
Yasmin tak dapat berkata apa apa lagi, dia tau betul betapa kerasnya watak pikiran dari kakak pertamanya itu.
Yasmin menatap kearah pemuda yang bersamanya, dia adalah Wildar ,selain teman masa kecilnya, Wildar juga merupakan kekasihnya.
Di keluarga Liu, ayah Wildar merupakan penasehat keluarga yang mengurusi berbagai macam masalah yang terjadi di dalam keluarga Liu, dan juga sebagai tempat bertanya serta mencari solusi bagi keluarga besar Liu.
"Berapakah yang harus kubayar untuk baju itu?" tanya Yan Lan.
"10. 000 batu roh, dan itu tidak boleh di tawar lagi," ucap Lai Liu.
"Ini terlalu mahal untuk baju seperti itu, tapi apa boleh buat, aku ikuti kemauan mereka," batin Yan lan.
"Di dalam kotak ini terdapat 10. 000 batu roh, ambillah dan permasalahan kita selesai," ucap Yan Lan.
Lai Liu mengambil kotak yang di lemparkan oleh Yan Lan, dan berkata.
"Tunggu pak tua, yang kau bayar ini baru baju yang dipakai oleh adik saya, saya minta kau juga harus membayar rasa kesal yang ada pada kami karena mengejar mu sampai kesini sejumlah 10.000 batu roh," ucap Lai Liu.
"Apa!?? tadi perjanjian kita tidak seperti itu!!, ini pemerasan namanya dan tentunya sangat merugikan ku," jawab Yan Lan.
"Jika kau tidak mau membayarnya, maka dengan sangat menyesal kami akan membawamu ke keluarga besar kami untuk di adili," ucap Lai Liu.
"Kurang ajar!! mereka bertiga sengaja untuk memerasku, jika kuberikan, pasti akan ada permintaan lain lagi yang akan mereka minta, lebih baik aku meladeni mereka untuk bertarung," batin Yan Lan.
Belum sempat Yan Lan mengatakan sesuatu pada 3 orang dari keluarga Liu itu, tiba tiba saja mereka bertiga telah pergi meninggalkan tempat itu.
Yan Lan benar benar tak habis pikir di buatnya.
"Mengapa mereka buru buru pergi dari sini?" batin Yan Lan.
Tiba tiba saja Yan Lan mendengar lengkingan suara 2 ekor elang yang saling sahut sahutan di angkasa.
"Mengapa ada elang berkeliaran di saat hari mulai gelap, ini sangat aneh, tunggu dulu!! jangan jangan keluarga Liu itu takut dengan keberadaan orang yang memelihara elang ini," batin Yan Lan.
Tak lama kemudian Yan Lan merasa ada pergerakan yang sangat cepat menuju ke arahnya, dengan cepat Yan Lan segera bersembunyi di balik semak semak dan menyembunyikan aura energinya, ini dia lakukan karena Yan Lan tau jika orang yang melesat ke arahnya tingkat kekuatannya sangatlah tinggi.
"Kakak Reng Kwok orang orang dari keluarga Liu tadi berada di sini, tak mungkin elang emas yang sudah sedari kecil ku pelihara membohongiku," ucap Reng Gold.
"Nggak usah kau pikirkan lagi adik, nanti kita urus mereka yang penting sekarang kita harus mendapatkan apa yang di inginkan ayah dari dalam lelang kali ini, bagai manapun juga barang itu harus kita yang dapatkan apa pun yang kan terjadi!!" ucap Reng Kwok.
"Baik..!!" ucap ke 4 orang yang ikut dalam tim itu.
Reng Kwok beserta 4 saudaranya melesat menuju ke arah Guild cahaya berada.
"Siapa lagi orang orang itu, tubuh mereka sangat besar dan kekar sama seperti orang orang dari keluarga besar neder," batin Yan Lan.
Dengan cepat Yan Lan melesat menyusul ke 5 orang yang bagi pandangan Yan Lan perawakan mereka seperti dari keluarga neder.
*****
Yan Lan memasuki kamarnya di saat malam telah semakin larut.
"Untuk sementara ini lebih baik aku merebahkan diri untuk beristirahat, badanku sudah sangat lelah sekali," bisik Yan Lan.
Tak lama kemudian napas Yan Lan pun mulai teratur, karena tertidur pulas.
