kesini memang ingin minum anggur bersamamu," ucap Yan Lan.


Tak lama kemudian kedua orang itu pun tertawa terbahak bahak, yang membuat rasa heran dari seluruh anggota, murid dan bahkan para petinggi sekte yang berada di tempat.


"Kalian semua bawa tetua perisai pelindung sekte ke balai pengobatan, aku akan menyambut tamu kita," ucap tetua Yun Leng.


Sebelum Yan Lan pergi bersama tetua Yun Leng, terlebih dahulu Yan Lan melangkah kearah Lien Hua. Melihat Yan Lan datang mendekatinya, Lien Hua menjadi salah tingkah di buatnya.


"Mengapa tiba tiba jantungku berdetak sangat keras seperti ini, ada apa denganku?" batin Lien Hua.


Yan Lan akhirnya tiba di hadapan Lien Hua. "Karena kau yang telah membawa ku ke pengadilan sekte, hingga terjadi bentrok dan 3 orang tetua terluka, maka aku ingin kaulah yang bertanggung jawab dengan mengobatinya hingga sembuh, berikan pil ini kepada mereka," ucap Yan Lan sambil memberikan 3 buah pil yang berada di dalam genggaman tangannya.


Lien Hua tak bisa berkata apa-apa, lidahnya pun terasa kelu, dan pada akhirnya dia pun menerima pil pemberian dari Yan Lan.


Setelah memberikan pil obat kepada Lien Hua, Yan Lan membalikkan badannya dan melangkah menuju ke arah tetua Yun Leng berada.


"Bagaimana ketua, apakah kita dapat segera meminum anggur terbaik dari sekte ini?" tanya Yan Lan.


"Tentu saja, ayo ikuti aku kita pergi ketempat dimana anggur terbaik sete pasir es berada," jawab tetua Yun Leng.


Setelah kepergian tetua Yun Leng dan Yan lan, untuk minum anggur di ke kediaman ketua Yun Leng, kehebohan pun terjadi di tempat itu.


Semua murid dan anggota sekte saling berbisik-bisik melihat apa yang telah terjadi, di mana tetua Yun Leng sendiri begitu sangat menghormati pemuda yang telah melukai ke tiga tetua perisai pelindung sekte, melihat hal itu seluruh penghuni sekte pasir es tak bisa berbuat apa-apa, karena Yan Lan kini dalam perlindungan ketua Yun Leng.


Kepala Alkemis sekte mendatangi Lien Hua yang masih terpaku memandangi 3 buah pil yang berada di dalam genggamannya, pil itu merupakan pil yang sangat sempurna dalam pandangannya, selain warnanya yang cerah, pil itu juga mempunyai serat yang sangat halus jika di lihat lebih teliti.


"Lien er coba aku lihat pil apa yang ada di dalam genggaman tanganmu," tanya kepala Alkemis sekte.


Sontak sang kepala Alkemis tersentak kaget, melihat 3 buah pil yang ada di dalam genggaman tangan Lien Hua, yang merupakan pil esensi energi level 10.


"Bagaimana bisa anak muda itu dengan mudahnya memberikan pil esensi energi level 10 yang sangat langka ini, untuk di berikan kepada ketiga tetua perisai pelindung sekte yang sudah menyerangnya?" batin kepala Alkemis sekte.


"Aku harus segera menemuinya, siapa tau dia dapat memberikanku petunjuk guna membuat pil pemulih setamina, yang selama ini hanya bisa kubuat sampai tingkat level 7 saja," batin kepala Alkemis kembali.


*****


Didalam sebuah ruangan di kediaman wakil ketua sekte pasir es, Yan Lan dan tetua Yun Leng sedang bercanda dan membicarakan hal penting, di mana Yan Lan diminta untuk menjadi salah satu murid perwakilan dari sekte pasir es, dalam kompetisi alkemis paling bergengsi yang akan di adakan di sekte pasir es.


Begitu bergengsinya turnamen itu, karena diikuti oleh empat kerajaan besar yang ada di benua semesta biru, dan juga sekte sekte besar yang ada di dalam kerajaan masing masing.


Melihat kemampuan Yan Lan di bidang seni beladiri, tetua Yun leng menginginkan Yan Lan untuk ikut dalam kompetisi mencari harta karun berharga, yang berada di perbatasan antara kerajaan buluh surgawi dan kerajaan terbesar dan no 1 di benua semesta biru, yaitu kerajaan Cahaya nirwana setelah turnamen Alkemis berakhir.


Di mana konon terdengar kabar jika di sana terdapat harta karun Bunga nirwana berada. Semua harta karun berharga itu jatuh dari nirwana karena pertempuran yang terjadi antara para dewa dan dan para iblis, yang membuat nirwana mengalami kerusakan besar.


"Aku tak bisa ikut dalam kompetisi itu tetua, karena aku mempunyai misi yang harus kucari dibenua semesta biru ini," ucap Yan Lan dan kembali meneguk anggurnya.


Jika boleh aku tahu apakah yang engkau cari Yan Lan? jika kau menceritakannya padaku sebisanya aku akan membantumu," ucap tetua Yun Leng.


Terlihat Yan Lan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan, tak ada cara lain bagi Yan Lan untuk mencari keterangan tentang tumbuhan kristal penumbuh roh jika dia tidak menceritakan mengenai tumbuhan itu, kepada ketua Yun Leng yang merupakan tokoh kuat di benua semesta biru.


"Aku mencari tumbuhan kristal penumbuh roh," ucap Yan Lan singkat.


Terlihat tetua Yun Leng menggeleng-gelengkan kepalanya, mendengar jika anak muda yang bersamanya ini mencari sesuatu yang tak mungkin dicari.


"Aku tak mungkin dapat membantumu Yan Lan, karena benda yang kau cari itu hanya sebuah cerita lalu yang diceritakan orang-orang terdahulu di benua semesta biru, dan konon katanya benda itu hanya berupa mitos, yang tak tahu kebenarannya, tapi aku akan menceritakan sedikit yang aku ketahui dari benda yang kau cari itu, dari cerita cerita para leluhurmu terdahulu," ucap tetua Yun Leng.


Ketua Yun Leng mulai bercerita.


Kerajaan cahaya nirwana sendiri dahulu kala berdiri dengan adanya campur tangan dari para dewa dan Dewi dari nirwana.


Dewa dan Dewi yang tengah jatuh cinta, memilih benua semesta biru untuk menjadi tempat memadu kasih bagi mereka berdua, dengan kekuatan yang dimiliknya dan bantuan dari para dewa lain yang merupakan para sahabat, maka Dewa dan Dewi itu membuat istana megah di benua semesta biru dan diberi nama istana cahaya nirwana.


Tapi sayang kedua Dewa dan Dewi itu tak mendapatkan restu dari kedua orangtua mereka, dan memilih untuk melepas status Dewa dan Dewi yang dimilikinya agar tetap dapat bersama, namun Dewa suci tak menginginkan hal itu terjadi dan memberi kesempatan bagi mereka berdua untuk tetap tinggal di benua semesta biru.


Akhirnya Dewa dan Dewi itu, dikaruniai seorang putra yang sangat tampan, semua itu tanpa diketahui oleh kedua orang tua dari dewa dan Dewi tersebut. Putra mereka berdua tumbuh menjadi remaja yang mempunyai kekuatan Dewa.


Di istana cahaya nirwana, kedua Dewa dan Dewi itu hidup bahagia hingga datang Dewa agung yang meminta mereka berdua untuk kembali ke nirwana.