
Pertempuran antara kedua kultivator dengan tingkat kultivasi yang berbeda jauh, membuat Yan Ling merasa sangat khwatir pada Yan Lan.
"Aku tak ingin dengan pertempuran kali ini aku harus kehilangan dirimu untuk kedua kalinya kakak Yan Lan, dan aku meyakini dirimu adalah kakak Yan Lan yang selama ini kucari," batin Yan Ling.
Di arena pertempuran
Walaupun perbedaan tingkat kultivasi antara langit dan bumi, Yan Lan berhasil mengimbangi setiap serangan yang di lancarkan oleh Dong Kun, yang membuat pertempuran itu semakin sengit.
"Mana kemampuanmu dulu Yan Lan? apa kau sudah lupa dengan semua tehnik yang ada padamu hingga kau hanya bisa menggunakan tehnik sampah seperti ini?" teriak Dong Kun. memprovokasi Yan Lan.
"Aku tak akan mudah kau provokasi Dong Kun, tapi aku heran mengapa kekuatan Dong Kun menjadi sekuat ini?" batin Yan Lan.
Untuk ranah tingkatan yang di miliki anak seusia Yan Lan, Dong Kun lah yang terkuat setelah Zhao Quin, di mana Dong Kun yang semuda itu telah mencapai kultivasi Qi langit bintang 1.
Dong Kun sendiri mempercepat tingkat kultivasinya dengan asupan sumberdaya yang sangat berlimpah yang berupa pil eleksir, yang mana ayahnya mendapatkan pil itu dengan membelinya dari pagoda 9.
5 peti harta berharga yang di dapat Dong Wung sewaktu di dalam hutan lelembut, hanya dua peti harta berharga yang di berikannya ke klan Zhao, 1 peti untuk ketua Won Chai dan 2 peti untuk dirinya sendiri.
Kedua peti harta berharga yang ada pada ketua Dong wung di pakainya untuk membeli sumberdaya demi meningkatkan kultivasi Dong Kun serta dirinya sendiri, yang membuat tingkat kultivasi Dong Kun menjadi meningkat dengan pesatnya.
Pisau angin yang di lepaskan oleh Dong Kun terus mengejar Yan Lan bertubi tubi, membuat Yan Lan harus mengerahkan hampir 75 persen kekuatan Qi ditubuhnya untuk menghindari setiap serangan pisau angin itu.
Rimbun pepohonan dan semak belukar yang ada di sekitar tempat itu kini terpapas rata oleh pisau angin yang di lepaskan oleh Dong Kun.
Yan Lan mengeluarkan golok belati terbangnya dan langsung menyerang balik kearah Dong Kun, golok belati yang merupakan artefak kuno, langsung mematahkan serangan pisau angin yang di lancarkan oleh Dong Kun.
"Kurang ajar!! walau pun ranah kultivasinya jauh di bawahku akan tetapi kekuatan dan tehnik serangannya sama seperti dulu," batin Dong Kun.
Dengan dendam yang membara Dong Kun langsung bergabung dengan binatang rohnya yaitu panda angin.
Seketika angin kencang menyelimuti area tempat itu, dimana angin itu seperti pisau yang sangat tajam memporak porandakan pepohonan di sekitar area tempat itu.
Yan Ling yang merasakan angin kencang yang menerpa tubuhnya segera meningkatkan sisa sisa kekuatannya agar tak terhempas dan teriris oleh kibasan angin kencang yang berada di sekitarnya.
Yan Lan yang mengetahui tingkat kekuatan Dong Kun yang lebih kuat dari kekuatan sebelumnya, segera mengeluarkan api surgawi dari kedua telapak tangannya.
" Meriam angin," teriak panda angin sambil mengeluarkan bola angin dari dalam mulutnya.
Bola angin yang di dalamnya mengeluarkan petir petir kecil dengan kekuatan di ranah Qi langit bintang 1 di dalamnya, langsung melesat cepat ke arah di mana Yan Lan berada.
Di lain tempat Yan Lan yang melihat bola angin dengan kekuatan dasyat mengarah ke arahnya, segera menyatukan api surgawi di kedua telapak tangannya.
"Api suci surgawi," teriak Yan Lan menyambut datangnya serangan bola angin yang di lancarkan oleh Dong Kun.
Ledakan dua elemen yang berbeda menimbulkan gemuruh keras di angkasa.
