
Kepanikan seketika melanda penginapan bunga, setelah matinya pejabat Tangyo yang merupakan kepala penjaga gerbang kota awan.
"Putri, pergilah dari tempat itu, aku menunggumu di luar," bisik suara Yan Lan di telinga putri Bilqis.
Mendengar bisikan itu, putri Bilqis segera pergi dari ruangan itu dengan cara sembunyi sembunyi.
Di dalam ruangan kamar di mana terdapat mayat pejabat Tangyo, madam segera mencerna keadaan yang ada, diapun datang menghampiri pejabat Whey.
"Tuan pejabat, kita harus segera mencari solusi dari masalah ini, bagai mana jika Qisbil yang kita tuduh membunuh pejabat Tangyo?" ucap madam.
"Terserah padamu madam, aku tak ingin terjerat hukum kerajaan puncak langit, apalagi yang ku bunuh ini merupakan pejabat kerajaan," jawab pejabat whey.
Dan tanpa di duga oleh mereka berdua, para prajurit dari kerajaan puncak langit melakukan penggeledahan di penginapan mawar, dan mendapati pejabat Tangyo telah mati di hadapan mereka.
Flash back
Yan Lan yang ada di atas atap bangunan, melihat beberapa prajurit yang berjalan di depan penginapan mawar. Dengan memakai topeng, Yan Lan melesat kearah para prajurit dan menghajar 1 orang perajurit hingga babak belur.
Setelah itu Yan Lan berlari kearah penginapan mawar. Melihat rekannya terkapar di tanah, para prajurit segera mengejar masuk kedalam penginapan, dan prajurit lainnya memanggil bala bantuan.
Setelah para prajurit datang membawa bala bantuan, pemimpin prajurit menyuruh untuk buahnya untuk mengepung penginapan mawar, dan dia sendiri dengan di ikuti beberapa prajurit memeriksa keadaan di dalam penginapan.
Sementara itu, putri Bilqis yang telah bersama Yan Lan, hanya tersenyum menyaksikan penggeledahan itu dari kejauhan.
"Siapa yang telah membunuh pejabat Tangyo!!, jika kalian semua tak ada yang mengaku, maka aku sendiri yang akan menangkap kalian semua," ucap pemimpin prajurit.
karena Qisbil yang ingin di jadikan kambing hitam telah menghilang, maka tak ada lagi yang bisa di salahkan oleh pejabat whey dan madam, dan pada akhirnya pemimpin prajurit membawa seluruh orang yang berada di dalam penginapan bunga, ke kerajaan puncak langit.
Setelah kejadian itu, Yan Lan dan putri Bilqis dapat berkeliaran dengan bebas di kota awan, karena telah mempunyai lencana pengenal. Kali ini Putri Bilqis memakai penyamaran sebagai seorang laki-laki, dan mereka berdua merencanakan akan menyelidiki kerajaan puncak langit dari dekat.
Malam hari pun tiba mereka berdua telah berada di depan gerbang kerajaan puncak langit, seperti biasanya kerajaan dijaga ketat oleh para prajurit, belum lagi para perajurit yang yang berkeliling tiap jamnya, membuat Yan lan dan Putri Bilqis kesulitan untuk menerobos masuk ke dalam kerajaan.
"Kak Yan Lan apa yang harus kita lakukan sekarang sementara kerjaan begitu sangat dijaga ketat oleh para prajurit? lebih baik kita mengatur strategi lagi untuk dapat masuk ke dalam kerajaan.
"Tenanglah putri aku mempunyai akal untuk masuk ke dalam kerajaan, kita akan melumpuhkan dua orang prajurit yang berkeliling, setelah itu kita mengambil atribut prajurit yang di kenakannya, agar kita bisa dengan mudah untuk memasuki kerajaan dengan leluasa," jawab Yan Lan.
Akhirnya apa yang dipikirkan oleh Yan Lan, dapat disetujui oleh putri Bilqis, setelah itu mereka mencari 2 orang prajurit untuk mendapatkan pakaian seragam prajurit kerajaan puncak langit.
Dengan mudah mereka dapat melumpuhkan dua orang prajurit, setelah memakai baju seragam kerajaan pucak langit, mereka berdua bergegas masuk ke dalam gerbang yang dijaga ketat oleh prajurit penjaga gerbang.
