
Setelah Yan Lan dan ketua Yan Lou pulang dari istana Giok, mereka di sambut suka cita oleh para penghuni klan Glasier, dan pernikahan Yan Lan dan Yan Ling yang sebelum ini telah di bicarakan, akan terlaksana 5 hari kedepan.
Terpancar wajah bahagia Yan Ling yang mengetahui jika dalam 5 hari kedepan, dia akan menjadi nyonya Yan Lan.
Di istana Giok putri Xing Xia Lin yang mengetahui jika Yan Lan akan menikah, membuatnya tak terima jika pemuda itu menikahi Yan Ling dan bukan dirinya.
"Biar bagai mana pun Yan Lan harus bertanggung jawab atas apa yang telah Yan Lan lihat pada tubuhnya," ucap putri Xing Xia Lin.
Tanpa sepengetahuan orang orang istana Giok, putri Xing Xia Lin dengan mengendarai seekor burung elang putih raksasa, dia pergi menuju ke klan Glasier berada.
Di depan pintu gerbang klan, putri Xing Xia Lin di hadang oleh beberapa orang penjaga, mereka melarang wanita muda itu untuk masuk kedalam klan, karena Yan Ling tak mempunyai lencana klan Glasier.
"Berhenti nona, ada urusan apa anda datang ke klan Glasier," ucap salah satu penjaga yang merupakan pimpinan penjaga gerbang.
"Aku ingin bertemu dengan Yan Lan, ada hal penting yang harus ku bicarakan padanya," jawab putri Xing Xia Lin.
"Kami tak mengijinkan anda masuk, karena tuan muda Yan Lan sedang sibuk, jika ada yang ingin di sampaikan kepada tuan muda Yan Lan, biar kami yang akan memberitahukan padanya," ucap para penjaga kembali.
Putri Xing Xia Lin mengeluarkan 5 kantong koin emas yang akan di berikan kepada para penjaga, yang bertujuan agar dia bisa masuk ke dalam klan Glasier dengan mudah, akan tetapi caranya itu malah membuat berang para penjaga gerbang.
"Kami tak akan bisa di suap nona, anda tak akan bisa masuk kedalam klan, kecuali anda mempunyai lencana keanggotaan klan," hardik pemimpin penjaga gerbang.
"Apakah lencana ku ini bisa membuatku masuk ke dalam klan?" tanya putri Xing Xia Lin.
Para penjaga melihat lencana yang dimiliki oleh putri Xing Xia Lin, dan betapa terkejutnya pemimpin penjaga melihat jika lencana yang di miliki oleh wanita muda itu, merupakan lencana dari keluarga ke kaisaran Giok.
Dengan cepat para penjaga memberi hormat kepada wanita itu.
"Maaf putri, kami tak mengetahui jika anda merupakan putri dari kaisar Xing Cheng long, dengan adanya lencana itu ditangan anda, anda bisa masuk kedalam klan sesuka hati anda," ucap pemimpin penjaga gerbang.
"Kalau begitu, aku ingin kau menemaniku untu pergi ketempat Yan Lan," ucap putri Xing Xia Lin.
"Hamba akan menemani tuan putri," ja ab pemimpin penjaga gerbang.
Putri Xing Xia Lin akhirnya di temani oleh pemimpin penjaga gerbang, menuju ketempat di mana Yan Lan berada.
Sebelum putri Xing Xia Lin bertemu dengan Yan Lan, secara tak sengaja sang putri bertemu dengan Yan Ling di depan sebuah taman.
Yan ling dan putri Xing Xia Lin saling berpandangan, Yan Ling merasakan ada sesuatu yang tak beres dengan kedatang putri Xing Xia Lin ke klan Glasier, dengan melihat tak ada satu pun pengawal yang mendampinginya.
"Apa sebenarnya maksud kedatangan sang putri ke kalan Glasier, mengapa hatiku merasakan, akan ada hal besar yang akan terjadi dengan kedatangannya ke sini," batin Yan Ling.
"Kau yang bernama Yan Ling bukan!!?" tanya putri Xing Xia Lin.
"Benar!! aku Yan Ling!!" ucap Yan Ling singkat.
"Bagus, aku ingin bertemu dengan Yan Lan, dia telah berjanji padaku untuk menikahiku!!" ucap putri Xing Xia Lin.
