PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Racun es gelap


Kelompok murid terpilih yang masuk dalam portal menuju kedalam bukit roh, akhirnya menyadari jikalau mereka semua terpisah dari kelompok, dan membuat mereka harus menerima kenyataan jikalau mereka sekarang harus sendiri.


Murid yang menyebar sendiri sendiri di dalam bukit roh mulai mencari 3 bahan yang di tentukan oleh pagoda 9, dengan tidak mengurangi kewaspadaan mereka.


Yan Lan sengaja mencari sungai kecil yang ada di tempat itu, berharap macan api akan singgah sekedar meminum air di sungai kecil itu.


Yan Lan melesat kearah pohon besar dan merebahkan tubuhnya di atas dahan pohon yang kokoh untuk menopang tubuhnya.


Baru sebentar Yan Lan merebahkan tubuhnya, sayup sayup Yan Lan mendengar suara auman beberapa macan api berada di bawah dahan pohon besar tempatnya terbaring.


"Ini hari keberuntunganku, ada 6 ekor macan api berada di sini, tapi mereka semua merupakan binatang roh tingkat berlian, jauh beberapa tingkat di atasku," batin Yan Lan.


Yan Lan berfikir sejenak, bagai mana langkah terbaik untuk dapat mengalahkan ke 6 binatang roh tingkat berlian yang ada di tepi sungai itu.


Senyum secara tiba tiba keluar dari bibir Yan Lan. "Aku kan punya api surgawi yang di berikan leluhur pagoda 9, mengapa aku tak mencoba untuk menggunakannya," batin Yan Lan.


Yan Lan segera meloncat dari atas dahan pohon turun kebawah, yang membuat ke 6 macan api langsung menatap liar ke arahnya.


Macan api yang terkenal dengan kebuasannya, langsung menyerang Yan Lan dengan ganas.


Yan Lan meloncat kesana kemari untuk menghindari bola api yang terus memburunya.


Api api itu keluar dari dalam mulut macan api, dan daya ledaknya bisa menghancurkan tubuh manusia dewasa.


"Ternyata macan macan ini begitu kuat, serangannya pun sangat cepat, kalau aku lengah sedikit saja, tubuhku pasti bisa hancur menjadi debu," batin Yan Lan.


"Sudah saatnya aku mencoba menggunakan api surgawi," sambung Yan Lan.


Yan Lan segera meloncat ke udara dengan tangan kanannya yang di hempaskan kedepan, api berwarna putih keluar dari telapak tangannya dan langsung menuju ke arah ke 6 ekor macan api.


"Pecah" teriak Yan Lan.


Api dengan cahaya putih terang terpecah menjadi enam bagian, dan pasing masing mengarah langsung ke arah macan api.


Macan api tak tinggal diam, mereka membalas dengan menembakkan api bercahaya kuning dari mulutnya.


Ke 12 bola api saling bertemu, tak ada ledakan sama sekali dari benturan itu, api surgawi milik Yan Lan berhasil menelan bola api milik ke 6 macan api hingga lenyap tak tersisa, dan pada akhirnya api surgawi milik Yan Lan berhasil mengenai ke 6 ekor macan api hingga hancur menjadi debu.


"Wow..!! kuat sekali api surgawi ini, aku tak menyangka api ini bisa menghancurkan ke 6 ekor macan itu dengan mudah," batin Yan Lan sambil melihat telapak tangannya yang di penuhi oleh api yang bercahaya putih terang.


Yan Lan segera mengambil 6 buah batu inti binatang roh yang tergeletak di tanah, dan memasukkan kedalam cincin ruangnya.


"Batu inti binatang roh sudah kudapatkan, tinggal batu sulfur malam dan tumbuhan roh kaktus 7 warna yang masih harus kucari," bisik Yan Lan.


Yan Lan segera melesat dari tempat itu.


Sehari semalam Yan Lan mencari 2 bahan yang di inginkannya, akan tetapi kedua bahan itu belum juga dapat di temukan nya.


"Mengapa begitu sulit mencari kedua bahan itu, tak semudah aku mendapatkan batu inti binatang roh ini," batin Yan Lan.


