PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pertarungan


Melihat pil yang di buat oleh Yan Lan merupakan pil asli, membuat putri Xing Xia Lin merasa geram dengan semua tingkah dari kedua senior Alkemis.


Sang putri tak dapat menahan diri untuk memberikan hukuman, kepada kedua senior Alkemis yang menjadi bawahannya.


"Feng shu..!!, Vin Chi..!!, mulai sekarang kalian berdua di berhentikan dari balai pengobatan istana, dan kalian berdua tak berhak lagi menjadi senior Alkemis di sini!!," ucap putri Xing Xia Lin.


"Tapi ketua...!!, kami telah berjasa banyak pada balai pengobatan istana, kami minta ketua bisa mempertimbangkan kembali untuk mempekerjakan kami berdua di balai pengobatan istana," jawab Feng shu.


"Karena semua jasa-jasa kalian itu, maka aku telah mempertimbangkan untuk mengeluarkan kalian semua dari balai pengobatan istana, dan tidak membuat kalian masuk kedalam penjara istana," ucap putri Xing Xia Lin.


"Jika itu sudah sudah keputusan ketua kami akan menerimanya asalkan kami di izinkan meminta satu hal kepada ketua, yaitu izinkan kami untuk bertarung dengan Xioyan," ucap senior Vin Chi sambil menunjuk ke arah Yan Lan.


"Jika kalian ingin bertarung dengan ku baiklah, aku dengan senang hati akan meladeni kalian berdua," ucap Yan Lan dingin.


"Karena Xioyan telah bersedia untuk bertarung dengan kalian berdua, maka pertarungan itu akan segera terwujud, silahkan kalian bertiga untuk masuk ke dalam arena pertarungan itu," ucap putri Xing Xia Lin sambil menunjuk ke sebuah tempat yang sangat luas di samping balai pengobatan istana.


Dengan keputusan putri Xing Xia Lin yang memperbolehkan ketiga orang itu untuk bertarung, maka ketiganya pun segera memasuki arena pertandingan.


Xioyan..!! kali ini kau telah membuat kesalahan besar karena telah mengeluarkan kami berdua dari balai pengobatan istana, maka dari itu kami berdua akan membunuhmu!!".


"Kalian berdua jangan besar mulut saja, buktikanlah jika kalian berdua memang mampu untuk membunuhku!!" jawab Yan Lan.


Mendengar jawaban dari Yan Lan, kedua senior Alkemis di istana Giok itu langsung menyerang Yan lan dengan ganas, Akan tetapi tehnik tangan kosong yang digunakan oleh kedua senior Alkemis, dengan mudah dapat dipatahkan oleh Yan Lan.


Melihat serangannya gagal kedua senior itu dengan segera mencabut pedang, yang dikeluarkan dari kotak penyimpanannya.


"Saudara Vin Chi, lebih baik kita gunakan formasi bintang, agar lebih cepat bagi kita untuk membunuh Xioyan," ucap senior Feng shu.


"Baik saudara Feng shu," ucap senior Vin Chi.


Dengan menggunakan formasi bintang, kedua senior itu kembali menyerang ke arah Yan Lan, dengan gelombang serangan pedang yang saling susul menyusul seirama dengan pergerakan kaki kaki mereka berdua.


Yan Lan sedikit terkejut dengan serangan yang dilakukan oleh kedua senior itu, di mana serangan mereka berdua begitu sangat cepat dan dapat berubah-ubah irama serangnya dalam waktu singkat.


Yan Lan yang merupakan seorang kultivator tingkat surgawi puncak, walaupun sedikit terganggu dengan serangan dari mereka berdua, akan tetapi serangan serangan yang dilancarkan dengan teknik formasi bintang, tak cukup untuk mengalahkan seorang kultivator di tingkat surgawi puncak.


"Kalian berdua harus lebih memahami jiwa pedang, agar serangan kalian lebih dasyat dan mematikan, aku akan menunjukkan kepada kalian bagaimana jiwa dari roh pedang itu!!," ucap Yan Lan sambil mengambil sebuah ranting kering yang berada di lantai arena pertarungan.


Dengan menggunakan ranting itu, Yan Lan menyerang balik ke 2 senior yang menyerangnya, dan alhasil dalam waktu singkat Yan Lan telah membuat kedua senior itu tak berdaya.


Apa yang telah dilakukan oleh Yan Lan, membuat seluruh anggota Alkemis terkagum kagum padanya, dan tentunya putri Xing Xia Lin pun begitu takjub dengan teknik pedang yang dikeluarkan oleh Yan Lan, walaupun dia hanya memegang ranting pohon sebagai senjatanya.


