PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pertemuan aliansi penggulingan tahta kekaisaran


Perwira Chen terus berlari menuju ke istana giok, untuk menemui jendral Fong Ging Yi pimpinannya.


Dia akan mengatakan informasi yang diketahuinya tentang sekte 1000 pedang, yang ikut terlibat dalam masalah yang berurusan dengan penjara intan dan hilangnya selir Yun er.


Setibanya di kediaman sang jendral, perwira Chen menjadi ragu, lidahnya menjadi kelu untuk berbicara, karena mengingat ancaman yang diberikan oleh Erlang Mo padanya.


"Lebih baik aku menemui istriku terlebih dahulu untuk memastikan keadaannya, setelah tak terjadi apa-apa padanya aku akan berbicara tentang sekte seribu pedang yang ikut terlibat dalam masalah yang terjadi," batin perwira Chen.


Melihat tak terjadi apa-apa yang menimpa istrinya, membuat perwira Chen akhirnya menemui jendral Fong Ging Yi bersama sama dengan istrinya.


"Aku telah mengetahui jika...!"


Seketika itu perwira Chen menghentikan perkataannya, karena melihat istrinya berteriak meminta tolong akibat rasa sakit yang tiba tiba di deritanya.


Perwira Chen melesat cepat kearah sang istri, akan tetapi langkahnya terhenti setelah melihat istrinya telah tewas dengan tubuh yang mengering tanpa darah.


"Tidak...!!" teriak perwira Chen yang sangat menyesali kejadian yang menimpa istrinya.


"Aku akan menghancurkan kalian semua!!" teriak perwira Chen sambil melangkah pergi dengan pedang yang berada di dalam genggamannya.


Baru saja perwira Chen melangkah, tiba tiba saja tubuhnya tak bisa digerakkan, tampak sesosok iblis kuno yang sedari tadi telah mengikutinya dari sekte 1000 pedang, telah berdiri di hadapannya dengan sebuah pedang terhunus.


"Kau tak mengindahkan perkataan tuanku, dan lebih memilih mati, maka aku akan memberikanmu kematian itu," ucap sesosok iblis kuno sambil mengayunkan pedangnya kearah leher Cencen.


Pedang iblis kuno menghujam deras ke arah leher perwira Chen, hingga membuat kepalanya jatuh kelantai ruangan dan menggelinding disana, tak lama kemudian tubuhnya pun ikut ambruk ke lantai ruangan yang membuat perwira Chen tewas seketika.


Melihat sosok hitam menyeramkan yang telah membunuh perwira Chen, membuat jendral Fong Ging Yi dengan refleks segera menyerangnya dengan pedang yang di keluarkan dari kotak penyimpanannya, akan tetapi serangan sang jendral luput dan menjadi sia sia, karena sosok menyeramkan itu telah hilang dari pandangan matanya.


"Kemana perginya mahluk itu!!? sepertinya perwira Chen telah mengetahui dalang dari semua masalah yang terjadi di penjara Intan, sehingga mahluk itu memburu dan membunuhnya. Dengan adanya mahluk menyeramkan yang membunuh perwira chen, menandakan jika dalang dari semua permasalahan ini telah bersekutu dengan iblis, aku harus segera menghadap Kaisar Giok untuk membahas masalah ini," batin jendral Fong Ging Yi.


Sementara itu, Erlang Mo telah mendapat laporan dari salah satu Dewa iblis kuno yang di tugaskan untuk membayangi perwira Chen, jika perwira Chen telah mati di bunuh olehnya karena akan membocorkan rahasia mengenai sekte 1000 pedang yang terlibat dalam penculikan selir Yun er.


"Aku telah memberikan mu kesempatan hidup, akan tetapi kau lebih memilih kematian mu sendiri," bisik Erlang Mo.


*****


Di dalam sekte 1000 pedang, mereka merencanakan untuk melakukan pembunuhan terhadap Putri Xing Xia Lin, karena putri Xing Xia Lin telah mengandung anak Yan Lan yang merupakan calon kaisar pheonix selanjutnya, itu semua karena seluruh istri Yan Lan, hanya putri Xing Xia Lin yang bisa mengandung.


Ketiga ketua klan besarpun kini telah berada di sekte 1000 pedang, termasuk ketua Yun Juaxin yang merupakan ketua menara tahta dan pemimpin seluruh serikat dagang, baik para pedagang kecil maupun para saudagar kaya raya.


"Terimakasih karena saudara semua telah datang ketempat ini, dan dalam waktu setengah tahun kita harus dapat menggulingkan kekaisaran ini, siapapun yang berjasa dalam merebut dan menggulingkan pemerintahan kaisar Giok, nantinya akan mendapat kan kejayaan dimasa depan," ucap Huang Xu.


