
Tak berapa lama berselang, teriakan beberapa pemuda yang berada di tempat itu menggema, yang membuat suasana di dalam acara tersebut menjadi kacau.
Tubuh Fang Lang terhempas kebelakang dan tewas seketika oleh pisau terbangnya sendiri.
Semua orang yang berada di tempat itu langsung mengerumuni jasad Fang Lang, termasuk ayahnya yang merupakan bangsawan besar seperti halnya bangsawan Erlang Huo di dalam kerajaan cahaya nirwana.
Melihat putranya mati di tangan Yan Lan, membuat bangsawan Fang naik pitam, dia langsung menuju ke arah raja Zheng long berada.
Yang mulia, Yan Lan telah membunuh putraku Fang Lang, dan aku ingin yang mulia berlaku adil dengan mengadilinya walaupun dia merupakan calon suami putri anda.
Yan Lan seperti tak terganggu dengan pengaduan bangsawan Fang, dia hanya menatap kearah putri Bilqis yang tak percaya dengan adanya kejadian yang akan membuat masalah baru, bagi hubungannya dengan Yan Lan.
"Tangkap Yan Lan!!" teriak jendral Hyun Joong tiba tiba. Jendral Hyun Joong merupakan jenderal tertinggi yang di miliki kerjaan cahaya nirwana.
Mendengar teriakan sang jendral, seluruh prajurit kerajaan langsung mengapung Yan Lan.
Jendral Hyun Joong sendiri telah lama menantikan saat di mana Yan Lan akan kembali terlibat masalah dengan istana cahaya nirwana, kekalahannya waktu beradu kekuatan dengan Yan Lan membuatnya sangat terpukul, karena hal itu telah mencoreng wibawanya sebagai seorang jendral yang belum pernah terkalahkan.
Tiba tiba raja Zheng long berteriak lantang..
"Hentikan...!!
Raja Zheng long mendatangi Yan lan yang masih berdiri tegak di tempatnya.
"Lan er, apakah kau yang telah membunuh putra bangsawan Fang?" tanya raja Cheng long.
Sesaat Yan Lan kembali memandang putri Bilqis dan berkata "Ia..!!" jawab Yan Lan singkat.
"Benarkan..!! dia telah membunuh putraku..!!, dan selayaknya dia di hukum mati!!" teriak bangsawan Fang.
Raja Zheng long segera mengangkat tangan kanannya ke atas, agar bangsawan Fang tetap diam dan tak bersuara lagi.
"Mengapa kau lakukan itu Lan er?" tanya raja Zheng long.
"Aku tak ada niat untuk membunuhnya, akan tetapi dia secara sembunyi-sembunyi telah menyerangku dari belakang dengan menggunakan pisau terbang nya, sehingga aku dengan reflek membalikan serangannya," ucap Yan Lan.
"Dia bohong yang mulia, Yan Lan yang datang ketempat kami dan langsung membunuh Fang Lang, katanya kami semua salah karena telah mengagumi putri Bilqis yang merupakan wanita miliknya, dan selayaknya kami mati jika tak mengindahkan peringatan nya," ucap salah seorang pemuda yang merupakan putra dari Jendral Hyun Joong.
Perkataan Joong Lee seketika membuat orang-orang yang ada di dalam ruangan itu percaya, jika masalah yang terjadi benar-benar karena kearoganan Yan Lan.
"Jendral coba kau lihat pisau terbang yang digunakan untuk membunuh Fang Lang," perintah raja Zheng long.
"Baik yang mulia!!" ucap jenderal Hyun Joong sambil menangkupkan kedua tangannya memberi hormat.
Jendral Hyun Joong langsung pergi mengarah ke tempat di mana tubuh Fang Lang berada, dan segera duduk untuk memeriksanya.
"Setahuku pisau terbang ini merupakan pisau terbang milik Fang Lang sendiri, berarti memang Fang Lang yang telah menyerang Yan Lan duluan," batin jendral Hyun Joong.
Jendral Hyun Joong bangkit berdiri dan mengangkat tangan yang memegang pisau terbang ke atas.
"Apakah kalian tau pemilik pisau terbang ini?" tanya jendral Hyun Joong.
Coba kalian bandingkan pisau terbang yang berada di tangan jendral Hyun Joong, dengan beberapa pisau terbang yang di tangan ku, apakah sama bentuknya?" tanya bangsawan Fang.
