PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Kematian patriack sekte naga di atas awan


"Ini mungkin sudah suratan takdir bagiku, tak mungkin aku bisa mengalahkan kekuatan para dewa, tapi aku tak akan putus asa sebelum aku mencoba seluruh kekuatan yang ada pada diriku.


Seketika tubuh Yan Lan di selimuti api surgawi, perisai sisik naga yang ada pada tubuhnya membentuk sisik sisik keemasan, dan mata langit memberikan 3 kali kekuatan berlipat pada Yan Lan.


"Yan er tenangkan lah hatimu, pusatkan energi terbesar yang ada padamu di dalam Dantian, aku akan membantumu untuk melewati keadaan ini" ucap suara wanita tanpa wujud.


Yan Lan mencoba mencerna pemilik suara yang tak asing baginya, suara lembut seorang wanita yang baru baru ini di temui nya di alam peri abadi.


"Suara ini..., suara ini seperti suara leluhur Kumala Xie, apa aku tak salah mendengarnya?" batin Yan Lan.


"Leluhur.., apakah itu anda?" tanya Yan Lan.


Suasana di tempat Yan lan seketika berubah, keadaan mencekam tiba tiba saja berubah menjadi tenang.


Yan Lan tiba di pinggiran danau yang sangat jernih airnya, dan dia melihat sesosok wanita yang tengah membelakanginya.


Yan Lan menatap tajam kearah sang wanita, dan berusaha untuk mengenalinya.


"Maafkan saya jika saya telah melakukan hal yang mengusik ketenangan tetua," ucap Yan Lan sambil mengepalkan tinju memberi hormat.


Wanita itu membalikkan badan.


Nampak oleh Yan Lan seorang wanita cantik dengan bibir merah merekah tersenyum ke arahnya.


Wajah Yan Lan seketika berseri melihat kehadiran sosok wanita cantik yang berada di hadapannya.


"Leluhur Kumala Xie," ucap Yan Lan.


Yan Lan segera bersujud di hadapan leluhurnya itu, akan tetapi sujud nya itu di tahan oleh Kumala Xie dengan memegang kedua bahu Yan Lan.


Tak usah sungkan begitu Yan er," ucap Kumala sambil mengelus lembut rambut Yan Lan.


Tak lama muncul sesosok laki laki tua yang sangat di kenal oleh Yan Lan, wajah laki laki itu sama persis dengan wajah patriack Pingyin Qin yang bertarung dengannya.


Yan Lan segera mundur beberapa langkah kebelakang, dan segera mengambil sikap siaga dengan segala kemungkinan yang ada.


"Jangan takut Yan er, ini adalah patriack terdahulu sebelum patriack sekte yang bertarung denganmu sekarang, namanya adalah patriack pingyin Qin yang asli, beliau merupakan kakak dari pingyang Qin yang tengah bertarung denganmu.


"Maksud leluhur?" tanya Yan Lan.


Aku akan menceritakan sedikit kisah, yang mana saat Lin Tiar cie mengandung, patriack terdahulu Pingyin Qin telah menembus tingkat kultivasi bulan suci dan menjadi abadi di alam peri abadi.


Sebelum kepergiannya ke alam peri abadi, patriack Pingyin Qin menitipkan sekte naga diatas awan beserta Istri dan anak dalam kandungan Lin Tiar cie, kepada saudara kembarnya yang bernama Pingyang Qin.


Setelah patriack Pingyin Qin pergi ke alam abadi para peri, Pingyang Qin segera merubah namanya menjadi Pingyin Qin dan memimpin sekte sesuka hatinya.


"Aku tau semua yang telah terjadi, Pingyang Qin memang tak pantas menjadi seorang pemimpin bagi sekte naga di atas awan, ini semua memang kesalahanku yang terlalu percaya padanya, kepercayaanku dahulu tak pernah di gubris olehnya termasuk memberikan kedamaian, ketentraman bagi dataran puncak Awan langit, dia hanya sibuk dengan kekuasaan dan pamor namanya saja," ucap patriack sekte terdahulu.


