
Zhao Quin yang berganti nama menjadi An lung, merasa lega dengan perkataan ibunya yang mengatakan jika pemuda yang berdiri di hadapannya adalah seorang Dewa, berarti dia tak salah mencintai Yan Lan selama ini.
Semua sikap yang di tunjukkan An lung terhadap Yan Lan selama ini, semua itu karena janjinya pada sang ibu yang melarang Dewi sepertinya berhubungan dengan manusia biasa.
Pada dasarnya semua pengorbanan Yan Lan baik keringat maupun darah, An lung mengetahuinya dengan pasti, akan tetapi janji telah terucap maka semua janji itu harus di tepati, dan pada akhirnya An lung memilih untuk meninggalkan Yan Lan walaupun hati kecilnya menangis.
An lung merasa jika hubungannya dengan Yan Lan harus segera di perbaiki kembali, diapun segera mendekati Yan Lan dan berkata.
"Kak Yan Lan, aku adalah Zhao Quin, maaf telah membuatmu kecewa selama ini, aku akan memperbaiki semua sikap dan hubungan kita kembali," ucap Zhao Quin.
Terlihat Yan Lan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan, Yan Lan berusaha mencerna keadaan yang ada dengan sikap tenangnya.
"Dewi..., Aku mengenal anda sebagai Dewi An lung, bukan Zhao Quin, Nona Zhao Quin yang ku kenal tak akan pernah membiarkan ku menderita ataupun sampai terluka, dia bahkan kan rela mengorbankan dirinya demi menyelamatkanku, mungkin anda salah orang!!" ucap Yan Lan.
"Kak Yan Lan aku benar benar Zhao Quin, ini adalah tanda teratai cahaya kemilau putri yang ada di tubuhku!!, pasti kau ingat bukan!!?" ucap Zhao Quin dengan menyibak sedikit bahu kirinya yang terdapat gambar bunga teratai berwarna biru di sana.
Yan Lan tersenyum melihat gambar bunga teratai yang ada di tubuh Zhao Quin.
Tak lama kemudian Yan Lan membalikkan badannya membelakangi Zhao Quin.
"Zhao Quin yang ku kenal dulu masih harum mewangi di hatiku, dan Zhao Quin yang kukenal sekarang telah hilang dan mati di hatiku!!" ucap Yan Lan tegas.
Zhao Quin terdiam, tak sadar air matanya telah mengalir di pipinya, dan Yan Lan tak menghiraukan itu semua.
Tiba-tiba saja angin kencang menerpa tubuh Yan Lan dan mengibarkan jubah yang di kenakannya.
"Kurang ajar!! kau sengaja datang kesini hanya untuk membuat putriku sedih, dan kau berani menolak putriku di hadapanku setelah apa yang telah dia korbankan untukmu anak muda!!" hardik Dewi Hong tien Sie.
Yan Lan menatap ke arah Dewi Hong tien Sie dan berkata "Siapa yang menolak siapa!?? tanyakan pada putri anda Dewi, apakah dia pernah memikirkan perasaanku sebelumnya!?? apakah penolakannya tak membuatku sakit hati!?? jika kau bisa mengembalikan Zhao Quin seperti dulu dan bukanlah seorang Dewi seperti sekarang ini, maka aku akan membahagiakan hidupnya seumur hidupku!!" ucap Yan Lan dengan penekanan di perkataannya.
"Lancang!! kau kira selama ini aku tak membahagiakan putriku, dan hanya kau yang bisa membahagiakannya, aku tak terima itu!!" teriak Dewi Hong tien Sie yang langsung menyerang Yan Lan.
Dengan kekuatan Dewa yang sekarang ada pada Yan Lan, dengan mudah Yan Lan dapat menghindari serangan cepat yang di lakukan oleh Dewi Hong tien Sie, yang membuat sang Dewi menjadi kesal akan hal itu.
Tiba tiba saja seluruh tumbuh tumbuhan, baik rerumputan dan pohon pohon yang berada di dalam alam nirwana bintang, semuanya hidup dan menyerang Yan Lan.
