PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Yan Lan sembuh


Di pagi hari yang cerah, angin berhembus sepoi sepoi mengiringi penguburan para pasukan yang gugur di medan pertempuran. Sementara itu suasana di dalam sekte naga diatas awan yang dahulu ramai dengan para murid yang berlatih, kini berubah sunyi setelah adanya penyerangan dan pertempuran yang terjadi.


Di dalam sebuah kamar di balai pengobatan sekte, tampak Biyao sedang menyalurkan Qi murninya kedalam tubuh Yan Lan.


"Semoga setelah kau sadar nanti, tubuhmu akan pulih seperti sedia kala tuan muda," batin Biyao.


Biyao mengingat kembali bagaimana Yan Lan memperlakukan dirinya selama ini layaknya seorang saudara, kesendirian yang selama ini dirasakannya sirna setelah kehadiran Yan Lan, yang mau menerimanya sebagai seorang sahabat di saat dirinya terpuruk dalam kegelapan.


"Tuan muda, semoga persahabatan kita akan kekal dan abadi untuk selamanya," batin Biyao kembali.


Berselang beberapa saat ada pergerakan di jemari Yan Lan, dan di ikuti oleh pergerakan anggota tubuh lainnya.


"Ternyata tuan muda sudah mulai siuman," bisik Biyao yang melihat ada pergerakan di tubuh Yan Lan.


Yan Lan perlahan lahan membuka matanya.


"Di mana aku ini," batin Yan Lan.


Yan Lan merasakan ada aura yang sangat familiar sekali baginya, Yan Lan mencoba mencerna keadaan yang ada dengan memandangi setiap inci dan sudut ruangan tempatnya berada.


"Aku tak salah lagi, pasti ini aura Biyao," batin Yan Lan.


"Biyao keluarlah aku tau kau berada di sini!!" ucap Yan Lan.


Seketika itu Biyao menampakkan wujud asli nya di dekat Yan Lan berada, dan tanpa di sadari oleh Biyao, Yan Lan dengan cepat meraih tubuh dan memeluknya dengan erat.


"Aku kira kita tak akan bertemu lagi Biyao, aku merasa senang kau tak apa apa di dalam artefak itu," ucap Yan Lan.


Biyao merasa senang sekali mempunyai sahabat yang begitu memperhatikannya, selama bersama Yan Lan kesepian yang di alaminya nya selama ini telah hilang, dan Biyaopun berjanji di dalam hati akan terus membantu sahabatnya itu.


"Aku tidak apa apa tuan muda, aku akan terus bersama tuan muda," jawab Biyao.


Tiba tiba saja gagang pintu kamar berbunyi, dengan segera Biyao menghilang dan berdiam di sudut ruangan, begitu pun dengan Yan Lan yang langsung naik keatas pembaringan dan berpura pura tak sadarkan diri.


Tak lama kemudian muncul seraut wajah cantik dari balik pintu dan masuk kedalam ruangan tempat Yan Lan berada, wanita cantik itu adalah Qian Qin putri tunggal patriack sekte naga diatas awan.


Sejenak Qian Qin menatap kearah Yan Lan, kemudian menuju kearah meja dan menganti bunga lama dengan bunga baru yang di bawanya.


Tak lama kemudian Qian Qin berjalan menghampiri Yan Lan dan duduk di kursi yang berada dekat dengan pembaringannya.


Aroma wangi semerbak yang keluar dari tubuh Qian Qin membuat kesegaran tersendiri bagi Yan Lan, diapun mengingat kembali sewaktu masih berada di benua permata hijau, bagai mana ke 3 wanita cantik yang dekat dengannya itu, juga mempunyai keharuman tubuh yang khas yang berbeda dari yang lainnya.


Ada rasa rindu yang mendalam kepada ke 3 wanita itu, walaupun ketiganya selalu bertengkar akan tetapi Yan Lan sangat menyayangi mereka.


Lamunan Yan Lan sirna ketika merasakan wajahnya tersentuh oleh sesuatu yang basah.


