
Di dalam pasar berbagai macam herbal dan mustika inti binatang roh di jual bebas. Mata Yan Lan terarah pada mustika batu inti roh yang berada di sebuah toko.
"Bukannya itu mustika batu inti roh ular lahar api? aku membutuhkan batu mustika inti roh itu untuk membentuk raga baru bagi Biyao," batin Yan Lan.
Yan Lan melangkahkan kakinya menuju kearah toko tersebut.
"Berapa harga mustika batu inti roh itu?" tanya Yan Lan pada penjual yang berada di toko.
"Batu mustika inti roh binatang buas ini harganya 200.000 batu roh tuan, ini adalah mustika batu inti roh satu satunya yang paling berharga di toko kami," jawab sang penjual.
Yan Lan terdiam mendengar harga yang ditawarkan oleh sang penjual.
"Aku tak punya batu roh sebanyak itu untuk membeli mustika batu inti roh binatang buas itu, jika saja dapat di beli dengan koin emas, aku pasti tak akan kesulitan untuk membelinya," batin Yan Lan.
Tiba tiba saja sebuah kereta kuda berhenti di depan toko dan menurunkan seorang wanita dengan cadar yang menutupi wajahnya, walaupun memakai cadar, dengan melihat kereta kuda dan pakaian yang di kenakannya Yan Lan bisa memprediksi jika wanita muda itu berasal dari keluarga terpandang.
"Saya mau mustika batu inti roh itu paman," ucap sang wanita yang baru turun dari kereta.
"Tentu saja nona, harganya 200.000 batu roh," jawab sang penjual.
Wanita itu segera mengeluarkan kotak yang berisi batu roh dari dalam kotak penyimpanannya.
"Tunggu dulu paman, aku yang duluan menginginkannya sebelum wanita ini datang" ucap Yan Lan.
Wanita itu memandangi Yan Lan lekat lekat, dan kembali memandangi pemilik toko.
Di dalam kotak itu terdapat 300.000 batu roh, paman boleh mengambil kotak itu jika paman memberikan mustika batu inti roh ini padaku," ucap wanita bercadar itu.
"Paman aku tak mempunyai batu roh sebanyak itu, jika paman berkenan aku akan memberikan paman 1 buah pil esensi penguat sum sum tulang tingkat 10 ini, jika mustika batu inti roh itu paman berikan padaku, kurasa ini merupakan penukaran yang sepadan," ucap Yan Lan sambil memperlihatkan satu buah pil berwarna ungu yang berada dalam wadah yang berada di dalam genggaman tangannya.
Seketika wajah pemilik toko berbinar senang melihat mustika batu inti roh ular lahar api miliknya, akan dibarter dengan pil esensi penguat sum sum tulang tingkat 10, yang mana pemilik toko itu mengetahui jika pil langka itu tak sembarangan orang yang bisa memurnikannya, dan harganya bisa mencapai sekitar 800.000 batu roh yang berkali kali lipat dari harga mustika batu inti roh binatang buas yang dia miliki.
Yan Lan sendiri mendapatkan beberapa pil tingkat 10 dari pemberian leluhurnya Wong ji Ang, sebagai bekal saat Yan Lan akan berangkat menuju ke sekte naga di atas awan.
"Aku menerima barter ini tuan, silahkan ada membawa mustika batu inti roh ular lahar api ini," ucap sang pemilik toko.
"Maafkan saya nona, saya hanyalah seorang pedagang jika itu menguntungkan bagi saya, maka saya akan memilih mendapatkan ke untungan itu," ucap pemilik toko pada wanita muda bercadar yang terlihat kecewa dengan pilihan sang pemilik toko itu.
Tampak rasa tak senang timbul dari sikap sang gadis bercadar, dengan kesal wanita bercadar itu meninggalkan toko tersebut.
Sebelum wanita itu masuk kedalam kereta, tiba tiba saja suara seorang pemuda memanggil namanya.
"Adik Qian Qin mengapa kau bermurah hati pada pemilik toko dan pemuda sampah itu, biar aku yang mengambilkan barang yang kau inginkan itu," ucap laki laki kekar dengan gelang berwarna merah yang melekat di kedua pergelangan tangannya.