Akar akar pohon dan rumput yang merambat, serta semak belukar yang berduri, terus memburu Yan Lan dengan cepat, tak hanya itu semak belukar berduri kini mengeluarkan racun yang sangat mematikan dari duri yang melekat pada tumbuhan itu.
Melihat itu semua, Yan Lan segera mengeluarkan Aura surgawi yang ada di tubuhnya, yang membuat serangan dari tumbuh tumbuhan yang menyerangnya, tak ada satupun yang bisa melukai tubuhnya.
"Jika kau ingin bertarung, maka aku akan memberikan pertarungan itu," ucap Yan Lan.
Air danau mendidih, ikan ikan mati dan mengapung di permukaan air, binatang binatang pergi menjauh dari tempat itu, dan seluruh tumbuhan radius 200 meter dari api surgawi layu dan menghitam.
"Kekuatan Dewa memang sangat luar biasa, aku hanya mengeluarkan api inti surgawi, akan tetapi efeknya sudah sedasyat ini, apa lagi jika aku menggabungkan inti api surgawi dan inti api neraka bersamaan, maka apa yang akan terjadi pada tempat ini??" batin Yan Lan.
Yan Lan segera melompat tinggi di udara dan langsung melemparkan api inti surgawi yang berada di genggaman tangannya, ke arah Dewi Hong tien Sie.
Melihat hal itu, Dewi Hong tien Sie segera mengeluarkan kekuatannya yang membentuk sebuah bunga teratai berwarna emas, dan menyambut datangnya serangan dari Yan Lan.
Zhao Quin yang tak ingin kedua kekuatan dasyat itu saling berbenturan, dengan cepat melesat ketengah tengah pertarungan yang tengah terjadi, agar kedua orang yang sangat dicintainya itu dapat menghentikan serangan mereka masing-masing.
"Hentikan...!!"
Tiba tiba saja Zhao Quin berteriak dan masuk kedalam arena pertarungan untuk menghentikan pertarungan yang sedang terjadi
"Zhao Quin awas...!!" teriak Yan Lan.
Yan Lan tak dapat lagi menahan api surgawi yang terlanjur di lepaskan nya, begitu pun dengan teratai emas yang di lepaskan oleh Dewi Hong tien Sie, membuat kedua orang yang bertarung itu panik bukan main.
Yan Lan segera memakai perisai Dewa dan melesat cepat ke arah Zhao Quin berada, dengan menggunakan tehnik ruang dan waktu.
Yan Lan berhasil meraih tubuh Zhao Quin dan meredam api surgawi miliknya kembali, akan tetapi teratai emas tetap melesat cepat kearah Yan Lan.
Dan ....
"Duar...!!"
Teratai emas telak menghantam belakang tubuh Yan Lan, karena dirinya sedang melindungi Zhao Quin dari serangan Dewi Hong tien Sie. Serangan itu membuat Yan Lan harus terhempas bersama Zhao Quin di tanah dan bergulingan sesaat hingga Yan Lan kembali berdiri untuk melihat kondisi Zhao Quin.
Zhao Quin masih tersadar akan tetapi tubuhnya terluka parah.
"Aku tak ingin kau bertindak bodoh seperti ini!!, walaupun kita sudah tak bersama lagi, aku tetap tak akan membiarkanmu terluka bahkan mati di hadapanku, telanlah pil ini dan aku pastikan kondisimu akan pulih seperti sedia kala," ucap Yan Lan sambil menaruh sebuah pil berwarna putih cerah di dalam genggaman tangan Zhao Quin.
"Aku pergi!" ucap Yan Lan kembali.
Zhao Quin hanya diam karena dirinya sudah tak berdaya, luka dalam di tubuhnya membuatnya tak bisa mengerakkan seluruh anggota tubuhnya, hanya air matanya yang terus mengalir di pipinya melihat kepergian Yan Lan yang meninggalkannya.
Di tempat lain, Dewi Hong tien Sie terkejut melihat perisai yang di kenakan Yan Lan, dia teringat kembali akan sahabatnya yang menjadi jendral perang langit, yang telah mati terbunuh akibat perang yang berkepanjangan dengan bangsa Ibis.
"Apakah pemuda ini titisan mu kakak!!" batin Hong tien Sie yang membiarkan Yan Lan pergi dari alam nirwana bintang.