Di atap penginapan ada 2 orang laki laki memakai cadar hitam sedang mengintai sebuah kamar.
"Adik Wildar aku melihat dia tadi masuk ke kamar itu," ucap seorang laki laki yang tak lain adalah Lai Liu.
Setelah sampai kekamar Yan Lan, mereka Lang meniupkan asap kedalam kamar Yan Lan.
Asap yang merupakan ramuan obat penidur tingkat tinggi itu langsung menyebar cepat kedalam ruangan yang membuat Yan Lan semakin tak berdaya.
Setelah asap hilang kedua pemuda itu lalu mengendap endap masuk kedalam kamar dan mendapati Yan Lan sedang tertidur pulas.
"Ha..ha..ha..!"
Kita kaya adik, cincin ruangnya sangat berharga dan merupakan harta Karun tingkat tinggi, jika di jual di pelelangan, kita akan mendapatkan banyak batu roh yang ku taksir sekitar 5 juta batu roh, belum lagi benda berharga dan batu roh yang di milikinya pasti sangat banyak," ucap Lai Liu bersemangat.
"Kalau begitu silahkan kakak mengambil semua barang yang di miliki lelaki tua itu," ucap Wildar.
Lai Liu berjalan menuju ke arah Yan Lan yang tertidur pulas, dengan sekali gerakan Lai Liu berhasil memegang cincin yang berada di jemari tangan Yan Lan.
Akan tetapi hal aneh tiba tiba saja terjadi, tubuh Lai Liu terhempas kebelakang karena merasakan ada 1 kekuatan yang sangat kuat yang mendorong tubuhnya hingga harus terjungkal kebelakang.
Melihat Lai Liu terhempas dengan tiba tiba, membuat Wildar segera memasang kewaspadaan tingkat tinggi dan mengedarkan pandangannya keseluruh sudut ruangan, untuk mencari tau siapa yang baru saja menyerang Lai Liu.
"Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa Lai Liu bisa terpental seperti itu, sepertinya orang tua ini bukanlah orang sembarangan," batin Wildar.
Lai Liu yang merasa geram akibat kekuatan kejut yang menimpa dirinya, dengan segera melemparkan 3 buah pisau terbang ke arah Yan Lan.
"Mati kau!!" teriak Lai Liu.
Pisau terbang yang di lepaskan oleh Lai Liu meluncur deras kearah di mana tubuh Yan Lan berada, belum sempat ke 3 pisau terbang itu mengenai tubuh Yan Lan, keanehan pun terjadi kembali yang mana ke 3 buah pisau terbang itu memutar balik dan melesat cepat ke arah Lai Liu.
Zleep....!! Zleep...!! zleep...!!
Lai Liu yang mendapatkan serangan mendadak yang sangat cepat dan tiba tiba, membuatnya harus bergulingan di tanah untuk menghindari serangan pisau terbang miliknya yang kini balik menyerangnya.
Usaha Lai Liu untuk menghindari ke 3 pisau terbang miliknya itu tak berjalan mulus, karena satu buah pisau terbang berhasil menembus bahu kirinya.
"Ackh...!!" teriak Lai Liu.
Wildar yang melihat Lai Liu terkena pisau terbang segera menyongsong nya.
"Kak Lai Liu!! bagaimana keadaanmu?" tanya wildar.
"Aku terluka adik," jawab Lai Liu.
"Kita harus meninggalkan tempat ini kakak, sepertinya pria tua itu mempunyai kekuatan yang tidak bisa kita anggap remeh," ucap Wildar.
Lai Liu hanya menganggukkan kepala karena menahan rasa sakit di bahu kirinya.
"Adik kita harus membalaskan penghinaan ini di suatu hari kelak, aku ingin lelaki tua itu mati di tanganku," ucap Lai Liu.
"Tentu saja kakak!! sekarang lebih baik kita mengobati lukamu dulu karena pendarahannya semakin deras keluar," jawab Wildar.
Wildar segera memapah tubuh Lai Liu keluar dari kamar Yan Lan.
Di dalam kamar Yan Lan duduk di pembaringannya.
"Makasih Biyao karena kau telah melindungimu saat aku tertidur tadi," ucap Yan Lan.
"Jangan sungkan tuan muda, ini memang tanggung jawabku," jawab Biyao.
Yan Lan tersenyum penuh arti mendengar jawaban dari Biyao sahabatnya.