Bagai petir menyambar di terik matahari, Yan Ling terkejut setengah mati dengan perkataan putri Xing Xia Lin, tak disangka olehnya jika sosok sang putri juga menaruh hati pada calon suaminya.
Yan Ling tak langsung percaya dengan perkataan putri Xing Xia Lin, dia curiga ada hal tertentu yang berada di belakang ini semua.
"Apa buktinya jika Yan Lan menjanjikan untuk menikahimu??" tanya Yan Ling kembali.
"Tanyakan saja padanya, apa yang telah dia lakukan padaku saat kami berdua di dalam sebuah kamar," jawab putri Xing Xia Lin.
"Kau....!! apa sudah kalian berdua lakukan..!!"
Yan Ling tak melanjutkan perkataannya, hatinya begitu sakit mendengar perkataan putri Xing Xia Lin.
"Jika itu memang terjadi seperti apa yang dikatakan oleh putri Xing Xia Lin, aku tak akan pernah memaafkanmu kak Yan Lan," batin Yan Ling.
"Jika seorang wanita berdua dengan seorang pemuda dengan kondisi sang wanita tersadar dengan tanpa mengenakan busana, menurutmu apa yang telah dilakukan oleh pemuda itu?" tanya putri Xing Xia Lin kembali yang membuat Yan Ling semakin gusar.
Seketika amarah Yan Ling meledak, dia menunjuk ke arah sang putri sambil berkata
"Aku akan membuat perhitungan dengan mu!!" ucap Yan Ling dan segera meninggalkan tempat itu.
Melihat hal itu sang putri tersenyum penuh kemenangan, dia pun berkata "aku tak akan melepaskan mu Yan Lan, karena aku sekarang benar benar mencintaimu," bisik putri Xing Xia Lin.
Sang putri melesat menuju ke arah di mana Yan Ling pergi.
Di sebuah tempat yang berada dibelakang klan, disana Yan Lan sedang berlatih tehnik pedang, tiba tiba saja Yan Ling datang dan langsung menyerang Yan Lan dengan ganas.
"Ling er hentikan!!, apa yang yang kau lakukan!!?, mengapa kau menyerangku!?" tanya Yan Lan.
"Tanyakan pada dirimu sendiri, apa yang telah kau perbuat di belakangku bersama dengan putri Xing Xia Lin!?? kau telah melakukan hubungan terlarang dengannya bukan!??" tanya Yan Ling dengan terus menyerang Yan Lan dengan pedangnya.
"Kau salah paham Ling er, semua itu tak seperti yang kau pikirkan, waktu itu aku hanya mengobati luka dalam dan racun yang ada di tubuhnya, aku tak pernah melakukan hal-hal seperti yang kau tuduhkan, semua itu kulakukan karena aku murni menolong dirinya," jawab Yan Lan.
Tak lama datang sekelebat bayangan seorang wanita yang langsung memotong perkataan Yan Lan.
Menolong kau bilang!?? apa kau tak sadar dengan apa yang terjadi di kamar itu!?, mengapa saat aku tersadar aku tak mengenakan sehelai benang pun di tubuhku? terus siapa yang telah melepaskan semua pakaianku? apakah ada seorang pemuda yang tahan melihat seorang wanita cantik, mulus dan masih muda, dengan tanpa busana di dalam kamar yang sepi, dan dia tak melakukan sesuatu pada wanita itu??" timpal putri Xing Xia Lin yang memberikan pertanyaan beruntun kepada Yan Lan.
Yan Lan hanya terdiam, dia tak menyangka jika sumber permasalahan marahnya Yan Ling padanya, berasal dari putri sang kaisar.
"Ling er, kau telah mengenalku sedari kecil, kau pun tahu sifat dan karakter ku, begitupun aku tahu sifat dan karaktermu, jadi kumohon percayalah padaku," ucap Yan Lan
"Apakah kau Yang telah melepaskan semua pakaiannya? katakan dengan jujur!!" tanya Yan Ling.
Yan Lan menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan, Yan Lan pun berkata "Ia..!" ucapnya singkat.
Jika begitu, lebih baik kita sudahi hubungan ini, kau telah berjanji pada kami bertiga untuk jadi pendamping mu, tapi mengapa kau mengingkarinya dengan berhubungan lagi dengan wanita lain, aku tak percaya lagi padamu!!" ucap Yan Ling.
