PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
sedih


Di dalam kamar peraduannya yang megah, tampak Ratu Shima tengah menatap keluar jendela, tak disangka olehnya waktu berjalan dengan sangat cepat dan tak terasa putrinya sekarang telah berumah tangga dan memiliki seorang suami dari golongan bangsawan.


"Semoga malam ini adalah malam kedekatan mu dengan Erlang Mo putriku, waktu akan merubah mu dan lambat laun dengan kebersamaan kalian terus-menerus, akan menumbuhkan benih-benih cinta dari hati kalian berdua, dan kuharap hari itu akan datang yang akan menghadirkan buah cinta kasih kalian berdua," batin Ratu Shima.


Terlihat Ratu Shima menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan. "Maafkan aku yang mulia, kau tak ikut hadir dalam acara pernikahan putri kita, tentunya kau pasti akan merasa senang dan bangga karena putri kita menikah dengan orang yang tepat, aku tak bisa menunggumu karena aku tak tahu kapan kau selesai dalam berkultivasi, dan takutnya putri kita akan kembali kepelukan Yan Lan, lelaki sampah yang dia cintainya, hal itu yang membuatku merasa was was dan untuk mengantisipasi semua itu, aku segera menikahkannya dengan Erlang Mo," batin ratu Shima.


Sementara itu di dalam acara pesta, para tamu undangan dan teman-teman dari Erlang Mo, mulai berpamitan satu persatu untuk meninggalkan tempat berlangsungnya pesta pernikahan antara putri Bilqis dan Erlang Mo.


Malam itu adalah malam pertama pasangan suami istri putri Bilqis dan Erlang Mo. Setelah puas bercanda dengan teman temannya, Erlang Mo akhirnya menuju kedalam kamar penggantinya.


Erlang Mo membuka pintu kamarnya, dan terlihat putri Bilqis sedang duduk menunggunya di tepi pembaringan, tatapan buas penuh nafsu langsung tertuju pada sosok putri Bilqis.


Erlang Mo menutup pintu kamarnya, dan meminum segelas anggur yang berada di atas meja di dalam ruangan kamar pengantin itu, kemudian duduk di dekat sang putri dan mendekapnya erat.


"Aku sangat mencintai mu sayang..." ucap Erlang Mo sambil terus mencium aroma wangi semerbak yang keluar dari tubuh putri Bilqis.


Erlang Mo menyingkap penutup kepala dan muka sang putri, maka terlihat wajah kaku dan pucat yang kini berada di hadapannya.


"Istriku apa yang telah terjadi padamu!!" teriak Erlang Mo.


Erlang Mo memeriksa denyut nadi sang putri, membuatnya sangat terkejut karena tak terdengar olehnya tanda tanda kehidupan di nadi sang putri, Erlang Mo pun mundur beberapa langkah kebelakang dan meratapi kisah cintanya yang harus berakhir di malam pertama.


"Semua ini pasti karena Yan Lan, entah apa yang sudah kau berikan pada sang putri hingga dia bisa melakukan semua ini," ucap Erlang Mo dengan tubuh yang mengeluarkan aura gelap yang menindas, tangannya menggenggam dan amarahnya memuncak dengan dendam yang membara pada sosok Yan Lan.


"Tunggulah saat itu dimana aku akan menghabisimu!!" ucap Erlang Mo penuh amarah.


Kabar meninggalnya putri Bilqis sehabis menikah dengan Erlang Mo, membuat seluruh istana dan masyarakat kota bintang berkabung, termasuk ibunya yaitu ratu Shima. Dia tak menyangka jika sang putri bertindak nekat seperti itu, dengan bunuh diri meminum racun di malam pertamanya.


Pangeran Zheng Bil Ang yang mendengar perkataan ibunya segera berteriak lantang, anak berusia 7 tahun itu telah habis kesabaran melihat perlakuan ibunya kepada kakak yang kini terbujur kaku di dalam peti kaca.


"Ibu yang menyebabkan ini semua....!!, ibu tak menginginkan kak Bilqis bahagia dengan pasangannya, dan mementingkan orang licik dan culas seperti paman Mo yang menjadi pasangan hidupnya, jika ibu yang menjadi kak Bilqis apakah ibu sanggup untuk tetap hidup dengan orang yang tak dicintai?, semua ini ibulah yang bertanggung jawab dan untuk hari ini serta seterusnya aku akan selalu membenci ibu, kecuali ibu mengembalikan kak Bilqis padaku!!" teriak pangeran yang begitu sangat terpukul dengan kematian kakak tercintanya.


Mendengar perkataan putra tersayangnya, membuat sang ratu semakin terpuruk, dan menangis sejadi jadinya di dekat mayat putri Bilqis.


Pangeran Zheng Bil Ang Menganti baju mewahnya, dan menggantinya dengan baju yang biasa dipakai oleh penduduk kota Bintang, dia bertekad untuk mencari Yan Lan di dalam kota bintang seorang diri, guna memberikan amanah terakhirnya kakaknya yang berupa sepucuk surat untuk Yan Lan.


Sementara itu, Yan Lan yang sedang melakukan kultivasi pemulihan diri tersadar, matanya perlahan lahan terbuka dan dia merasakan seluruh tubuhnya terasa segar seperti sediakala.


Menyaksikan hal itu, Cencen dan Qing ruo memberikan selamat.


"Selamat tuan muda, anda telah pulih kembali," ucap Cencen.


"Aku telah mempersiapkan anggur dan rusa panggang, untuk menyambut kesembuhan tuan muda," sambung Qing ruo.


"Terimakasih," ucap Yan Lan.


Malam itu mereka bertiga habiskan untuk minum anggur dan makan daging rusa panggang.


"Apa langkah tuan muda selanjutnya?" tanya Cencen.


"Aku akan membumi hanguskan kerajaan cahaya nirwana, termasuk para pembesar yang picik dan licik seperti halnya ratu Shima dan keluarga bangsawan Erlang Huo, mereka tak pantas untuk menjadi pemimpin dari kerajaan besar cahaya nirwana," ucap Yan Lan.