Siapakah yang mencoba melakukan penerobosan di saat ujian seperti ini? bisik Yan Lan.


Yan Lan mencoba mengintip dari celah bebatuan.


Yan Lan melihat ada seorang wanita cantik sedang melakukan penerobosan tingkat.


"Luar biasa, masih semuda itu dia berhasil memiliki kultivasi Qi awan bintang 2, sungguh pencapaian yang sangat luar biasa, tapi tunggu!! mengapa di tubuhnya terdapat energi es gelap?, energi ini kan racun yang sangat mematikan!" batin Yan Lan.


Tiba tiba wanita itu membuka matanya, dan langsung menyerang Yan Lan dengan pedangnya.


"Celaka aku ketahuan sedang mengintipnya," pekik Yan Lan.


Sabetan pedang jarak jauh yang di lancarkan wanita itu mampu membelah batu besar yang ada di sekat Yan Lan berada.


"Untung aku lekas menghindar, kalau tidak tubuhku pasti akan terbelah seperi batu itu," batin Yan Lan.


"Mesuuum..!!" berani sekali kau mengintip ku ," hardik sang wanita sambil mengacungkan pedangnya ke arah Yan Lan.


"Maaf nona, aku tak bermaksud mengintip anda, aku hanya penasaran mengapa ada seseorang yang akan melakukan penerobosan di saat ujian tes sedang berlangsung," jawab Yan Lan.


"Itu bukan urusanmu!! kalau kau tak punya kepentingan di sini, lebih baik kau pergi," bentak wanita itu.


"Baik nona aku akan pergi dari sini tapi ingatlah pesanku, jangan kau sia siakan Qi murni yang ada di tubuhmu, sekuat apa pun kau melakukan penerobosan tetap saja kau tak akan mampu untuk menaikkan tingkat kultivasimu selama energi es gelap yang ada di tubuhmu belum hilang, kalau kau terus memaksanya tubuhmu pasti tak akan kuat, tubuhmu akan terasa lelah, dan di bagian bagian tertentu di tubuhmu akan membentuk bulatan berwarna biru sebesar 2 centimeter yang terasa sakit bila di sentuh dan dalam 2 tahun dari sekarang kau akan mati!!," jawab Yan Lan.


Wanita itu tersentak kaget, apa yang di ucapkan pemuda yang ada di hadapannya semuanya benar adanya.


"Tunggu!!" ucap wanita itu.


Yan Lan menghentikan langkahnya, dia membalikkan badannya kearah wanita itu.


"Ada apa nona?" tanya Yan Lan.


Wanita itu seperti ragu untuk mengungkapkan maksudnya.


"Kalau anda tak ingin bicara, lebih baik aku pergi dari sini," ucap Yan lan sambil membalikkan badannya.


"Mengapa kau mengetahui semuanya, termasuk penyakit yang ku derita," ucap sang wanita.


"Di tubuhmu terdapat dua unsur elemen, yaitu elemen es dan elemen api, di samping itu kau juga memiliki tulang bulan dingin yang jarang di miliki oleh manusia yang lain di benua ini, saat racun es gelap yang ada di tubuhmu bereaksi kau akan menggunakan elemen api mu untuk meredakannya, dan berhasil. Lama kelamaan elemen api itu tak dapat meredakan racun es gelap yang ada di tubuhmu dan makin membuat tubuhmu lemah hingga tak bisa menerobos ketingkat selanjutnya," jawab Yan lan.


"Sakit yang ku derita ini merupakan kutukan bagiku, telah berbagai macam cara telah di tempuh oleh keluargaku untuk menghilangkan kutukan racun es gelap di tubuhku, tapi tak kunjung juga mendapatkan hasil.


"Aku bisa menyembuhkan mu, asalkan dengan 1 syarat," ucap Yan Lan sambil melirik genit kearah wanita itu.


"Syaratnya enggak macam macam kan?" tanya sang wanita sambil memeluk tubuhnya dengan kedua tangannya.


Yan Lan hanya tersenyum menggoda.