Yan Ling pun meninggalkan tempat itu dengan rasa kecewa di hatinya, sementara itu Xing Xia Lin yang melihat kepergian Yan Ling, segera menghampiri Yan Lan.
"Kak Yan Lan, kau harus membiasakan dirimu untuk dapat bersamaku, karena aku ingin kau menikahiku setelah apa yang telah kau lihat pada diriku. Ingat kak Yan Lan, apa yang telah kau lihat hanya aku dan kau yang mengetahuinya," ucap putri Xing Xia Lin.
"Sudah kukatakan padamu putri jika aku hanya ingin menyembuhkan luka dalam yang kau derita, dan bukan untuk berbuat yang aneh-aneh terhadapmu!!, aku ingin kau tak mencampuri lagi urusanku dengan Yan Ling, cukup sampai disini kau membuat hubunganku dengan Yan Ling berantakan," jawab Yan lan.
Yan Lan berjalan pergi meninggalkan tempat itu, akan tetapi putri Xing Xia Lin segera menghadang jalannya.
"Kita belum selesai dengan urusan ini kak Yan lan, aku tak mau kau berbuat seperti ini terhadapku!!" ucap putri Xing Xia Lin.
"Apa lagi yang kau harapkan dariku? aku ingin kau kembali ke istana giok, tempatmu bukan disini putri!!" ucap Yan Lan yang mulai kesal.
Aku tak akan kembali ke istana giok, aku menuntut hakku untuk kau nikahi karena aku mencintaimu kak Yan Lan," jawab putri Xing Xia Lin.
Flash back
Awal putri Xing Xia Lin melihat Yan Lan, di mana Yan Lan saat itu tengah bertarung dengan memakai topeng, timbul rasa kagum sang putri saat melihatnya.
Apalagi saat sang putri melihat Yan Lan tanpa memakai topeng, semakin besar rasa ketertarikan pada pemuda itu.
Sang putri semakin respect pada Yan Lan, ketika sang putri melihat kemampuan Yan Lan yang begitu hebat, ditambah lagi dengan ketampanan Yan Lan yang di atas rata-rata.
Rasa cinta sang putri pun mulai timbul saat pemuda itu berhasil menyelamatkannya dari Azuma yang mencoba mencelakainya, hingga pada hari di mana Yan Lan berhasil menyembuhkan luka dalam, dan racun yang ada di tubuhnya, membuat sang putri ingin memiliki pemuda itu seutuhnya.
Putri Xing Xia Lin pun mencoba dengan berbagai cara untuk mendapatkan Yan lan, salah satunya dengan mengatakan keinginannya itu kepada sang ayah, dan direspon baik oleh sang kaisar.
Hingga pada satu kesempatan di sebuah pertemuan besar, sang kaisar meminta Yan Lan untuk menjadi suami putrinya, dan permintaan sang kaisar itu mendapat penolakan dari Yan Lan, dan berbuntut masalah baru di dalam pertemuan itu.
*****
Melihat putri Xing Xia Lin yang begitu gigih dengan kemauannya, membuat Yan Lan risih dan memilih untuk menjauh dari sang putri
Dengan menggunakan teknik ruang dan waktu, Yan Lan pergi dari tempat itu dan tak terkejar oleh putri Xing Xia Lin.
Putri Xing Xia Lin yang telanjur basah ingin mendapatkan Yan Lan, dengan segera menghadap ketua Yan Lou, dan menceritakan semua yang telah Yan lan perbuat padanya.
Ketua Yan Lou menjadi murka kepada Yan Lan, diapun mencari Yan Lan ke semua penjuru klan Glasier akan tetapi ketua Yan Lou tak juga menemukannya.
Akhirnya ketua Yan Lou meminta pada putrinya untuk mencari tahu keberadaan Yan Lan.
Mendengar Yan Lan menghilang, Yan Ling segera mencari ke tempat di mana Yan Lan dan dirinya sering bersama sewaktu masih kecil.
Tak di sangka Yan Lan berada di sungai kecil yang mengalir jernih, tempat di mana dia sering bersama dengan Yan Lan.
Terlihat Yan Lan tengah duduk di sebuah batu besar sambil memandangi langit.
