PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Keteguhan hati sang putri


Setibanya di istana kerajaan Kilauan roh, Yan Lan begitu kagum dengan konstruksi bangunan yang begitu kokoh dan megah, selain itu berbagai macam perabotan baik kursi dan meja semuanya terbuat dari kristal murni, begitu pula dengan lantai istana yang terbuat dari marmer, menambah kontras kemegahan istana itu baik dari dalam maupun dari luar istana. "Istana ini begitu megah, sesuai dengan namanya yang berkilau bagaikan permata," batin Yan Lan.


Setelah mengisi perut, Yan Lan diajak sang ratu kesebuah tempat yang merupakan pusat kemegahan dan kebanggaan istana Kilauan roh, tempat itu merupakan ruangan besar dimana terdapat harta, senjata pusaka, berbagai macam tumbuhan obat langka, dan lain sebagainya.


"Ratu, mengapa anda membawaku ketempat ini?" tanya Yan Lan.


"Yan Lan, aku pernah berjanji pada seluruh penghuni istana dan diriku sendiri, jika suatu hari ada orang yang bisa menghilangkan kutukan ular 7 warna ditubuh putriku, jika dia seorang wanita maka aku akan menjadikan dia sebagai bagian dari keluarga besarku, dan jika dia seorang laki laki maka aku akan menjadikan dia sebagai calon suami bagi putri tunggal ku Limudza, dan dengan sendirinya dia akan menjadi raja di kerajaan Kilauan roh yang sekarang ini di pimpin olehku, kau tau maksudku bukan?" ucap ratu Lily.


Mendengar perkataan ibunya membuat hati putri Limudza berbunga-bunga, walaupun putri Limudza baru saja mengenal Yan Lan, akan tetapi hati kecilnya yakin jika sosok Yan Lan adalah pemuda baik yang dapat membimbing hidupnya di masa depan, apalagi mendengar perkataan ibunya yang merestui Yan Lan sebagai calon suaminya, membuat jarak yang menjadi penghalang untuk dapat dekat dengan pemuda tampan yang di dikaguminya, kini terbuka lebar.


Sementara itu Yan Lan yang mendengar perkataan ratu lily terdiam, diapun mencoba mencerna perkataan ratu Lily itu, karena apa yang di katakan ratu Lily begitu sangat jauh dari pemikirannya selama ini, tak di sangka olehnya, jika sang ratu memintanya untuk menjadi pasangan hidup bagi putrinya.


Yan Lan sesaat menatap putri limudza yang berada tak jauh darinya, hingga pandangan mereka saling bertemu. Harus diakui oleh Yan Lan jika wajah dan lekuk tubuh putri Limudza begitu sangat luar biasa, dari semua istri yang di milikinya sekarang hanya Qian Qin dan Zhao Quin lah yang mampu untuk menyaingi kecantikannya.


Tapi Yan Lan sadar dengan keadaan yang ada, dia tak mungkin menjadikan putri Limudza sebagai istri berikutnya yang dia miliki, karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang Jendral tertinggi di istana langit, dan tak ingin melukai hatinya karena akan meninggalkannya suatu saat nanti untuk pergi selamanya ke nirwana.


Yan Lan menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, dia menyesalkan mengapa ratu Lily mengatakan itu semua di saat putrinya juga berada di tempat itu.


"Ratu aku tak bisa menerima putri Limudza sebagai istriku, karena aku telah mempunyai 3 istri, dan ada beberapa hal yang tak bisa ku ungkapkan sehubungan penolakan ku ini," jawab Yan Lan.


Penolakan Yan Lan membuat ratu Lily tak percaya, dia tak menyangka jika putrinya yang paras maupun sifatnya yang cantik dan murah hati, dapat ditolak oleh Yan Lan dengan alasan yang membuatnya tak masuk akal.


"Aku tak permasalahkan jika kau mempunyai istri tiga, karena seorang raja wajar jika mempunyai istri lebih dari satu, yang ingin kutanyakan padamu apakah putriku tidaklah menarik di matamu?" tanya ratu Lily.


Pertanyaan mendesak sang ratu membuat Yan Lan kesulitan untuk menjawabnya, dia menerka-nerka jika dia menjawab menarik, maka sang ratu pasti akan memintanya untuk kembali menikahi putrinya, jika dia berkata tidak, maka Yan Lan telah berbohong karena putri Limudza memang sangatlah menarik.


