
Mendengar keinginan Lan Yan untuk mendapatkan mustika kristal pelangi, membuat Ling Ling terdiam karena barang yang di inginkan oleh pemuda yang ada di hadapannya itu, merupakan barang lelang utama dan paling di cari oleh para kultivator yang ada di puncak Awan langit.
"Tuan Lan Yan untuk mustika kristal pelangi itu saat ini tak bisa kuberikan padamu karena barang itu merupakan barang utama dalam lelang kali ini, harga barang itu pun sangatlah tinggi, dan aku tak bisa memberikan barang itu kepada anda, kecuali anda memenangkannya dalam acara lelang besok, karena semua orang yang berada dalam lelang sangat menginginkan barang itu, jika aku tak menampilkannya karena memberi barang itu kepada anda, hal itu bisa menjatuhkan reputasi guild cahaya di mata para peminat mustika itu," ucap Ling Ling.
Yan Lan menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.
"Aku tak menyangka jika barang mustika pelangi itu begitu sangat di inginkan oleh para kultivator di puncak Awan langit ini," batin Yan Lan.
"Menejer Ling aku tak ingin kalah dalam memperebutkan mustika kristal pelangi itu, aku minta kau melelangkan pil pemulih stamina tingkat 10 ini, untuk menambah dana bagi pembelian mustika itu," ucap Yan Lan.
Ling Ling kembali terperangah melihat sebuah pil yang ada dalam wadah yang berada dalam genggaman Yan Lan, dia tak menyangka jika pemuda yang ada di hadapannya itu mempunyai dua buah pil dengan tingkat kemurnian level 10.
"Menejer Ling apakah 2 buah pil yang sekarang ada padamu itu hasilnya dapat membeli mustika kristal pelangi yang akan di lelang besok?" tanya Yan Lan kembali.
Tuan muda jangan khwatir, dua pil ini hasil penjualannya sudah lebih dari cukup untuk membeli mustika kristal pelangi yang akan di lelang besok," jawab Ling Ling.
"Kalau begitu kau aturlah harga pil itu, biar aku dapat membeli mustika kristal pelangi yang akan di lelang besok," ucap Yan Lan kembali.
"Baik tuan Lan Yan," jawab Ling Ling.
Ke esokan paginya para ketua dari 4 keluarga besar dan putra putri mereka, dan juga ketua sekte naga diatas awan bersama beberapa anggota sekte, serta 5 orang dari Tebing angin telah duduk di podium utama, sementara beberapa saudagar besar, para pedagang dan Yan Lan sendiri duduk bersama sama di bawah podium utama.
Tak lama kemudian Menejer Ling muncul ke tengah tengah tempat acara lelang.
"Terimakasih untuk waktu anda semua karena berkenan hadir dalam mengikuti acara lelang hari ini," ucap Menejer Ling memberikan kata pembuka.
"Kali ini lelang utamanya adalah mustika kristal pelangi dan 2 buah pil yaitu pil esensi roh dan pil pemulih stamina dengan kemurnian level 10, jadi persiapkan diri anda untuk mendapatkan 3 buah harta Karun yang menjadi lelang utama hari ini," ucap Ling Ling.
Semua peserta lelang yang ada di dalam tempat berlangsungnya lelang saling berpandangan, mereka tak menyangka masih ada pil dengan kemurnian level 10 yang akan di lelang.
"Pembukaan lelang akan dibuka dengan harta Karun dari reruntuhan yang terdapat di dalam hutan Awan langit yang tersembunyi, yaitu sebuah tombak mata biru dengan tingkat kekuatan level 3," ucap Ling Ling.
Para anggota guild cahaya membawa satu buah kotak, setelah di buka maka cahaya biru segera keluar dari mata tombak yang berada dalam kotak tersebut.
"Harga kami buka dengan 200 ribu batu roh," ucap Ling Ling.
Keseruan pun terjadi dengan saling menaikkan harga bagi para peminat suatu barang yang di lelang, akan tetapi hal itu tidaklah membuat Yan Lan tertarik untuk membeli salah satu barang lelang tersebut, hingga sampai akhirnya keluarga Liu ingin membeli satu barang yaitu Mutiara naga, yang membuat Yan Lan menjadi bersemangat untuk ikut membelinya.
Mutiara naga sendiri berguna bagi para kultivator dalam melakukan penerobosan ke tingkat selanjutnya, harga maksimal mutiara naga berkisar 500.000 batu roh.
"Harga kami buka dengan 500.000 batu roh, silahkan berikan penawaran terbaik anda," ucap Ling Ling.
"550.000 batu roh," teriak salah seorang saudagar kaya.
"700.000 batu roh" teriak Lai Liu dari keluarga besar Liu.