"Aku rasa pemuda kekar itu merupakan salah satu keluarga utama dari 4 keluarga besar yang ada di sekte naga di atas awan, dalam hal ini aku harus mengalah sementara waktu dari pada hal itu akan menimbulkan masalah bagiku selama disini," batin Yan Lan.
Pemuda itu dengan tiba tiba saja menyerang ke arah Yan Lan, Yan Lan yang sudah waspada dapat menghindari serangan cepat yang di lancarkan oleh pemuda kekar tersebut.
"Hentikan pertarungan ini!!, aku tak mau ada keributan!! Chang neder aku tak memintamu untuk ikut campur dalam urusan ku!!" ucap Qian Qin.
"Paman mengapa paman begitu takut, siapakah mereka berdua," tanya Yan Lan.
"Wanita bercadar itu bernama Qian Qin, dia merupakan putri tunggal patriack Pingyin Qin, dan lelaki besar itu bernama Chang neder, dia merupakan putra utama keluarga Neder," jawab sang pemilik toko.
"Aku tak boleh gegabah dalam hal ini, tak masalah bagiku kehilangan 1 buah pil esensi penguat sum sum tulang tingkat 10, dari pada aku harus kehilangan kesempatan untuk berendam di dalam kolam janin suci karena bermusuhan dengan mereka berdua, aku mengalah hari ini untuk kemenangan ku di masa depan," batin Yan Lan.
Yan Lan segera menghampiri wanita bercadar itu dan memberikan batu inti rohnya.
"Sungguh saya tak tau jika anda adalah nona muda sekte naga di atas awan, jika saya tau dari awal tak mungkin saya berani untuk berselisih dengan anda," ucap Yan Lan sambil menangkupkan kedua tangannya memberi hormat.
Qian Qin menatap Yan Lan dan berusaha mencari tingkatan kultivasinya, akan tetapi usaha Qian Qin itu sia sia, karena Qian Qin tak juga dapat menemukan tingkat kultivasi Yan Lan.
"Itu sudah menjadi hak mu karena sang pemilik toko sudah memberikannya kepadamu," ucap Qian Qin yang mulai masuk kedalam kereta.
"Jika kau mengulanginya kembali, kau akan berurusan denganku," hardik Chang neder.
"Aku tak akan mengulanginya lagi tuan muda," jawab Yan Lan.
Akhirnya kereta kuda itu pun berlalu pergi yang di ikuti oleh Chang neder dengan mengendarai seekor kuda di belakangnya.
Yan Lan segera kembali ketempat Mo Chi menjual pil obatnya, dan menemukan Mo Chi sedang bersantai di atas kereta kuda sederhananya.
"Yan Lan kau kemana saja? aku sudah sedari tadi menunggumu disini," tanya Mo Chi.
"Aku tadi jalan jalan melihat keadaan pasar paman, kenapa paman tak menjual pil obat yang kubuat?" Yan Lan balik bertanya.
"Yan Lan tak kusangka kau seorang jenius dalam pemurnian pil, semua pil yang kau buat habis terjual tanpa tersisa dan mereka semua bilang jika pil yang kau buat itu lebih murni dari kebanyakan pil tingkat tiga yang beredar di pasar," jawab Mo Chi.
"Bagus lah kalau begitu paman," jawab Yan Lan santai sambil duduk di samping Mo Chi.
"Yan Lan nanti setibanya di rumah, aku akan membagi dua keuntungan kita hari ini," ucap Mo Chi.
"Ambillah semua hasil keuntungan penjualan pil itu paman, aku belum membutuhkannya," ucap Yan Lan.
"Paman apakah paman pernah mendengar benda yang bernama Kristal pelangi " tanya Yan Lan.
"Kalau benda itu aku belum pernah melihatnya, akan tetapi benda itu bisa kita cari di tempat Guild cahaya berada," jawab Mo Chi.
"Kalau begitu antar aku kesana paman agar aku bisa memastikan barang tersebut," ucap Yan Lan.
"Aku akan mengantarkan mu kesana tapi sebelumnya kita cari makan dulu, perutku sudah sangat lapar" jawab Mo Chi.
"Baiklah kalau begitu paman, aku juga sudah merasa lapar" jawab Yan Lan.
Akhirnya mereka berdua berangkat mencari rumah makan di areal pasar.
VOTE DONG KAKAK✌️