PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Menuju kepenjara intan


Yan Lan segera membaringkan tubuh putri Xing Xia Lin di lantai Goa, dan mengeluarkan artefak kalung yang ada di lehernya, kemudian menempelkan artefak kalung itu di pusar sang putri.


Artefak kalung yang ada di pusar sang putri langsung bereaksi, dengan menyedot habis racun yang bersarang di tubuh putri Xing Xia Lin.


"Syukurlah racun ini bisa tersedot habis, jika tidak dia pasti tidak akan tertolong lagi, aku akan membawanya kembali ke balai pengobatan istana, tapi apa yang harus kulakukan setelah dia tersadar nanti??, jangan-jangan dia akan melakukan kebodohan yang sama seperti yang dilakukannya saat ini!?, kalau begitu aku akan menulis sebuah surat yang intinya aku akan kembali memikirkan bagai mana cara untuk menikahinya," batin Yan Lan.


Yan Lan segera membawa sang putri ke balai pengobatan istana, sesampainya di balai pengobatan istana, telah banyak anggota Alkemis yang telah menyambut mereka berdua.


Yan Lan menyerahkan putri Xing Xia Lin kepada salah seorang Alkemis senior, dan juga menyerahkan sepucuk surat kepada senior itu, untuk di serahkan kepada putri Xing Xia Lin setelah dia tersadar nanti.


Setelah itu, Yan Lan pun meninggalkan tempat itu. Dengan bermodalkan peta pemberian putri Xing Xia Lin, Yan Lan segera menuju ke penjara intan.


Di tempat lain, senior Alkemis yang merupakan saudara kandung dari senior Feng shu, setelah kepergian Yan Lan, langsung membaca isi surat yang di buat Yan Lan. Dengan senyum yang mengembang di bibirnya, Diapun melangkah pergi.


Senior Alkemis yang bernama Yung Shu, terus berjalan hingga sampai ke kediaman sang kaisar muda Giok.


"Berhenti..!! ada urusan apa anda ke sini?" tanya dua orang penjaga.


"Ada hal penting yang ingin ku bicarakan pada yang mulia kaisar," ucap senior Yung Shu singkat.


"Tunggulah, aku akan menemui kaisar terlebih dahulu," ucap salah seorang prajurit.


Tak lama berselang prajurit itu pun datang kembali menemui senior Yung Shu.


"Silahkan, anda telah ditunggu oleh kaisar," ucap prajurit itu.


Dihadapan sang kaisar, senior Yung Shu langsung mengatakan apa yang telah terjadi pada putri Xing Xia Lin, dan menyerahkan surat yang diberikan oleh Yan Lan.


Sang kaisar Giok merasa geram dengan apa yan telah dilakukan Yan Lan kepada adiknya, dengan tangan yang bergetar karena menahan amarah, kaisar Giok pun membaca surat itu.


"Lin er, setelah semua yang terjadi padamu, aku berharap kedepannya aku bisa bersama denganmu, akan tetapi untuk saat ini aku belum bisa melakukan hal itu, karena masih banyak hal penting yang harus segera kulakukan, bersabarlah..., aku pasti akan datang menemui mu....!".


Yan Lan.


Setelah membaca surat itu, sang kaisar langsung meremas surat yang dibacanya hingga hancur menjadi debu. Terlihat wajah kaisar Giok murka karena Yan Lan telah mencoreng aib di wajah keluarga kekaisaran Giok.


Melihat hal itu, senior Yung Shu tertawa di dalam hati. "Ini saatnya pembalasanku Yan Lan, karena dengan keberadaan mu di balai pengobatan istana, kau telah menyebabkan kakak ku Feng shu terbuang dan tak bisa kembali lagi ke dalam balai pengobatan istana, aku yakin setelah kejadian ini kau akan dihukum mati oleh sang kaisar," batin Yung Shu.


Setelah melihat keadaan adiknya yang saat ini mengenakan baju pria, hal itu menambah keyakinan sang kaisar Giok jika Yan lan telah melakukan hal buruk pada adiknya tersebut.


Tanpa pikir panjang sang kaisar Giok memanggil 2 orang Jenderalnya, agar menemaninya menuju ke istana Phoenix untuk menuntut pertanggung jawaban Yan Lan yang telah menodai adiknya tersebut.


