PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Turnamen 2


Mengetahui jika seluruh kekuatan yang ada pada peserta dari kerajaan puncak langit, diberikan langsung oleh sang raja, maka Yan Lan semakin curiga dengan keberadaan Kerajaan puncak langit di benua semesta biru, sebagai salah satu kerajaan yang bersekutu dengan para iblis.


"Setelah ini aku akan ke kerajaan puncak langit, untuk mencari tahu apakah kerajaan itu memang bersekutu dengan para iblis, jika memang sang raja merupakan antek-antek dari para iblis maka, aku sendiri yang akan menghabisi raja tersebut," ucap Yan Lan.


Setelah beristirahat semalaman, kali ini turnamen alkemis akan kembali berlangsung. para peserta yang ikut dalam turnamen harus membuat pil dengan kualitas yang sangat sempurna, selain level tingkatannya yang tinggi, pil itu juga harus dibarengi dengan kecerahan dan serat yang menandakan jika kualitas pil tersebut sempurna.


Semua peserta kini berada pada tungku masing-masing, dengan berbagai macam tumbuhan serta sumber daya lainnya yang berada di sisi tungku.


Tak lama kemudian pengumuman untuk memulai melakukan pemurnian pil oleh seluruh peserta, segera dimulai.


Semua peserta diwajibkan menggunakan tungku yang berada di atas meja, dan tidak boleh menggunakan tungku lain di sana.


Para panitia secara sengaja melakukan hal itu, agar dapat melihat kemampuan para peserta dalam menggunakan tungku yang mempunyai kualitas menengah.


Yan Lan mulai meracik satu persatu sumber daya yang berada di hadapannya, kali ini Yan Lan akan membuat pil pelangi yang bertujuan untuk mengobati orang-orang yang terkena dampak kekuatan elemen api.


Dengan perlahan Yan Lan melakukan pemurnian pil, dengan menggunakan api dengan suhu panas yang rendah.


Yan Lan mulai memasukkan satu persatu sumberdaya yang telah dipilihnya ke dalam tungku, hingga sumber daya itu habis dan masuk semua ke dalam tungku.


Seiring berjalannya waktu, satu persatu dari para peserta lainnya mulai resah dengan kekuatan tungku yang tak mampu untuk menahan suhu panas yang terlalu tinggi, akibatnya satu per satu tungku mulai pecah dan pil yang dibuatnya otomatis gagal, hal ini membuat peserta tersebut tak dapat melanjutkan turnamen dan dinyatakan gugur.


Di tempat lain, peserta dari kerajaan puncak langit, mengeluarkan aura merah yang kasat mata dari tubuhnya, jika kemampuan yang dimiliki seorang kultivator tidak mumpuni, maka Aura itu tak akan terlihat oleh matanya.


Lain halnya dengan Yan Lan, dengan menggunakan mata langit yang dimilikinya, aura itu nampak jelas terlihat.


"Iblis!!, benar kecurigaanku selama ini, Aura yang digunakannya merupakan Aura yang digunakan para iblis," batin Yan Lan.


"Aku tak akan membuat kalian lolos kali ini, aku akan membuat mat kalian satu persatu tak akan lolos dari turnamen sesi kedua ini," batin Yan Lan.


Yan Lan segera menjejakkan kakinya lantai yang di pijaknya, hingga Aura tipis keluar dari dalam tanah menuju kearah meja meja yang berada di hadapan para peserta dari kerajaan puncak langit.


Seketika Aura yang dikeluarkan oleh Yan Lan menabrak Aura iblis yang ada pada para peserta dari kerajaan puncak langit, hingga Aura itu pecah yang membuat tungku para peserta kerajaan puncak langit hancur satu persatu, dan hanya menyisakan satu tungku saja di mana peserta itu dapat menahan Aura yang dilesakkan oleh Yan Lan


Pemuda itu tiba tiba saja menatap tajam ke arah Yan Lan, dengan tatapan yang penuh rasa kebencian di dalamnya.


Apa yang dialami para oleh para peserta yang telah gagal melakukan pemurnian, juga dialami oleh Yan lan. Tungku yang dipakai untuk pemurnian pil tak dapat menahan suhu yang terlalu panas, yang mengakibatkan kondisi tunggu rawan akan pecah.


