PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Jiwa golok pembunuh semesta


Tak hayal lagi tubuh Yan Lan terhempas keras kebelakang dan menghantam tanah dengan keras, darah segar langsung menghiasi sela sela bibirnya.


Dengan menahan rasa sakit di dadanya, Yan Lan kembali berdiri dan menatap nanar kearah ular Dewa pelangi yang tengah berdiri di hadapannya.


"Ular ini sangat kuat dan kebal, dan serangan yang di lakukannya pun sungguh tak masuk akal," batin Yan Lan.


Yan Lan segera memutar Golok pembunuh naga yang berada di dalam genggamannya, tak lama kemudian api inti surgawi dan api inti neraka tiba tiba saja muncul di sisi kiri dan kanan Yan lan.


Dengan meloncat ke udara, Yan Lan menebaskan Golok pembunuh naga ke arah depan dan berteriak keras...


"Api Phoenix..!!"


Seketika sebuah serangan Golok jarak jauh berbentuk bulan sabit langsung meluncur deras kearah ular Dewa pelangi.


Serangan Yan Lan kali ini menghabiskan seluruh energi kekuatannya yang masih tersisa.


Serangan berbentuk bulan sabit yang bercahaya terang, menghancurkan apapun yang berjarak radius 100 meter dari sisi kiri dan kanannya, kerena aura panas yang keluar dari serangan itu begitu sangat dasyat dan menghancurkan.


Melihat serangan yang sangat kuat membuat ular Dewa pelangi langsung mengeluarkan cincin cincin berbagai warna dari tubuhnya, untuk menyambut serangan api pheonix yang di keluarkan oleh Yan Lan.


Boom...!!


Ledakan besar terjadi, baik ular Dewa pelangi dan Yan Lan, sama sama terpental kebelakang, tubuh mereka sama sama terseret kebelakang.


Hampir setengah hutan alam kilauan Roh rata dengan tanah, seluruh petinggi dan perajurit kerajaan yang menonton pertempuran itu terhempas terkena efek serangan yang terjadi, begitu juga dengan ratu Lily dan jendral Hyun liy juga terkena efek serangan, walaupun mereka berdua telah memasang tehnik segel pelindung yang mereka berdua punyai, tetap saja mereka berdua merasakan sesak dan sakit di dada akibat efek ledakan. Keduanya segera melakukan meditasi pemulihan diri untuk menetralkan energi di tubuh mereka yang kacau.


Di tempat lain, melihat ular Dewa pelangi yang terhempas ketanah, putri Limudza segera melesat kearah sang ular dan membantu memberikan energi murni kepadanya, agar ular Dewa pelangi dapat secepatnya pulih kembali.


Di tempat lain, Yan Lan yang tergeletak di tanah tiba-tiba berada di alam lain, tempat itu hanya diterangi oleh bebatuan roh yang mengeluarkan cahaya redup.


"Tempat apa ini, mengapa aku berada di tempat antah berantah yang tak kuketahui ini, bukannya tadi aku tengah bertarung dengan ular raksasa, apakah sekarang ini aku telah mati?" tanya Yan Lan di dalam hati.


Yan Lan mencoba berdiri, dia memperhatikan seluruh tubuhnya dan mendapati tak ada satupun luka yang bersarang di tubuhnya saat itu.


"Mengapa tubuhku tak terluka sedikit pun, bukannya tadi aku telah terluka parah dari benturan energi yang sangat kuat, apa yang sebenarnya terjadi dengan diriku ini?" batin Yan Lan kembali.


Yan Lan merasakan adanya aura kekuatan yang sangat kuat yang menuju padanya, dia pun segera memasang kewaspadaan, matanya terus memperhatikan setiap sudut tempat itu.


Tiba-tiba saja seorang laki-laki tua dengan jenggot panjang dan mata hitam kelam, serta memakai jubah hitam tengah berjalan ke arahnya.


"Ternyata laki-laki tua ini yang mempunyai kekuatan maha dahsyat itu, aku harus mencari tahu siapa dirinya dan juga aku tak boleh menyinggung nya," bisik Yan Lan.


Setibanya lelaki tua itu di hadapan Yan Lan, Yan Lan sama sekali tak merasakan adanya sikap permusuhan dengannya, mengetahui hal itu Yan Lan segera menggenggam tinjunya dan memberi hormat kepada laki-laki tua itu.


