PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Persaingan lelang 3


Sementara itu di klan tebing tinggi, seorang lelaki paruh baya keluar dari dalam sebuah bangunan besar dia adalah ketua klan tebing angin yang bernama Reng Tiatiou yang merupakan seorang kultivator dengan tingkat kultivasi Angin surgawi puncak.


"Saudara Ling Kong, sepertinya putra dan putriku mengalami kesulitan dalam mendapatkan barang yang kuinginkan di guild cahaya, aku ingin kita mempersiapkan diri untuk kesana," ucap Reng Tiatiou kepada wakil ketua klan nya.


Tak lama ke dua elang milik Reng Gold menukik dari langit ke bawah, kearah ketua klan tebing angin dan hinggap diatas tangan kanan sang ketua klan yang di bentangkan nya.


Ling Kong menatap tajam ke arah ke dua elang tersebut, dan mengerti apa yang di inginkan oleh ketua tebing angin tersebut.


"Ketua lebih baik kita pikirkan matang matang untuk membawa kekuatan penuh ke guild cahaya, ini bisa memicu peperangan dengan sekte naga di atas awan!!" jawab Ling Kong yang mengetahui kekuatan besar yang di miliki oleh sekte naga di atas awan.


"Aku rasa kau salah menilai saudara Ling Kong, aku ingin membawa beberapa anggota klan yang mempunyai kultivasi mumpuni, dan mampu untuk melakukan pergerakan cepat dalam menyergap orang orang yang membawa barang berharga yang di lelang di dalam guild cahaya, dan aku ingin kau segera mengaturnya," ucap Tiatiou.


"Baik ketua, aku akan mempersiapkannya," jawab Ling Kong dan berlalu pergi.


Tak lama kemudian beberapa orang melesat cepat menuju ke arah guild cahaya berada, dia adalah ketua Reng Tiatiou, Ling Kong dan beberapa anggota klan tebing angin.


*****


Di ruang lelang guild cahaya.


Keadaan lelang di sana semakin memanas dengan semakin meningginya harga lelang sebuah mustika kristal pelangi.


7.000.000 batu roh yang di tawarkan oleh patriack Pingyin Qin tak membuat orang orang yang berada di dalam lelang mengalah termasuk pemuda kekar dari klan tebing angin.


8.000.000 batu roh tak tanggung tanggung dinaikkan oleh Reng Kwok yang sangat berambisi dengan mustika kristal pelangi itu.


Patriack sekte naga diatas awan berdiri dari tempat duduknya berada, dia menatap tajam kearah pemuda kekar dari klan tebing angin.


"Kurang ajar!!, apa maunya pemuda itu, dia sedari tadi sengaja untuk mencari gara gara dan menentangku," batin patriack Pingyin Qin.


"9.000.000 batu roh".


Terdengar ucapan patriack Pingyin Qin yang membuat orang orang di dalam ruangan lelang kembali terdiam.


4 keluarga besar sudah tak mau lagi ambil pusing dengan mustika kristal pelangi yang di inginkan oleh patriack Pingyin Qin, karena hal itu bisa membuat kerenggangan hubungan dengan sekte naga diatas awan.


Begitupun juga dengan para saudagar dan pedagang kaya yang berada didalam ruangan lelang, mereka lebih memilih diam dari pada mencari masalah dengan sekte naga di atas awan dengan ikut memberikan penawaran pada mustika kristal pelangi yang di lelang.


Kini Reng Kwok berdiri dari tempat duduknya, dia merasa kesal dengan patriack Pingyin Qin yang tak mau mengalah dengannya.


"10.000.000 batu roh," ucap Reng Kwok yang kali ini dengan suara yang meninggi.


Mendengar pemuda dari tebing angin menaikkan harga sebesar itu, membuat Patriack Pingyin Qin terdiam dan menatap putrinya.


Mendengar perkataan Qian Qin, patriack Pingyin Qin merasa bangga pada putrinya itu karena dapat berbesar hati mengalah demi kesejahteraan orang orang yang berada di dalam sekte naga di atas awan, dari pada untuk kepentingan pribadinya sendiri.