Yan Lan melayang jauh kebelakang kemudian terhempas hingga bergulingan ditanah, kepalanya pusing dan matanya berkunang kunang. Dari sela sela bibir Yan Lan mengeluarkan darah segar.
Yan Lan segera menelan sebuah pil pemberian gurunya yang di bawanya dari lembah roh tunggal di mana hutan mistik berada, langsung melakukan kultivasi penyerapan pil guna memulihkan diri.
Lain halnya dengan Dong Kun, kekuatan dorong yang sangat kuat membuatnya harus terhempas jauh meninggalkan area pertarungan hingga menabrak pohon besar di belakangnya.
Dong Kun merasakan dadanya sesak dan sulit untuk bernapas. Api putih yang menyelimuti tubuhnya membuat lautan energi di dalam dantiannya terserap habis.
"Apa yang terjadi dengan tubuhku, aku tak bisa menyalurkan energi Qi yang ada dalam Dantian keseluruh tubuh ku," batin Dong Kun.
Tanpa pikir panjang, Dong Kun segera memecahkan batu permata yang ada padanya dan menghilang dari dalam bukit roh.
Yan Ling yang merasa khwatir pada Yan Lan dengan segera menghampirinya.
Yan Ling melihat energi yang sangat kuat tengah menyelimuti tubuh Yan Lan.
"Aku akan menunggumu hingga kau terbangun dari kultivasimu kakak Yan Lan," batin Yan Ling.
Di luar pintu portal bukit roh, seorang anak muda terkapar di tanah.
"Ayah tolong aku..!!" pekik Dong Kun.
Dong Wung yang mengetahui putranya yang tergeletak di depan pintu portal, segera melesat kearahnya.
"Apa yang telah terjadi denganmu Kun er?" pekik Dong Wung.
Tak ada sahutan dari Dong Kun karena dirinya sudah tak sadarkan diri.
"Cepat bawa pemuda ini ke menara falan!!" perintah ketua Feng Yin.
Segera para murid membawa tubuh Dong Kun ke menara falan yang di ikuti oleh ketua Dong Wung di belakangnya.
*****
Di bawah bukit roh Yan Lan perlahan membuka matanya, dia melihat Yan Ling yang tak berkedip menatapnya.
"Hai...mengapa kau menatapku seperti itu?" tanya Yan Lan.
"Kau jahat kakak Yan Lan, kau tega tak mengabari keadaan mu padaku, hingga seluruh klan Glasier menganggapmu mati," ucap Yan Ling sambil terisak.
Yan Lan tak bisa berkata apa apa, dia hanya diam membisu.
"Aku tak bisa menyembunyikan lagi identitas ku pada Yan Ling," batin Yan Lan.
"Maafkan aku Ling er, keadaanlah yang membuatku harus melakukan hal itu," jawab Yan Lan
Tanpa di duga duga oleh Yan Lan, Yan Ling langsung memeluk dan menumpahkan tangisnya di bahu Yan Lan.
"Sudahlah Ling er jangan bersedih lagi, biarkan mereka semua menganggapku mati, mungkin itu adalah jalan yang terbaik bagiku," ucap Yan Lan.
Yan Ling terus mendekap erat pemuda yang ada di hadapannya untuk sekedar melepas rasa rindu yang telah lama hilang.
"Ling er kau telah dewasa dan sudah menjadi gadis yang sangat cantik, apa kau tak malu memelukku dengan pakaian yang hampir memperlihatkan bentuk tubuhmu padaku?" goda Yan Lan.
Yan Ling segera tersadar, dengan segera dia melepaskan pelukannya dari Yan Lan dan memeluk tubuhnya sendiri dengan wajah tertunduk malu.
"Ha..ha..ha.., gadis yang dulu ceria sekarang bisa tersipu malu seperti ini? apa kau menyukaiku Ling er?" goda Yan Lan kembali.
Yan Ling yang kesal dengan godaan Yan Lan segera mencecar cubitan beruntun ketubuh Yan Lan hingga Yan Lan meringis kesakitan.
Yan Ling tak peduli lagi dengan kondisi pakaiannya yang memperlihatkan bagian sensitif di tubuhnya, karna di matanya Yan Lan adalah orang yang sangat berarti dan sangat di cintainya.
"Cukup Ling er aku menyerah," ucap Yan Lan sambil melepaskan jubahnya untuk menutupi tubuh Yan Ling.