PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Pertarungan di menara tahta


Para petinggi pagoda 9 termasuk Feng Yin menyesali atas keputusan Yan Lan untuk bertarung melawan Yan Lou, di mana mereka mengetahui jika Yan Lou merupakan seorang juara dari 12 klan yang ada, dan merupakan seorang kultivator yang sudah menginjak kultivasi Qi saint bintang 1 di usia muda.


"Walau pun Yan Lou bukan merupakan petinggi pagoda 9 lagi, aku berharap agar Yan Lou tidak berbuat hal yang buruk yang dapat membuat Yan Lan terluka parah, setidaknya Yan Lou masih mengingat di mana dia dulu mengabdikan diri dan bukan seperti kacang yang lupa pada kulitnya," batin ketua Qi Guo.


Pertarungan akan di laksanakan di tengah tengah menara tahta, yang mana di sana terdapat arena untuk bertarung yang sangat luas, arena itu merupakan tempat latihan para praktisi beladiri yang di punyai menara tahta.


Para petinggi menara tahta dan para petinggi pagoda 9 sudah duduk di atas podium utama, sementara orang orang yang ada di sekitar arena hiruk pikuk dalam melakukan yel yel kepada salah seorang jagoan mereka.


Yan Ling yang telah selesai melakukan kultivasi di dalam pagoda 9, terkejut mendengar kabar pertarungan antara Yan Lou dan Yan Lan di menara tahta.


"Pertarungan itu tak boleh terjadi, mereka berdua bersaudara!! mengapa kakak Yan Lan tak menemuiku sebelumnya," ucap Yan Ling sambil melesat ke arah menara tahta berada.


Ketua Yun Juaxin masuk kedalam arena pertarungan di mana Yan Lan berada di sebelah kanan ketua Juaxin, dan Yan Lou di sebelah kirinya.


"Ini adalah pertarungan kalian, lakukan yang terbaik dalam menjaga nama baik kalian, kalau perlu ada dari kalian yang tak bisa bangkit lagi," ucap ketua Yun Juaxin sambil melirik ke arah Yan Lou.


"Tenang saja ketua Yun, aku pasti akan membuatnya tak bisa bangkit lagi untuk selama lamanya," batin Yan Lou.


Ketua Yun Juaxin menggerakkan telapak tangan kanannya ke lantai arena, seketika terbentuk pelindung setengah bulatan yang membungkus arena pertarungan.


Melihat pelindung yang di buatnya telah aktif, segera Yun Juaxin melesat meninggalkan arena tersebut, dengan meninggalkan Yan Lan dan Yan Lou yang kini saling berhadapan.


Yan Lou yang sedari dulu sudah benci dengan Yan Lan, mengambil inisiatif penyerangan duluan. Segera Yan Lou menyatu dengan binatang rohnya yaitu harimau putih dan langsung menyerang Yan Lan dengan beringas.


Gerakan Yan Lou sangat cepat dan gesit, berkali kali Yan Lan hampir terkena terjangan kuku tajam dan panjang yang di miliki oleh binatang roh Yan Lou.


Yan Lan yang perlahan mulai terdesak, segera mengeluarkan tehnik Kaisar bumi.


Kini pergerakan Yan Lan dapat mengimbangi serangan serangan yang di lancarkan oleh Yan Lou.


Di satu kesempatan Yan Lan berhasil menyerang balik Yan Lou dengan tehnik Perangkap bumi yang mana tehnik ini merupakan bagian dari tehnik kaisar bumi yang di milikinya.


Tanah dan bebatuan keras menghimpit tubuh Yan Lou di dalamnya hingga sulit bergerak, Yan Lan seketika menambah kekuatan tehniknya itu agar Yan Lou tak bisa lepas dari dalamnya.


Para penonton seakan tak percaya jika mantan wakil menara falan itu bisa terjebak oleh tehnik yang digunakan Yan Lan.


Begitupun halnya dengan ketua Yun Juaxin yang seketika merasa malu dengan apa yang terjadi pada Yan Lou.


Ketua Yun Juaxin tak menyangka perwakilan dari menara tahta dapat di kalahkan dengan muda oleh Yan Lan, yang bukanlah seorang yang di unggulkan dalam pertarungan itu.


Dari kejauhan seorang gadis cantik yang duduk di atas sebuah kursi roda memandang tajam ke arah Yan Lan.


"Kakak Yan Lan walaupun kau tak pernah menemuiku, dan hal itu yang membuatku sangat membencimu, tapi mengapa aku tak bisa melupakan dirimu, dan mengapa masih ada rasa sayang di hatiku untukmu," batin sang wanita.


"Kakak Yun er kau tak apa apa kan?" tanya seorang laki laki remaja yang di ketahui bernama Yun Jing Ying yang merupakan adik kandung Yun er.


"Aku tak apa apa Jing er," jawab Yun er sambil menghapus air matanya.


Yun Jing Ying tak bertanya lagi, dia tau betul jika kakaknya ini begitu mencintai pemuda yang bernama Yan Lan itu, diapun kini hanya terdiam.


"Yan Lan...!! akan ku tunjukkan padamu kekuatanku yang sebenarnya," teriak Yan Lou seketika.


"Kaisar emas..!!" teriak Yan Lou.


Seketika tanah dan batu yang menghimpit Yan Lou hancur berkeping keping, tampak tubuh emas Yan Lou telah berdiri tegak di atas sisa sisa tanah dan bebatuan yang menghimpit tubuhnya.


Ketua Hyo jin berdiri dari duduknya, dia tak menyangka jika Yan Lou mempunyai tehnik kaisar emas, yang mana tehnik legendaris ini telah lama menghilang dari benua permata hijau.


Ada rasa khwatir yang menyelimuti hati ketua Hyo jin melihat garis keturunan pagoda 9 dalam bahaya, dan dia tak dapat melakukan apa apa.


"Tinju langit emas" teriak Yan Lou.


Tinju emas yang sangat besar terbentuk seiring hantaman tinju Yan Lou kearah tubuh Yan Lan.


"Rasi 4 naga" teriak Yan Lan.


Dua tinju dengan kekuatan dasyat saling beradu yang menimbulkan ledakan dasyat.


Yan Lan dan Yan Lou sama sama terseret mundur kebelakang.


"Aku tak menyangka kau masih mampu bertahan dari semua seranganku Yan Lan!!," ucap Yan Lou.


"Aku rasa kekuatanmu tak menakutkan seperti yang di perkirakan orang orang, aku juga belum mengeluarkan kemampuanku yang sesungguhnya," ucap Yan Lan tenang sambil mengibas ngibaskan debu yang melengket di jubahnya.


"Kalau begitu aku akan melenyapkanmu dari benua ini," teriak Yan Lou kembali.


"Petaka kaisar emas" teriak Yan Lou.


Seketika tubuh Yan Lou bergerak sangat cepat kearah Yan Lan, dan Bam..!! tubuh Yan Lan terhempas ke batas pelindung arena karena terkena tinju keras yang di lancarkan oleh Yan Lou.


Yan Lan bangkit dan merasakan sakit di dadanya. Terlihat ada darah segar yang mengalir di sudut bibirnya.


Kembali serangan cepat yang tak terlihat dari Yan Lou membuat Yan Lan harus terhempas ke lantai arena. Yan Lou sengaja ingin mempermainkan dan mempermalukan Yan Lan di pertarungan itu


"Cukup untuk kali ini kau melukaiku, dan tidak untuk ketiga kalinya," batin Yan Lan.