Di tempat lain, Yan Lan berhasil menemukan sebuah portal yang dijaga oleh beberapa kultivator kuat yang dimiliki oleh istana Giok.


Yan Lan yang telah mencerna situasi yang ada, langsung melakukan perlawanan dengan menghindar dan memberikan serangan balik yang tak kalah mematikannya kepada kelima Kultivator yang menyerangnya.


Pertarungan lima lawan satu pun terjadi, Tak sedikitpun Yan Lan terlihat kewalahan menghadapi mereka semua, malah sebaliknya, ke lima kultivator tersebut malah kewalahan menghadapi serangan serangan cepat yang dilakukan oleh Yan Lan.


"Sepertinya pemuda ini bukanlah orang sembarangan, kekuatannya telah melebihi kita semua, kalian berempat hadapi dia!!, aku akan melaporkan hal ini kepada kaisar Giok," ucap sala satu kultivator tersebut dan langsung melesat pergi.


Belum sempat salah seorang kultivator pergi menjauh dari tempat itu, sebuah jarum emas langsung melesat dengan cepat ke arah sang kultivator dan mengenainya.


Teknik jari matahari yang dilancarkan oleh Yan lan, berhasil melumpuhkan kultivator yang meninggalkan tempat itu. Melihat teman sejawatnya telah dilumpuhkan oleh pemuda yang tengah bertarung dengan mereka berempat, membuat ke empat kultivator merasa geram dan kembali menyerang Yan Lan dengan tusukan dan tebasan yang sangat mematikan.


"Mochi keluarlah...!!" teriak Yan Lan.


Tiba-tiba seekor rubah berekor 9 keluar dari dalam alam batin Yan Lan, dan langsung menyerang ke arah ke empat kultivator yang menyerang Yan Lan.


Yan Lan sengaja memanggil Mochi keluar dari alam batinnya, agar mempermudah baginya untuk menghancurkan portal yang dijaga oleh empat kultivator tersebut, tanpa terganggu oleh keempat kultivator yang menyerangnya.


Melihat tak ada lagi gangguan dari 4 kultivator yang kini berhadapan dengan moci, Yan Lan segera mengeluarkan pedang pembunuh iblis dan menebaskan pedang itu ke arah portal yang ada dihadapannya.


Seketika itu portal hancur berkeping-keping terkena tebasan pedang Yan Lan. Melihat portal telah terbuka, Yan Lan segera menerobos masuk ke dalam portal.


Di dalam portal, Yan Lan melihat begitu banyak penjara yang dipenuhi oleh tawanan istana, Yan Lan tak memperdulikan mereka semua pikirannya saat ini hanya tertuju kepada letak keberadaan Zhao Quin yang tengah terkurung di dalam penjara tersebut.


Tatapan Yan lan tertuju pada penjara yang berada di sudut ruangan, tampak jelas olehnya wajah wanita yang selama ini dirindukannya tengah berada di dalam penjara itu.


Wajah Zhao Quin terlihat kusut dan lelah, mungkin karena berhari-hari dia tak mandi dan tidak mendapatkan makanan yang cukup di dalam penjara itu.


"Quin er, bagaimana keadaanmu?" tanya Yan Lan dari luar penjara.


Zhao Quin sangat terkejut mendengar suara pemuda yang tak asing di telinganya. "Kak Yan Lan..!" batin Zhao Quin.


Zhao Quin hanya terdiam melihat pemuda yang selalu dirindukannya itu yang kini berada di hadapannya, mulutnya pun terasa kelu untuk berucap sepatah kata.


Yan Lan segera mencerna keadaan yang ada, dan dia memaklumi jika wanita yang ada dihadapannya nya itu, belum dapat menerimanya sebagai Yan Lan.


"Nona An lung, cepat menjauh dari depan pintu penjara, aku akan segera menghancurkannya dan membebaskan mu, sebelum orang-orang dari ke kaisaran datang ke tempat ini," ucap Yan Lan kembali.


Bersambung....


Bantu vote nya besok ya sobat, agar reting novel ini bisa naik, terimakasih.