"Kami semua akan mendukung mu ketua, kami semua telah siap dengan pertempuran yang akan terjadi, dan kami tinggal menunggu perintah selanjutnya dari ketua Huang Xu," ucap ketua Yun Juaxin.


"Benar ketua!!" ucap semua orang yang ada di dalam ruangan itu.


"Dalam enam bulan ke depan kita harus berusaha untuk dapat menguasai istana giok dari dalam, semua pejabat yang berada di istana harus kita rangkul bagaimanapun caranya, apakah itu secara halus ataupun secara kasar karena peran mereka sangat penting dalam menggulingkan pemerintahan kekaisaran Giok ini. Salah satu yang harus kita utamakan yaitu dengan membunuh janin yang berada di dalam perut Putri Xing Xia Lin, karena anak itu merupakan batu sandungan yang nantinya akan menyusahkan kita di masa depan, karena dia merupakan pewaris tahta tunggal ke kaisaran phoenix," ucap ketua Huang Xu kembali.


"Ketua Huang Xu!, apakah kita harus buru-buru membunuh anak di dalam kandungan Putri Xing Xia Lin itu?" tanya ketua klan Zhu.


"Untuk saat ini pergerakan kita cukup untuk merangkul para pejabat tinggi ke kaisaran Giok, untuk sementara waktu kita biarkan saja dahulu anak yang berada di dalam kandungan Putri Xing Xia Lin, untuk menghindari kecurigaan dari raja giok beserta ratu Yan Ling yang selalu memperhatikan perkembangan dari anak yang dikandung putri Xing Xia Lin itu, untuk permasalahan calon Kaisar phoenix itu, biar aku sendiri yang akan menanganinya," jawab Huang Xu.


Setelah semua aliansi selesai membahas masa 6 bulan pergerakan dalam menghancurkan kekaisaran Giok dari dalam istana, akhirnya mereka membubarkan diri dan kembali ke tempat mereka masing-masing.


Selir Yun er yang merasa kesepian dan jenuh dengan lingkungan sekte 1000 pedang, akhirnya dapat tersenyum bahagia melihat ayahnya yang menjenguknya di dalam sekte tersebut.


"Bagaimana keadaanmu putriku?" tanya ketua Yun Juaxin sambil menyambut pelukan hangat putrinya.


"Di sini aku merasa kesepian ayah, aku tak diberi kesempatan untuk berjalan-jalan di lingkungan sekte sendirian, di sini aku hanya berada di dalam kamar terus menerus," jawab putri Xing Xia Lin sambil melepaskan pelukannya dari sang ayah.


"Apakah ketua Huang Xu tak pernah mengajakmu berbicara atau sekedar berjalan-jalan di lingkungan sekte ini?" tanya ketua Yun Juaxin.


"Ketua Huang Xu selalu memperhatikanku ayah, dia juga sering mengajakku jalan-jalan di sekitar sekte untuk melepaskan kejenuhan yang aku rasakan. Akan tetapi dia tak selalu ada di dalam sekte karena banyak urusan yang harus dilakukannya di luar sana, sehingga membuatku merasa kesepian sendiri disini," jawab selir Yun er.


"Tunggulah dalam watu dekat ini, aliansi akan menggulingkan kekaisaran Giok, dan ketua Huang Xu akan menjadi kaisar Giok yang baru," ucap ketua Yun Juaxin.


"Putriku, aku sebenarnya ingin mengatakan hal penting untuk hidupmu di masa depan, apakah kau tak ingin menjadi seorang ratu seperti halnya ratu Yan Ling yang berada di istana pheonix?" tanya ketua Yun Juaxin.


"Maksud ayah?" tanya selir Yun er balik bertanya.


"Aku akan menikahkan mu dengan Ketua Huang Xu, agar kelak kau tak diremehkan ratu Yan Ling lagi, karena kau nantinya akan menjadi ratu di kekaisaran Giok ini setelah ketua Huang Xu naik tahta, kau pikirkan lah dahulu perkataan ayahmu ini," jawab ketua Yun Juaxin.


"Aku tak usah memikirkannya ayah, aku akan menerima pernikahan ini, karena dendam ku pada Yan Ling dan kaisar Giok yang sudah merendahkan dan mengasingkan ku begitu sangat dalam, apalagi namaku sebagai istri kaisar pheonix pun sudah tercoreng di mata para penduduk kota Giok dan istana pheonix, yang membuatku harus menjadi ratu agar di mata mereka aku tak direndahkan lagi.


Dan pada akhirnya ketua Huang Xu menikah dengan selir Yun er secara sembunyi sembunyi, yang di saksikan para tetua klan dan seluruh orang orang yang terlibat dalam aliansi penggulingan tahta kekaisaran Giok.