
"Sepertinya keadaan di kerajaan buluh surgawi tak seperti yang tampak dari luar, sang raja hanya mementingkan ego dan reputasinya sebagai seorang raja yang besar, aku akan mencari solusi agar para penduduk pinggiran kota dapat merasakan hak yang sama, seperti yang dirasakan oleh penduduk di dalam kota kerajaan," batin Yan Lan.
Tak lama kemudian salah seorang dari utusan saudagar Rohtim yang ada di dalam kota kerajaan, datang menghampiri Beldi.
"Saudagar Rohtim menyuruh anda segera membawa semua sumber daya yang berasal dari benua permata hijau, agar segera diberikan ke sekte pasir es," ucap utusan saudagar Rohtim, sambil memberikan dua kantong koin emas sebagai upah mengawal sumber daya, yang akan diberikan ke sekte pasir es.
Setelah memberikan dua kantong koin emas, sang utusan pergi meninggalkan Beldi.
"Apakah hanya itu upahmu untuk mengawal suatu barang dengan perjalanan yang sangat jauh, yang juga dapat membahayakan nyawamu?" tanya Yan Lan.
"Ia tuan muda, dengan dua kantong koin emas ini, Klan kami dapat hidup selama dua bulan lamanya," ucap Beldi.
Yan Lan mengangguk-anggukan kepalanya, dan mencerna keadaan yang ada. "Aku akan memberikan pelajaran bagi saudagar Rohtim yang kubela selama ini," batin Yan Lan.
"Kau pergilah duluan, aku akan menyusulmu nanti," ucap Yan Lan.
Beldi tak mempertanyakan mengapa Yan Lan menyuruhnya duluan, karena ada keseriusan di wajah pemuda yang ada di hadapannya itu.
"Baik tuan muda," ucap Beldi sambil mengarahkan kereta yang membawa sumberdaya untuk mengikutinya.
*****
Hari beranjak malam, terlihat di rumah saudagar Rohtim begitu sangat dijaga ketat oleh para penjaga.
Dengan mengaktifkan mata langitnya, Yan Lan dapat melihat tempat-tempat tersembunyi penyimpanan harta berharga saudagar Rohtim.
Di lain sisi Yan Lan melihat seseorang yang sedikit gendut dan berpakaian serba mewah yang berbalut kalung emas besar di lehernya, kini tengah bercanda dengan para wanita cantik yang mengelilinginya, lelaki gendut itu begitu sangat dihormati oleh orang-orang berada sekitarnya. Yan Lan pun mengetahui dengan pendengaran tajam nya, jika lelaki itu merupakan saudagar Rohtim.
Dengan hartamu yang kau sembunyikan sebanyak itu, kau hanya bersenang-senang dengan para wanita itu dan tak memikirkan penduduk di pinggiran kota yang memprihatinkan, dan juga kau terlalu kikir untuk membagikan sedikit hartamu bagi para pengawal yang telah berjuang untuk mengawal bisnismu, maka malam ini adalah malam terakhir kau menyandang sebagai seorang saudagar kaya," ucap Yan Lan.
Yan Lan segera menuju ke ruangan bawah tanah yang dimiliki saudagar Rohtim, dan dengan cepat dia meringkus para penjaga yang berada di sana.
Kini Yan Lan melihat tiga buah ruangan dengan pintu ruangan yang di lindungi dengan segel pelindung. Yan Lan melangkahkan kakinya ke arah salah satu pintu yang tersegel, dan dengan kekuatan Dewa yang dimilikinya dengan mudah Yan Lan menghancurkan segel pelindung yang melindungi pintu tersebut.
Setelah segel pelindung hancur, Yan Lan memasuki ruangan itu yang begitu dipenuhi dengan tumpukan tumpukan koin emas dan koin perak di dalamnya.
Dengan sekali gerakan tangan yang ke arah depan, seluruh koin emas dan perak yang berada di ruangan itu masuk ke dalam cincin ruang yang dimiliki oleh Yan Lan. Kini di dalam ruangan itu tak menyisakan satu koin pun di dalamnya.
Yan Lan kembali membuka segel pelindung yang melindungi pintu yang lainnya, setelah dia memasuki ruangan itu maka terlihat oleh nya, tumpukan berbagai macam permata dan perhiasan yang terbuat dari emas di dalam sana.
Kembali Yan Lan menguras habis isi ruangan itu dan memasukkannya ke dalam cincin ruangnya, hingga ruangan itu terlihat kosong.
Dan saat Yan Lan memasuki ruangan terakhir, Yan Lan di kejutkan dengan berbagai macam senjata berkualitas tinggi, dan berbagai macam sumber daya langka yang berada di dalam ruangan itu.
Yan Lan kembali memasukkan semua yang ada di dalam ruangan itu ke dalam cincin ruangnya, dan dia pun meninggalkan tempat itu untuk menyusul Beldi yang pergi ke sekte pasir es.