PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Terbongkarnya tabiat asli raja kota Lin Wahai


Di perjamuan makan yang di selenggarakan oleh raja kota hanya beberapa petinggi istana yang menghadirinya, makanan dan minuman begitu banyak tersaji di meja makan.


"Aku sangat sangsi dengan makanan makanan di atas meja ini, keceriaan raja kota sepertinya hanya di buat buat, apalagi aku merasakan begitu banyak aura gelap di dalam ruangan ini," batin Zhao Quin.


Tiba tiba saja selir Lin yu menuangkan segelas anggur ke dalam gelas yang berada di hadapan Zhao Quin.


"Silahkan Quin er, ini spesial dariku untuk merayakan kedatanganmu di istana ini," ucap selir Lin yu.


"Untuk Alkemis wanita yang berasal dari pagoda 9, mari kita bersulang," ucap raja kota sambil meminum anggurnya.


Raja kota melirik kearah Zhao Quin yang terus memandangi gelas berisi anggur yang ada di hadapannya.


"Ayo sayang, teguk lah anggur itu," batin raja kota Lin Wahai.


Zhao Quin yang sedang memandangi gelas yang berisikan anggur yang ada di hadapannya pun berkata, "mohon maaf yang mulia, saya tak bisa minum anggur ini".


Sekilas ada perubahan di wajah raja kota mendengar penolakan Zhao Quin, akan tetapi dia berusaha untuk tetap tersenyum dan menyembunyikan rasa ketidak sukaannya pada penolakan dari Zhao Quin itu.


"Tak apa apa nona Zhao Quin," jawab raja kota Lin Wahai.


"Ibu ambilkan Zhao Quin minuman pengganti," pinta raja kota.


Tak lama berselang selir Lin yu kembali ke meja


Zhao Quin dengan membawa minuman perasan jeruk manis.


"Minuman ini pasti kau tak akan menolaknya bukan?" ucap selir Lin yu.


Zhao Quin menatap ke arah ke tetua Li Wang, berharap tetua Li Wang akan memberikannya saran dengan apa yang kini harus di lakukannya.


Melihat kegundahan hati Zhao Quin, tetua Li Wang dengan cepat mengambil gelas yang berisikan perasan jeruk manis ke dalam genggamannya.


"Yang mulia, nona Zhao Quin tak bisa meminum sesuatu apa pun itu selain air putih, tubuhnya sekarang lagi menyerap pil pemulih stamina tingkat tinggi karena telah mencoba melakukan penyembuhan terhadap raja kota terdahulu, aku akan mewakili nona Zhao Quin untuk meminum minuman ini," ucap tetua Li Wang sambil meminum perasan jeruk manis hingga habis tak tersisa.


Melihat apa yang di lakukan oleh tetua Li wang membuat raja kota Lin Wahai berang.


"Omong kosong!! kau anggap aku ini apa !? berani sekali kau menghinaku dengan meminum minuman yang khusus ku berikan kepada nona Zhao Quin.


"Prak...!!"


Seketika meja yang berada di hadapan raja kota hancur berkeping keping akibat pukulan telapak tangan dari raja kota Lin Wahai.


"Tangkap mereka semua!!" ucap raja kota.


Dari atas atap bermunculan para manusia iblis dengan melemparkan jaring iblis kearah tetua Liwang, Zhao Quin serta 2 pengawal dari pagoda 9.


Dengan cepat Zhao Quin dan tetua Li Wang menghindar, akan tetapi kedua pengawal Zhao Quin yang berasal dari pagoda 9 terkena jaring iblis. Tubuh mereka berdua terbungkus jaring dan langsung tak berdaya di buatnya.


Jaring jaring itu memiliki kekuatan yang dapat membekukan Qi di tubuh seorang kultivator, hingga Cen Yun dan Siga Soga hanya bisa pasrah terlilit jaring iblis yang kini semakin erat membungkus tubuh mereka berdua.