"Putri Limudza sangatlah menarik, aku tak bisa pungkiri itu, tapi ada hal penting yang membuatku tak bisa menikahinya," ucap Yan Lan yang membuat putri Limudza menatap tajam kearah Yan Lan.


"Aku ingin mengetahui kejelasan mengapa kau menolakku, agar aku bisa tau kekuranganku itu sehingga aku bisa merubahnya," ucap putri Limudza.


"Aku merupakan seorang Dewa dan jendral tertinggi kerjaan langit, jika aku menikahi mu dengan statusmu yang dapat hidup ribuan tahun, pasti hatimu akan terluka karena aku tak lama lagi akan ke nirwana untuk tinggal dan mengabdikan diri pada istana langit, ada baiknya kita mengangkat diri sebagai kakak dan adik agar kedepannya akan menjadi lebih baik," ucap Yan Lan.


Semua orang tercengang dengan pengakuan Yan Lan, yang mengatakan bahwa dia merupakan jenderal tertinggi istana langit, namun semua perkataan Yan Lan semakin tak meyakinkan ratu Lily, dalam pikiran sang ratu Yan Lan hanya membuat alasan agar dirinya bisa menghindari permintaannya untuk menjodohkan Yan Lan dengan putrinya Limudza.


Gelagat sang ratu begitu nampak di mata Yan Lan, sehingga Yan Lan memutuskan mengambil sebuah belati dari dalam cincin penyimpanannya, dan menyayat telapak tangan kirinya hingga darah kental menetes dari dalamnya, semua itu dilakukannya agar ratu Lily dapat percaya dengan perkataannya.


Darah yang keluar dari sayatan telapak tangan Yan Lan, mengeluarkan aroma wangi dan berwarna emas, khas darah dari para dewa di nirwana.


Melihat hal itu ratu Lily bungkam seribu bahasa, kini dia mengetahui secara pasti jika pemuda yang berada di hadapannya, merupakan seorang Dewa.


Putri Limudza kembali angkat bicara. "Aku menyetujui jika kak Yan Lan ingin menganggapku sebagai saudara, akan tetapi jika diizinkan untuk memilih, aku lebih memilih kak Yan Lan sebagai orang yang akan menjadi pendamping masa depanku, walaupun suatu hari nanti kak Yan Lan akan pergi dan meninggalkanku untuk tinggal di nirwana, ini semua bukan karena adanya pemaksaan tapi semua ini keluar dari hati kecilku sendiri, hati kecilku pernah berjanji jika ada seorang pemuda yang bisa menghilangkan kutukan pada diriku, aku akan mengabdi padanya sebagai seorang istri, dan jujur saja aku telah jatuh cinta pada kak Yan Lan pada pandangan pertama," ucap putri Limudza.


Perkataan sang putri membuat Yan Lan tak bisa berkata apa-apa, dia menatap ke arah ratu Lily, dan diapun menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan putrinya.


"Aku ingin mengatakan sesuatu hal padamu putri, jika aku menikahi denganku, apakah kau ingin meninggalkan kemegahan istana ini, keluarga dan orang orang terdekatmu, untuk pergi bersamaku berpetualang, yang mana saat ini aku sedang mencari bunga teratai nirwana, untuk menyembuhkan seorang wanita yang kelak juga akan menjadi istriku, kau masih bisa mengurungkan niatmu untuk menjadi istriku dengan mengatakan penolakan mu," ucap Yan Lan dengan berkata sejujur jujurnya.


"Aku telah memutuskan keinginanku, aku akan mengikutimu kemana saja dan aku takkan mempedulikan semua istri yang telah kau punya, aku akan melayani mu sebagai seorang istri sebagaimana istrimu yang lain," jawab putri Limudza.


Dengan pernyataan sang putri, Yan Lan tak bisa berbuat apa-apa dia pun mengiyakan untuk menikahi sang putri, setelah setelah dirinya mendapatkan bunga teratai nirwana.


Maka dalam perjalanannya kali ini, Yan lan mengikut sertakan putri limudza bersama ke dua pengikutnya dalam mencari bunga teratai nirwana.


*****


Terimakasih atas dukungannya, perhari author tetap akan menerbitkan 1 episode dan akan menulis lebih banyak lagi di awal tahun.