
Raja iblis Azuma yang mengetahui jika nirwana telah mendapatkan serangan dari para binatang buas, segera menyusun rencana untuk melakukan penyerangan besar besaran ketempat para dewa.
"Jendral dan para perwira ku, tak ada kesempatan lagi selain hari ini, dimana kita akan menghancurkan nirwana. Persiapkan diri kalian dan kita semua akan segera mendapatkan kemenangan serta kejayaan di masa depan," ucap raja Azuma.
"Kami siap berperang yang mulia!!" ucap jendral iblis Dyroth mewakili rekan rekannya.
Maka hari itu juga, berangkatlah pasukan alam bawah menuju ke nirwana yang dipimpin langsung oleh raja iblis Azuma.
Pertempuran pun tak dapat di elakkan, seluruh penghuni nirwana bahu membahu menumpas para penyerang, ledakan di sana sini membuat nirwana berguncang hebat dan membuat alam dunia ikut menjadi kacau dengan terjadi gempa di sana sini.
Yan Lan kini berhadapan dengan raja iblis Azuma.
"Dahulu kau pernah mengalahkan ku Yan lan!! tapi kali ini aku yang akan membinasakan mu!!" ucap raja iblis Azuma dingin.
"Azuma...!!, Kau jangan jangan membanggakan kekuatan yang kumiliki, belum tentu aku ada di bawahmu maka buktikanlah kepadaku jika kau bisa mengalahkanku hari ini!!" jawab Yan Lan.
Seketika itu dari tubuh Yan lan keluar dua inti api yaitu inti api hidup milik sang naga penguasa malam (logan), dan inti api surgawi milik para leluhurnya terdahulu. Inti api itu mengambang di belakang bahu kiri dan kanan Yan lan.
Tak hanya itu, Yan Lan juga membuka mata ketiganya dan mengeluarkan golok pembunuh semesta dari dalam tubuhnya.
Melihat Yan lan telah siap dengan kekuatan penuh, raja iblis Azuma segera mengeluarkan tombaknya dan pertarungan pun dimulai.
Baik Yan Lan mau pun raja Azuma tak ada satupun yang mau mengalah, raja Azuma yang mempunyai kekuatan yang mumpuni menyerang Yan Lan bertubi tubi.
Hingga pada satu kesempatan tendangan raja iblis Azuma yang sangat telak, bersarang di tubuh Yan Lan hingga membuatnya terhempas kebelakang.
Debu tebal berterbangan di udara yang menutup pemandangan mata raja iblis Azuma hingga dia menghentikan serangannya.
Dari dalam debu tebal itu keluar Yan Lan yang memakai perisai dewa perang. "Lumayan, peningkatan kekuatanmu sangat luar biasa Azuma," ucap Yan Lan sambil mengibas ngibaskan debu yang menempel di pakaian nya.
Sesaat Yan Lan menatap kearah raja iblis Azuma, dan dengan cepat diapun mengerahkan tehnik 6 rasi bintang kearah raja iblis Azuma.
Seketika itu Yan Lan membentuk 6 replika tubuhnya, dan dengan cepat mengunci raja iblis Azuma di dalamnya, sesaat kemudian 6 replika tubuh Yan Lan segera melakukan pembantaian terhadap raja iblis Azuma, hingga tubuh raja iblis Azuma tergeletak di tanah dengan anggota tubuh yang terpotong potong di beberapa bagian.
Tiba tiba Yan Lan di buat terkejut dengan suara tepuk tangan pelan dari arah samping kirinya. "Lumayan, kau sangat menghiburku Yan Lan, tak kusangka kau mampu untuk menghancurkan tubuh replika kembar ku secara sadis, tapi aku belum kalah, aku akan perlihatkan kepadamu kekuatan ku yang sesungguhnya," ucap raja iblis Azuma.
Seketika itu dari tubuh raja iblis Azuma keluar bayangan hitam yang terus-menerus, dan langsung menyerang ke arah Yan Lan.
Serangan yang sangat cepat itu membuat Yan Lan kewalahan, dan sebuah serangan pedang dari bayangan hitam itu telak mengenai tubuh Yan Lan, yang membuat retakan di perisai yang digunakannya.
"Mati kau Yan Lan...!! teriak raja iblis Azuma sambil menapakkan kedua tangannya ke tanah, maka dari dalam tanah keluar 9 buah rantai berwarna merah darah, dan langsung membelenggu Yan Lan.
Ackh....
Teriakan keras Yan Lan membahana di nirwana, yang membuat keempat istrinya yang tengah bertempur melawan perajurit iblis, segera menoleh kearahnya.
"Kak Yan Lan...!!"
"Kak Yan Lan...!!"
"Kak Yan Lan...!!"
"Kak Yan Lan...!!"
Mereka berempat segera melesat kearah raja iblis Azuma, dan menyerangnya secara bersama sama.
Melihat ke 4 istri Yan Lan yang datang membantu suaminya, membuat raja iblis Azuma segera mengarahkan semua rantai jiwa yang ada padanya, hingga membuat ke empat istri Yan Lan pun ikut terbelenggu di sana.
"Ackh ..!! Ackh..!! Ackh..!! Ackh..!!" teriak keempat istri Yan Lan yang terbelenggu oleh rantai-rantai jiwa yang dapat menghisap energi tubuh seorang dewa hingga tak tersisa.
Kaisar langit yang berada di dalam kuil suci tersadar dan merasakan kondisi nirwana yang bergetar hebat.
"Nirwana dalam masalah !!" batin nya.
Kaisar langit melihat keadaan nirwana yang kini tengah dalam peperangan, banyak para dewa yang mati sehingga membuatnya murka dan mengeluarkan petir semesta kearah para iblis.