"Kakak Lai Liu penawaranmu itu terlalu mahal untuk sebuah mutiara naga," ucap Wildar yang mengetahui harga pasaran mutiara naga.
Sudah lah adik, aku memerlukan mutiara naga itu dan aku tak mau untuk bersusah susah payah mencarinya, aku rasa 700.000 batu roh sudah pantas untuk mendapatkannya," jawab Lai Liu.
"Siapa lagi yang akan menawar, 700.000 batu roh," ucap Ling Ling, namun tak ada lagi yang berani menawar mutiara naga itu.
Terlihat Lai Liu tersenyum penuh kemenangan dengan tawarannya terhadap mutiara naga yang tidak ada penantangnya.
Tiba tiba saja Yan Lan mengangkat tangannya, "1 juta batu roh," ucapnya.
Mendengar ada orang tua yang menaikkan harga tinggi, apa lagi orang itu sangat dikenal oleh Lai Liu dengan baik dan juga sangat di harapkan kematiannya, membuat Lai Liu menjadi geram.
"Kau..!!, berani sekali kau membuat masalah dengan ku," batin Lai Liu menahan amarah.
"1.300.000 batu roh," teriak Lai Liu.
"Lai...!!,apa yang kau lakukan, kau terlalu sangat bodoh dengan menawar harga setinggi itu!!" ucap Ging Liu sang ayah.
"Aku tak akan kalah dengan dia ayah!!" jawab Lai Liu.
Ging Liu merasa geram dengan tingkah putranya yang begitu bodoh, yang menaikkan harga setinggi itu bagi sebuah mutiara naga.
"Siapa lagi yang akan menawar, tuan muda dari keluarga Liu menaikkan harga 1.300.000 batu roh," ucap Ling Ling.
"1.500.000 batu roh," ucap Yan Lan dengan santainya.
"Kurang ajar!! dia benar benar ingin mempermainkan ku, aku akan membuatmu terperdaya kali ini pak tua, setelah aku menaikkan harga, dan kau pun menaikkan harga lebih tinggi lagi, maka aku akan memberikan mutiara naga itu padamu," batin Lai Liu dengan senyum kelicikan di bibirnya.
"1.700.000 batu roh!!" teriak Lai Liu sambil berdiri dari tempat duduknya.
Orang orang yang ada di dalam ruangan pelelangan itu saling berbisik bisik, mereka tak percaya jika mutiara naga harganya bisa melambung setinggi itu, dan mereka semua meyakini jika keluarga Liu adalah keluarga kaya karena bisa menghambur hamburkan batu roh hingga jutaan banyaknya, demi untuk mendapatkan mutiara naga yang bagi kalangan kultivator tak begitu terlalu berguna.
"Aku tak menyangka jika tuan muda dari keluarga Liu, begitu sangat berminat dengan mutiara naga itu yang bagiku tak terlalu begitu berharga, kecuali yang di perebutkan itu merupakan mustika permata naga, aku pun tak akan menolak untuk bersaing mendapatkannya," ucap salah seorang saudagar kaya.
"Kau benar saudaraku sepertinya tuan muda dari keluarga Liu itu tak mengerti tentang sebuah barang berharga," timpal saudagar yang lainnya.
Yan Lan mendengar dengan seksama apa yang menjadi percakapan para saudagar itu.
"Siapa lagi yang akan menaikan harga?" tanya Ling Ling pada semua orang yang berada dalam ruangan lelang.
Hingga beberapa waktu lamanya, tak ada seorangpun yang menaikkan harga termasuk Yan Lan.
Hal ini membuat kegelisahan di hati Lai Liu, apa lagi dia mendapatkan tekanan dari sang ayah yang menganggap dirinya bodoh.
"Tuan Lan Yan, apakah anda ingin menaikkan harga?" tanya Ling Ling.
Terlihat Lai Liu berharap harap cemas dengan pertanyaan Ling Ling kepada pak tua itu, dia berkeinginan jika Lan Yan menaikkan harga yang lebih tinggi darinya.
"Aku rasa tuan muda Liu begitu menginginkan mutiara naga itu, jadi aku tak ikut penawaran lagi," jawab Yan Lan.
Ling Ling tersenyum kepada Lan Yan, dia tau jika pemuda itu tengah mempermainkan pemuda dari keluarga besar Liu itu, entah apa yang menjadi permasalahan diantara mereka berdua Ling Ling pun tak mau mencari tau.
"1.700.000 tiga kali untuk tuan muda keluarga Liu.
Lai Liu terduduk lemas di tempat duduknya, dia tak menyangka dirinya kalah telak dari pak tua yang bernama Lan Yan itu.