PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Jendral iblis Digos


Bola api hitam yang sangat besar, melesat cepat kearah ke arah 2 sahabat Yan Lan, yang berusaha mencoba untuk menahan para manusia iblis yang mencoba mengejar.


Melihat datangnya serangan bola api hitam raksasa yang mengarah ke arah mereka berdua, dengan segera Jatayu dan Tigris menyatukan kekuatan dengan menempelkan kedua telapak tangan Tigris ke punggung Jatayu, Tigris mengeluarkan seluruh kekuatan yang di milikinya untuk menahan serangan ke 7 perwira tinggi iblis itu.


Dari mulut Jatayu seketika mengeluarkan bola api berwarna putih, dan langsung di tembakkan ke arah bola api hitam yang melesat cepat ke arahnya.


Ledakan besar terjadi yang membuat kubangan besar di kota bulan suci. Banyak penduduk kota yang mati akibat terkena efek ledakan dengan kekuatan yang maha dasyat.


Jatayu dan Tigris terhempas jatuh ketanah dengan kondisi tubuh yang terluka parah, tubuh Jatayu kini telah berubah menjadi manusia kembali. Sementara itu ke 7 perwira iblis yang terkena bias ledakan hanya merasakan seluruh tangannya mati rasa.


"Tangkap mereka!! teriak perwira tinggi iblis Zulgong.


Para manusia iblis yang mendengar teriakan Zulgong, langsung melemparkan jaring jaring iblis untuk melumpuhkan Jatayu dan Tigris.


Yan Lan dan yang lainnya berhasil lolos keluar dari kota bulan suci, tetapi berbeda dengan keadaan Jatayu dan Tigris yang kini berada dalam genggaman para perwira iblis.


"Dimana Jatayu dan Tigris, jangan jangan terjadi hal buruk padanya," batin Yan Lan.


"Leo bawa raja kota dan Zhao Quin ke dalam desa angin berkabut, aku akan melihat keadaan Jatayu dan Tigris," ucap Yan Lan.


Mendengar perintah Yan Lan Leo segera pergi ke desa angin berkabut, dengan tidak menghiraukan teriakan Zhao Quin yang terus memanggil nama tuan mudanya itu.


Dengan tehnik meringankan tubuh yang sudah sangat sempurna, Yan Lan kembali kedalam kota bulan suci dengan melompati pelindung kota yang sudah terkoyak.


Dari kejauhan Yan Lan melihat keadaan Jatayu dan Tigris yang sudah tak berdaya, terbungkus oleh jaring jaring iblis.


"Kalian adalah sahabatku, walaupun aku akan mati hari ini, aku akan tetap berusaha untuk menyelamatkan kalian," bisik Yan Lan.


Yan Lan segera melesat cepat kearah para manusia iblis yang menangkap Tigris dan Jatayu.


Pedang pembunuh iblis yang berada di tangannya berkelebat cepat merenggut nyawa para manusia iblis, banyak para manusia iblis tumbang dengan tubuh yang sudah tak berbentuk lagi berserakan di tanah.


Melihat hal itu ketujuh perwira tinggi iblis langsung menyerang Yan Lan secara bersama sama, maka terjadilah pertarungan yang sangat sengit.


Para manusia iblis yang ribuan banyaknya segera menyingkir dari tempat itu, karena melihat pemimpin mereka ingin menghabisi Yan Lan sendiri.


Setelah beberapa saat pertarungan berjalan, terlihat Yan lan mulai sedikit kewalahan menghadapi ke 7 perwira tinggi iblis, Dia pun langsung mengaktifkan mata langit yang ada pada dirinya.


"Kau lagi anak muda!! ternyata kau masih hidup setelah tertelan oleh lautan lahar api ku!" ucap Zulgong mengejek.


"Hanya lahar api seperti itu tak akan bisa membuatku mati Zulgong, disana aku seperti mandi di lautan air hangat yang menyegarkan," jawab Yan Lan mencoba memancing emosi Zulgong.


"Menyerah sajalah anak muda!!, dan tunjukkan di mana markas mu, mungkin saja aku akan mengampuni nyawamu," timpal yang lainya.


"Ha..ha..ha..., ingin mengampuni nyawaku? apa aku tidak salah dengar!?, kalian semua hanyalah semut di mataku, jika aku mau aku akan membunuh kalian semua kapan pun aku mau," ucap Yan Lan dengan senyum meremehkan.


"Kau...!!" hardik Zulgong dengan amarah yang memuncak.


"Apakah kau lupa atau sengaja hilang ingatan anak muda!!, menghadapi aku saja kau kalah apalagi untuk menghadapi kami ber 7!?, kali ini aku akan meremukkan tubuh dan meminum darahmu," ucap Zulgong.


"Ha..ha..ha.., aku tak butuh ancaman mu Zulgong, aku hanya butuh pembuktian dari perkataanmu," jawab Yan Lan yang kembali bersiap dengan kemungkinan serangan mendadak dari ke 7 perwira tinggi iblis.


Mendengar Yan Lan yang begitu merendahkannya, perwira iblis Zulgong langsung naik pitam, diapun menyerang Yan Lan dengan cakar yang ada di setiap jari jari kekarnya.


"Aku yang dulu bukan lah aku yang sekarang Zulgong, kemampuanmu saat ini tak akan bisa menghentikan ku," batin Yan Lan.


Zulgong melesakkan cakar iblis nya dengan melesat kedepan, akan tetapi Yan Lan dengan gesit melompat dan bersalto kedepan untuk menghindari serangan mematikan dari Zulgong.