Yan Lan yang mendengar ada langkah kaki yang mendekat kearahnya, seketika memalingkan mukanya ke arah sumber suara, tampak olehnya sosok wanita cantik yang tengah berdiri memandang ke arahnya, dia adalah Yan Ling yang lima hari kedepan akan menjadi istrinya.
Yan Lan tak merespon kedatangan Yan Ling, dia tetap diam membisu menatap aliran air yang mengalir, Yan Lan begitu sangat kecewa karena wanita yang selama ini dikenal semasa dia masih kecil, kini tak mempercayainya.
Mereka berdua saling membisu hingga beberapa saat lamanya, akhirnya Yan Ling mengalah dan memulai pembicaraan.
"Ayah mencarimu, aku ingin kau menemuinya sesegera mungkin," ucap Yan Ling.
Yan Lan tetap diam membisu, dan tak menjawab perkataan Yan Ling.
Yan Ling pun memutar tubuhnya dan berjalan meninggalkan Yan Lan, dia berharap jika pemuda itu akan memanggilnya, tapi Yan Lan tak juga memanggil namanya, yang membuat Yan Ling bertambah kesal.
Yan Lan merasakan teman kecilnya telah banyak berubah, membuat Yan Lan kecewa.
Yan Lan memutuskan untuk meninggalkan semua wanita yang telah dekat dengannya, dan ingin fokus untuk membentuk prajurit perang dalam rangka menghadapi para iblis yang sewaktu-waktu akan menyerang benua permata hijau.
Yan Lan meninggalkan secarik kertas dan pergi meninggalkan tempat itu, menuju ke arah di mana kekaisaran Giok berada.
Yan Lan mencari kaisar terdahulu, dan menyanggupi untuk membentuk armada perang yang kuat, yang mampu untuk melindungi benua permata hijau dari serangan bangsa iblis suatu hari kelak.
Akhirnya Yan Lan dan ke 5 sahabatnya di bawa sang kaisar terdahulu menuju ke sebuah tempat.
"Di dalam portal pelindung ini, aku telah menyiapkan pasukan yang siap kau latih, semua makanan dan minuman telah tersedia banyak di dalam sana," ucap kaisar Giok terdahulu.
Sang kaisar giok terdahulu memberikan artefak untuk membuka pelindung portal, dan segera pergi meninggalkan Yan Lan.
Yan Lan membuka pelindung portal, dan betapa terkejutnya Yan Lan melihat jika didalam portal terdapat sebuah istana, di mana para penduduk di sana mengakuinya sebagai raja.
"Yang mulia kami semua siap berlatih dengan anda, kami semua akan menjadi prajurit terbaik yang rela mati untuk anda, ijinkan kami semua berlatih dengan anda yang mulia!!" ucap salah seorang pemuda.
"Mulai besok aku akan melatih kalian semua," jawab Yan Lan.
Yan Lan memasuki istana megah itu, dan betapa terkejutnya Yan Lan melihat jika tak ada satupun orang yang berada disana.
Yan Lan kembali teringat perkataan kaisar Giok terdahulu jika dia mau melatih para prajurit tempur, maka dia akan memberikan sebuah istana yang hanya ada dia dan Yan Ling disana.
Yan Lan memejamkan matanya dan berkata.
"Mungkin ini yang terbaik bagi kita Ling er".
Hari hari berlalu, Yan Lan pun berpamitan kepada kelima sahabatnya, untuk sekedar melihat lihat keadaan di sekitar istana giok.
Setelah ke lima sahabatnya tak mempermasalahkan jika Yan Lan pergi, akhirnya Yan Lan meninggalkan tempat itu untuk pergi ke istana Giok.
Karena lapar Yan Lan pergi kerumah makan sekedar mengisi perut dan mencari informasi terhangat disana.
Di rumah makan itu banyak terdapat para tamu termasuk kesembilan pemuda yang berasal dari klan yang berbeda, Yan Lan pun duduk di sebelah meja yang berdekatan dengan meja mereka.
Bukannya mendapat informasi hangat, kesembilan pemuda itu malah menghina klan Glasier dan menjadikannya bahan tertawaan.
Amarah Yan Lan seketika meledak dan menyerang meja yang terdapat banyak makanan diatasnya.