Tetua Li Wang begitu sangat geram melihat kelicikan dari raja kota, diapun mengeluarkan sebuah pedang dari dalam kotak penyimpanannya, "Aku akan membunuhmu..!!" teriak tetua Liwang sambil melesat cepat kearah raja kota Lin Wahai.


Pedang di tangan tetua Li Wang langsung tertuju pada bagian fatal di tubuh raja kota.


Melihat serangan tetua Li Wang yang sangat cepat tertuju kearahnya, tak membuat raja kota gentar. Terlihat raja kota hanya tersenyum melihat serangan dari tetua Li Wang yang bisa saja merenggut nyawanya.


Tinggal beberapa inci pedang itu menembus tubuh raja kota Lin Wahai, tiba tiba keanehan terjadi, tubuh tetua Li Wang sepeti tak bertenaga, tubuhnya jatuh pas di hadapan raja kota Lin Wahai.


"Ha..ha..ha...tak semudah itu kau membunuhku Li Wang, minuman yang kau minum tadi telah tercampur oleh darahku, kau sekarang adalah budakku dan aku bebas melakukan apapun padamu," ucap raja kota sambil menendang tubuh tetua Li Wang hingga terhempas menabrak dinding bangunan istana.


Zhao Quin yang menyaksikan kemalangan yang di derita tetua Li Wang, dengan segera menyerang raja kota dengan pedangnya.


Sebelum serangan itu dapat mengenai tubuh raja kota, para manusia iblis dengan serta merta menghadang serangan Zhao Quin hingga terjadilah pertarungan.


"Prajurit iblis ku, jangan kau lukai wanita itu karena dia akan menjadi permaisuri yang kelak akan melahirkan penerus ku," ucap raja kota Lin Wahai dengan senyum kemenangan.


Zhao Quin yang mendengar perkataan raja kota menjadi kesal dan muak, apalagi melihat senyuman raja kota yang baginya begitu sangat menjijikkan, membuatnya ingin segera menghabisi penguasa istana gerbang naga itu.


Selir Lin yu yang sedari tadi hanya melihat dari kejauhan, kini datang mendekati Zhao Quin.


"Hentikan pertarungan ini," ucap selir Lin yu.


Seketika manusia iblis yang menyerang Zhao Quin menghentikan serangannya.


"Quin er aku berniat baik untuk menjadikanmu pendamping putraku, kau akan menjadi seorang ratu yang dapat membantunya dalam menata istana gerbang naga, semua kebutuhan hidup dan apapun permintaanmu akan di penuhi oleh putraku, hidupmu pasti akan bahagia dan sejahtera," ucap selir Lin yu dengan senyum manisnya.


Tetua Li Wang yang mendengar ucapan selir Lin yu kepada Zhao Quin langsung berteriak lantang.


"Quin er..!!" jangan percaya dengan bujuk rayunya, mereka ibu dan anak sama sama licik!!, jika kau sampai ikut bujukannya berarti kau akan ikut menjadi pengikut iblis sama seperti mereka!!".


"Aku tak akan mau menjadi seorang ratu para iblis paman, lebih baik aku mati!!" jawab Zhao Quin yang kembali bersiap dengan kemungkinan serangan yang datang tiba tiba.


"Kau memang pantas mati Li Wang, kau selau menjadi penghalang semua rencanaku, aku akan menghancurkan rohmu untuk selamanya," teriak raja kota dengan amarah yang meluap luap.


Dari jauh telapak tangan kiri raja kota di arahkan ke arah Li Wang kemudian di angkat ke atas, seketika tubuh Li Wang pun ikut terangkat keatas.


Dengan kekuatan penuh raja kota Lin Wahai menghantamkan tinjunya dari jarak jauh, ke arah tubuh tetua Li Wang berada.


Zhao Quin yang tak ingin tetua Li Wang terbunuh, dengan menggunakan tehnik 9 bunga teratai Zhao Quin langsung menghadang serangan raja kota Lin Wahai.


Ledakan dasyat terjadi, raja kota sampai terhempas jauh kebelakang, dia tak menduga jika Alkemis wanita yang selama ini di sangka nya lemah, ternyata mempunyai kekuatan yang jauh di atasnya.


