
Tiba tiba saja ratusan anak panah melesat dari segala arah, menuju kearah kereta yang tengah berjalan. Melihat hal itu Qilin segera melesat ke atas kereta dan mengepakkan sayapnya, yang membuat seluruh anak panah terpental.
Belum lagi anak panah itu selesai menyerang ke arah kereta, kembali ratusan bola api melesat cepat kearah kereta. Qilin yang merasa kesal, langsung mengaum dengan kuat, auman bak singa yang menjaga teritorialnya langsung menggema keseluruh penjuru hutan, yang membuat bola bola api melesat balik ke arah sang pelontar.
Dari dalam rimbunnya semak belukar terdengar teriakan yang menyayat hati menggema sahut sahutan, akibat serangan balik bola api yang di kembalikan oleh Qilin.
Qing ruo dan Cencen tak tinggal diam, Qing ruo langsung mengerahkan belati bulan sabitnya kearah rimbunnya hutan, maka kembali terdengar teriakan orang orang yang berpakaian hitam, yang satu persatu berjatuhan dari atas pepohonan, akibat terkena serangan belati bulan sabit yang sangat tajam.
Terlihat bentuk mayat mayat itu tak ada yang utuh, tubuh mereka terpotong potong menjadi beberapa bagian akibat keganasan belati bulan sabit milik Qing ruo.
Cencen yang tak mau kalah, langsung menebaskan pedangnya kedepan, maka ribuan jarum angin langsung mengarah ke semak belukar dan pepohonan hutan, akibatnya orang orang yang berada disana langsung tewas seketika akibat tertembus jarum angin yang di lesakkan oleh Cencen.
Ketiga pengikut Yan Lan masih begitu tangguh bagi para penyerangnya. Akan tetapi tiba-tiba saja cuaca berubah, awan hitam bergerak cepat menutupi kecerahan langit di sore itu.
"Saudara Qing ruo, saudara Cencen, berhati hatilah kita kedatangan tamu yang sangat kuat," ucap Qilin.
Maksudmu saudara Qilin?" tanya mereka bersamaan.
"Ada 1 kultivator dengan ranah tingkat Qi alam emperor puncak serta 2 orang ranah kultivator di tingkat Qi alam puncak menuju ketempat ini, mereka juga membawa pasukan yang tak dapat ku tembus tingkat kultivasinya," jawab Qilin.
Cencen dan Qing ruo saling berpandangan, karena mengingat jika kekuatan mereka berdua bagaikan langit dan bumi dalam menghadapi kultivator dengan tingkat Qi alam emperor puncak.
Saat ini Cencen baru menembus Qi alam awal, dan Qing ruo saat ini masih tetap berada pada ranah tingkat Qi alam puncak, karena belum mampu untuk melakukan penerobosan tingkat menjadi Qi alam emperor.
Hal ini yang membuat kegelisahan di hati Cencen dan Qing ruo, sementara Qilin sendiri yang merupakan binatang surgawi belum tentu dapat mengalahkan kekuatan ranah Qi alam emperor puncak, yang merupakan kekuatan terkuat di muka bumi.
"Kau tak usah khwatir dan ragu seperti itu, hari ini adalah pertarungan kita bertiga, jangan sampai melibatkan tuan muda dan nona muda kita, selama ini kita bertiga telah lama mengikuti tuan muda, maka untuk hari ini mari kita tunjukan kemampuan kita di hadapan tuan muda," ucap Qilin.
Mendengar perkataan Qilin, membuat Cencen dan Qing ruo menjadi bersemangat untuk bertarung dengan orang terkuat di muka bumi, mereka berdua ini menunjukkan batas dan kemampuan nya di hadapan Yan Lan.
*****
Di tempat lain, putri Limudza yang telah memecahkan batu permata biru yang di berikan Yan Lan, akhirnya keluar dari alam runtuhan.
Dia melesat cepat dengan terbang di udara, dan pada akhirnya putri limudza tiba di gerbang kota bintang.