"Kekuatan yang di pakainya sekarang merupakan tehnik terlarang yang sudah lama ku hancurkan, entah mengapa tehnik itu bisa berada pada pingyang Qin. Yan er aku akan memberikanmu Air janin suci yang mana air ini lebih murni dari air yang berada di dalam kolam janin suci," ucap leluhur sekte.


"Aku akan menerimanya leluhur," ucap Yan Lan bersemangat.


"Yan er.., menurut tradisi sekte naga di atas awan, jika seorang pemuda yang mendapatkan air janin suci murni, maka dia wajib menikahi salah satu anak perempuan dari patriack sekte, dan itu adalah putriku Qian Qin. Jika kau menyanggupinya maka air janin suci akan kuberikan padamu," ucap leluhur sekte kembali.


"Baik aku akan menikahi Qian Qin," ucap Yan Lan.


Pingyin Qin segera meneteskan setetes air berwarna hijau muda ke arah kening Yan Lan.


"Ackh...!! tubuhku seperti mendapat energi yang sangat besar, dan berlimpah," batin Yan Lan sambil melihat kearah tubuhnya.


Dan saat kedua matanya menatap kedepan untuk mencari ke dua kultivator abadi yang ada di hadapannya, entah mengapa kedua kultivator itu telah menghilang, dan yang ada kini hanya kegelapan yang memenuhi area tempat itu.


Tampak patriack sekte masih melakukan tehniknya, kesempatan itu di pergunakan Yan Lan untuk melakukan tehnik gabungan antara api surgawi dan mata langitnya.


Gabungan kedua tehnik itu memberikan kekuatan baru pada sisik naga yang ada pada tubuh Yan Lan, yang mana sisik naga itu sekarang menjadi sekeras intan berubah warna menjadi putih berkilauan.


Yan Lan akhirnya bisa memadukan api surgawi dan mata langit, yang mana semua inti api surgawi sekarang telah terserap oleh mata langit yang ada di kepalanya.


Tiba tiba saja patriack sekte berteriak keras.


"Mati kau Yan Lan...!! Seribu guntur".


Petir besar berkali kali menghantam tubuh Yan Lan, seketika itu teriakan keras Yan Lan mengumandang.


"A....a...a....!! aku tak akan kalah dengan mu pingyang Qin...!!" teriak Yan Lan sekuat tenaga.


Mendengar teriakan Yan Lan, patriack sekte terkejut bukan kepalang, karena Yan Lan telah menyebutkan nama aslinya.


"Mengapa dia tau nama asliku?" ucap patriack sekte.


Kembali patriack sekte menghujani Yan Lan dengan tehnik seribu Guntur miliknya.


Sekte yang dahulu sangat megah, kini berubah menjadi puing puing kehancuran akibat tersambar petir milik patriack sekte, sementara itu tetua Liu gang yang berada di sekitar patriack sekte, tubuhnya telah hancur menjadi debu akibat tersambar petir pemusnah milik patriack sekte.


Yan Lan yang di lindungi oleh sisik sisik intan di tubuhnya, perlahan lahan bisa menerima serangan petir milik patriack sekte tanpa merasakan sakit yang berarti.


"Kini giliran ku pingyang Qin," teriak Yan Lan.


Yan Lan yang berselimut kan api surgawi segera mengarahkan mata langitnya kearah patriack sekte.


Mata ketiga Yan Lan terbuka, maka dari mata itu keluar cahaya putih yang dengan kecepatan cahaya menuju kearah patriack sekte.


Tubuh patriack sekte seketika terbakar oleh api surgawi yang berwarna putih kebiruan, yang membuatnya berteriak kesakitan.


Teriakan menyayat hati keluar dari mulut patriack sekte sebelum tubuhnya ambruk ketanah dan menjadi debu.


Langit yang gelap kini menjadi cerah, alam pun tak bergejolak lagi, Yan Lan menatap tajam kearah tumpukan debu dari tubuh patriack Pingyin Qin yang telah mati.


"Kini aku mempunyai kekuatan baru, dan aku bisa kembali ke benua permata hijau," batin Yan Lan.


Tiba tiba saja Yan Lan teringat janji yang terucap, yang mana dia harus menikahi putri Qian Qin.


Yan Lan pun menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.


"Aku akan menepati janji itu," bisik Yan Lan.