"Seluruh orang yang menghadiri acara tersebut berkata secara bersamaan, "Tidak sama!!".
Berarti memang Yan Lan yang telah membunuh putraku!! yang mulia harus berlaku adil dengan hal ini, aku minta Yan Lan dihukum mati karena telah melenyapkan nyawa putraku," teriak bangsawan Fang dengan amarah yang membara.
Jendral Hyun Joong yang melihat amarah bangsawan Fang Lang, tersenyum dan bersuka cita di dalam hati.
"Tak sia sia aku mengganti pisau terbang itu, kali ini kau tak akan bisa lari dari kesalahanmu Yan Lan, raja Zheng long pasti akan pergi dari sini dan menyerahkan masalah ini padaku, hingga aku akan dengan mudah untuk meringkus mu," batin jendral Hyun Joong.
Benar saja apa yang ada dalam fikiran jendral Hyun Joong, raja Zheng long seketika itu pergi dari tempat acara dengan rasa kesal, dan menyerahkan masalah yang terjadi pada Hyun Joong.
Putri Bilqis menghampiri Yan Lan dan bertanya apakah Yan Lan yang telah membunuh Fang Lang.
"Mengapa kau harus membunuhnya kak Yan lan?" tanya putri Bilqis.
"Kau percaya padaku bukan?, jika kau percaya padaku maka jangan kau tanyakan lagi masalah ini," jawab Yan Lan yang membuat putri bilqis tak dapat berkata apa apa lagi.
Sementara itu para prajurit kembali mengepung Yan Lan atas perintah jendral Hyun Joong.
Cencen, Qing ruo serta Qilin yang sedari tadi diam, kini tak bisa membendung amarahnya yang membuatnya langsung menyerang seluruh perajurit yang ada.
"Kau kira kami akan takut dengan kebesaran dan kehebatan prajurit cahaya nirwana, aku Qilin tak akan membiarkan tuan mudaku kalian sudut kan lagi," teriak Qilin.
Seketika sayap hitam yang ada di punggungnya mekar, yang membuat gelombang kejut yang sangat kuat langsung menghantam seluruh ruangan itu.
Para prajurit tewas seketika, sementara semua orang yang kultivasinya di bawah Qi sanit terhempas kebelakang dan terluka dalam.
Sementara itu Qilin terus memandangi seluruh orang yang berada di dalam ruang perjamuan dengan tatapan mata yang tak bersahabat, yang membuat sebagian orang yang ada di dalam ruangan itu perlahan pergi menjauh.
Cencen tak tinggal diam pedang pemecah angin segera di keluarkannya, dan Qing ruo sendiri mengeluarkan belati bulan sabit yang kini telah berputar putar di samping bahu kanannya.
"Yan Lan ...!! apakah kau ingin menghancurkan kerajaanku?" teriak seorang laki-laki yang tak lain adalah raja Zheng long yang kembali ketempat itu.
"Aku akan menghancurkan apapun yang mencoba mengusikku, karena mereka semua telah memfitnah ku dalam hal ini.
Aku akan pergi dari kerjaan ini asalkan seluruh prajurit yang ada tak mengusikku dan teman temanku, jika kami sudah tak dapat menahan diri lagi, maka jangan salahkan kami jika istana ini akan kami ratakan, walau pun ada kau yang ikut dalam pertempuran kali ini," ucap Yan Lan.
Yan Lan segera melangkah untuk keluar dari tempat itu, akan tetapi langkah kakinya segera terhenti karena putri Bilqis tengah menghadang jalannya untuk keluar dari dalam ruangan itu. "Kau mau kemana kak Yan Lan?" tanya putri Bilqis dengan wajah yang diliputi rasa kesedihan.
"Aku akan kembali ke benua permata hijau," jawab Yan Lan singkat.
"Aku akan ikut bersamamu kak Yan Lan, karena aku begitu sangat mencintaimu," ucap putri bilqis.
Raja Zheng long tak bisa menolak keinginan putrinya, dan menahan Yan Lan pergi walaupun bangsawan Fang terus memintanya untuk menangkap dan menghukum mati Yan Lan.
Banyak pertimbangan yang ada dalam fikiran raja Zheng long, mengingat saat pertarungan nya dengan Yan Lan, pemuda itu sanggup untuk menandinginya dan menghancurkan sebagian istana tanpa bisa di cegahnya.
Untuk menjaga agar tak jatuh banyak korban jiwa, raja Zheng long memilih untuk diam kali ini.