PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Leopard roh bintang


Yan Lan terus melesat ke arah barat, dimana arah menuju ke sekte Naga di atas awan berada.


Sepanjang perjalanan Yan Lan mencoba untuk melupakan semua masalah yang menderanya selama ini, di mana ke 3 wanita yang di cintainya cukup menyita perhatian dan waktunya.


Di dalam pikiran Yan Lan sekarang adalah bagai mana cara dirinya bisa masuk kedalam sekte Naga di atas awan, dan bisa berendam di kolam janin suci yang berada di daerah terlarang sekte Naga di atas awan.


Tak lama kemudian Yan Lan menghentikan larinya dan menatap jauh kedepan.


"Sepertinya ada desa di depan sana, aku harus segera kesana karena perutku sudah terasa lapar," batin Yan Lan.


Di dalam desa, Yan Lan melihat keramaian warga desa yang berbondong-bondong mengarak sebuah tandu.


"Sepertinya ada acara besar yang sedang berlangsung," batin Yan Lan kembali.


Yan Lan melihat arak arakan para warga desa yang menuju ke suatu tempat, di mana sebuah tandu di hias begitu megah dengan seorang wanita muda yang sedang duduk di atasnya.


Karena penasaran dengan apa yang di lihatnya, Yan Lan pun segera membaur dengan para warga yang berada di sana.


"Mengapa para warga desa menuju ke sebuah goa yang mempunyai aura siluman yang sangat kuat!? jangan jangan wanita itu akan di jadikan tumbal," batin Yan Lan.


Benar saja warga desa menaruh wanita muda itu dengan posisi terikat di sebuah tiang batu dan meninggalkannya begitu saja.


Yan Lan segera melesat kearah batu besar yang tak jauh dari tempat wanita cantik itu terikat.


"Kurasa tempat ini cukup untuk menyembunyikan ku dari siluman yang berada di dalam goa itu," batin Yan Lan.


Yan Lan segera menyembunyikan aura tubuhnya agar tak tercium oleh binatang siluman yang berada di dalam goa.


Dengan seksama Yan Lan memperhatikan goa dari tempatnya berada.


"Suhu udara di dalam goa ini benar benar terasa sangat panas sekali, apakah gerangan mahluk yang berada di dalam sana?" tanya Yan Lan dalam hati.


Sepeninggalan para penduduk desa tak lama kemudian muncul seekor siluman leopard api dari dalam goa, yang membuat aura disekitar tempat itu menjadi panas.


Siluman leopard api itu mendekati wanita muda yang terikat oleh tali tali yang dibuat oleh para penduduk.


Yan Lan yang ingin menyerang siluman leopard api segera mengurungkan niatnya, karena Yan Lan mendengar adanya pergerakan dari pepohonan yang berjarak sekitar 30 meter dari tempatnya bersembunyi.


"Tarik...!!" teriak salah seorang yang bersembunyi di antara pepohonan.


Seketika tanah yang di pijak oleh siluman leopard api berterbangan ke udara, karena ada jaring besar yang keluar dari dalamnya.


Jaring besar yang terbuat dari besi baja langsung membungkus siluman leopard api itu, yang mana jaring besar itu langsung mengangkat tubuh sang siluman ke atas.


"Panah...!!" kembali teriakan menggema di udara.


Seketika ratusan anak panah langsung menghujam ke arah tubuh sang leopard, akan tetapi keanehan terjadi tubuh sang siluman seperti tak terkena dampak hujanan anak panah yang dilepaskan ke arahnya.


"Bukannya lambang yang mereka gunakan merupakan lambang dari klan Ming," batin Yan Lan.


"Tetua Gio lang siluman itu kulit tubuhnya terlalu keras, sehingga anak panah yang kita lepaskan tak berpengaruh apa apa padanya," ucap seorang lelaki berumur sekitar 40 tahun.


"Saudara Mung Hao cepat selamatkan nona Ming Sin si segera, aku khwatir dengan keselamatannya," perintah tetua Gio Lang.


Baru saja ketua Gio Lang berkata demikian, jaring rantai besi yang menyelimuti tubuh siluman leopard seketika hancur berkeping keping, tampak sang siluman telah berdiri di hadapan mereka dengan punggung yang mengeluarkan api.


"Ternyata wanita muda itu hanya sebuah umpan bagi siluman leopard agar mereka semua dapat membunuh sang siluman, aku salah memprediksi ini semua sebelumnya," batin Yan Lan.


Mung Hao segera melesat kearah sang wanita, dengan beberapa kali tebasan pedang, tali tali yang mengikat tubuh sang wanita muda itu pun putus.


"Nona muda cepat anda tinggalkan tempat ini, sepertinya siluman itu sangat kuat dan kita perlu mengatur strategi lagi untuk membunuhnya," ucap Mung Huo.


"Paman kita sudah terlanjur basah untuk menyerang siluman itu, jika hari ini kita tak bisa membunuhnya maka keselamatan para penduduk desa akan terancam," jawab wanita muda klan Ming yang bernama Ming Sin si.


"Sekarang aku perintahkan paman untuk membawa para penduduk desa ke klan Ming, biar aku dan paman Guo Lang yang mengurus siluman ini," ucapnya.