"Baiklah putriku, aku akan kembali menaikkan harganya kembali.


"11.000.000 batu roh," ucap Pingyin Qin kembali.


Kini semua mata dalam ruangan lelang itu tertuju pada pemuda dari klan tebing angin, mereka ingin melihat apakah pemuda itu dapat menaikkan harga diatas dari penawaran patriack Pingyin Qin.


Reng Kwok meremas gagang kursi yang dia tempati hingga hancur menjadi debu, dia menyesali mengapa dia sebelumnya membeli pil esensi roh level 10, hingga batu roh yang di milikinya saat ini tak sanggup untuk menyaingi penawaran patriack sekte naga di atas awan, dalam persaingan mendapatkan mustika kristal pelangi.


Melihat Reng Kwok menahan amarah yang mendalam, Reng Gold beserta putra sulung dari wakil klan tebing angin yang bernama ling jun memberikan semangat dengan menepuk pelan bahu Reng Kwok.


"Sudahlah kakak Reng Kwok, mungkin kita memang tidak berjodoh dengan barang mustika itu, lebih baik kita pusatkan energi kita untuk mendapatkan barang berharga yang lain yang telah di dapatkan oleh orang orang yang memenangkan lelang," ucap Ling Jun.


Reng Kwok menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, Reng Kwok berfikir tak mungkin lagi untuk mendapatkan mustika kristal pelangi yang di menangkan oleh patriack Pingyin Qin, mengingat tingkat kultivasi sang patriack sudah tak terbas.


"Tak ada salahnya aku mendapatkan benda berharga yang lainnya, selain mustika pelangi yang berada ditangan patriack Pingyin Qin," batin Reng kwok. Tak lama kemudian Reng Kwok pun menganggukkan kepala menyetujui saran dari Ling Jun.


Ling Ling yang memandu jalannya lelang dan kembali berkata, "Patriack Pingyin Qin menaikkan harga 11.000.000 batu roh untuk kedua kalinya, jika tak ada yang menawar lagi maka mustika kristal pelangi akan jatuh ketangan patriack Pingyin Qin".


"Tunggu!! aku menaikkan harga 12.000.000 batu roh," ucap seorang laki laki tua dari bawah podium.


Ling Ling yang mendengar hal itu hanya bisa tersenyum.


"Akhirnya kau mengajukan penawaran tuan muda Lan Yan," batin Ling Ling.


Para hadirin yang mengikuti lelang bertanya tanya siapakah pak tua itu, yang berani terang terangan bersaing dalam memperebutkan mustika kristal pelangi dengan patriack Pingyin Qin.


Mereka juga terkejut dan seakan tak percaya jika pak tua itu mempunyai batu roh sebanyak 12.000.000, karena melihat pakaian yang di kenakan oleh pak tua itu secara kasat mata tak pantas di katakan sebagai seorang yang mempunyai banyak batu roh.


Kali ini tak ada lagi yang menaikkan harga, mengingat harga mustika kristal pelangi yang begitu melambung tinggi.


"Jika tak ada lagi yang menaikkan harga mustika kristal pelangi ini, maka tuan Lan Yan lah pemenang dalam lelang utama hari ini," ucap Ling Ling.


Dari podium utama, mata Reng Kwok tak lepas dari Yan Lan, mendengar jika pak tua yang bernama Lan Yan lah yang memenangkan mustika kristal pelangi, hal ini membuat Reng Kwok mendapatkan angin segar untuk mendapatkan barang berharga itu walau dengan jalan yang lain.


"Kalian semua, persiapkan diri kalian untuk bertarung mendapatkan semua benda berharga yang telah mereka menangkan," ucap Reng Kwok.


"Baik kakak Reng Kwok," ucap mereka berempat bersamaan.


Akhirnya Ling Ling yang memandu acara lelang menyatakan jika lelang hari itu berakhir.