"Ha..ha..ha.., kita telah lama bersama dan sampai saat ini kau belum juga mengenaliku, seharusnya kau mengenali jiwa dari senjata yang kau miliki, agar kau bisa mendapatkan kekuatan penuh dari senjata mu itu, selama ini kau hanya mendapatkan 50 persen kekuatan dari senjata itu, karena kau tak mengenali jiwa dari senjata yang kau miliki," ucap laki laki tua itu.


Mendengar perkataan laki-laki tua itu, Yan Lan segera berpikir keras mengenai senjata yang selama ini ada padanya yang mempunyai jiwa atau roh, dan Yan Lan pun menerka nerka senjata apa yang di maksud laki laki tua itu.


"Jangan jangan laki laki tua itu adalah jiwa golok pembunuh semesta, tapi mengapa Dewa suci tak pernah mengatakan sebelumnya padaku, Dewa suci hanya memberikan pesan jika golok pembunuh semesta hanya boleh digunakan jika keadaan terpaksa, aku menjadi sanksi jika laki-laki tua itu merupakan jiwa dari golok pembunuh semesta," batin yang dan sambil menatap kearah laki-laki tua yang ada di hadapannya.


Tanpa disangka sangka oleh Yan Lan, lelaki tua yang ada di hadapannya itu mampu mengetahui isi hatinya.


"Kau tak usah bingung seperti itu, aku adalah jiwa golok pembunuh semesta milik mu, karena darah murni yang kau miliki telah menyatu dengan tubuhku saat kau meneteskan darahmu di permukaan Golok pembunuh semesta, maka aku akan mengajarkan tehnik sesungguhnya dari Golok pembunuh semesta itu," ucap lelaki tua yang tiba tiba saja menghilang dari pandangan Yan Lan.


Yan Lan perlahan-lahan tersadar dan membuka matanya, kemudian meraih golok pembunuh semesta yang tergeletak di sampingnya dan kembali bangkit berdiri.


Jauh di hadapannya, Yan lan melihat ular Dewa pelangi yang juga telah berdiri dengan mulutnya yang tak henti-hentinya mendesis, suara dari mulut sang ular itu membuat alam di sekitar tempat itu bergetar.


Yan Lan menutup matanya karena ada sesuatu hal yang mengganggu pikirannya, dan tak di sangka olehnya ternyata yang mengganggu fikirannya adalah sebuah teknik Golok dari senjata yang berada dalam genggamannya saat ini.


"Tehnik Golok 6 rasi bintang," batin Yan Lan.


Yan Lan perlahan membuka matanya, dan mulai menggunakan tehnik Golok 6 rasi bintang yang di berikan jiwa golok pembunuh semesta padanya.


Ular Dewa pelangi tak tinggal diam, diapun kembali menyerang Yan Lan dengan tembakan bola api dari mulutnya.


Yan Lan yang telah mengetahui tehnik serang sang ular, langsung melompat tinggi dan beberapa kali melakukan salto di udara.


Tempat berdirinya Yan Lan sebelum ditinggalkannya, seketika meledak dan menimbulkan kubangan yang sangat dalam di tanah, Yan Lan yang berada di udara, segera mengarahkan tehnik Golok barunya itu kearah ular Dewa pelangi.


"Tehnik Golok 6 rasi bintang," teriak Yan Lan.


Tubuh Yan Lan terpecah menjadi 6 bagian, masing masing tubuh berada di 6 sudut yang berbeda yang mengurung ular Dewa pelangi di tengah tengahnya, 6 tubuh Yan Lan yang jika dihubungkan akan membentuk sudut sebuah bintang yang mengunci pergerakan dari sang ular.


Putri Limudza melesat ke udara untuk membantuk ular Dewa pelangi, namun usahanya itu hanya sia sia belaka karena tehnik yang dikeluarkan oleh Yan Lan begitu sangat kuat.


Ular Dewa pelangi yang berada di tengah-tengah lingkaran bintang tak bisa berbuat banyak, dan tak lama kemudian kelima tubuh Yan Lan melesat cepat dan menebaskan golok pembunuh semesta kearah sang ular.


Tak hayal lagi, tubuh kebal sang ular akhirnya terpotong menjadi 6 bagian, yang menimbulkan jeritan kematian dari sang ular sebelum tubuhnya lenyap tanpa bekas.


Sirnanya sang ular membuat putri Limudza tak sadarkan diri, diapun terjatuh dengan deras ketanah.


Yan Lan yang tak ingin orang yang menyebabkan racun pada kedua pengikutnya mati akibat terjatuh dari atas udara, segera melesat cepat dan menyongsong tubuhnya.