"Bagai mana keadaan diluar sana? tanya salah seorang prajurit penjaga gerbang.
"Diluar aman, dan sekarang ini kami ingin ke dalam istana untuk sekedar mengambil perlengkapan kami yang ketinggalan," ucap Yan Lan.
Tak ada kecurigaan dari para prajurit penjaga, akhirnya Yan Lan dan putri bilqis berhasil masuk ke dalam istana.
Tanpa diduga, kegiatan mereka telah dipantau oleh parah kultivator yang menjaga istana, kejadian itu pun dilaporkan kepada pangeran Ling Ying yang sudah berada di istana.
"Jangan sampai para penyusup itu lolos, aku ingin mereka ditangkap hidup-hidup atau mati, sebentar lagi aku akan ke sana, kalian pergilah terlebih dahulu," ucap pangeran Ling Ying.
Sementara itu Yan lan terus bergerak sesuai dengan apa yang dilihat sebelumnya, sewaktu mereka berdua pertama kali berada di istana dengan menggunakan teknik pencarian langit, oleh para petinggi kerajaan cahaya nirwana.
Akhirnya mereka berdua menemukan tempat dimana Lien Hua disekap, yaitu menara batu yang menjulang tinggi dengan diselimuti segel pelindung.
"Di tempat ini Lien Hua di sekap, kita harus segera menyelamatkannya sebelum orang-orang dari istana puncak langit berdatangan ke tempat ini," ucap Yan Lan.
Apa yang menjadi kekuatiran Yan Lan akhirnya terjadi, para kultivator dari istana kerajaan puncak langit telah menghadang mereka berdua.
"Berani sekali kalian berdua menyusup ke tempat ini!! cepat kalian menyerah atau aku akan membunuh kalian berdua," ucap seorang kultivator yang menghadang.
"Coba saja jika kalian bisa!!" jawab Putri Bilqis dan langsung menyerang para kultivator dengan pedang yang berada di tangannya.
"Kak Yan Lan cepat selamatkan Lien Hua, aku yang akan mengatasi mereka!!" teriak putri Bilqis.
Mendengar teriakan putri Bilqis, Yan Lan langsung menghantamkan tinjunya yang mengandung inti api surgawi, ke arah pelindung menara batu tempat di mana Lien Hua di sekap.
Seketika pelindung yang menyelimuti menara batu hancur, dengan cepat Yan Lan melesat keatas.
Diatas menara batu Lien Hua berada di pembaringan tanpa busana, dengan bekas-bekas luka penyiksaan yang berada di tubuhnya.
"Apa yang telah terjadi padamu Lien er!!" ucap Yan Lan dengan perasaan iba melihat keadaan Lien Hua.
"Jangan dekati aku kak Yan Lan!!, aku telah kotor!!, kau tak pantas mendekatiku, lebih baik kau meninggalkanku di sini!!" ucap Lien Hua dengan air mata yang terus berderai di pipinya.
Yan Lan mencoba menenangkan Lien Hua, dan berusaha mencari keterangan darinya.
"Kau jangan takut, aku berada disini!!, katakan siapa yang melakukan ini semua padamu!!" ucap Yan Lan.
"Kak Yan Lan aku takut!!, pangeran keji itu telah menyiksa dan memperkosa aku berkali kali, aku takut kak Yan Lan!!" jawab Lien Hua dengan terus meneteskan air matanya.
Darah Yan Lan mendidih, amarahnya tak terbendung lagi mendengar perkataan Lien Hua.
Yan Lan segera berdiri dan berjalan untuk memunguti pakaian Lien Hua yang berserakan di lantai ruangan itu.
"Pakailah pakaianmu kembali, kerajaan ini harus mempertanggungjawabkan ini semua!!" ucap Yan Lan dengan penuh amarah.
Lien Hua segera memakai pakaiannya yang diberikan oleh Yan Lan, dengan memeluk tangan kanan Yan Lan, lien Hua mengikuti Yan lan untuk turun kebawah.
Di bawah terlihat Putri Bilqis telah tertangkap oleh para kultivator yang bertarung dengannya.