Petir berwarna emas itu terus menghujam para perwira iblis hingga pasukan iblis di luluh lantakkan oleh serangan petir yang sangat dasyat itu.
hingga membuat Dewa naga emas keluar dari dalam tubuh kaisar langit, dan membantunya melawan serangan serangan rantai jiwa milik raja iblis.
Sementara itu, para binatang buas tiba tiba saja datang ke nirwana, untuk membantu para dewa dalam memerangi para iblis.
Para raja binatang buas datang kerah Dewi Limudza di mana kekuatan jiwa sang Dewi telah tersedot oleh rantai jiwa raja iblis, dan dengan menggabungkan seluruh kekuatan mereka ber lima, rantai jiwa yang mengikat Dewi Limudza akhirnya putus, akan tetapi keanehan terjadi, rantai jiwa yang tadinya putus, kini membelah diri dan balik menyerang kelima raja binatang buas, hingga membuat mereka harus mundur untuk menghindarinya.
Yan Lan yang melihat seluruh istrinya tengah sekarat, kembali memusatkan energi tubuhnya kesatu titik. "Sabarlah, beri aku waktu sebentar lagi untuk menghancurkan rantai jiwa di tubuh kalian," ucap Yan Lan.
Dan tak lama kemudian, tubuh Yan Lan seketika bergetar hebat dan seekor naga hitam keluar dari dalam tubuh Yan Lan.
"Trang...!!!, Tas...tas...!!" bunyi rantai jiwa yang terputus berkeping keping.
Yan Lan segera melesat kearah ke empat istrinya dan segera memberikan hawa murninya untuk menyelamatkannya ke 4 Dewi yang tengah sekarat itu.
"Celaka mereka tak akan selamat, roh jiwa mereka telah terluka parah, jalan satu satunya aku harus mengorbankan jiwaku demi untuk menyelamatkan mereka semua," bisik Yan Lan.
"Adik kau jangan lakukan itu, jika kau melakukannya maka kau akan lenyap dan sirna selamanya tanpa tersisa," ucap Logan.
"Kakak aku minta satu hal padamu, jadilah binatang roh bagi putraku yang berada di bumi, karena setelah ini aku tak akan bisa menjaga dan bertemu dengannya lagi," ucap Yan Lan.
"Adik pikirkan lah dulu, sebelum kau melakukan hal itu," ucap Logan.
"Aku sudah memikirkannya kak logan, aku tak mungkin melihat mereka berdua mati di hadapanku, apalagi mereka berempat telah mengandung anakku," jawab Yan Lan yang membuat logan terdiam.
"Kak logan aku titipkan cincin ruang ini, dan berikan pada putraku kelak saat dia sudah mengerti arti sebuah kehidupan," ucap Yan Lan sambil melemparkan cincin yang berada di tangannya ke arah logan.
Dengan cepat logan menelan cincin pemberian dari Yan Lan, dengan perasaan sedih yang mendalam, kerena setelah hari ini dia akan berpisah dengan Yan Lan.
"Kak logan aku titipkan keempat istriku, aku akan menuntaskan semua peperangan ini," ucap Yan Lan kembali dan segera pergi menuju kearah raja iblis Azuma yang tengah bertempur dengan kaisar langit.
Tampak kaisar langit begitu kesulitan menghadapi raja iblis, dan terlihat raja naga emasnya juga telah terbelenggu rantai jiwa yang di miliki oleh raja iblis.
"Yang mulia biar aku yang bertarung dengannya, karena ini tugasku sebagai jendral perang langit untuk menghancurkan siapapun yang telah mengusik nirwana," ucap Yan Lan.
"Baiklah, ku serahkan dia padamu," jawab sang kaisar.
Setelah kepergian kaisar langit menjauh dari pertarungan itu, Yan Lan mengeluarkan dua inti apinya, dan menggabungkannya kedalam kekuatan semesta yang di milikinya, kedalam golok pembunuh semesta yang berada di dalam genggamannya.
"Azuma bersiaplah untuk menerima kematian mu..!!" teriak Yan Lan.
Yan Lan dengan menggunakan tehnik ruang dan waktu, segera menerobos rantai jiwa dari raja iblis, dan kemudian menyabet kan golok pembunuh naga ke arah raja iblis dan ..
"Crass!!"
Tubuh raja iblis terbelah menjadi dua dan sirna untuk selama lamanya.
Matinya raja iblis membuat kehancuran para jendral dan prajurit iblis hingga tak ada satupun yang tersisa.
Yan Lan pun telah menyembuhkan ke empat istrinya dengan menghancurkan energi tubuhnya, bersama roh jiwa bunga teratai yang berada di dalam tubuhnya.
Setelah hari itu, kedamaian di nirwan kembali terjaga, dan Yan Lan di kenang sebagai jendral perang langit yang sangat di hormati oleh seluruh Dewa di nirwana.
Dewi Limudza kini berada di hutan binatang buas, sebagai ratu para binatang buas.
Dewi Zhao Quin sebagai penguasa pegunungan dan hutan di seluruh dunia mengikuti jejak sang ibu.
Dewi Qian Qin sebagai peri bunga
Dan Dewi Bilqis tetap berada di pavilium danau giok sebagai Dewi teratai langit.
**TAMAT
TERIMAKASIH TELAH MEMBACA NOVEL INI, JIKA ADA SALAH KATA MOHON DI MAAFKAN🙏, AUTHOR AKAN MENERBITKAN NOVEL BARU BERJUDUL PENDEKAR NAGA GIOK, BESOK DI JAM YANG SAMA.
DENGAN MEMBACA NOVEL INI, SAHABAT SEMUA TELAH MEMBERIKAN REZEKI BAGI AUTHOR, BERIBU TERIMAKASIH AUTHOR UCAPKAN🙏 BAGI PEMBACA SEMUA**.