"Baik nona muda," jawab Mung Hao.


Yan Lan yang mendengar percakapan itu mengernyitkan dahinya.


Sepertinya wanita muda itu merupakan orang penting di dalam klan Ming," batin Yan Lan.


"Bentuk formasi penjara api," teriak Ming Sin Si.


Orang orang yang memakai jubah berwarna merah dengan lambang api di belakang jubah mereka, langsung membentuk formasi penjara api.


"Ming Sin Si cepat anda tinggalkan tempat ini!!" teriak tetua Guo Lang.


"Jangan khwatir paman, aku bisa menjaga diriku sendiri," jawab Ming Sin Si.


"Keras kepala!!" batin tetua Guo Lang.


Di tempat lain Yan Lan yang melihat apa yang diperbuat oleh orang orang klan Ming hanya bisa diam terpaku.


"Aku tidak bisa ikut campur dalam masalah internal klan Ming, jika aku ikut membantunya menghadapi siluman leopard api itu bisa bisa mereka menganggap aku telah meremehkan klan Ming, yang akan membuat masalah baru lagi bagiku," batin Yan Lan.


"Setahuku leopard api merupakan siluman pengguna element api, jika mereka menggunakan unsur api dalam melawannya, itu sama halnya dengan menggali kuburan mereka sendiri, karena energi api yang mereka keluarkan dapat diserap oleh siluman leopard itu," batin Yan Lan kembali.


Sebuah kurungan berbentuk api langsung mengurung tubuh siluman leopard api.


"Berhasil..!! ucap Ming Sin Si.


"Cepat kalian semua ikat siluman itu dengan tali baja," teriak Ming Sin Si kembali.


Anggota klan Ming segera berlompatan kesana kemari sambil melemparkan tali baja kearah siluman leopard api, sehingga siluman itu terkunci dengan ikatan tali baja yang melilit tubuhnya.


Tak berselang lama, kemarahan siluman leopard api langsung meluap luap, kulit di tubuhnya seketika membara dan mengeluarkan api yang sangat panas yang mampu melelehkan tali baja yang mengikat tubuhnya.


Sebuah tanduk tiba tiba saja muncul di tengah tengah kepalan sang leopard, yang mengeluarkan cahaya putih terang.


"Celaka ini bukanlah siluman leopard api, ini adalah Leopard roh bintang, yang mana leopard ini merupakan binatang roh yang tak di ketahui tingkat kultivasi nya, konon binatang roh ini telah hidup sebelum peradaban manusia terbentuk, berarti informasi tentang siluman leopard api adalah salah," batin tetua Gio Lang.


Amukan leopard semakin menjadi jadi yang membuat para anggota klan Ming banyak yang kehilangan nyawanya.


Ketua Gio Lang dan Ming Sin Si tak luput dari amukan sang leopard, ketua Gio Lang sendiri terluka parah akibat terkena sabetan ekor sang leopard, sementara Ming Sin Si terkena sambaran kuku tajam sang leopard yang membuat dadanya terluka.


Mau tidak mau Yan Lan keluar dari tempat persembunyiannya dan bertarung dengan leopard roh bintang.


"Cepat bawa tetua kalian dan nona Ming Sin sin pergi dari sini, biar aku yang mengalihkan perhatian binatang roh ini," teriak Yan Lan pada anggota klan Ming yang tersisa.


Beberapa anggota klan Ming yang tersisa membawa tubuh tetua Gio Lang yang sudah tak sadarkan diri.


"Nona muda cepat kita tinggalkan tempat ini, keadaan sudah tak menguntungkan kita," ucap salah satu anggota klan Ming.


"Kalian saja yang pergi, aku akan tetap bertarung dengan leopard itu," jawab Ming Sin Si.


"Tapi nona keadaan anda sedang terluka," jawab anggota klan Ming itu kembali.


"Kalian jangan pikirkan aku, sekarang aku perintahkan kalian untuk pergi dari sini dan bawa tetua Gio Lang ke klan Ming," ucap Ming Sin Si.


"Baik nona muda," jawab para anggota klan Ming sambil menggenggam tinju memberi hormat. Mereka pun melesat pergi meninggalkan Ming Sin Si.


Ming Sin Si kembali menyerang leopard dan kembali terhempas ke tanah, kali ini tubuhnya sudah tak sanggup berdiri.


"Ceroboh," teriak Yan Lan.


Yan Lan segera melesat cepat meraih tubuh Ming Sin Si yang sudah tak sadarkan diri, dan segera melesat meninggalkan tempat itu.


Yan Lan merebahkan tubuh Ming Sin Si di atas batu besar yang cukup rata di pinggiran sungai.


"Wanita ini pastilah merupakan orang penting di klan Ming, jika aku bisa menolong wanita ini, pastinya dia juga akan membantuku kelak untuk dapat masuk kedalam hutan larangan yang ada di dalam klan Ming, karena jalan pintas untuk menuju ke sekte Naga di atas awan yaitu harus melewati hutan larangan di dalam klan Ming," batin Yan Lan.


Mana nie vote nya✌️✌️