PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Kalahnya 2 jendral iblis


Pagi hari di kota phoenix, pertarungan Yan Lan dan ke dua jendral iblis telah memperlihatkan kondisi yang sangat menguntungkan bagi Yan Lan.


Serangan-serangan Yan Lan yang sangat cepat dan sukar ditebak, dapat membuat 2 Jendral iblis mengalami masalah, apalagi golok yang berada di tangan Yan Lan begitu sangat kuat yang membuat keduanya akhirnya terdesak hebat.


Kedua Jendral iblis itu pun mengeluarkan tombak pusaka yang merupakan artefak langit, dan mulai melancarkan serangan kembali ke arah Yan Lan berada.


Apa yang dilakukan oleh kedua Jendral iblis itu, tidak mempengaruhi serangan-serangan yang dilakukan oleh Yan Lan, selain golok pembunuh semesta yang berada di tangannya, Yan Lan juga telah menggunakan api inti neraka dan api inti surgawi untuk menghadapi kekuatan yang dimiliki kedua Jenderal iblis itu.


Tak khayal lagi kekuatan yang dimiliki oleh Yan Lan yang begitu sangat mengerikan, membuat kedua Jendral iblis akhirnya terseret jauh ke belakang akibat hantaman tinju yang telah diisi kekuatan api inti surgawi.


Belum lagi rasa keterkejutannya habis, kedua jendral itu kembali harus menghindari pukulan api inti neraka yang dilepaskan oleh Yan Lan dari tangan kirinya.


Kembali ledakan terjadi yang membuat kedua Jendral iblis itu terhuyung-huyung ke belakang. Melihat kedua jenderal belum pulih dari efek gelombang energi dari api inti neraka, Yan Lan kembali melakukan tebasan jarak jauh menggunakan Golok pembunuh semesta ke arah kedua Jendral iblis tersebut.


Melihat Yan Lan kembali melakukan serangan susulan, kedua Jenderal iblis itu segera menangkis serangan Yan Lan dengan menggunakan artefak tombak yang berada di genggaman tangan mereka masing-masing.


Alhasil kedua kekuatan bertemu, kedua artefak tombak yang dipakai menahan serangan golok pembunuh semesta, akhirnya terpotong menjadi dua begitupun dengan kedua Jendral iblis, yang kini tubuh mereka berdua telah terpisah menjadi dua bagian.


"Jangankan kalian berdua, Raja kalian pun akan kubuat seperti ini!!" ucap Yan Lan sambil memandang kedua Jendral iblis yang sudah tak bernyawa lagi.


Matinya kedua Jendral tinggi iblis, membuat pasukan iblis yang masih berada dalam kota segera mundur dan lari masuk ke dalam hutan yang lebat.


Dan pada akhirnya Yan Lan dan armada tempur istana Phoenix, dapat memenangkan perang melawan bangsa iblis. Rasa sukacita dan keceriaan segera keluar dari wajah seluruh pasukan istana Phoenix yang tersisa.


Yan Lan segera memerintahkan seluruh prajuritnya, agar menguburkan seluruh prajurit yang mati di medan pertempuran, dan membawa seluruh prajurit yang terluka ke balai pengobatan istana phoenix.


Yan Lan membawa Zhao Quin yang terluka parah menghadap ke ketua Hyo jin. Ketua Hyo jin segera memeriksa keadaan Zhao Quin, dan tak lama dia pun menggeleng-gelengkan kepalanya nya yang tak mampu untuk menyembuhkan muridnya itu.


"Baiklah kalau begitu paman, aku akan memikirkan kembali bagaimana cara untuk menyembuhkannya, aku titip Zhao Quin disini paman," ucap Yan Lan.


Yan Lan pun meninggalkan balai pengobatan sekte, dan memanggil Biyao untuk menghadapnya.


"Bagai mana keadaan seluruh istana pheonix?? tanya Yan Lan pada Biyao.


"Yang mulia, 40% dari armada tempur kita telah musnah, 20% armada tempur pasukan sekutu pun mengalami hal yang sama, 2 Jenderal utama kita yaitu Leo dan Tigris juga telah meninggal dunia," jawab Biyao.


Terlihat Yan Lan menarik nafas dalam-dalam mendengar jika kedua sahabatnya, telah mati dalam pertempuran besar itu.


"Aku tak menyangka jika kita harus berpisah karena pertempuran ini, semoga kalian berdua tenang di sana bersama para leluhur binatang surgawi lainnya, dan maafkan kesalahanku Jika sewaktu kalian hidup aku telah menyusahkannya kalian," batin Yan Lan sambil menengadahkan kepalanya ke angkasa yang luas.


"Bagaimana dengan ke tiga istriku??" tanya Yan Lan kembali.


"Ketiga istri yang mulia sekarang ini masih dalam perawatan, selain rasa kelelahan yang teramat sangat, mereka juga terluka dalam akibat terkena serangan kedua Jenderal iblis yang sangat kuat itu!!" jawab Biyao.


"Terima kasih Biyao atas semua informasi yang kau berikan kepadaku, beri penguburan yang layak bagi kedua sahabat kita yang telah meninggal, karena dia merupakan pahlawan besar bagi istana Phoenix," ucap Yan an Lan.


Setelah perbincangan antara mereka berdua, Yan Lan mohon diri untuk pergi menemui ketiga istrinya yang masih dalam perawatan.


Betapa senang ketika istri Yan Lan melihat suaminya masih segar bugar setelah menghadapi kedua jenderal iblis yang begitu sangat kuat.


Setelah menemui ketiga istrinya, Yan Lan pergi menuju ke tempat kultivasinya untuk menemui Dewa suci.