Tak ada pilihan baginya kecuali memakai api inti surgawi untuk pembuatan pil tersebut, walaupun Yan Lan tau jika dia menggunakan api inti surgawi, maka seluruh panitia dan para petinggi 4 kerajaan akan mencari tahu keberadaannya, karena dia menggunakan api berwarna putih yang tidak lazim digunakan bagi para alkemis dalam pembuatan pil.


"Aku tak peduli lagi, jika aku tetap menggunakan api energi seperti biasa, maka suhu tungku akan menjadi tak stabil yang membuat tungku ini akan hancur, dan aku tidak dapat mengikuti turnamen Alkemis berikutnya," batin Yan Lan.


Akhirnya Yan Lan pun menggunakan api inti surgawi yang dimilikinya, dengan menggunakan api inti surgawi maka Yan Lan dapat mengontrol suhu tungku sesukanya.


Panitia penyelenggara turnamen menyaksikan jika ada api lain, selain api biasa yang sering digunakan berada di kompetisi turnamen, dengan segera menghentikan Yan Lan.


"Berhenti!! coba kau katakan api apa yang sedang kau gunakan ini, karena jika kau menggunakan api yang lain untuk mengatur suhu tungku maka kau akan didiskualifikasi dari turnamen ini, karena kau telah melanggar aturan yang ada," ucap kepala panitia turnamen.


"Api ini adalah api pada umumnya yang telah ku modifikasi dengan menggunakan teknik elemen angin, agar api ini bisa berwarna putih atau berwarna lain sesuai dengan keinginan ku," ucap Yan Lan.


"Apa!!? kau kira aku sebodoh itu anak muda sehingga aku dapat mempercayai perkataan mu, atas dasar apa kau bisa memodifikasi api biasa pada umumnya, hingga menjadi seperti ini," tanya kepala panitia turnamen alkemis kembali.


"Aku tak bisa mengatakan kepadamu karena teknik ini adalah tehnik yang diberikan guru kepadaku, jika aku mengatakan kepadamu maka teknik ini akan bocor ke mana-mana, dan aku akan menjadi orang yang paling durhaka kepada guru karena telah membocorkan rahasia teknik yang dimilikinya.


"Omong kosong!! kau ingin menipuku anak muda? jika kau bisa berubah warna api ini menjadi warna yang lain maka aku akan memperbolehkan mu untuk kembali ikut dalam kompetisi ini," hardik kepala panitia turnamen Alkemis.


Yan Lan hanya tersenyum mendengar perkataan dari kepala panitia turnamen Alkemis, dengan menggunakan inti api neraka maka api surgawi segera menghilang, dan berganti dengan api inti neraka yang berwarna hitam kelam.


Kepala panitia turnamen alkemis menjadi malu dengan pemuda dari sekte pasir es yang ada di hadapannya, dia tak menyangka jika api yang setelah dimodifikasi dengan energi elemen angin, dapat merubah warna api sesuai dengan warna yang diinginkan oleh pengguna api tersebut.


Dengan menahan malu maka kepala panitia turnamen Alkemis berlalu dari hadapan Yan Lan.


Melihat hal itu Yan Lan segera merubah api neraka kembali ke api inti surgawi, karena sifat api inti neraka yang sangat kuat, tidak cocok dalam melakukan pemurnian pil.


Tak berapa lama berselang, Akhirnya pil yang dibuat oleh Yan Lan telah selesai dimurnikan, begitupun dengan peserta yang lainnya yang juga berhasil membuat pil sesuai dengan keinginan mereka.


Putri Bilqis dari kerajaan cahaya nirwana, datang menghadap kepala panitia turnamen untuk menyerahkan hasil pil buatannya, dan panitia yang khusus untuk meneliti pil segera mengumumkan jika pil buatan dari Putri Bilqis, merupakan pil embun pagi level 6, yang berhasiat untuk meredakan rasa sakit dari luka akibat tebasan sebuah senjata di dalam pertempuran.


Pil itu dinyatakan sangat sempurna oleh para panitia penyelenggara turnamen, yang juga merupakan juri dari pertandingan itu, dan membuat putri bilqis dari kerajaan cahaya nirwana lolos ke babak final.