Di saat bersalto di udara Yan Lan menyempatkan menggunakan tehnik jari matahari ke arah Zulgong.


Sebuah jarum emas yang telah di padukan dengan tehnik api surgawi, menghujam deras ke leher belakang Zulgong. Rasa sakit seperti terbakar di bagian leher Zulgong membuatnya berteriak histeris.


Sesaat tubuh Zulgong bergetar hebat dan tak lama tubuh besarnya itu ambruk ketanah dan terbakar manjadi debu.


Yan Lan yang telah mengaktifkan mata langitnya, seperti tak terkendala dengan semua serangan mematikan dari ke enam perwira iblis yang menyerangnya.


"Ternyata latihan kerasku di bawah bimbingan Dewa suci di alam nirwana, hasilnya begitu sangat dasyat dan sempurna seperti ini," batin Yan Lan.


Yan Lan yang merasakan tubuhnya sangat luar biasa kuat setelah menggabungkan tehnik mata langit dan pedang pembunuh iblis, semakin bersemangat untuk menghabisi para perwira iblis yang menyerangnya.


Tehnik ruang dan waktu begitu sangat membantu Yan Lan dalam menghadapi setiap gempuran dan serangan bertubi tubi yang mengarah ke tubuhnya. Dan pada satu kesempatan, dengan memadukan tehnik ruang dan waktu serta gerakan cepatnya Yan Lan berhasil menebas putus kepala 2 perwira iblis yang menyerangnya.


Crash...


"Crash...


Kedua perwira iblis itu tak bisa berbuat banyak dengan serangan cepat yang di lancarkan oleh Yan Lan, kepalanya telah menggelinding di tanah dan tubuhnya pun seketika ikut ambruk ketanah. Empat perwira iblis lainnya segera mundur kebelakang untuk menjaga jarak dari Yan Lan.


"Cepat panah dia!!" teriak salah satu perwira iblis.


Ribuan anak panah yang di lepaskan oleh pasukan pemanah dari manusia iblis, berterbangan di udara menuju kearah Yan Lan berada.


Di luar dugaan angin kencang tiba tiba menghempaskan seluruh anak panah yang mengarah ke arah Yan Lan, angin itu tercipta dari hembusan yang di keluarkan oleh ular naga bersayap yang kini berada di atas langit kota bulan suci.


Tak sampai di situ ular naga bersayap kini menyerang para manusia iblis, yang ingin kembali melepaskan anak panahnya ke arah Yan Lan berada.


Leopard surgawi yang juga berada di tempat itu tak tinggal diam, dengan cepat leopard api itu menerjang para manusia iblis dan sesekali menyemburkan lahar api dari mulutnya.


Serangan kedua binatang surgawi itu sangat kuat, hingga dapat memporak porandakan pasukan manusia iblis.


"Apa yang kalian lakukan disini!?, mengapa kalian kembali!??" teriak Yan Lan.


"Semuanya telah berada di dalam desa tuan muda, Biyao yang menjaga desa, kami kesini untuk membantu tuan muda!!" teriak Gon Lang.


"Tuan muda adalah sahabat kami, tak ada alasan buat kami untuk meninggalkan tuan muda bertarung sendiri, kita adalah sahabat sehidup semati untuk selama lamanya tuan muda," timpal Leo.


Melihat kedatangan 2 binatang surgawi yang membantu Yan Lan, ke 4 perwira tinggi iblis langsung memadukan kekuatan mereka membentuk sebuah portal.


Tiba tiba saja muncul sebuah portal dan dari dalam portal keluar jendral perang iblis yang bernama Digos.


Ke empat perwira iblis beserta seluruh manusia iblis langsung berlutut dengan satu kaki sambil memberi hormat, menyambut kedatangan jendral perang mereka.


Salah satu perwira iblis langsung menceritakan semua yang terjadi kepada jendral perang Digos, dengan kondisi pasukan mereka dalam menghadapi Yan Lan dan rekan rekannya.


Jendral iblis Digos langsung mengarahkan pandangannya kepada Yan Lan, dan dua ekor binatang surgawi yang sedang bertempur dengan pasukannya.


"Tuan muda..!!! cepat pergi dari sini!!!, kita semua tak akan mampu menghadapi jendral perang iblis itu," teriak Jatayu yang mengetahui dengan pasti kekuatan para jendral perang yang di miliki oleh raja iblis, sewaktu perang antara Dewa dan raja iblis berlangsung


Mendengar teriakan Jatayu, Yan Lan tak gentar sedikit pun.


"Hari ini merupakan ajang pembuktian ku kepada Dewa suci dan diriku sendiri, jika aku berhasil membunuh jendral iblis itu berarti ada kesempatan bagiku untuk membunuh raja iblis


yang sesungguhnya," batin Yan Lan.


Yan Lan berjalan menuju ke arah jendral iblis Digos. "Aku ingin bertarung denganmu!! dan aku ingin kau jangan melibatkan para sahabatku dalam pertarungan kita nanti!!" ucap Yan Lan.


"Ha..ha..ha.., tak kusangka ada yang ingin bertarung denganku, apakah nyalimu sudah cukup kuat untuk bertarung denganku anak muda!?" jawab jendral iblis Digos.


"Kurasa kau yang tak punya nyali berhadapan denganku," ucap Yan Lan memprovokasi jendral iblis Digos.


Jendral iblis Digos menggeram, menahan amarah mendengar perkataan Yan Lan.


"Baik..!! aku akan bertarung denganmu anak muda!!" jawab jendral iblis Digos.


Bersambung