Ternyata Qian Qin telah membersihkan wajah Yan Lan dengan sebuah kain bersih yang telah basah dan diperas airnya.


"Dengan begini kau tampak kelihatan tampan kakak Yan Lan," ucap Qian Qin.


Hembusan napas Qian Qin yang menerpa wajah Yan Lan, membuat sensasi tersendiri bagi Yan Lan.


"Kakak Yan Lan entah mengapa beberapa hari belakangan ini aku selalu memikirkan mu, dan aku rasa aku sudah jatuh hati padamu, aku ingin kau pun merasakan seperti apa yang kurasakan saat ini," ucap Qian Qin sambil mengelus lembut pipi Yan Lan dengan ibu jarinya.


Mendengar perkataan Qian Qin barusan, membuat Yan Lan membuka matanya.


Seketika Qian Qin terperanjat dan buru buru menjauhkan tangannya dari wajah Yan Lan.


Qian Qin yang panik dengan segera berdiri dari duduknya, dan tanpa dia sengaja, Qian Qin menjatuhkan kursi yang di dudukinya hingga menimbulkan suara gaduh.


Yan Lan yang mengetahui Qian Qin panik, sontak ingin menggoda nya.


"Qian er kau kah itu?" tanya Yan Lan yang pura pura tidak mengetahui kehadiran Qian Qin.


"I...i..a kakak Yan Lan," jawab Qian Qin.


Yan Lan duduk di pembaringan dan menatap tajam ke arah Qian Qin yang telah menjauh darinya.


Kegelisahan di hati Qian Qin sangat tertangkap jelas oleh Yan Lan.


"Kakak Yan Lan a..a..pakah ta..ta..tadi kau mendengar perkataanku?" tanya Qian Qin terbata bata.


"Menurut mu?" jawab Yan Lan balik bertanya.


Seketika wajah Qian Qin memerah, ada rasa malu yang teramat sangat yang dia rasakan, keringat dingin pun mulai keluar dari tubuhnya.


"Aku mendengarkan semua apa yang kau katakan, begitupun saat kau pertama kali masuk dalam ruangan ini, saat kau membersihkan wajahku dengan kain basah dan saat kau menyatakan cintamu padaku sambil mengelus pipiku," ucap Yan Lan sambil mengedipkan sebelah matanya.


Jantung Qian Qin serasa copot, perkataan Yan Lan barusan seperti petir yang menyambar di terik matahari.


"Kak Yan Lan jahat...!!" pekik Qian Qin dan menyerang Yan Lan dengan tinjunya tanpa mengeluarkan sedikitpun tenaga dalam yang dimilikinya.


Dengan mudah Yan Lan menangkap kedua tangan Qian Qin, dan menjatuhkan wanita muda itu kedalam pelukannya.


Biyao yang sedari tadi berada di sudut ruangan, menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah laku kedua insan muda itu, dengan segera Biyao pun meninggalkan tempat itu.


*****


Author meminta maaf karena beberapa hari ini tidak up, keadaan di tempat author berada banyak yang telah terpapar virus korona, tetangga banyak yang telah meninggal dunia. Sekarang giliran ayah dan ibu yang terpapar dan harus menjalani pengobatan di rumah sakit, daya tahan tubuh ayah menurun 3 hari yang lalu dan meninggal dunia, sekarang ibu masih menjalani penyembuhan di rumah sakit dan dia masih tak mengetahui keadaan ayah yang telah tiada.


Bagi pembaca yang Budiman saya minta dimaklumi keadaan Author, walaupun banyak masalah yang ada di fikiran, author akan tetap berusaha up tiap episodenya.


Author harapkan pembaca yang Budiman selalu memberikan vote, komentar dan like tiap episode yang author buat agar author tetap semangat untuk menulis.


Author pasti akan menamatkan part 1 novel ini, karena part 2 nya sudah author buat rangkumannya yang tentunya akan lebih seru.


Terimakasih karena pembaca yang Budiman masih setia dengan novel PML ini.