
Sekarang kekuatan Yan Lan sudah melebihi batasnya, dia dapat terbang tanpa bantuan Jatayu, saat ini Yan Lan kembali ke istananya yang berada di kota Phoenix.
Setelah sampai di istana Phoenix, ketua Yan Lou yang kini menjabat sebagai penasihat istana, datang menghampiri Yan Lan.
"Yang mulia, Armada tempur istana Giok baik darat dan udara secara besar-besaran telah berada di perbatasan seluruh gerbang, mereka siap untuk menyerang istana Phoenix kita," ucap penasehat Yan Lou.
"Kita tak usah terlalu kuatir paman, Armada tempur kita lebih kuat dari istana Giok, jika memang mereka ingin masuk dan menyerang istana Phoenix, maka terpaksa kita harus meluluhlantakkan ke kaisaran Giok," jawab Yan Lan.
"Paman Yan Lou, Biyao, segera persiapkan seluruh jenderal phoenix di semua gerbang untuk mempersiapkan seluruh armada tempurnya, dalam menghadapi segala kemungkinan berperang melawan Armada tempur ke kaisaran Giok," perintah Yan Lan.
"Baik yang mulia," ucap mereka serempak.
Mendengar titah dari Yan Lan, seluruh Jenderal di semua gerbang Phoenix telah mempersiapkan diri mereka, untuk menghadapi serangan dari Armada tempur ke kaisaran Giok.
Kembali penasehat Yan Lou menghadap Yan Lan. "Yang mulia, seluruh gerbang telah mempersiapkan seluruh armadanya, dan sekarang ini tengah menunggu perintah dari yang mulia," ucap penasehat Yan Lou.
"Bagus..!! kita tunggu mereka duluan yang menyerang kita, setelah itu giliran kita yang akan menggempur mereka," ucap Yan Lan sambil berdiri dari kursi singgasana nya.
Tak lama kemudian salah seorang perwira tinggi dari istana Phoenix datang menghadap.
"Yang mulia kaisar Giok Xing Ceng liong, kaisar Giok muda Xing Ying serta kaisar Giok terdahulu ingin bertemu dengan yang mulia," ucap perwira itu.
"Suruh mereka masuk!!" ucap Yan Lan.
Ketiga kaisar Giok langsung menggenggam tinju memberi hormat kepada Yan Lan.
"Hormat kami yang mulia" ucap kaisar Giok terdahulu.
"Lan er..!! aku telah memberikan istana ini beserta seluruh penduduknya, yang bertujuan untuk membantu istana giok jika suatu waktu diperlukan, tapi apa yang telah kau lakukan? kau telah membuat kekacauan di istana Giok dengan melepaskan kan seorang buronan istana Giok dari penjara Intan, dan kau juga telah mencoreng aib di muka keluarga ke kaisaran dengan menodai putri satu satunya dari kaisar Xing Ceng long," ucap kaisar Giok terdahulu.
"Lan er, apakah kau ingin terjadinya perang antara kekaisaran Giok dan kekaisaran Phoenix yang telah kau pimpin sekarang!??" tanya kaisar Giok terdahulu kembali.
"Paman aku melepaskan An lung dari penjara intan, karena cucumu kaisar muda Giok, ingin berlaku tidak senonoh kepadanya, sementara An lung sendiri merupakan istriku yang telah lama menghilang, dan aku ingatkan kepadamu paman jika aku tidak pernah melakukan hal yang tidak terpuji pada Xing Xia Lin seperti yang kau tuduhkan," jawab Yan Lan tegas.
"Kau jangan menuduh sembarangan Yan Lan, putraku Xing Ying tak pernah melakukan hal yang seperti kau tuduhkan!!, sedari kecil dia sudah diajarkan bagaimana cara menghargai seorang wanita," hardik kaisar Giok Xing Ceng long.
"Benar ayah..!!, dia sengaja menuduh ku untuk mengalihkan apa yang telah menjadi kesalahannya di mata kakek," ucap kaisar Giok muda sambil mengarahkan pandangannya ke arah kaisar Giok terdahulu.
Mendengar perkataan kedua kaisar giok itu, Yan Lan mulai kesal dan sedikit menahan amarahnya.
"Ha..ha..ha...!! Apakah kalian bertiga sengaja datang kemari untuk mencari permusuhan denganku? jika itu mau kalian aku Yan Lan tak akan pernah takut dengan kalian!!" ucap Yan Lan dengan meninggikan nada bicaranya.
Lebih baik kalian bertiga pergi dari sini dan urus negara kalian sendiri, jika kalian menginginkan peperangan, maka kalian akan mendapatkannya!!" ucap Yan Lan.
"Lan er..., peperangan akan membawa banyak korban dan bencana, karena kau tidak takut pada kami bertiga, maka aku ingin kau bertarung denganku untuk menyelesaikan masalah ini, jika kau menang maka tuntutan ku mengenai wanita yang kau bawa pergi dari penjara Intan dan masalah cucuku Xing Xia Lin yang kau nodai cukup sampai disini, tapi jika kau kalah maka kau harus menyerahkan istana Phoenix ini kepadaku kembali," ucap kaisar Giok terdahulu.
Yan Lan menatap tajam kearah kaisar Giok terdahulu, dan mengatakan bahwa dia menyanggupi jika sang kaisar Giok terdahulu menginginkan suatu pertarungan.
"Aku akan memenuhi ke inginanmu untuk bertarung denganku," jawab Yan Lan.
"Aku akan melihat kau terluka parah Yan Lan, dan istana serta kota phoenix akan segera menjadi milikku," batin kaisar Giok muda sambil tersenyum penuh kemenangan.
Akhirnya mereka semua menuju ketempat di mana arena pertarungan istana Phoenix berada.