*****


Sementara itu sang putri semakin berupaya mendekatkan dirinya pada Yan Lan, di mana Yan Lan sekarang telah di angkat oleh sang putri menjadi wakil ketua Alkemis, tujuan sang putri mengangkat Yan Lan sebagai wakilnya adalah agar Yan Lan selalu berada di dekatnya.


Mengetahui sang putri telah menaruh hati pada dirinya, Yan Lan mulai mengatur strategi untuk mendapatkan informasi tentang penjara Intan, lewat sang putri yang merupakan adik kandung kaisar Giok muda.


Di suatu pagi saat Yan Lan mencari tumbuhan roh di sebuah hutan di belakang balai pengobatan istana, tak disangka olehnya jika putri Xing Xia Lin juga berada di sana, setelah mereka berdua bertemu, maka terjadilah percakapan di antara mereka berdua.


"Ketua..!! Anda juga berada di sini?" tanya Yan Lan.


"Ia, aku sedang mencari tumbuhan roh, rencananya aku ingin membuat sebuah pil penyambung tulang yang patah, dengan tehnik yang ada di dalam buku besar do ralam ruangan ku. Sungguh sangat kebetulan sekali kau berada disini Xioyan, berarti kau bisa membantuku dalam mencari beberapa tumbuhan roh yang kubutuhkan untuk di gunakan dalam membuat pil penyambung tulang itu," ucap putri Xing Xia Lin.


"Aku pasti akan membantumu ketua..!!" ucap Yan Lan.


Entah mengapa tiba-tiba saja hujan turun dengan derasnya, membuat kedua insan yang berbeda jenis itu berlari mencari tempat berteduh agar tak terguyur derasnya hujan.


Setelah beberapa saat berlari, akhirnya mereka berdua menemukan sebuah gua yang lumayan besar, untuk mereka berdua tempati berteduh dari derasnya hujan.


Tak lama kemudian, Yan Lan mulai membuat api unggun dengan beberapa ranting kayu yang berserakan di mulut Goa, setelah api itu menyala Yan lan dan putri Xing Xia Lin duduk di dekat api unggun, untuk menghangatkan tubuh mereka berdua.


"Ketua.., apakah kau membawa baju ganti?" tanya Yan Lan membuka percakapan.


"Aku tak membawa baju ganti, kotak penyimpanan ku tertinggal saat aku membersihkan diri di kamarku pagi tadi," jawab putri Xing Xia Lin.


Mendengar perkataan sang putri, Yan Lan segera mengeluarkan beberapa baju ganti dari dalam cincin ruangnya.


Semua yang dilakukan oleh Yan Lan, terekam jelas di dalam pikiran putri Xing Xia Lin, termasuk cincin ruang yang ada pada Yan Lan.


"Aku hanya punya beberapa baju cowok, pakailah dulu sebelum bajumu itu kering," ucap Yan Lan.


Putri Xing Xia Lin meraih baju yang di berikan Yan Lan, seketika sang putri tercengang dengan aroma yang keluar dari baju yang diberikan oleh pemuda yang ada di hadapannya tersebut.


"Mengapa aroma baju ini seperti sangat familiar olehku, tapi dimana aku pernah mencium aroma wangi ini," batin putri Xing Xia Lin.


Putri Xing Xia Lin menatap dalam-dalam wajah pemuda yang berada di hadapannya, kumis tipis yang ada di wajah Yan Lan tak luput dari perhatiannya, begitupun dengan jenggot yang melekat di dagu Yan Lan.


Terlihat putri Xing Xia Lin menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan-lahan.


"Apa yang sebenarnya yang kau inginkan padaku Yan Lan??" tanya putri Xing Xia Lin yang membuat Yan Lan tersentak kaget.


"Maksud anda ketua!??" ucap Yan Lan balik bertanya.


"Kau tak usah berpura pura lagi, aku tau siapa dirimu, cincin ruang yang ada padamu hanya ada 3 di benua permata hijau, dan semuanya telah lenyap kecuali cincin ruang yang dimiliki oleh Yan Lan!, aroma wangi yang ada di pakaian ini juga sama persis dengan aroma wangi yang ada di tubuh Yan Lan, aku tak akan pernah melupakan wangi tubuhnya, jadi kau tak usah menyamar lagi di hadapanku," ucap putri Xing Xia Lin, yang membuat Yan Lan terdiam sesaat.