Selir Lin yu yang melihat putranya terhempas kebelakang, dengan segera melesat kearahnya.


"Bagai mana kondisimu putraku?" tanya selir Lin yu.


"Aku baik baik saja ibu," jawab raja kota.


Sementara itu Zhao Quin yang merasakan tangannya seperti di gigit ribuan semut, segera mengalirkan energi Qi murninya ke arah tangan yang terasa sakit.


"Paman ayo kita tinggalkan tempat ini!!" ucap Zhao Quin.


"Quin er jangan pedulikan aku, cepat pergi ke kediaman raja kota, para manusia iblis dan raja kota Lin Wahai tak akan bisa masuk kesana, hanya itu tempat yang paling aman bagimu!" perintah tetua Li Wang.


"Tidak paman!!, kita pergi bersama sama," ucap Zhao Quin.


Zhao Quin langsung mengangkat tubuh tetua Li Wang dan segera melesat dari ruangan itu.


Sebelum Zhao Quin menerobos pintu ruangan, sebuah serangan pedang yang sangat mematikan membuatnya menghentikan laju larinya.


"Mau pergi kemana kau!!" teriak suara wanita yang tak lain adalah suara dari selir Lin yu.


"Kau ingin melarikan diri setelah apa yang kau perbuat pada putraku? aku tak akan membiarkan kau pergi dari sini!!" hardik selir Lin yu.


Selir Lin yu langsung menyerang Zhao Quin dengan ganas, dengan adanya tetua Li Wang yang terluka akibat terkena racun darah yang kini bersarang di tubuhnya, membuat pergerakan Zhao Quin sedikit melambat.


Tetua Li Wang yang tak ingin membebani Zhao Quin dengan menggendong tubuhnya, langsung mendorong tubuh Zhao Quin hingga tubuhnya terlepas.


"Apa yang kau lakukan paman!? pekik Zhao Quin.


"Quin er aku akan membantumu menghadapinya, aku masih mampu untuk melindungi diriku sendiri," ucap tetua Li Wang.


Para manusia iblis yang melihat selir Lin yu di serang oleh kedua kultivator tak tinggal diam, mereka segera membantu dan terjadilah pertarungan kembali.


Karena kalah jumlah dan terlukanya tetua Li Wang, membuat Zhao Quin dan tetua Li Wang perlahan lahan mulai terdesak.


Kini raja kota sudah kembali pulih, dengan mengaktifkan racun darah yang berada di tubuh tetua Li Wang membuat tetua Li Wang kembali tersungkur ketanah.


"Tetua bagai mana keadaanmu," tanya Zhao Quin.


"Quin er tak ada kesempatan lagi, aku akan menahan serangan mereka!! segeralah pergi dari tempat ini," ucap tetua Li Wang.


"Tapi paman..!!" ucap Zhao Quin tertahan.


"Aku ingi pengorbanan ku kali ini tak sia sia, aku ingin kau menyelamatkan raja kota terdahulu," ucap tetua Li Wang.


Dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang di milikinya, tetua Li Wang mencoba melawan racun darah yang ada di tubuhnya.


"Walaupun rohku akan hancur dan hilang untuk selama lamanya, aku pastikan akan membunuh salah satu dari kalian," ucap tetua Li Wang.


Zhao Quin yang melihat adanya aura yang sangat kuat terpancar dari tubuh tetua Li Wang, dengan segera menghancurkan dinding dan menerobos keluar.


"Jangan biarkan wanita itu lolos, tangkap dia!!" teriak raja kota Lin Wahai.


Para manusia iblis yang mendengar teriakan raja kota langsung mengejar Zhao Quin.


Sementara itu tetua Li Wang yang telah mengerahkan seluruh kekuatan yang terpusat di telapak tangannya, dengan segera mengarahkannya ke arah raja kota Lin Wahai.


Bola cahaya jingga langsung mengarah cepat ke arah raja kota, melihat hal itu selir Lin yu langsung mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk menahan serangan tetua Li Wang yang mengarah kepada putranya.