"Aku tak bisa masuk ke dalam kota melewati batas pelindung itu, walaupun aku dapat menghancurkannya, karena jika aku menghancurkan pelindung itu tentunya akan membuat masalah baru untukku dan Kak Yan Lan yang ada di dalam sana," batin putri Limudza.
Akhirnya putri limudza memutuskan untuk memasuki gerbang kota, yang di jaga ketat oleh prajurit penjaga gerbang.
Putri Limudza yang begitu sangat cantik, menjadi perhatian para penjaga gerbang kota. "Berhenti..!!, serahkan lencana pengenal mu jika kau ingin masuk kedalam kota bintang," ucap seorang pemimpin penjaga.
"Aku tak mempunyai pengenal seperti yang anda maksud," jawab putri Limudza.
"Jika nona tak mempunyai pengenal maka nona takkan bisa masuk ke dalam kota Bintang," ucap pemimpin prajurit penjaga gerbang.
"Aku ingin masuk kedalam kota ini dan aku akan membayar untuk itu semua," ucap putri Limudza sambil mengeluarkan ratusan permata yang terdapat di dalam sebuah kantong, yang berasal dari dalam cincin penyimpanannya.
Seketika pemimpin prajurit penjaga gerbang dan para prajurit penjaga gerbang terbelalak kaget, melihat begitu banyak permata yang ada di dalam kantung yang kini berada di dalam genggaman wanita cantik yang di hadapannya.
"Pemimpin sepertinya wanita muda ini merupakan anak seorang bangsawan suatu kerajaan, coba kau lihat di jari manisnya, disana terdapat cincin penyimpanan yang sangat langka, yang hanya orang orang tertentu saja yang dapat memilikinya, pastinya disana terdapat banyak benda berharga didalamnya, bagai mana jika wanita itu kita tangkap untuk mendapatkan cincin penyimpanannya dan wanita itu bisa menjadi penghangat malam mu pemimpin," ucap salah seorang prajurit penjaga untuk mempengaruhi pemimpinya agar melakukan perbuatan keji.
Sang pemimpin prajurit penjaga yang mendengar hasutan dari anak buahnya pun tergoda, untuk melakukan perbuatan keji kepada wanita muda yang ada di hadapannya, apalagi sang pemimpin prajurit penjaga tak melihat adanya tingkat kultivasi di dalam diri sang wanita, membuat keinginan untuk bersenang senang dengannya semakin menggebu gebu.
Imajinasinya untuk memperkosa wanita muda itu pun segera muncul karena melihat kecantikan putri Limudza, yang kecantikannya melebihi kecantikan putri Bilqis yang merupakan wanita tercantik di benua semesta biru.
Melihat keadaan sepi di gerbang kota, membuat pemimpin prajurit penjaga langsung menghampiri putri Limudza.
"Itu soal gampang nona, ada baiknya kita membicarakan nya di dalam ruangan itu, dan aku akan membuatkan lencana baru untukmu agar kau bisa masuk ke dalam kota bintang ini," ucap pemimpin prajurit penjaga sambil menunjuk ke sebuah bangunan yang cukup besar, yang berada dekat dengan gerbang penjagaan.
"Ayo nona, ikut aku kesana," ucap pemimpin prajurit penjaga gerbang dengan mengembangkan senyum ramah di bibirnya.
Tanpa curiga putri Limudza mengikuti pemimpin penjaga, yang perawakannya sedikit gemuk dan berperut buncit, dari belakang.
Setibanya di dalam ruangan itu, pemimpin prajurit penjaga segera menyuruh putri Limudza untuk duduk di kursi yang berada di dalam ruangan itu, sementara pemimpin prajurit penjaga pergi mengambilkan putri Limudza segelas anggur yang terdapat di dalam lemari kecil milik pemimpin prajurit penjaga tersebut.
Dengan tersenyum dan mengkhayalkan kenikmatan yang sebentar lagi akan di dapatkannya, pemimpin prajurit penjaga memasukkan serbuk putih ke dalam gelas yang telah terisi anggur.
"Setelah kau meminum anggur ini, maka kau akan menjadi milikku," batin pemimpin prajurit penjaga dengan senyum kelicikan yang mengembang di bibirnya.