"Ibu apa yang kau lakukan," teriak raja kota kembali.


Raja kota tak sempat mencegah selir Lin yu, dan pada akhirnya benturan dasyat terjadi yang membuat bangunan perjamuan runtuh.


Tetua Li Wang ambruk ketanah dengan kondisi yang sangat mengenaskan, sementara selir Lin yu terhempas jauh kebelakang dengan kondisi yang tak jauh beda dengan kondisi tetua Li Wang sekarang.


"Ibu...!!" teriak raja kota sambil melesat cepat ke arah selir Lin yu berada.


Darah segar pun mengalir deras dari mulut selir Lin yu, saat melihat putranya datang menghampiri, selir Lin yu segera memegang lengan putranya dan menatap tajam kearahnya.


"Putraku cepat kejar Zhao Quin, jangan sampai pujaan hatimu itu pergi putraku," ucap selir Lin yu dan tak lama dia pun tak sadarkan diri.


"Prajurit bawa ibuku ke balai pengobatan istana dan bawa semua sampah itu ke penjara istana," perintah raja kota.


Raja kota Lin Wahai segera melesat cepat mengejar Zhao Quin yang menuju ke arah kediaman raja kota terdahulu.


Dari jauh raja kota melihat seluruh manusia iblis suruhannya hanya bisa berada di luar kediaman raja kota terdahulu. "Kurang ajar..!! pelindung ini benar benar menyulitkan ku, hardik raja kota Lin Wahai.


Raja kota Lin Wahai hanya bisa berdiri di gerbang kediaman raja kota terdahulu, darah iblis yang ada pada tubuhnya membuat dirinya tak dapat melewati artefak langit yang di letakkan tetua Li Wang untuk melindungi bangunan kediaman raja kota terdahulu.


"Zhao Quin keluar kau atau aku akan membunuh ketua Li Wang dan kedua pengawalmu itu!!" ancam raja kota Lin Wahai.


Tak ada jawaban dari dalam kediaman raja kota terdahulu, Zhao Quin seperti tak mau menampakkan dirinya kepada raja muda itu.


"Baiklah jika itu maumu, aku akan menyiksa dan membunuh semua yang telah ku tangkap malam ini," ancam raja kota Lin Wahai kembali.


Tiba tiba dari dalam bangunan muncul raja kota terdahulu dengan amarah di wajahnya.


"Ayah..!?, lama kita tak jumpa, aku kira kau sudah mati di dalam sana!!" ucap raja kota Lin Wahai.


"Jangan kau sekali kali memanggilku ayah wahai engkau putra iblis!!, aku malu jika harus mengganggap engkau sebagi putraku lagi, mulai hari ini aku hilangkan kau dari silsilah keluarga besarku," ucap raja kota terdahulu.


"Ha..ha..ha..Apa yang harus ku banggakan dari seorang penyakitan sepertimu!! kau hanya segumpal sampah yang pernah di miliki oleh istana gerbang naga dan kota bulan suci, aku tak butuh orang sepertimu!!" teriak raja kota Lin Wahai.


Amarah raja kota terdahulu sudah sampai di puncak, akan tetapi suara lembut dari Zhao Quin seketika menenangkannya.


"Jangan terpancing dengan omongannya yang mulia, dia sengaja berkata seperti itu agar yang mulia keluar dari pelindung ini, dan memberinya kesempatan untuk mencelakai yang mulia," ucap Zhao Quin.


"Lebih baik yang mulia ikut bersamaku kedalam, biarkan orang ini terus berteriak sampai urat lehernya putus," ucap Zhao Quin kembali.


Akhirnya raja kota terdahulu dapat luluh dengan bujukan dari Zhao Quin, mereka berdua pun masuk kedalam dan tak menggubris sedikitpun teriakan sumpah serapah dari raja muda itu.


"Tunggulah Zhao Quin, aku akan mencari cara untuk menghancurkan pelindung ini, dan kau akan ku jadikan penghangat ranjang ku," batin raja kota muda Lin Wahai.